Thursday, May 11, 2017

Minum Melphalan Lagi (dan Ekstrak Ikan Gabus)

Sejak 15 April, Ibu resmi minum Melphalan lagi. Pasalnya, Lonjakan-M di grafik SPEP masih tinggi. Padahal udah minum Thalidomide juga. Berarti belom efektif. Harus tambah obat lain.



Lenalid sebenernya oke. Bisa turun tuh Lonjakan-M. Sayang, Ibu alergi. Kulitnya jadi merah semua. Dan gatal. Bahkan mukanya sampai bengkak. Matanya jadi kecil.

Hmmm. Padahal dulu nggak gitu lho. Waktu almarhum Bapak masih ada, Ibu oke aja minum Lenalid.

Berarti memang kondisi psikologis sangat berpengaruh pada treatment, ya. Tuh buktinya. Tadinya gak apa-apa, sekarang jadi apa-apa.

Dan seperti yang sudah-sudah, saya khawatir komponen darah ibu turun lagi kalo pake Melphalan. Tapi ya sudah. Opsi kita cuma itu. Yuk berdoa, mudah-mudahan kalaupun turun, cuma sedikit aja. Mudah-mudahan Allah jaga terus kesehatannya. Dan kasih yang terbaik dunia akhirat. Aamiin yra.

Alhamdulillah pas kami nyari Melphalan di Dharmais juga gampang. Mungkin lagi ada stoknya. Dharmais tidak menerima resep dokter luar. Harus resep dokter Dharmais. Siloam Semanggi MRCCC biasanya juga ada Melphalan, tapi nomor teleponnya susah sekali dihubungi.

Untuk mengantisipasi darah ibu turun, saya membuat ekstrak ikan gabus dengan menggunakan presto.

Nih ikannya.



Serem, ya, hehe. Tapi jangan salah. Ikan gabus sangat besar manfaatnya bagi MMer. Kaya albumin, dan bisa meningkatkan Hb. Bagus juga untuk persiapan kemo. Dan membantu menjaga nutrisi secara umum. Sehari ekstraknya diminum 50-100ml.

Banyak sekali jurnal ilmiah yang mengungkap peran penting albumin dalam perjalanan penyakit MM. Intinya, makin tinggi albumin, makin baik bagi MMer. Silakan Google "albumin multiple myeloma".

Buat info saja, harga serum albumin di RS Rp725.000. Itu ukuran 50ml alias separuh botol ASI. Yang sebotol 100ml harganya Rp1.500.000... Belom biaya tambahan RS... Mending bikin sendiri kan :D

Mau beli yang kapsul? Hmm. Sebaiknya tetap yang buatan sendiri. Soalnya, yang kapsul sudah melalui berbagai proses. Pengeringan jadi bubuk, penambahan penstabil dan pengeras supaya jadi bentuk kaplet, pengawet, dan lain-lain. Khasiatnya jadi berkurang sih.

Atau, beli aja dari temen yang suka bikin. Yang udah terpercaya, ya. Jangan sembarangan dari internet. Belilah dari orang yang kamu udah tau mereka pasti bener dan serius bikinnya. Memperhatikan kualitas ikan, kebersihan saat mengolah, dan teknik penyimpanan. Itu paling utama.

Lumayan. Dari satu kilogram daging ikan, saya dapat 250ml ekstrak. Saya taruh di botol kaca untuk ASI :))) jadi berasa aneh.. Biasanya yg saya tuang di situ ASI, sih :))) mana teknik penyimpanannya di kulkas pun sama pulak :)) alhamdulillah, memang ilmu apapun selalu berguna di saat-saat yang lain, ya xD

Yang ingin membuat ekstrak ikan gabus di rumah, ini langkah-langkahnya.

Resep ini menggunakan panci presto. Kalo gak punya, bisa pakai panci susun. Tapi caranya beda. Nanti ada link video-nya di bawah.

