Monday, June 22, 2015

Apa Itu Multiple Myeloma

Saya mau share rangkuman singkat definisi MM dari beberapa guidelines kanker internasional. Ada dari International Myeloma Foundation (IMF), National Comprehensive Cancer Network (NCCN), dan American Cancer Society.

Semoga berguna bagi para penyandang MM, keluarga, dan caregiver-nya :)

Definisi

Multiple myeloma adalah kanker sel-sel plasma yang terbentuk dalam sumsum tulang.

Plasma itu apa, sih?

Plasma itu bagian dari sel darah putih. Kamu udah tau, kan, kalo sel darah terbagi menjadi 3:
  1. Darah merah
  2. Darah putih
  3. Keping darah atau trombosit

Darah merah membawa oksigen ke seluruh tubuh. Keping darah atau trombosit membantu menghentikan perdarahan. Nah, darah putih membantu melawan infeksi.

Plasma adalah turunan dari darah putih jenis sel-B. Tugas plasma adalah membuat antibodi. Antibodi (immunoglobulin) adalah protein yang membantu tubuh kita mencari, menyerang, dan membunuh germs yang masuk ke dalam tubuh.

Sumber: NCCN

Sel-sel plasma juga berperan penting dalam menjaga kesehatan tulang. Mereka bisa mengidentifikasi kekurangan pada tulang dan mengeluarkan hormon yang membuat sel-sel lain menguraikan tulang yang rusak dan memperbaikinya dengan tulang yang baru.

Kenapa bisa jadi kanker?

Kalo kondisi normal, sel-sel plasma yang udah tua atau rusak akan mati sendiri. Tapi, kalo pada kondisi MM, sel-sel plasma yang udah tua atau rusak justru gak mati-mati. Malahan, jumlah mereka makin berlipat ganda. Bakal ada satu kumpulan sel-sel plasma yang cacat. Ini dinamakan myeloma (doang. Belum "multiple").

Sumber: NCCN


Makin lama, sel-sel cacat ini jumlahnya bisa sangaaat banyak. Mereka bisa jauh melebihi sel-sel darah normal di sumsum tulang, menyerang jaringan tulang, dan menyebar ke seluruh tubuh. Nah kalo udah kayak gini, baru deh namanya resmi diganti jadi "multiple myeloma".

Akumulasi sel-sel myeloma di sumsum tulang akan menyebabkan:
  • Fungsi sumsum tulang (yakni memproduksi sel darah) terganggu, ditandai dengan anemia dan/atau penurunan jumlah sel darah putih atau keping darah.
  • Tulang di sekitar sumsum tulang jadi hancur
  • Terbentuknya monoclonal protein (M-Protein) yang ikut dalam darah dan air seni
  • Penurunan fungsi kekebalan tubuh, ditandai dengan penurunan jumlah imunoglobulin yang normalnya biasanya gak rendah. Selain itu, mudah terkena infeksi. Apalagi kalo jumlah sel darah putihnya rendah.

Gejalanya Apa Aja?
  • Lelah dan merasa lemah
  • Mudah memar atau berdarah
  • Sering demam atau infeksi
  • Sakit pada tulang
  • Ada kerusakan pada tulang
  • Gangguan ginjal

Ini Kanker Kok Gak Pernah Gue Denger, Ya?

Emang jarang banget! Kalah pamor dibanding kanker payudara, kanker rahim, sama kanker paru-paru.

Belom tau sih statistiknya di Indonesia, tapi ini emang kanker yang cukup langka. Persentasenya cuma 1% dari semua jenis kanker. Kecil banget ya! Kemungkinan 'kena'-nya juga kecil. Sekitar 6:100.000. Menariknya, MM adalah kanker darah paling sering ditemui setelah non-Hodgkin's lymphoma.

Tahun 2015 ini, di Amerika diperkirakan bakal ada 26.850 orang terdiagnosis kena MM. Itu di Amerika doang.


Penyebabnya Apa?

Gak diketahui pasti sebabnya apa. Tapi, ada beberapa faktor risiko yang memperbesar kemungkinan seseorang kena MM.
  • Umur. Makin tua makin berisiko. Kebanyakan MM baru muncul di atas 65 tahun. Cuma sedikit (1%) yang kena di bawah 35.
  • Laki-laki lebih rentan kena MM daripada perempuan.
  • Radiasi.
  • Riwayat keluarga. Tapi ini jaraaang banget.
  • Ras Afro-Amerika lebih banyak kena daripada kulit putih.

