Wednesday, March 22, 2017

Memahami Elektroforesis Protein Serum (EPS, atau SPEP)

Angka rujukan normal
albumin   3.3–5.7 g/dL
alpha-1    0.1–0.4 g/dL
alpha-2    0.3–0.9 g/dL
beta-2      0.7–1.5 g/dL
gamma    0.5–1.4 g/dL

SPEP adalah salah satu tes yang penting untuk menilai perkembangan dan respon pengobatan pasien MM. Pemeriksaan ini mengukur jumlah protein-M yang diproduksi oleh sel-sel myeloma. Semakin banyak jumlah protein-M yang diproduksi, artinya sel-sel MM semakin aktif dan banyak jumlahnya.

Pemeriksaan SPEP biasanya dilanjutkan dengan pemeriksaan imunofiksasi untuk menentukan jenis protein-M, yakni tipe rantai berat (IgG, IgA, IgD, IgE, atau IgM) dan tipe rantai ringan (kappa atau lambda).

Mengapa “electro”? Sebab, SPEP memisahkan dan menghitung jumlah protein berdasarkan muatan listrik, ukuran dan bentuknya.

Protein dalam serum darah ada dua: albumin dan globulin. Albumin hanya ada satu jenis, sedangkan globulin dibagi menjadi 5 sub-jenis, yaitu alpha-1, alpha-2, beta-1, beta-2, dan gamma globulin.

Serum albumin membentuk 55% dari total protein pada serum darah. Jika MM aktif, kemampuan hati untuk memproduksi albumin akan menurun, sehingga jumlahnya berkurang. Sebaliknya, albumin yang cukup berarti MM bisa dikendalikan. Jumlah albumin juga bisa digunakan untuk menentukan stadium MM. Jika albumin melebihi 3,5 mg/dL maka dapat dikategorikan baik.

Sementara itu, globulin dibagi lagi menjadi alpha-1, alpha-2, beta-1, beta-2, dan gamma globulin. Jika ada protein-M (yang berarti ada sel-sel myeloma), mereka akan berkumpul di satu area kecil dan membentuk puncak atau lonjakan pada grafik. Biasanya pada area gamma atau beta, bahkan juga alpha. Ini dinamakan Lonjakan-M (M-Spike). Inilah ciri khas MM.

Grafik EPS normal

Grafik EPS menandakan adanya protein-M dan membentuk Lonjakan-M (M-Spike) di area beta-2.

Jumlah protein-M dapat diketahui dengan menghitung luas daerah di bawah kurva lonjakan (area under curve, atau AUC) dan persentasenya dari total imunoglobulin. Khusus MM dengan tipe IgA, sejumlah protein bisa menyebar ke area beta, atau bahkan alpha. Oleh sebab itu, pemeriksaan lain seperti immunoglobulin kuantitatif dan free light chain assay biasanya lebih akurat untuk menilai jumlah protein-M pada tipe ini.

Bagaimana cara menilai keberhasilan treatment? Pengobatan yang berhasil akan menurunkan jumlah protein-M hingga (mendekati) normal. Nilai-nilai globulin pada area gamma, alpha dan beta akan menurun. Begitu pula kurva lonjakan M-Spike pada grafik. Coba bandingkan dua grafik EPS. Jika puncak yang kanan turun, itu menandakan perkembangan yang bagus dan pengobatan berhasil.

Jangan lupa untuk selalu berdiskusi dengan dokter hematologi-onkologi yang merawat guna menentukan perawatan yang tepat. Salam semangat!


**Ibu saya memiliki multiple myeloma sejak tahun 2011, dan rutin kontrol di RS Kanker Dharmais, Jakarta Barat. Silakan klik menu "Multiple Myeloma" untuk melihat postingan terkait MM. Semoga kita bisa saling mengenal dan saling menguatkan :D

Wednesday, March 15, 2017

Tes Sitogenetika Kromosom di Dharmais

Silaturahmi memang membawa rejeki.

Pagi ini, saat saya menunggu antrean poli onkologi, iseng-iseng saya ke lab Dharmais untuk tanya biaya. Saya senang alhamdulillah bapak petugasnya baiiik sekali. Saya tanya macem-macem, mulai darah lengkap, elektroforesis, free light chain, beta 2 mikroglobulin, d dimer, semua dijawab dengan sabar, dan semua tersedia dengan harga murah! Jauh lebih rendah dibanding lab maupun RS lain.

Tapi yang bikin saya terkejut gembira adalah adanya pemeriksaan sitogenetika. Ini adalah pemeriksaan kromosom. Bagi yang belum tahu, kromosom manusia ada 23 pasang, alias 46. Nah, dari tes ini bisa kita liat, pasangan kromosom mana yang gak normal.

Pada pasien MM, pemeriksaan ini berguna untuk mengetahui profil risiko MM. Kalo kita liat kriteria stadium MM yang baru tahun 2014, faktor kromosom juga sudah diikutsertakan. Misal, kalo kromosom nomor 14 ternyata gak ada alias hilang, itu artinya tipe MM nya agresif. Bandel nih. Perlu penanganan ekstra. Tapi kalo yang hilang nomor 23, misalnya, itu artinya MM-nya lumayan woles.

Nah ini kriteria Stadium MM Revisi 2014 (Revised ISS 2014). Bedanya dari yang lalu, ada penambahan unsur LDH (laktat dehidrogenase, bisa pake cek darah biasa aja dan gak tralu mahal) dan profil risiko sitogenetika ini :D

Stadium I
Semua poin berikut:
- Serum albumin ≥3,5 mg/dL
- Serum beta-2-mikroglobulin <3,5 mg/L
- Tidak ada sitogenetika risiko tinggi
- LDH normal

Stadium II
- Tidak sesuai Stadium I maupun III

Stadium III
Semua poin berikut:
- Serum beta-2-mikroglobulin >5,5 mg/dL
- Ada sitogenetika risiko tinggi [t(4;14), t(14;16), atau del(17p)], atau LDH naik.

Sumber: 1, 2.

Selama ini, saya kira pemeriksaan kromosom cuma ada di luar negeri. Seperti Singapura. Tapi ternyata di Dharmais ada! Saya senang plus deg-degan. Ambil gak ya. Uuuuu hahahaha. 

Mahal, saudara-saudara sekalian. Biayanya Rp1.250.000. Hasilnya 1 bulan. Tapiiii ini jauuuh lebih murah dibanding biaya di Singapura. Bisa 4 kalinya. Belum pesawatnya. Belum apartemennya :D

Naaah... kebetulan ada teman pasien yang pernah ambil tes ini nih di Dharmais. Beliau berkenan share. Ini hasilnya. Tapi namanya disamarkan ya. Namanya juga rahasia :D





Hmm.. Kalau saya lihat, hasilnya sederhana sekali ya. Hanya tulisan
Telah dilakukan karyotyping terhadap 2 metafase dengan hasil sebagai berikut: 
43, XY, -9, -10, -12 (1/2)
44, XY, -9, -10 (1/2)

Trus udah gitu doang. *krik krik  *liat kanan-kiri, nyari yg ngerti

Saya tidak bisa menginterpretasikan hasilnya seperti apa. (ya jelas laaah bukan dokter sih! xD) Tapi kalau dilihat gambar lampiran kromosomnya sih, itu intinya "cuma mendaftar" pasangan kromosom yang hilang. Liat gambarnya deh. Kalo cuma satu, berarti itu hilang pasangannya. Tapi, trus apa? Agak kurang menjelaskan sih ya.