RESEP EKSTRAK GABUS DENGAN PANCI PRESTO

Bahan dan alat
- Ikan gabus segar, cuci bersih, lumuri air jeruk nipis/jeruk purut/jeruk lemon
- Jahe
- Panci presto
- Potato press (pemeras kentang)
- Kain kasa besar
- Gelas ukur besar / wadah berparuh dari kaca, biar gampang tuang-tuang
- Botol kaca ASI

Cara membuat
1. Masukkan daging ikan gabus ke dalam presto. Beri irisan jahe secukupnya. Tutup.
2. Masak selama 30-40 menit (dihitung dari uap keluar dan sumbat ditutup).
3. Buka presto. Tuang air ekstrak ke dalam gelas ukur/wadah berparuh. Lalu tuang ke dalam botol ASI.
4. Ambil sejumlah daging matang, bungkus dengan kasa, lalu peras dengan potato press ke dalam gelas ukur/wadah berparuh. Tuang ke botol ASI.
5. Tunggu hingga dingin, lalu minum atau masukkan ke kulkas.

Tips
- Ikan hidup lebih baik. Minta potong di tempat. Beri es batu agar tetap segar sepanjang perjalanan ke rumah.
- Kukus kain kasa agar steril sebelum memeras.
- Rebus/kukus botol kaca dan tutupnya agar steril sebelum dipakai.
- Tak punya panci presto? Pakai panci susun. Cara bikinnya langsung klik VIDEO MBAK SETIA.
- Botol kaca ASI bisa dibeli online, atau kalau di Jakarta, di Pasar Pramuka lantai 2, Jakarta Timur. Pakai Go-Jek juga bisa.


Alright, biar lebih dapet feel-nya, nih gambar-gambarnya.

Ikan gabus

Jahe

Presto

Panci susun

Potato press

Kain kasa besar

Gelas ukur yang ada paruhnya

Botol kaca ASI 100ml

Selamat membuat ekstrak gabus :D


**Ibu saya memiliki multiple myeloma sejak tahun 2011, dan rutin kontrol di RS Kanker Dharmais, Jakarta Barat. Silakan klik menu "Multiple Myeloma" untuk melihat postingan terkait MM. Semoga kita bisa saling mengenal dan saling menguatkan :D

Wednesday, March 22, 2017

Memahami Elektroforesis Protein Serum (EPS, atau SPEP)

Abis baca-baca booklet Understanding Series dari International Myeloma Foundation, jadi pingin nulis nih tentang SPEP.

MMers di Jakarta dan Pulau Jawa pasti pernah denger tentang pemeriksaan elektroforesis. Berikut saya sarikan dari booklet tersebut, ya :D

SPEP adalah salah satu tes yang penting untuk menilai perkembangan dan respon pengobatan pasien MM. Pemeriksaan ini mengukur jumlah protein-M yang diproduksi oleh sel-sel myeloma. Semakin banyak jumlah protein-M yang diproduksi, artinya sel-sel MM semakin aktif dan banyak jumlahnya.

Angka rujukan normal
albumin   3.3–5.7 g/dL
alpha-1    0.1–0.4 g/dL
alpha-2    0.3–0.9 g/dL
beta-2      0.7–1.5 g/dL
gamma    0.5–1.4 g/dL

Pemeriksaan SPEP biasanya dilanjutkan dengan pemeriksaan imunofiksasi untuk menentukan jenis protein-M, yakni tipe rantai berat (IgG, IgA, IgD, IgE, atau IgM) dan tipe rantai ringan (kappa atau lambda).

Mengapa “electro”? Sebab, SPEP memisahkan dan menghitung jumlah protein berdasarkan muatan listrik, ukuran dan bentuknya.

Protein dalam serum darah ada dua: albumin dan globulin. Albumin hanya ada satu jenis, sedangkan globulin dibagi menjadi 5 sub-jenis, yaitu alpha-1, alpha-2, beta-1, beta-2, dan gamma globulin.