Tipe-Tipe MM

Di dunia ini ada 5 tipe MM. Yang paling umum adalah tipe G, dan yang paling langka adalah tipe E. Masing-masing tipe punya pola dan 'masa depan'-nya sendiri-sendiri.

Tipe itu ditentukannya dari mana? 
Dari struktur pembentuk M-Protein-nya.

M-Protein Itu Apa?
Sini gue jelasin *jumawa :))

Belajar biologi dikit yak :D

Monoclonal protein alias M-Protein itu adalah antibodi gak normal yang dihasilkan oleh sel-sel myeloma. Jumlahnya berlipat ganda meraja lela, dan bisa ditemuin di darah dan urin penyandang MM.

Nah, M-Protein ini lah yang dipake menentukan jenis MM kita.

Struktur M-Protein terdiri dari rantai berat (heavy chain) dan rantai ringan (light chain). Rantai berat  ada 5 jenis: A, D, G, E, atau M. Kalo rantai ringan cuma ada 2 tipe: Kappa dan Lambda.

Sumber: NCCN


Tipe antibodi (atau imunoglobulin) dan tipe MM ditentukan oleh kedua tipe rantai ini. Tipe "IgA Kappa" artinya rantai beratnya tipe A, dan rantai ringannya tipe Kappa.

Ada 10 kombinasi yang bisa terjadi:
Sumber: IMF

Penentuan tipe MM ini sangat amat penting. Seperti udah dibilang tadi, masing-masing tipe MM punya 'tabiat'-nya sendiri. Contohnya, MM tipe IgA problemnya kebanyakan di luar tulang (extrameduler), sementara yang MM tipe IgD problemnya lebih sering di leukemia sel plasma dan kerusakan ginjal. Mengetahui tipe MM akan membantu dokter (dan kita sendiri) mengantisipasi risiko dan kemungkinan yang akan datang.

Itu doang fungsinya?

Nggak dooong. Banyak banget malah. M-protein ini bisa untuk

  • Mengukur stadium MM.
  • Treatment monitoring dan assessment, alias mengukur respon terhadap pengobatan. Sejauh mana obat yang kita minum bisa nurunin MM.

Stadium MM Ada Berapa?

Paling tinggi stadium/stage 3.

Ada dua standar pengukuran.

1.  Durie-Salmon Staging System

Udah digunakan sejak 1975. Komprehensif banget dan masih dipake sampe sekarang. Sistem ini menggabungkan hasil lab klinis dengan jumlah sel MM untuk dapet gambaran yang lebih baik.

Sumber: IMF

Ibu saya pake sistem ini dapet stage 2 :D

Oh ya. Dr. Durie (yang nyiptain sistem ini) masih hidup sampe sekarang dan beliau aktif banget dalam bidang per-MM-an. Suka bikin workshop, webinar, diskusi awam, dll. Buka deh myeloma.org  Itu dia yang bikin. Di situ banyak banget ilmu-ilmu untuk para pasien dan caregiver MM :D

2.  International Staging System (ISS)

Dipake sejak 2005. Pengukuran ini lebih simpel, cuma pake dua hasil lab aja, yaitu beta-2 microglobulin dan albumin keseluruhan. Langsung bisa tau deh udah stage berapa :)

Sumber: IMF

Kalo di sistem ini, Ibu dapet stage 1 sih. Ternyata bisa beda ya!

Nah bagi yang penasaran, silakan dicek deh :D

Udah ah sampe sini dulu. Udah kepanjangan x))

Tetap semangaat!

**Ibu saya memiliki multiple myeloma sejak tahun 2011, dan rutin kontrol di RS Kanker Dharmais, Jakarta Barat. Silakan klik menu "Multiple Myeloma" untuk melihat postingan terkait MM. Semoga kita bisa saling mengenal dan saling menguatkan :D

9 comments:

lovelytrie said...

Saya baru kehilangan ibu krn penyakit tsb, sy sangat menyesal terlambat mengetahuinya

lovelytrie said...

Saya baru kehilangan ibu krn penyakit tsb, sy sangat menyesal terlambat mengetahuinya

Setia Wardhani said...

Bagaimana bisa telat mengetahuinya?

Widya said...