Saya pun browsing lagi. Dan nemu hasil pemeriksaan sitogenetika dari Mayo Clinic di Amerika Serikat. (Yang di NUH Singapura belom nemu, nanti cari lagi).  Hasilnya jauh banget xD

Ini hasil pemeriksaan sitogenetika di Mayo Clinic kalo ada temuan.


Cakep yaaa!!! Ngejelasin banget!

"The result is abnormal and indicates a plasma cell clone with deletion of the TP53 gene..."

"Based on the mSMART algorithm, this patient is in the HIGH RISK category. Plasma cell FISH studies identified a chromosome 17p deletion."

Nah kalo gitu kan jelas. Enak kita ngeliatnya. Dan ngerti! Gampang nyocokinnya ke sistem Revised IMM Staging yang tadi. Plus, di bawahnya dikasih penjelasan tentang cara menentukan profil risiko MM. Ya ampun pantesan mahal ya *ketawa sambil nangis  Soalnya jelas, eksplanatif, dan edukatif juga bagi pasien. Dijelasin dalam kalimat sederhana yang semua orang bisa paham.

Nah kalo di bawah ini hasil yang normal.



"None detected". Berarti normal nih :D

Ih ya ampun cakep banget ya :D  (baca: kita orang awam bisa ngerti)

Nanti saya kasih ke Dharmais ah biar mereka bisa nyontoh seperti itu. Kan buat kita para pasien dan keluarganya juga :)

Kalo mau lihat daftar jenis pemeriksaan untuk MM di Mayo Clinic US (disarankan liatnya abis makan aja. Biar gak tralu ngenes.) silakan liat LINK INI. Pilih aja, nanti tinggal klik "Sample Report" untuk hasil normal, atau "Abnormal Report" untuk hasil yang mengindikasikan temuan.

Hasil-hasil lab yang tadi saya ambil contohnya dari SINI dan SINI.

Oh ya. Ini stratifikasi risiko sitogenetika untuk MM.

Risiko Standar dan Prognosis Bagus:
- Trisomi
- t(11;14) (q13;q32)
- t(6;14) (p21;q32)

Risiko Menengah
- t(4;14) (p16;q32)
- Gain(1q21)

Risiko Tinggi
- t(14;16) (q32;q23)
- t(14;20) (q32;q11)
- del(17p)

Saya juga ga paham sepenuhnya sih. Cuma ngerti t itu translokasi, artinya pindah/tukar tempat. Del itu deletion, artinya hilang pasangannya. Nomor-nomoran itu nomor kromosomnya. Udah gitu doang. Gak meaningful ya hahaha. Nasib bukan dokter xD  Makanya perlu hasil report kayak punya Mayo Clinic :p

Sekitar 40% pasien MM punya trisomi. Artinya, prognosis masih bagus lah. Sisanya kebanyakan translokasi IgH. Ini juga masih bagus kok. Jadi, gak usah terlalu khawatir.

Eh tunggu. Ada pertanyaan nih.

Tanya
Dear Mbak Widya. Kalo kita udah tau risiko kita, trus apa?

Jawab
Jika memungkinkan, pilih opsi perawatan yang terbaik. Misal, MM yang kromosomnya ada trisomi responnya lebih baik dengan Lenalidomide, sementara MM yang ada translokasi t(4;14) perlu regimen Bortezomib (mis. Velcade, Fonkozomib) dan maintenance untuk hasil terbaik. Tapi kita tetap harus diskusi dengan dokter dan observasi respon tubuh kita sendiri. Hasil riset ini kan hanya pengamatan secara umum terhadap sekian ratus pasien. Tubuh kita bisa saja berbeda. Dan itu wajar sekali. Jadi, sesuaikan dengan diri masing-masing.

Tanya lagi nih Mbak:
Kalo gak ngambil tes ini, boleh gak?

Jawab:
Ya boleh aja laaah. Santai aja. Saya juga gak ambil, kok :)  Sebab, apapun profil risikonya, dalam tiap tarikan nafas kita hari ini, besok, dan seterusnya, kita wajib bersyukur atas limpahan rahmat-Nya yang gak akan pernah bisa kita hitung pake angka-angka  :)


Terima kasih ya sudah baca review literatur kecil-kecilan ini :D  Kalo ada salah, mohon koreksi. Kirim kue, snack, makanan, juga boleh. Alamatnya di.... aahh makanya join grup MMI dulu dong xD

Langsung klik
http://bit.ly/1pxAuUf


See you there! :D



Daftar Jurnal

Rajkumar, S. V. (2016). Multiple myeloma: 2016 update on diagnosis, risk-stratification, and management. American Journal of Hematology, 91(7), 719-734. doi:10.1002/ajh.24402

Rajkumar, V. (2016). Myeloma today: Disease definitions and treatment advances. American Journal of Hematology, 91(9), 965-965. doi:10.1002/ajh.24392




**Ibu saya memiliki multiple myeloma sejak tahun 2011, dan rutin kontrol di RS Kanker Dharmais, Jakarta Barat. Silakan klik menu "Multiple Myeloma" untuk melihat postingan terkait MM. Semoga kita bisa saling mengenal dan saling menguatkan :D

Thursday, February 2, 2017

Konsultasi Alergi

Habis dari Dharmais. Ketemu dr Nugroho. Dua hari lalu (31/1) ibu saya bawa ke IGD, sebab alergi yang tak kunjung sembuh.

Awalnya bulan Oktober terasa gatal, lalu bintil-bintil kecil yang menyatu jadi banyak. Ibu menunggu supaya hilang sendiri. Namun, alih-alih hilang, mukanya membengkak. Matanya kecil hampir gak keliatan.

Sama dokter IGD ditulis purpura. Kemungkinan karena trombosit rendah. Memang umum terjadi ya pada pasien kemo. Eh pas cek darah, alhamdulillah bagus. Gak turun-turun amat.

Akhirnya dikasih Cetirizine 10mg untuk gatal, dan Dexamethasone 0,5mg untuk bengkak. Semua 3x sehari.

Sekarang alhamdulillah sudah hilang bengkaknya. Tapi gatalnya masih sedikit.

Pemicunya kami belum tahu. Minggu kemarin sangat sibuk. Dan panjang. Bapak saya berpulang ke rahmatullah (25/1). Ibu hanya sempat melihat Bapak satu kali sejak dua minggu dirawat. Itu pun sudah di ICU dalam kondisi koma. Di hari kelima (29/1), setelah pemakaman dan pengajian selesai, ibu bilang masih merasa bapak ada di rumah Pasar Minggu.

Saya ingin menemani ibu tidur malam itu, tapi anak saya menangis. Dan ibu meminta saya mengutamakan cucunya.

Mungkin ibu stres. Tanpa disadari.

Tapi saya juga mencurigai Lenalid. Ibu baru naik dosis. Tadinya 5 mg, sekarang 10 mg. Dulu saat minum Thalidomide 100mg juga ada purpura juga. Seperti memar merah besar di bawah kulit.

Akhirnya saya putuskan stop Lenalid 10 mg. Ibu awalnya ragu. Takut MM-nya berkembang jika stop minum obat. Pengalaman dirawat akibat 'libur' kemarin ternyata memberi hikmah yang nyata bagi ibu.