Serum albumin membentuk 55% dari total protein pada serum darah. Jika MM aktif, kemampuan hati untuk memproduksi albumin akan menurun, sehingga jumlahnya berkurang. Sebaliknya, albumin yang cukup berarti MM bisa dikendalikan. Jumlah albumin juga bisa digunakan untuk menentukan stadium MM. Jika albumin melebihi 3,5 mg/dL maka dapat dikategorikan baik.

Sementara itu, globulin dibagi lagi menjadi alpha-1, alpha-2, beta-1, beta-2, dan gamma globulin. Jika ada protein-M (yang berarti ada sel-sel myeloma), mereka akan berkumpul di satu area kecil dan membentuk puncak atau lonjakan pada grafik. Biasanya pada area gamma atau beta, bahkan juga alpha. Ini dinamakan Lonjakan-M (M-Spike). Inilah ciri khas MM.

Grafik EPS normal

Grafik EPS menandakan adanya protein-M dan membentuk Lonjakan-M (M-Spike) di area beta-2.

Jumlah protein-M dapat diketahui dengan menghitung luas daerah di bawah kurva lonjakan (area under curve, atau AUC) dan persentasenya dari total imunoglobulin. Khusus MM dengan tipe IgA, sejumlah protein bisa menyebar ke area beta, atau bahkan alpha. Oleh sebab itu, pemeriksaan lain seperti immunoglobulin kuantitatif dan free light chain assay biasanya lebih akurat untuk menilai jumlah protein-M pada tipe ini.

Bagaimana cara menilai keberhasilan treatment? Pengobatan yang berhasil akan menurunkan jumlah protein-M hingga (mendekati) normal. Nilai-nilai globulin pada area gamma, alpha dan beta akan menurun. Begitu pula kurva lonjakan M-Spike pada grafik. Coba bandingkan dua grafik EPS. Jika puncak yang kanan turun, itu menandakan perkembangan yang bagus dan pengobatan berhasil.

Jangan lupa untuk selalu berdiskusi dengan dokter hematologi-onkologi yang merawat guna menentukan perawatan yang tepat. Salam semangat!


**Ibu saya memiliki multiple myeloma sejak tahun 2011, dan rutin kontrol di RS Kanker Dharmais, Jakarta Barat. Silakan klik menu "Multiple Myeloma" untuk melihat postingan terkait MM. Semoga kita bisa saling mengenal dan saling menguatkan :D

Wednesday, March 15, 2017

Tes Sitogenetika Kromosom di Dharmais

Silaturahmi memang membawa rejeki.

Pagi ini, saat saya menunggu antrean poli onkologi, iseng-iseng saya ke lab Dharmais untuk tanya biaya. Saya senang alhamdulillah bapak petugasnya baiiik sekali. Saya tanya macem-macem, mulai darah lengkap, elektroforesis, free light chain, beta 2 mikroglobulin, d dimer, semua dijawab dengan sabar, dan semua tersedia dengan harga murah! Jauh lebih rendah dibanding lab maupun RS lain.

Tapi yang bikin saya terkejut gembira adalah adanya pemeriksaan sitogenetika. Ini adalah pemeriksaan kromosom. Bagi yang belum tahu, kromosom manusia ada 23 pasang, alias 46. Nah, dari tes ini bisa kita liat, pasangan kromosom mana yang gak normal.

Pada pasien MM, pemeriksaan ini berguna untuk mengetahui profil risiko MM. Kalo kita liat kriteria stadium MM yang baru tahun 2014, faktor kromosom juga sudah diikutsertakan. Misal, kalo kromosom nomor 14 ternyata gak ada alias hilang, itu artinya tipe MM nya agresif. Bandel nih. Perlu penanganan ekstra. Tapi kalo yang hilang nomor 23, misalnya, itu artinya MM-nya lumayan woles.