Turut berduka cita Mbak Lovely Trie... Kami sekeluarga mendoakan... Semoga Ibunda mendapat tempat terbaik di sisi Allah swt, dan dimasukkan ke dalam surga-Nya. Aamiin.

Jaka Satria Putra said...

Dear mbak widya,
Salam kenal saya Jaka dari Bdg. Ibu saya di diagnosa MM oleh Prof Iman di Bdg, beliau amat di kenal di bidangnya. Hanya yg menjadi keraguan kami saat ini, diagnosa dokter utk ibu saya amat cpt saat itu bahwa beliau mengidap. Ibu saya di diagnosa pertengahan November 2016 ini. Bagi kami sekeluarga ini merupakan berita yg amat membuat kami shock dan tdk percaya, apalg ibu saya sendiri.
Hingga saat ini, ibu sedang dlm perawatan di RS boromeus bdg, namun belum di tindakan kemoterapi menggunakan Valcade mengingat tdk di cover bpjs. Dan kami berencana mengambil tindakan pindah ke RS Hasan Sadikin yg dpt menggunakan fasilitas BPJS.
Yg mejadi pertimbangan kami, saat ini kami blm mengetahui ibu kami dlm stadium/stage berapakah MM yg di derita ibu kami. Krn sang profesor langsung yg menganalisi dan merujuk therapy kemo setelah di diagnosa pertengahan November lalu.
Langkah apa ya mbak widya kira2 yg bisa meyakinkan kami, apakah bnr penyakit yg ibu kami derita ini Multiple Myeloma? Apakah perlu second opinion? Bkn nya kami tdk percaya dgn sang profesor namun feeling kami seluruh keluarga merasa tdk yakin.
Kalau ibu mbak widya, dulu di cek nya seperti apa? Apakah ada hasil lab yang menunjukan bahwa sang ibu saat itu di vonis MM?

Sebelumnya terimakasih banyak ya mbak atas info dan sharing yg sudah mbak posting disini, amat sangat berguna buat saya pribadi dan keluarga yg sangat awam mengenai MM ini. Semoga kita semua selalu dalam lindungan Allah SWT. Dan pihak BPJS pun bisa mengcover penyakit yg sudah di derita oleh orang-orang yg kita sayangi. Aamiin ya robbalallamin...

Rizal Fahrizal said...

Yth, mbak Widya
assalamualaikum..perknalkan sy Rizal dr Jkt, ibu sy 60thn pd bln Juli 2016 dilakukan operasi tempurung pangkal paha krn patah & dokter berinisiatif mngambil sumsum tulang utk d cek di lab, singkat cerita operasi tulang berhasil namun dr hasil lab ternyata ibu tdk bertentangan dgn Multiple Myloma. Pd bln Sep 2016 ibu sempat drop HB-nya 6,1 bicaranya dah kaku akhirnya d rawat utk transfusi darah. Setalah d rawat d rs. Ridwan maureksa kondisi ibu sehat kembali & kami d kasih rujukan k RSPAD utk periksa darahnya dari hasil lab ibu di diagnosa anemia akut & dokter masih ragu apakah MM atau bukan dokter menyarankan utk dilakukan BMP sumsum tulang kembali,namun krn kondisi ibu sehat, ibu tdk mau krn sdh 6x visit dokter hsilnya blum jelas ( maklum mbak pakai BPJS he..he ). Singkat cerita 15 April 2017 ini. Ibu mengeluh pinggangnya sakit, tdk nafsu mkn & matanya sdh mulai tdk melihat. Sempat kami konsul dgn dokter hematologi rs. Darmais yg praktek d rs. Triadipa, sy ksih smua hasil lab yg pernah dilakukan ibu, hasilnya dokter tsb masih ragu MM atau bukan, dia menyarankan utk bawa hasil lab k spesialis patologi anatomi utk d baca ulang. Pada 22 april'17 kondisi ibu trus menurun kami langsung bw ke IGD RSPAD, hasilnya MasyaAllah HB-nya 3,2 & ibu hrs d transfusi darah lg 3 hari d rawat lg & dokter mnyarankan ibu periksa kembali sumsum tulangnya ( BMP )
Saya mau minta saran sama mbak widya bagaimana tindakan yg sy hrs lakukan & adakah utk perwatan MM tanpa hrs rawat inap krn ibu saya sdh mulai putus asa sama penyakitnya. saya rencana tdk mau pakai BPJS krn ngantrinya yg membuat ibu tdk mau di periksa. Kami ada rencana mau bawa ibu ke RS PGI cikini. adakah rekan2 MM'er yg pernah d rawat disana..? Trims yaa mbak widya.
wassalam

Widya said...