Hanya seminggu saja, kata saya meyakinkan ibu. Habis itu kita lanjut lagi pakai yang 5 mg.

dr Nugroho juga menghentikan Lenalid. Tapi, anehnya, beliau memberi instruksi minum Melphalan. Saya bilang keberatan. Gak berani. Dengan hasil lab seperti tadi, bagaimana saya berani?

Saya bilang, kita coba stop dulu. Nanti start lagi dosis 5 mg. Dan sebenarnya, dalam hati saya ingin sekali ibu kembali pakai Thalidomide. Lenalid itu susah nyarinya.

dr Nugroho meminta kami cek darah seminggu dua kali, lengkap dengan hitung jenis. Dua minggu lagi (15/2) kontrol.

Baiklah. Kalo gitu, saya mau telfon Prodia dan Gunung Sahari dulu. Mungkin tiap Selasa dan Jumat saja labnya.

Saya gak tau maksud dr Nugroho mau liat apa. Dan next treatment gimana. Kalau hasilnya turun, saya harus gimana. Sampai saat ini saya belum menemui dokter lain untuk second opinion. Ingin sih, tapi belum sempat. Ibu saya juga sudah nyaman dengan beliau. Jadi, ya sudah. Saya berdoa semoga yang terbaik dunia akhirat. Aamiin. 

Sunday, December 11, 2016

Cinderella Dance

Gue punya satu keinginan nanti kalo udah di surga.

Gue mau dansa sama suami gue.

Ballroom dance. Dansa-nya Cinderella dan Prince Kit.



Belom pernah nonton? Coba KLIK DI SINI .

Itu dansa yang indah banget. Simpel, tapi manis. Puncaknya ada di bagian akhir, pas Prince Kit ngangkat Cinderella sampe dua kali. Ah.... Manisnya.... Apalagi kalo nonton filmnya dari awal.

Gue sukaaa banget sama dansa ini. Jaman gue cuti panjang tanpa mbak di rumah, lagunya selalu gue setel. Buat ngayal-ngayal sambil nyeterika baju segunung. Sabar, Wid, ntar di surga baru bisa, sekarang cuci dan setrika dulu, ya.  :)))

Elah, Wid, napa pake nunggu sampe di surga, sik? Napa ga sekarang aja belajar ballroom dance.

Widiiih... Gak segampang itu. Belajar ballroom dance, yes, bisa. Bisa banget. Apalagi kalo dikhususkan untuk gerakan dansa Cinderella ini, kan. Paling juga gak lama. Tapi tetep gue gak bisa. Nih alesan-alesannya.


SATU

Misalkan emang jadi nih gue dan suami ambil les ballroom dance sekarang. Itu banyak problemnya.

Instruktur mesti dua. Satu untuk pasangan gue, satu untuk pasangan suami gue. Dan itu udah pasti lawan jenis kan. Instruktur gue laki-laki. Instruktur suami gue perempuan. Mana bisaaa xD

Gue juga gak mau latihan bareng suami gue. Gue maunya kita ketemu, udah langsung dansa. Ya persis kayak di filmnya itu, lah. Udah langsung bisa.


DUA

Punggung suami gue bagian L5-L6 bergeser 1 mm. Dia punya spondylolisthesis.

Satu mili doang udah bikin dia low back pain, gampang pegel, dan dilarang angkat-angkat. (Bahkan dulu sempet kayak lumpuh gak bisa gerak.) Padahal itu dansa ada lifting-nya di bagian akhir. Dua kali, lagi. Gendong anak gue yang cuma 13 kg aja dia gak bisa lama. Apalagi ngangkat gue yang bobotnya 50 sekian. Wah, nggak berani deh.


TIGA

Laki gue gak suka dansa. Sekian dan terima kasih.

Tapi tenang. Ntar kalo di surga kan bisa semau-mau gue, hahahaha. Dia juga ntar bakal dibikin bahagia dengan semua hal, termasuk pas gue ajak dansa :p


EMPAT

Gak sanggup sewa ballroom buat perform. Ga ada duitnye. Kalopun sanggup, gak kepengen juga. Sayang, mending buat sekolah anak. Lagian, gue pengennya gak pake kerudung. Private moments sama suami gue, NGAPAIN pake kerudung :))))  Pake gaun sutra istabraq 1,2,3  off-shoulder dan backless nah tuh baru enak :))))

Yaudah fixed. Ntar aja di ballroom rumah gue dan suami di akhirat :) Ntar gue kasih chandelier bertingkat bersusun-susun yang banyak :)


LIMA

Gue pengen dansanya lamaaaa banget. Sampe 800 miliar tahun.

Lho, kenapa? Kelamaan? Lah. Kita di surga SELAMANYA, kan. Jadi, 800 miliar itu sebentar laaah. Masih ada triliunan zilliunan gaziliunan dan entah berapa iliun-iliun lagi. Hmm, waktu akhirat, pula. Yang mana sehari di akhirat sama dengan 1.000 hari di dunia. Hmmm seneng deh lama-lama sama suami :)

Gue pengen nikmatin dan ulang-ulang terus. Gue pengen liatin senyum suami gue, gue pengen nikmatin genggaman tangannya, nikmatin deket-deket sama dia, gerakan kaki yang seirama, gue pengen ngobrol dan ketawa selama dansa, ahhh cewek banget lu, Wid... (Biariiiin hahahaha....)

80 yang laen, soray doray moray yah. Papa gak pulang. Papa sama gue. Bini paling sah fiddunya wal akhirah xD

Oia. Trus pas gue kasitau soal 800 miliar tahun ini ke suami, dia bilang gini. "Lama amat. Kalo aku mau kegiatan lain, misal mancing di kali sambil ngobrol ama tukang ketoprak, gitu gimana? Aku kloning diri aja, ya. Satu biar sama kamu."

"Terserah pokoknya yang dansa ama aku itu kamu."

-----

Hahaha. Laki bini sama aja, ya :)))

Yak kira-kira itu dulu alesan yang bisa gue list. Jadi, gak mungkin lah gue lakukan sekarang itu dansa, hehe.

Mau dansa gak bisa? Gapapa. InsyaAllah nanti aja :)

Mau minum macem-macem pure wine gak bisa? Gapapa. InsyaAllah nanti aja 4,5,6,7,8,9,10,11 :)

Ini gak bisa, itu gak bisa? Gapapa :)

Nanti.

InsyaAllah. Aamiin :)




Monday, November 7, 2016

Senang deh



Pagi-pagi ada tamu :) Uti Puji tetangga depan rumah.

Kelompok Ibu dapat arisan. Jadi, minggu depan ketempatan. Lokasinya di rumah Bu RT. Ibu diharapkan bisa datang.

Pake kursi roda juga boleh, kata Uti Puji.

Jalan bisa, InsyaAllah, sahut saya, hehehe. Alhamdulillah. InsyaAllah :)

Sabtu pagi kemarin (5/11) Ibu perdana minum Lenalid 5mg. So far gak ada keluhan. Tidur enak. Pusing, ngilu, dll nggak ada. Memar nggak. Tangan kaki juga gak ada rash.

Pagi ini Ibu sudah coba kapsul kedua. Katanya sih ngantuk. Padahal kemarin nggak.

Ini penampakan kapsul Lenalid 5mg. Warnanya putih-pink pucat.





Unyu, ya, warnanya xD

Habis sarapan, Ibu suntik Hemapo di poliklinik dekat rumah.

Hemapo kandungannya epoetin alfa. Suatu agen hematopoietik yang membantu tubuh memproduksi sel darah merah.