Nah ini kriteria Stadium MM Revisi 2014 (Revised ISS 2014). Bedanya dari yang lalu, ada penambahan unsur LDH (laktat dehidrogenase, bisa pake cek darah biasa aja dan gak tralu mahal) dan profil risiko sitogenetika ini :D

Stadium I
Semua poin berikut:
- Serum albumin ≥3,5 mg/dL
- Serum beta-2-mikroglobulin <3,5 mg/L
- Tidak ada sitogenetika risiko tinggi
- LDH normal

Stadium II
- Tidak sesuai Stadium I maupun III

Stadium III
Semua poin berikut:
- Serum beta-2-mikroglobulin >5,5 mg/dL
- Ada sitogenetika risiko tinggi [t(4;14), t(14;16), atau del(17p)], atau LDH naik.

Sumber: 1, 2.

Selama ini, saya kira pemeriksaan kromosom cuma ada di luar negeri. Seperti Singapura. Tapi ternyata di Dharmais ada! Saya senang plus deg-degan. Ambil gak ya. Uuuuu hahahaha. 

Mahal, saudara-saudara sekalian. Biayanya Rp1.250.000. Hasilnya 1 bulan. Tapiiii ini jauuuh lebih murah dibanding biaya di Singapura. Bisa 4 kalinya. Belum pesawatnya. Belum apartemennya :D

Naaah... kebetulan ada teman pasien yang pernah ambil tes ini nih di Dharmais. Beliau berkenan share. Ini hasilnya. Tapi namanya disamarkan ya. Namanya juga rahasia :D





Hmm.. Kalau saya lihat, hasilnya sederhana sekali ya. Hanya tulisan
Telah dilakukan karyotyping terhadap 2 metafase dengan hasil sebagai berikut: 
43, XY, -9, -10, -12 (1/2)
44, XY, -9, -10 (1/2)

Trus udah gitu doang. *krik krik  *liat kanan-kiri, nyari yg ngerti

Saya tidak bisa menginterpretasikan hasilnya seperti apa. (ya jelas laaah bukan dokter sih! xD) Tapi kalau dilihat gambar lampiran kromosomnya sih, itu intinya "cuma mendaftar" pasangan kromosom yang hilang. Liat gambarnya deh. Kalo cuma satu, berarti itu hilang pasangannya. Tapi, trus apa? Agak kurang menjelaskan sih ya.

Saya pun browsing lagi. Dan nemu hasil pemeriksaan sitogenetika dari Mayo Clinic di Amerika Serikat. (Yang di NUH Singapura belom nemu, nanti cari lagi).  Hasilnya jauh banget xD

Ini hasil pemeriksaan sitogenetika di Mayo Clinic kalo ada temuan.


Cakep yaaa!!! Ngejelasin banget!

"The result is abnormal and indicates a plasma cell clone with deletion of the TP53 gene..."

"Based on the mSMART algorithm, this patient is in the HIGH RISK category. Plasma cell FISH studies identified a chromosome 17p deletion."

Nah kalo gitu kan jelas. Enak kita ngeliatnya. Dan ngerti! Gampang nyocokinnya ke sistem Revised IMM Staging yang tadi. Plus, di bawahnya dikasih penjelasan tentang cara menentukan profil risiko MM. Ya ampun pantesan mahal ya *ketawa sambil nangis  Soalnya jelas, eksplanatif, dan edukatif juga bagi pasien. Dijelasin dalam kalimat sederhana yang semua orang bisa paham.

Nah kalo di bawah ini hasil yang normal.



"None detected". Berarti normal nih :D

Ih ya ampun cakep banget ya :D  (baca: kita orang awam bisa ngerti)

Nanti saya kasih ke Dharmais ah biar mereka bisa nyontoh seperti itu. Kan buat kita para pasien dan keluarganya juga :)

Kalo mau lihat daftar jenis pemeriksaan untuk MM di Mayo Clinic US (disarankan liatnya abis makan aja. Biar gak tralu ngenes.) silakan liat LINK INI. Pilih aja, nanti tinggal klik "Sample Report" untuk hasil normal, atau "Abnormal Report" untuk hasil yang mengindikasikan temuan.