Wa'alaykumsalam warahmatullahi wabarakatuhu Pak Rizal. Maaf, jadi hasil sampel sumsum tulang yang awal adalah "Tidak bertentangan dengan Multiple Myeloma"? Berarti memang SESUAI dengan Multiple Myeloma ya Pak? Coba dilihat angka plasmanya berapa. Jika >10%, itu sudah mengindikasikan MM.
Pengambilan sampel sumsum tulang memang cara final utk menegakkan diagnosis MM. Yang paling pasti ya dari situ.
Jenis tes lain utk memastikan MM atau tidak sebenarnya bisa kita lakukan sendiri di lab swasta seperti Prodia atau Gunung Sahari, dan bisa diminta datang ke rumah supaya gak ngerepotin ibu. Item yg diperiksa sbb: 1) darah lengkap. Liat Hb, eritrosit, leukosit, trombosit, dan LED. LED ini penting. Kalo tinggi, berarti banyak protein M nya. 2) Kalsium. Kalo tinggi, berarti ada pelepasan kalsium dari tulang. Ini indikasi MM juga. 3) serum protein elektroforesis. Kalau ada 2 lonjakan grafik di kiri dan kanan, berarti besar kemungkinan memang MM.
SPEP hasil selesai 3 hari. Yang lain bisa hari yg sama. Nanti semua hasil dibawa ke dokter. Biar irit tenaga dan waktu. Kalau mau, coba langsung ke Dharmais deh. Daripada kemana-mana. Ke Klinik Cendana di lt 2. Nanti pilih dokter KHOM yang diinginkan. Jadwal ada di Web Dharmais. Tapi ini bayar pribadi dulu ya. Dokter sekitar 300rb. Cukup sekali aja, abis itu seterusnya baru pakai BPJS. Biar gratis :)
Nanti, utk memastikan, mungkin ibu akan diminta ronsen seluruh badan (bone survey). Atau juga MRI. Di tahap ini dokter paling juga sudah menyarankan pake BPJS kok. Alhamdulillah proses BPJS di Dharmais cepet kok Pak. Jangan takut ya. Semangat Pak. Kabar2i ya. Salam, Widya.

Widya said...

Oh ya ini juga penting. Ibu disemangati Pak. Yg bikin putus asa itu kan krn penyakit belum jelas diagnosisnya apa. Makanya yuk kita bikin jelas dulu.
Cara paling pasti adalah ambil sampel sumsum tulang, memang. Makanya semua dokter nyaranin itu. Ini cepat atau lambat harus dilakukan.
Tapi kalo ibu belum mau, bisa dicoba cek 3 item lab yg saya sebutkan tadi. Cukup ambil darah biasa aja kok.
Ayo Pak. Makin cepat makin baik. A problem well-stated is a problem half-solved. Kalo udah jelas penyakitnya apa, makin jelas solusinya gimana :) InsyaAllah bisa ok lagi kok, jadi harus yakin ya! Salam, Widya.

Rizal Fahrizal said...

Yth Mbak Widya
Terimakasih atas masukkan & saran mbak. Oh iya mbak ternyata ibu saya sdh melakukan cek lab di prodia hasilnya sbb: Albumin 44.5%, Alpha1 5.5%, Alpha2 8.5%, Beta1 23.3%, Beta2 13.5%, Gamma 4.7% & pemeriksaan Imunofiksasi kesimpulannya Biklonalitas IgA Kappa.kalo mbak berkenan nanti sy japri hasil BMP & lab-nya (maklum mbak masih oon utk baca2 hasil lab..sambil belajar2 postingan mbak widya). Rencananya sih kami akan coba konsul ke RS Darmais bila ibu sdh agak sehatan krn sekarang masih di rawat di RSPAD krn hrs transfusi darah sebab HB-nya masih rendah.
Saya & keluarga ucapkan terimakasih kpd mbak widya yg memberikan saran & semangat utk ibu saya.btw sy sdh isi form member MM & mhn utk bisa brgabung d grup WhatsApp juga.
Salam,Rizal

Popular Posts