Oleh dr. Nugroho, Ibu diresepkan Hemapo 10.000 IU seminggu sekali, selama empat minggu.

Nah, poliklinik tempat Ibu suntik ini adalah milik kantor Ibu saat dahulu aktif sebagai PNS.

Cantik sekali setelah diperbarui bangunannya.



Ruangan dokternya pun sangat nyaman.



Ini suster-susternya yang ramah. Semuanya teman-teman kerja Ibu.



Setelah suntik Hemapo, Ibu mampir ke koperasi poliklinik. Ada kue-kue jajan pasar. Ibu membeli pisang rebus kesukaan Bapak.



Di sana juga ada teman-teman Ibu. Semua masih kenal. Ibu terlihat bahagia sekali bertemu mereka.





Akhirnya kami 'nge-pub' sejenak, hehe. *di koperasi

Siangnya kami berencana ke optik. Kacamata ibu sudah rusak. Tapi sayangnya tidak jadi. Ibu mengantuk. Saya juga. Haha. Ya sudah tidur semua, deh xD

Besok pagi-pagi saya mau ke Dharmais. Mau acc resep Bonefos, sekalian buat perjanjian rawat singkat untuk tanggal 20-an.

Karena tanggal 20 hari Minggu, mungkin kami akan pindah ke tanggal 17, 18, atau 22 dan 23. Asal jangan Jumat dan Senin. Senin itu penuh. Jumat itu macet pulangnya.

Mudah-mudahan besok bisa ke optik juga kalau Dharmais selesai pagi.

Hari ini senang alhamdulillah :D


**Ibu saya memiliki multiple myeloma sejak tahun 2011, dan rutin kontrol di RS Kanker Dharmais, Jakarta Barat. Silakan klik menu "Multiple Myeloma" untuk melihat postingan terkait MM. Semoga kita bisa saling mengenal dan saling menguatkan :D

Thursday, November 3, 2016

Setelah Minum Melphalan

Hasil lab Ibu membuat saya sangat down. Hb 6.5; E 2.15; L 2.26; Ht 19.2; T 50; LED 105; Glo 3.8. Angka neutrophil, monocyte, lymphocytes dll di luar range normal. Yang lumayan bagus, Alb masih 3.5; Prot 7.3. Itu juga udah mepet. 

Saya sudah duga hasil darah Ibu akan turun. Tapi saya gak nyangka sejelek ini. 

Saya jadi nyesel, kenapa dokter masih maksa pake Melphalan meski beliau tau itu udah gak efektif buat Ibu. Keliatan kan. Globulin masih segitu, LED juga tinggi. Itu kalo dicek beta 2 mikroglobulin, electrophoresis, atau free light chain pasti pada jelek semua. 

Kemarin memang tidak dicek. Hanya darah lengkap dan protein total, albumin, globulin saja. Sebab, tiga item tadi butuh 2 hari.  Prodia sedang sibuk. Ada Hari Kesehatan dan diskon 20%, jadi banyak sekali load di kantor pusat. 

Sementara itu, Ibu dijadwalkan konsul hari Jumat, 4 November. Yes. Besok. Yang bakal ada aksi besar menentang Ahok. Bahkan dari luar kota pun ikut serta. 

Kakak-kakak saya udah minta pindah jadwal jadi hari ini (Kamis). Sayangnya gak bisa. 

Hari ini saya dan Naf ke Dharmais. Saya mau drop dokumen BPJS untuk besok. Sekalian tanya dokternya besok start praktik jam berapa. The sooner the better. Makin cepet pulang. Errr... Kalo gak disuruh transfusi ya. 

Jumat, Ibu harus sudah stand by awal di Dharmais. Kalo harus jam 8 ya jam 8. Gpp dari rumah jam 6. Saya pun gpp dari rumah jam 5 untuk ambil antrean. InsyaAllah. 

Kakak-kakak udah saya minta stand by just in case jadi transfusi. Ternyata yang golongan darah B mantu-mantunya Ibu semua, hehehe. Kita-kita pada ikut Bapak. O. 

Di luar kondisi Ibu, harus bersyukur bahwa yang lainnya baik-baik saja. Saya juga baru dapat mbak baru yang alhamdulillah sangat rajin dan bersih beres-beresnya. Saya sampai terkejut dan gak nyangka. Plus, masakannya enak-enak banget. Bapak aja cocok. 

Oh ya. Ngomongin Bapak. Semalem habis kontrol. Yaa, masih bengkak sedikit kakinya. Elektrolit belum cek, sebab baru selesai besok. Percuma. Jadi gak saya ambil. Padahal itu yang penting. Ya bulan depan lah mudah-mudahan baik semua. 

Bapak disuruh makan 6 kali sehari. Kurang elektrolit dan dirawat kemarin itu karena intake sulit. Nah alhamdulillah udah ada mbak baru. Masakannya cocok pula. Bapak duka. Mudah-mudahan Bapak jadi semangat. 

Oh ya, saya belum pernah cerita tentang Bapak ya :)  

Bapak usia 81. Punya hipertensi, stroke iskemik, CKD (penyakit ginjal kronis), AF (irama jantung tak teratur), dan problem katup jantung. Beberapa waktu lalu dirawat karena tangan dan kaki bengkak besar seperti balon. Tepat setelah Ibu pulang dari rawat 2,5 minggu di Dharmais. Bapak dirawat tiga hari, lalu pulang. Tiga hari kemudian dirawat lagi. Untung sebentar juga :) 

Saya masih hutang banyak sekali cerita. Tentang Ibu dirawat, tentang buletin grup MMI yang sudah jadi, bahkan tentang grup MMI sendiri pun saya belum cerita. InsyaAllah kalau ada waktu, ya :) 



**Ibu saya memiliki multiple myeloma sejak tahun 2011, dan rutin kontrol di RS Kanker Dharmais, Jakarta Barat. Silakan klik menu "Multiple Myeloma" untuk melihat postingan terkait MM. Semoga kita bisa saling mengenal dan saling menguatkan :D

Thursday, April 28, 2016

Saudara Sepersusuan dalam Islam

Pernah mendonorkan ASI atau menerima donor ASI?

Kalo pernah, kita WAJIB tahu siapa saja yang akan jadi mahram anak kita.

Mahram itu apa, sih? 

Mahram itu artinya orang-orang yang haram dinikahi. Bisa akibat hubungan darah, maupun hubungan sepersusuan. List lengkapnya ada di surat An-Nisa ayat 22-24. (Lebih lengkap soal mahram liat di sinisinisini. Ilmunya lebih banyak dari saya.)

Kebanyakan orang menyangka, mahram dari sepersusuan cuma dua: ibu susu dan saudara susu. Tapi, surprise, surprise. Ternyata gak hanya sesama bayi aja, lho, yang jadi mahram. Hubungan mahram berlanjut ke atas dan ke bawah. Dan ini konsekuensi yang besar. SANGAT besar. Orang-orang ini tidak boleh menikah selama-lamanya dengan anak yang menerima donor ASIP.  (Makanya ini self-note juga buat diri sendiri. Biar jangan asal donor. Atau terima donor ASIP.)

Postingan ini terdiri dari dua bagian.

Bagian 1 ngebahas hubungan mahram yang timbul akibat sepersusuan.

Bagian 2 ngebahas syarat-syarat jadi anak sepersusuan.

Okeh, langsung aja ya.