Hasil-hasil lab yang tadi saya ambil contohnya dari SINI dan SINI.

Oh ya. Ini stratifikasi risiko sitogenetika untuk MM.

Risiko Standar dan Prognosis Bagus:
- Trisomi
- t(11;14) (q13;q32)
- t(6;14) (p21;q32)

Risiko Menengah
- t(4;14) (p16;q32)
- Gain(1q21)

Risiko Tinggi
- t(14;16) (q32;q23)
- t(14;20) (q32;q11)
- del(17p)

Saya juga ga paham sepenuhnya sih. Cuma ngerti t itu translokasi, artinya pindah/tukar tempat. Del itu deletion, artinya hilang pasangannya. Nomor-nomoran itu nomor kromosomnya. Udah gitu doang. Gak meaningful ya hahaha. Nasib bukan dokter xD  Makanya perlu hasil report kayak punya Mayo Clinic :p

Sekitar 40% pasien MM punya trisomi. Artinya, prognosis masih bagus lah. Sisanya kebanyakan translokasi IgH. Ini juga masih bagus kok. Jadi, gak usah terlalu khawatir.

Eh tunggu. Ada pertanyaan nih.

Tanya
Dear Mbak Widya. Kalo kita udah tau risiko kita, trus apa?

Jawab
Jika memungkinkan, pilih opsi perawatan yang terbaik. Misal, MM yang kromosomnya ada trisomi responnya lebih baik dengan Lenalidomide, sementara MM yang ada translokasi t(4;14) perlu regimen Bortezomib (mis. Velcade, Fonkozomib) dan maintenance untuk hasil terbaik. Tapi kita tetap harus diskusi dengan dokter dan observasi respon tubuh kita sendiri. Hasil riset ini kan hanya pengamatan secara umum terhadap sekian ratus pasien. Tubuh kita bisa saja berbeda. Dan itu wajar sekali. Jadi, sesuaikan dengan diri masing-masing.

Tanya lagi nih Mbak:
Kalo gak ngambil tes ini, boleh gak?

Jawab:
Ya boleh aja laaah. Santai aja. Saya juga gak ambil, kok :)  Sebab, apapun profil risikonya, dalam tiap tarikan nafas kita hari ini, besok, dan seterusnya, kita wajib bersyukur atas limpahan rahmat-Nya yang gak akan pernah bisa kita hitung pake angka-angka  :)


Terima kasih ya sudah baca review literatur kecil-kecilan ini :D  Kalo ada salah, mohon koreksi. Kirim kue, snack, makanan, juga boleh. Alamatnya di.... aahh makanya join grup MMI dulu dong xD

Langsung klik
http://bit.ly/1pxAuUf


See you there! :D



Daftar Jurnal

Rajkumar, S. V. (2016). Multiple myeloma: 2016 update on diagnosis, risk-stratification, and management. American Journal of Hematology, 91(7), 719-734. doi:10.1002/ajh.24402

Rajkumar, V. (2016). Myeloma today: Disease definitions and treatment advances. American Journal of Hematology, 91(9), 965-965. doi:10.1002/ajh.24392




**Ibu saya memiliki multiple myeloma sejak tahun 2011, dan rutin kontrol di RS Kanker Dharmais, Jakarta Barat. Silakan klik menu "Multiple Myeloma" untuk melihat postingan terkait MM. Semoga kita bisa saling mengenal dan saling menguatkan :D

Thursday, February 2, 2017

Konsultasi Alergi

Habis dari Dharmais. Ketemu dr Nugroho. Dua hari lalu (31/1) ibu saya bawa ke IGD, sebab alergi yang tak kunjung sembuh.

Awalnya bulan Oktober terasa gatal, lalu bintil-bintil kecil yang menyatu jadi banyak. Ibu menunggu supaya hilang sendiri. Namun, alih-alih hilang, mukanya membengkak. Matanya kecil hampir gak keliatan.

Sama dokter IGD ditulis purpura. Kemungkinan karena trombosit rendah. Memang umum terjadi ya pada pasien kemo. Eh pas cek darah, alhamdulillah bagus. Gak turun-turun amat.

Akhirnya dikasih Cetirizine 10mg untuk gatal, dan Dexamethasone 0,5mg untuk bengkak. Semua 3x sehari.

Sekarang alhamdulillah sudah hilang bengkaknya. Tapi gatalnya masih sedikit.

Pemicunya kami belum tahu. Minggu kemarin sangat sibuk. Dan panjang. Bapak saya berpulang ke rahmatullah (25/1). Ibu hanya sempat melihat Bapak satu kali sejak dua minggu dirawat. Itu pun sudah di ICU dalam kondisi koma. Di hari kelima (29/1), setelah pemakaman dan pengajian selesai, ibu bilang masih merasa bapak ada di rumah Pasar Minggu.

Saya ingin menemani ibu tidur malam itu, tapi anak saya menangis. Dan ibu meminta saya mengutamakan cucunya.

Mungkin ibu stres. Tanpa disadari.

Tapi saya juga mencurigai Lenalid. Ibu baru naik dosis. Tadinya 5 mg, sekarang 10 mg. Dulu saat minum Thalidomide 100mg juga ada purpura juga. Seperti memar merah besar di bawah kulit.

Akhirnya saya putuskan stop Lenalid 10 mg. Ibu awalnya ragu. Takut MM-nya berkembang jika stop minum obat. Pengalaman dirawat akibat 'libur' kemarin ternyata memberi hikmah yang nyata bagi ibu.

Hanya seminggu saja, kata saya meyakinkan ibu. Habis itu kita lanjut lagi pakai yang 5 mg.

dr Nugroho juga menghentikan Lenalid. Tapi, anehnya, beliau memberi instruksi minum Melphalan. Saya bilang keberatan. Gak berani. Dengan hasil lab seperti tadi, bagaimana saya berani?

Saya bilang, kita coba stop dulu. Nanti start lagi dosis 5 mg. Dan sebenarnya, dalam hati saya ingin sekali ibu kembali pakai Thalidomide. Lenalid itu susah nyarinya.

dr Nugroho meminta kami cek darah seminggu dua kali, lengkap dengan hitung jenis. Dua minggu lagi (15/2) kontrol.

Baiklah. Kalo gitu, saya mau telfon Prodia dan Gunung Sahari dulu. Mungkin tiap Selasa dan Jumat saja labnya.

Saya gak tau maksud dr Nugroho mau liat apa. Dan next treatment gimana. Kalau hasilnya turun, saya harus gimana. Sampai saat ini saya belum menemui dokter lain untuk second opinion. Ingin sih, tapi belum sempat. Ibu saya juga sudah nyaman dengan beliau. Jadi, ya sudah. Saya berdoa semoga yang terbaik dunia akhirat. Aamiin. 

Sunday, December 11, 2016

Cinderella Dance

Gue punya satu keinginan nanti kalo udah di surga.

Gue mau dansa sama suami gue.

Ballroom dance. Dansa-nya Cinderella dan Prince Kit.



Belom pernah nonton? Coba KLIK DI SINI .

Itu dansa yang indah banget. Simpel, tapi manis. Puncaknya ada di bagian akhir, pas Prince Kit ngangkat Cinderella sampe dua kali. Ah.... Manisnya.... Apalagi kalo nonton filmnya dari awal.

Gue sukaaa banget sama dansa ini. Jaman gue cuti panjang tanpa mbak di rumah, lagunya selalu gue setel. Buat ngayal-ngayal sambil nyeterika baju segunung. Sabar, Wid, ntar di surga baru bisa, sekarang cuci dan setrika dulu, ya.  :)))

Elah, Wid, napa pake nunggu sampe di surga, sik? Napa ga sekarang aja belajar ballroom dance.