*** 
BAGIAN 1
HUBUNGAN MAHRAM 
AKIBAT SEPERSUSUAN
***

Selain saudara sesusu dan ibu susu, orang-orang lain yang akan menjadi mahram dengan bayi yang menerima donor ASIP adalah:


1. Suami dari ibu susu.

Jadinya paman.



"Paman" atau ayah susu ini sebenarnya bisa disamakan dengan ayah kandung. Sebab, suami adalah "the owner of the milk".

Maksudnya, ASI sang ibu asalnya dari suaminya juga. Produksi ASI terjadi karena ibu mengandung dan melahirkan bayi. Semua gak akan terjadi kalo gak ada sperma yang membuahi sel telur ibu. Jadi, asal muasalnya tetap dihitung dari sang suami.

Ada hadits yang mengisahkan seorang bapak bernama Aflah. Aflah ini saudara (entah kakak atau adik dari) Abu Al-Qu'ais, suami dari ibu susu Aisyah RA. Dia dateng ke rumah Aisyah, tapi Aisyah gak ngizinin dia masuk. Aisyah juga make kerudung di depan Aflah. Aflah pun heran, ngapain gitu amat, sih? Kan gue om lo. Lo disusuin istri kakak gue, dan dengan susunya kakak (laki-laki) gue. Nabi pun mengiyakan kata-kata Aflah, dan menyuruh Aisyah untuk selalu buka pintu kalo Aflah dateng, dan gak perlu pake kerudung.

Narrated Aisha: Aflah asked the permission to visit me but I did not allow him. He said, "Do you veil yourself before me although I am your uncle?" `Aisha said, "How is that?" Aflah replied, "You were suckled by my brother's wife with my brother's milk." I asked Allah's Messenger (ﷺ) about it, and he said, "Aflah is right, so permit him to visit you."
Reference : Sahih al-Bukhari 2644

In-book reference : Book 52, Hadith 8

USC-MSA web (English) reference : Vol. 3, Book 48, Hadith 812

Narrated `Aisha: Aflah, the brother of Abu Al-Qu'ais, asked my permission to enter after the verses of Al-Hijab (veiling the ladies) was revealed, and I said, "By Allah, I will not admit him unless I take permission of Allah's Apostle for it was not the brother of Al-Qu'ais who had suckled me, but it was the wife of Al-Qu'ais, who had suckled me." Then Allah's Messenger (ﷺ) entered upon me, and I said, "O Allah's Messenger (ﷺ)! The man has not nursed me but his wife has nursed me." He said, "Admit him because he is your uncle (not from blood relation, but because you have been nursed by his wife), Taribat Yaminuki." `Urwa said, "Because of this reason, ' Aisha used to say: Foster suckling relations render all those things (marriages etc.) illegal which are illegal because of the corresponding blood relations." (See Hadith No. 36, Vol. 7)
Reference : Sahih al-Bukhari 6156

In-book reference : Book 78, Hadith 182

USC-MSA web (English) reference : Vol. 8, Book 73, Hadith 177


Kakak atau adiknya ayah susu aja bisa jadi paman beneran. Gimana ayah susunya himself, ya kan?!

Jadi, anak penerima donor ASIP itu bisa disamakan dengan anak kandung ayah susu dan ibu susunya.

Jeng-jeeeng. Gak nyangka, kan? Hehe..

Okeh. Hadits di atas sekaligus ngejelasin mahram kedua:



2. Saudara laki-laki dari suaminya ibu susu.

Jadinya paman juga.

Udah jelas ya dari hadits tadi. Bukan hanya ayah susu sendirian yang jadi mahram. Tapi juga kakak dan adiknya.

Surprise, ya. Sama. Saya juga baru tau, kok  :)



Paman-paman ini gak boleh dinikahi selamanya. Ever.

Kalo anak penerima donornya laki-laki, yang jadi mahram adalah saudara perempuan ayah susunya (tante). Ya pokoknya tinggal dibalik aja lah.

Eh, jangan bilang gak mungkin dulu. Umurnya kejauhan? Emang kamu pikir berapa beda umur Hugh Hefner ama bininyeh? Hugh 90, Crystal Harris 29. Beda 61 tahun, okeh? Okeh? Good.

Daaan. Gak berhenti sampe sini.

Kalo ngacu bahwa hubungan mahram itu sama seperti hubungan darah, maka

Ayah-ibunya si ayah susu dan ibu susu, alias kakek-nenek susu, udah jadi mahram juga dan gak boleh dinikahi :)  Inget Hugh Hefner baik-baik. Ga ada yang gak mungkin  :)

Ali (bin Abi Talib) narrated that The Messenger of Allah said:“Indeed Allah has made unlawful through suckling whatever He made unlawful through lineage.
Grade : Sahih (Darussalam)

Reference : Jami` at-Tirmidhi 1146

In-book reference : Book 12, Hadith 1

English translation : Vol. 1, Book 7, Hadith 1146

Aishah narrated that the Messenger of Allah said:“Indeed Allah has made unlawful through suckling whatever He made unlawful through birth.
Grade : Sahih (Darussalam)

Reference : Jami` at-Tirmidhi 1147

In-book reference : Book 12, Hadith 2

English translation : Vol. 1, Book 7, Hadith 1147

Yahya related to me from Malik from Abdullah ibn Dinar from Sulayman ibn Yasar and from Urwa ibn az-Zubayr from A'isha umm al- muminin, that the Messenger of Allah, may Allah bless him and grant him peace, said, " What is haram by birth is haram by suckling."
Muwatta Malik » Book of Suckling

USC-MSA web (English) reference  : Book 30, Hadith 15

Arabic reference  : Book 30, Hadith 1290



3. Anak dari saudara sepersusuan.

Jadinya keponakan.

Ini juga gak boleh dinikahi. Ever. Jangan bilang gak mungkin lagi, ya  xD





Pernah Nabi diminta menikahi seorang perempuan. Anaknya Hamzah. Tapi Nabi nolak. Soalnya, Nabi saudara sesusu sama Hamzah, dari ibu susu Thuwaiba. (Belom pernah denger Thuwaiba? Tenang, ada ceritanya di bagian akhir :D)

Banyak banget hadits-nya. Ini sedikit aja.

Narrated Ibn `Abbas:The Prophet (ﷺ) said about Hamza's daughter, "I am not legally permitted to marry her, as foster relations are treated like blood relations (in marital affairs). She is the daughter of my foster brother."
Reference   : Sahih al-Bukhari 2645

In-book reference   : Book 52, Hadith 9 

USC-MSA web (English) reference   : Vol. 3, Book 48, Hadith 813

Narrated Um Habiba:I said, "O Allah's Messenger (ﷺ)! Do you like to have (my sister) the daughter of Abu Sufyan?" The Prophet (ﷺ) said, "What shall I do (with her)?" I said, "Marry her." He said, "Do you like that?" I said, "(Yes), for even now I am not your only wife, so I like that my sister should share you with me." He said, "She is not lawful for me (to marry)." I said, "We have heard that you want to marry." He said, "The daughter of Um Salama?" I said, "Yes." He said, "Even if she were not my stepdaughter, she should be unlawful for me to marry, for Thuwaiba suckled me and her father (Abu Salama). So you should neither present your daughters, nor your sisters, to me."
Reference   : Sahih al-Bukhari 5106