Widiiih... Gak segampang itu. Belajar ballroom dance, yes, bisa. Bisa banget. Apalagi kalo dikhususkan untuk gerakan dansa Cinderella ini, kan. Paling juga gak lama. Tapi tetep gue gak bisa. Nih alesan-alesannya.


SATU

Misalkan emang jadi nih gue dan suami ambil les ballroom dance sekarang. Itu banyak problemnya.

Instruktur mesti dua. Satu untuk pasangan gue, satu untuk pasangan suami gue. Dan itu udah pasti lawan jenis kan. Instruktur gue laki-laki. Instruktur suami gue perempuan. Mana bisaaa xD

Gue juga gak mau latihan bareng suami gue. Gue maunya kita ketemu, udah langsung dansa. Ya persis kayak di filmnya itu, lah. Udah langsung bisa.


DUA

Punggung suami gue bagian L5-L6 bergeser 1 mm. Dia punya spondylolisthesis.

Satu mili doang udah bikin dia low back pain, gampang pegel, dan dilarang angkat-angkat. (Bahkan dulu sempet kayak lumpuh gak bisa gerak.) Padahal itu dansa ada lifting-nya di bagian akhir. Dua kali, lagi. Gendong anak gue yang cuma 13 kg aja dia gak bisa lama. Apalagi ngangkat gue yang bobotnya 50 sekian. Wah, nggak berani deh.


TIGA

Laki gue gak suka dansa. Sekian dan terima kasih.

Tapi tenang. Ntar kalo di surga kan bisa semau-mau gue, hahahaha. Dia juga ntar bakal dibikin bahagia dengan semua hal, termasuk pas gue ajak dansa :p


EMPAT

Gak sanggup sewa ballroom buat perform. Ga ada duitnye. Kalopun sanggup, gak kepengen juga. Sayang, mending buat sekolah anak. Lagian, gue pengennya gak pake kerudung. Private moments sama suami gue, NGAPAIN pake kerudung :))))  Pake gaun sutra istabraq 1,2,3  off-shoulder dan backless nah tuh baru enak :))))

UPDATE 10 MEI 2017
Belakangan, setelah gue baca buku di bawah ini (bernas banget ilmunya), gue baru tau kalo sutra istabraq itu di surga cuman dipake buat KARPETNYA DOANG... Alias buat diinjek-injek.... Wawawawaaaa.... Padahal itu sutra udah mahal bangeeeett *nangis.... Gimana bajunyaaaa... Yang sekali keluar dari mayang kurma... 70 gaun lo bisa piliiiihh!!! Aaaakkk... Ya Allah semoga kami termasuk orang-orang yang merasakan nikmatnya mendapat rahmat-Mu dan menjadi ahli surga... Aamiin... huhuhu... nangis....

Ni buku direkomen sama KHB di videonya. Emang oke sih isinya.

Yaudah fixed. Ntar aja di ballroom rumah gue dan suami di akhirat :) Ntar gue kasih chandelier bertingkat bersusun-susun yang banyak :)


LIMA

Gue pengen dansanya lamaaaa banget. Sampe 800 miliar tahun.

Lho, kenapa? Kelamaan? Lah. Kita di surga SELAMANYA, kan. Jadi, 800 miliar itu sebentar laaah. Masih ada triliunan zilliunan gaziliunan dan entah berapa iliun-iliun lagi. Hmm, waktu akhirat, pula. Yang mana sehari di akhirat sama dengan 1.000 hari di dunia. Hmmm seneng deh lama-lama sama suami :)

Gue pengen nikmatin dan ulang-ulang terus. Gue pengen liatin senyum suami gue, gue pengen nikmatin genggaman tangannya, nikmatin deket-deket sama dia, gerakan kaki yang seirama, gue pengen ngobrol dan ketawa selama dansa, ahhh cewek banget lu, Wid... (Biariiiin hahahaha....)