In-book reference   : Book 67, Hadith 44

USC-MSA web (English) reference   : Vol. 7, Book 62, Hadith 42

Umm Habiba, the daughter of Abu Sufyan, reported:The Messenger of Allah (ﷺ) came to me and I said to him: Have you any inclination towards my the daughter of Abu Sufyan? He (the Holy Prophet) said: Then what should I do? I said: Marry her. He said: Do you like that? I said: I am not the exclusive (wife) of yours; I, therefore, wish to join my sister in good. He, said: She is not lawful for me. I said: I have been informed that you have given the proposal of marriage to Durrah daughter of Abu Salama He raid: You mean the daughter of Umm Salama? I said: Yes. He said: Even if she had not been my step-daughter brought up under my guardianship, she would not have been lawful for me, for she is the daughter of my foster-brother (Hamza), for Thuwaiba had suckled me and her father. So do not give me the proposal of the marriage of your daughters and sisters.
Reference   : Sahih Muslim 1449 a

In-book reference   : Book 17, Hadith 19

USC-MSA web (English) reference   : Book 8, Hadith 3412

It was narrated from Ibn 'Abbas:that the Messenger of was offered the daughter of Hamzah bin 'AbdulMuttalib in marriage, and he said: “She is the daughter of my brother through breastfeeding, and breastfeeding makes unlawful (for marriage) the same things that blood ties make unlawful.”
Grade  : Sahih (Darussalam) 

Reference : Ibnu Majah

English reference   : Vol. 3, Book 9, Hadith 1938

Arabic reference   : Book 9, Hadith 2013





4. Anak yang disusui dua ibu berbeda, tapi satu suami.

Otomatis jadi saudara sepersusuan. Sama kayak saudara kandung.

Nyusuin anak orang lain pun juga sama. Semua jadi saudara susu.

Kenapa? Karena itu tadi. Sperma asal-nya sama. Suaminya kan sama.

Nih contoh hadits-nya.

Yahya related to me from Malik from Ibn Shihab from Amr ibn ash- Sharid that Abdullah ibn Abbas was asked whether, if a man had two wives, and one of them nursed a slave-boy, and the other had nursed a slave-girl, could the slave-boy marry the slave-girl. He said, "No. The husband is the same."
Reference : Muwatta Malik, Book of Suckling

USC-MSA web (English) reference  : Book 30, Hadith 5

Arabic reference  : Book 30, Hadith 1279


Amr bin Ash-Shariq narrated that Ibn Abbas was asked about the case in which a man had two slave girls, one of them suckled a girl and the other suckled a boy, is it lawful for the boy to marry the girl? She said:No, the semen is the same.
Grade : Da’if (Darussalam)

Reference : Jami` at-Tirmidhi 1149

In-book reference : Book 12, Hadith 4

English translation : Vol. 1, Book 7, Hadith 1149







Gila ya ini konsekuensi gede banget. Jadi saudara semua!!!


Sekarang coba kita liat situasi kalo kamu menerima donor ASIP. Dari 6 ibu donor, misalnya.


Nampak gak berbahaya, ya.

Tapi itu *baru nampaknya*.

Kenyataannya, anak kamu punya banyak mahram.

Banyak banget.



Yes, anak kamu di tengah-tengah yang kecil warna kuning itu. Mahram anak kamu adalah:

  • saudara sesusu (anak dari ayah & ibu susu)
  • ayah susu dan ibu susu
  • kakak & adik dari ayah susu (paman dan bibi, atau om dan tante)
  • ayah & ibu dari ayah susu dan ibu susu (kakak-nenek susu)
  • anak dari saudara sesusu (keponakan)

Dari masing-masing ibu.

Itung sendiri, deh, ya :)

Jadi, kalo kamu pernah atau berniat jadi donor ASIP, atau anak kamu pernah menerima donor ASIP, kamu WAJIB memasukkan hal ini dalam pertimbangan utama. Orang-orang yang terhubung ini udah jadi MAHRAM dan HARAM DINIKAHI.

Siapkan buku khusus dan catat dengan baik siapa saja bayi-bayi penerima donor ASIP kamu, atau ibu-ibu donor yang pernah memberikan ASIP kepada anak kamu.

Hubungi mereka satu per satu. Minta silsilah keluarga masing-masing dengan cara yang baik, akrab, dan kekeluargaan. Insyaallah mereka pun welcome, kok :) Jaga hubungan silaturahmi dan jelaskan pada anak bahwa mereka semua adalah mahram (saudara).

Kalo udah gak memungkinkan untuk melacak satu per satu, ya udah. Berdoa sama Allah biar diarahkan ke jodoh yang bukan mahram sepersusuan, dan tentunya yang baik dunia akhirat. Amin :)



TANYA:

Kalau saya punya anak perempuan (A), dan kemudian saya mendonorkan asi kepada seorang anak perempuan lainnya (B), secara otomatis A dan B akan menjadi saudara sepersusuan. Apabila B punya saudara kandung laki-laki (C), apakah anak saya (A) haram menikah dengan C?
Twindya Finvasiena


JAWAB:

Kayak gini enaknya bikin gambar lagi nih.

-  A anak pendonor. Dalam tubuh A ada ASI dari "Ayah A".

-  B anak "Ayah B". B penerima ASIP donor dari "Ibu A" (yg asal ASI-nya dari "Ayah A"). Berarti, ada essence "Ayah A" dalam tubuh B. Oleh sebab itu, A dan B jadi saudara sepersusuan.

-  C anak "Ayah B". C tidak menerima donor dari "Ibu A" (dan "Ayah A"). Jadi, tidak ada essence "Ayah A" dalam tubuh C. Maka, A dan C bukan saudara sepersusuan. Mereka boleh menikah.





Jadi, udah paham kan ya.

Anak dari ibu pendonor ASIP (A) tetap BUKAN MAHRAM dengan saudara kandung dari anak penerima ASIP yang jadi saudara susunya (C).

Tapi, saudara sesusu yang menerima ASIP (B) akan menjadi mahram dengan semua anak dari ayah susunya. Selain itu, B juga mahram dengan anak-anak dari semua anak ayah susunya. ayah susunya, saudara kandung ayah susunya, orangtua bapak susunya.

Ini enaknya digambarin gedenya lagi, nih.






Intinya, sih, B (penerima donor ASIP) udah mahram sama anggota keluarga ayah susunya. Yang dimerah-merahin itu. Mereka ini adalah:
- semua anak dari ayah susunya
- anak dari semua anak ayah susunya (yang bayi2)
- saudara kandung ayah susunya
- bapak dari ayah susunya

Selain itu, semuanya boleh.

C dan D, kalau mau nikah sama A atau F, itu boleh. (Dengan catatan, C dan D tidak menerima ASIP dari Ibu A).

Jadi, gak usah takut donor-donor lagi, ya  :)

Digambar aja biar gampang pisah-pisahinnya.  :)



Eh tunggu. Masih ada pertanyaan lagi. Ini sekilas mirip banget sama yang tadi. Tapi hasilnya beda jauh.

TANYA:

Kalau saya punya anak laki-laki (A), dan kemudian saya mendonorkan asi kepada seorang anak laki-laki lainnya (B), secara otomatis A dan B akan menjadi saudara sepersusuan. Apabila anak saya (A) punya saudara kandung perempuan (C), apakah C haram menikah dengan B?
Anonymous


JAWAB:

Lagi-lagi, solusinya adalah PAKE GAMBAR.



Anak perempuan kamu (C) haram menikah dengan B. Sebab, B sudah jadi saudara susu bagi semua anak-anak kamu.

Tapiii, kalo misalnya nih. Misal. Si B punya saudara kandung yang TIDAK menerima ASIP dari kamu (D), dia boleh menikah dengan anak-anak kamu.



See, simpel kan sebenernya :D

Pokoknya, ingat: GAMBAR DULU :)

Oia. Kalo gambar ini agak 'beda' sama yang udah-udah, dimaapin aja yak. Saya lagi gak pegang laptop. Ini doodling dari hape, hihi.



Yay. Terima kasih udah baca Bagian 1. Lanjut yok.


!!! PENTING !!!

Tulisan ini tidak dimaksudkan untuk menghalangi donor ASIP. Banyak banget bayi-bayi yang butuh donor ASI, dan ASI sangat sangat penting untuk pertumbuhan bayi. 

Semangat tulisan ini adalah supaya kita memperhatikan benar-benar hubungan-hubungan mahram yang tercipta dari sepersusuan, serta silsilah keluarga kita dan keluarga penerima/pemberi donor ASIP.  Sebagaimana Nabi.

Jangan takut mendonorkan ASIP. Inget, Nabi aja punya DUA IBU SUSU. Dan anaknya Nabi DITITIPIN DI IBU SUSU. 






***
BAGIAN 2
SYARAT SAUDARA SEPERSUSUAN
***



SAUDARA SEPERSUSUAN ITU HANYA JIKA:

1. Bayi masih dalam masa menyusui (kurang dari 2 tahun).

Narrated Aisha:Once the Prophet (ﷺ) came to me while a man was in my house. He said, "O `Aisha! Who is this (man)?" I replied, "My foster brothers" He said, "O `Aisha! Be sure about your foster brothers, as fostership is only valid if it takes place in the suckling period (before two years of age).
Reference : Sahih al-Bukhari 2647

In-book reference  : Book 52, Hadith 11

Yahya related to me from Malik from Nafi that Abdullah ibn Umar said, "There is no kinship by suckling except for a person who is nursed when he is small. There is no kinship by suckling over the age of two years."
Reference: Muwatta Malik, Book of Suckling

USC-MSA web (English) reference  : Book 30, Hadith 6

Arabic reference  : Book 30, Hadith 1280

Umm Salamah narrated that The Messenger of Allah said:No prohibition results from suckling except for what penetrates the intestines while on the breast before weaning.”
Grade : Sahih (Darussalam)

Reference  : Jami` at-Tirmidhi 1152

In-book reference  : Book 12, Hadith 7

Jadi, kalo yang nyusu usianya lebih dari dua tahun, ya gak jadi saudara sepersusuan. 



2. ASI mengenyangkan bayi.


'A'isha (Allah be pleased with her) reported:Allah's Messenger (ﷺ) visited me when a man was sitting near me, and he seemed to disapprove of that. And I saw signs of anger on his face and I said: Messenger of Allah, he is my brother by forsterage, whereupon he said: Consider who your brothers are because of fosterage since fosterage is through hunger (i. e. in infancy).
Reference  : Sahih Muslim 1455 a

In-book reference  : Book 17, Hadith 39

USC-MSA web (English) reference  : Book 8, Hadith 3430

A’ishah said the Apostle of Allaah(ﷺ) visited her when a man was with her. The narrator Hafs said “this grieved him and he frowned”. The agreed version then goes, She said “He is my foster brother Apostle of Allaah(ﷺ)”. He said “Consider, who are you brethren, for fosterage is consequent on hunger.”
Grade : Sahih (Al-Albani)   

Reference : Sunan Abi Dawud 2058

In-book reference : Book 12, Hadith 13

English translation : Book 11, Hadith 2053

Umm Salamah narrated that The Messenger of Allah said:“No prohibition results from suckling except for what penetrates the intestines while on the breast before weaning.”
Grade : Sahih (Darussalam)

Reference : Jami` at-Tirmidhi 1152

In-book reference : Book 12, Hadith 7

English translation : Vol. 1, Book 7, Hadith 1152



Ciri-ciri bayi kenyang menyusu; para ibu biasanya udah hafal.
Di akhir waktu menyusui, Ibu bisa mengenali tanda-tanda bayi kenyang menyusu dan tak lagi merasa lapar, seperti:
  • Jemari bayi terbuka dan rileks
  • Badan bayi rileks dan santai
  • Mungkin ada cegukan, tapi bayi tenang dan rileks
  • Bayi tertidur
  • Mungkin ada gumoh (ASI keluar dari mulut)
  • Bayi nampak tenang dan damai


3.  Minimal 5 hisapan.

'A'isha (Allah be pleased with, her) reported that it had been revealed in the Holy Qur'an that ten clear sucklings make the marriage unlawful, then it was abrogated (and substituted) by five sucklings and Allah's Apostle (ﷺ) died and it was before that time (found) in the Holy Qur'an (and recited by the Muslims).
Reference  : Sahih Muslim 1452 a

In-book reference  : Book 17, Hadith 30

USC-MSA web (English) reference  : Book 8, Hadith 3421


'Amra reported that she heard 'A'isha (Allah he pleased with her) discussing fosterage which (makes marriage) unlawful; and she ('A'isha) said:There was revealed in the Holy Qur'an ten clear sucklings, and then five clear (sucklings).
Reference  : Sahih Muslim 1452 b

In-book reference  : Book 17, Hadith 31

USC-MSA web (English) reference  : Book 8, Hadith 3422



Kalo cuma sekali-dua hisapan gak jadi saudara. Banyak hadits yang mencatat ini.

'A'isha (Allah be pleased with her), Suwaid and Zubair reported Allah's Apostle (ﷺ) as saying: One suckling or two do not make (marriage) unlawful.
Reference : Sahih Muslim 1450

In-book reference : Book 17, Hadith 23

USC-MSA web (English) reference : Book 8, Hadith 3414


Umm al-Fadl reported:A bedouin came to Allah's Apostle (ﷺ) when he was in my house and said: Allah's Apostle, I have had a wife and I married another besides her, and my first wife claimed that she had suckled once or twice my newly married wife, thereupon Allah's Apostle (ﷺ) said: One suckling or two do not make the (marriage) unlawful.
Reference : Sahih Muslim 1451 a

In-book reference : Book 17, Hadith 24

USC-MSA web (English) reference : Book 8, Hadith 3415


Umm Fadl (Allah be pleased with her) reported that a person from Banu 'Amir b. Sa'sa said:Allah's Apostle, does one suckling make the (marriage) unlawful? He said: No.
Reference  : Sahih Muslim 1451 b

In-book reference  : Book 17, Hadith 25

USC-MSA web (English) reference  : Book 8, Hadith 3416


Umm Fadl (Allah be pleased with her) reported that Allah's Apostle (ﷺ) said: Being suckled once or twice, or one suckling or two, do not make marriage unlawful.
Reference  : Sahih Muslim 1451 c

In-book reference  : Book 17, Hadith 26

USC-MSA web (English) reference  : Book 8, Hadith 3417



4. ASI sampai ke usus bayi.

Cara ngukurnya gimana? Ya kali deh mesti pake endoskopi perut -__-

Rasanya ini maksudnya sama dengan mengenyangkan, ya. Sampe ke perut, gitu.

Umm Salamah narrated that The Messenger of Allah said:“No prohibition results from suckling except for what penetrates the intestines while on the breast before weaning.”
Grade : Sahih (Darussalam)

Reference : Jami` at-Tirmidhi 1152

In-book reference : Book 12, Hadith 7

English translation : Vol. 1, Book 7, Hadith 1152



5. ASI adalah satu-satunya sumber makanan bagi si bayi.

Ini pun rasanya maksudnya sama dengan poin 1 tadi. Yaitu bayi yang belom disapih makan apa-apa, yang di bawah dua tahun.