80 yang laen, soray doray moray yah. Papa gak pulang. Papa sama gue. Bini paling sah fiddunya wal akhirah xD

Oia. Trus pas gue kasitau soal 800 miliar tahun ini ke suami, dia bilang gini. "Lama amat. Kalo aku mau kegiatan lain, misal mancing di kali sambil ngobrol ama tukang ketoprak, gitu gimana? Aku kloning diri aja, ya. Satu biar sama kamu."

Terserah pokoknya yang dansa ama aku itu kamu, sahut gue tegas. Cieile.

-----

Hahaha :)))

Yak kira-kira itu dulu alesan yang bisa gue list. Jadi, gak mungkin lah gue lakukan sekarang itu dansa, hehe.

Mau dansa gak bisa? Gapapa. InsyaAllah nanti aja :)

Mau minum macem-macem pure wine gak bisa? Gapapa. InsyaAllah nanti aja 4,5,6,7,8,9,10,11 :)

Ini gak bisa, itu gak bisa? Gapapa :)

Nanti.

InsyaAllah. Aamiin :)




Monday, November 7, 2016

Senang deh



Pagi-pagi ada tamu :) Uti Puji tetangga depan rumah.

Kelompok Ibu dapat arisan. Jadi, minggu depan ketempatan. Lokasinya di rumah Bu RT. Ibu diharapkan bisa datang.

Pake kursi roda juga boleh, kata Uti Puji.

Jalan bisa, InsyaAllah, sahut saya, hehehe. Alhamdulillah. InsyaAllah :)

Sabtu pagi kemarin (5/11) Ibu perdana minum Lenalid 5mg. So far gak ada keluhan. Tidur enak. Pusing, ngilu, dll nggak ada. Memar nggak. Tangan kaki juga gak ada rash.

Pagi ini Ibu sudah coba kapsul kedua. Katanya sih ngantuk. Padahal kemarin nggak.

Ini penampakan kapsul Lenalid 5mg. Warnanya putih-pink pucat.





Unyu, ya, warnanya xD

Habis sarapan, Ibu suntik Hemapo di poliklinik dekat rumah.

Hemapo kandungannya epoetin alfa. Suatu agen hematopoietik yang membantu tubuh memproduksi sel darah merah.



Oleh dr. Nugroho, Ibu diresepkan Hemapo 10.000 IU seminggu sekali, selama empat minggu.

Nah, poliklinik tempat Ibu suntik ini adalah milik kantor Ibu saat dahulu aktif sebagai PNS.

Cantik sekali setelah diperbarui bangunannya.



Ruangan dokternya pun sangat nyaman.



Ini suster-susternya yang ramah. Semuanya teman-teman kerja Ibu.



Setelah suntik Hemapo, Ibu mampir ke koperasi poliklinik. Ada kue-kue jajan pasar. Ibu membeli pisang rebus kesukaan Bapak.



Di sana juga ada teman-teman Ibu. Semua masih kenal. Ibu terlihat bahagia sekali bertemu mereka.





Akhirnya kami 'nge-pub' sejenak, hehe. *di koperasi

Siangnya kami berencana ke optik. Kacamata ibu sudah rusak. Tapi sayangnya tidak jadi. Ibu mengantuk. Saya juga. Haha. Ya sudah tidur semua, deh xD

Besok pagi-pagi saya mau ke Dharmais. Mau acc resep Bonefos, sekalian buat perjanjian rawat singkat untuk tanggal 20-an.

Karena tanggal 20 hari Minggu, mungkin kami akan pindah ke tanggal 17, 18, atau 22 dan 23. Asal jangan Jumat dan Senin. Senin itu penuh. Jumat itu macet pulangnya.

Mudah-mudahan besok bisa ke optik juga kalau Dharmais selesai pagi.

Hari ini senang alhamdulillah :D


**Ibu saya memiliki multiple myeloma sejak tahun 2011, dan rutin kontrol di RS Kanker Dharmais, Jakarta Barat. Silakan klik menu "Multiple Myeloma" untuk melihat postingan terkait MM. Semoga kita bisa saling mengenal dan saling menguatkan :D

Popular Posts