Narrated `Aisha:that the Prophet (صلى الله عليه وسلم) entered upon her while a man was sitting with her. Signs of answer seemed to appear on his face as if he disliked that. She said, "Here is my (foster) brother." He said, "Be sure as to who is your foster brother, for foster suckling relationship is established only when milk is the only food of the child."
Reference : Sahih al-Bukhari 5102

In-book reference : Book 67, Hadith 40

USC-MSA web (English) reference : Vol. 7, Book 62, Hadith 39



6. ASI menumbuhkan rasa sayang dan menumbuhkan badan bayi (jadi tulang dan daging bayi).

Keliatan kalo bayi tumbuh besar karena ASI-nya. Yang ini sih susah standar pengukurannya, ya. InsyaAllah sih bayinya gede-gede aja, kok.

‘Abd Allaah bin Mas’ud said “Fosterage is not valid except by what strengthens love and grows flesh ” Abu Musa said “Do not ask us so long as this learned man is among us”
Grade : Sahih (Al-Albani)

Reference : Sunan Abi Dawud 2059

In-book reference : Book 12, Hadith 14

English translation : Book 11, Hadith 2054

The aforesaid tradition has also been narrated by Ibn Mas’ud through a different chain of narrators and to the same effect from the Prophet (صلى الله عليه وسلم). This version has the words anshaz al-‘azma meaning which nourishes bones and makes them sturdy and vigorous.
Grade : Da'if (Al-Albani)

Reference : Sunan Abi Dawud 2060

In-book reference : Book 12, Hadith 15

English translation : Book 11, Hadith 2055



Intinya yang saya tangkep, sih, kalo dari pengulangan dan penekanannya, yang jadi saudara sesusu itu adalah bayi yang disusui/minum ASIP berusia di bawah dua tahun, minimal lima kali nyot-nyot glek-glek, dan ASI-nya mengenyangkan.


Prinsipnya: "2-5-KENYANG"




Sementara itu, yang NGGAK bikin jadi saudara:

Ya simpel aja. Yaitu yang gak memenuhi kriteria di atas.

Misal, bayi yang disusui umurnya lebih dari 2 tahun.

Atau, cuma sekali-dua hisapan aja. Gak sampe kenyang. Itu juga gak jadi saudara.

Untuk lebih jelasnya, silakan donlot dan baca-baca kumpulan hadits yang saya bikin di bawah ini. Gratis. Gak bayar. Gak pake copyright. Silakan pake sesuka-sukanya. Mau diapain juga boleh. Terbitin buku pake bahan itu juga silakan.




Oya, disclaimer dikit. Saya bukan ahli agama. Simply saya cuma search hadits berdasarkan keyword menyusui. Hasilnya ditaruh di sini, supaya bisa sama-sama tau.

Daripada ngira-ngira sendiri. Daripada bikin teori sendiri. Daripada gak terjawab. Kalo ada yang gak jelas, kenapa gak di-trace aja hadis-hadis terkait topik itu. Eh ternyata ada :D Untung Nabi detil banget ya sampe permasalahan itu dibahas juga :)

Muslim, Tirmizi dan Malik bahkan punya satu chapter sendiri yang khusus membahas ASI dan menyusui. Muslim di Bab 17, Tirmizi di Bab 12, dan Malik di Bab 30. Kalo Bukhari biasanya digabung sama bab Pernikahan di Bab 67, atau Saksi-Saksi di Bab 52.

Saya gak bicara sanad, matan, tashih, tashrif, sama sekali nggak. Saya gak ahli di bidang itu. Makanya pencarian dibatasi di kitab yang udah jelas, dan kalopun gak sahih, lemah, atau apa, pasti ditulis sama mereka.

Jadi, sekali lagi, simply saya cuma cari, dan paparkan.

Sumbernya adalah Bukhari, Muslim, Malik, Nasa'i, Abu Dawud, Tirmizi, Ibnu Majah, dan Muwatta Malik. Semua dari sunnah.com

Keyword yang saya gunakan adalah "breastfeed", "breastfeeding", "breastfed", "breastmilk", "milk", "nursing", "nurses", "suckle", "suckling", dan "foster".

Gapapa ya pake bahasa Inggris. maklum saya ga bisa Arab :)  Semoga intinya tetap sama  :)

Berhubung saya juga masih belajar, saya nerima banget kalo ada yang mau sharing ilmu yg lebih luas tentang ini. Semangat nih soal per-ASI-an :D

Makasih ya udah baca sampe akhir. Semoga bermanfaat :)



*

*



*** 

BONUS CERITA 

***

Saudara sepersusuan udah ada sejak jaman dahulu. Kalo gak salah, jaman Nabi Musa pun udah ada.

Inget kan kisah Nabi Musa? Pas bayi, Nabi Musa disediakan beberapa ibu susu oleh istri Firaun. Tapi Nabi Musa baby gak mau. Akhirnya, saat Miriam, aka kakak Nabi Musa sendiri, menawarkan jasa ibunya (yang berarti ya ibu kandung Nabi Musa sendiri) untuk jadi ibu susu, baru deh Nabi Musa baby mau menyusu :D

Aaah saya selalu nangis kejer kalo baca kisah ini  :')  Emang jadi Nabi ujiannya gak maen-maen.... Ga cuma kerja dan nembus kemacetan Jakarta doang....

Jaman bini-bini kite muda dulu juga udah ada ye. /
Iyeh. /
Deuh, bapak-bapak arisan, ribut aja deh di kuil. Ibadah yang khusyu' dong woi.

Nabi Muhammad sendiri, sesuai kebiasaan bangsa Arab, sejak bayi dititipkan ke ibu susu. Pasti udah pada tau dong Halimah Sa'diyah. Beliau Ibu susunya Nabi.

Selain Halimah, ada juga Thuwaiba. Thuwaiba ini abdinya Abu Lahab yang udah dimerdekakan, saking senengnya Abu Lahab pas Thuwaiba bawa kabar kalo ponakannya (Nabi Muhammad) udah lahir. (Yes, Abu Lahab yang ada suratnya di Al Quran itu. Pamannya Nabi himself.)

Bahkan, anaknya Nabi sendiri (Ibrahim) juga dititipin ke ibu susu, lho :D  Liat hadits 123.  FYI Ibrahim ini meninggal waktu bayi.

Dikisahkan, kalo saudara-saudara susu (anak kandung Ibu Halimah Sa'diyah) dateng ke rumah Nabi, Nabi menyambut dengan sangaaaat hangat. Nabi bentangin tangannya lebar-lebar, dan memuliakaaan banget. Nabi gelarin alas, Nabi tanyain gimana kabar Ibu susunya (Halimah) dan minta maaf belum sempet main ke sana, Nabi.... Aah, terharu deh :')  Ya secara Nabi yatim piatu dari kecil dan gak punya kakak-adik kandung  :')

Hiks.. haru bayanginnya :'D

Coba aja baca-baca hadis INI dan INI kalo pengen tau gambarannya :D  Terharu yak.. Nabi emang adab dan akhlaknya cakep banget :')

Jadi kangen, deh, sama Nabi :')

Bi... Nanti di akhirat insyaAllah boleh ketemu, ya... :')









Popular Posts