Friday, August 29, 2014

4 Alasan Dana Talangan Bukan Pilihan

Boleh ngutang gak sih untuk daftar haji? Biar cepet. KTA atau dana talangan gitu misalnya.

Itu solusi cepetnya sih. Tapi kalau saya prefer nggak.

Buat yang belom tau, dana talangan haji adalah produk perbankan syariah yang bertujuan nalangin orang-orang yang mau daftar haji. Alias pinjaman, sih, sebenernya. Program ini memungkinkan kita mendaftar haji detik itu juga. Jadi kita bisa langsung dapat porsi haji. Jumlah dana talangan bisa dipilih, mulai 5-20 jutaan. Kalau KTA udah pada tau kan ya. Itu pinjaman plus bunga.

Kenapa saya kurang berpihak pada mereka, inilah sebabnya:

1.  Itu hutang. 
Sebisa mungkin, hindari hutang. Apalagi ini ibadah.

2.  Mahal. 
Ada ekstra biaya yang harus dibayar di depan. Dalam dana talangan, pendaftaran haji dilakukan sekaligus saat itu juga oleh bank. Biaya pendaftaran ini mahal. Bisa sampe 5 jutaan. Semua dibayar di muka. Setelah itu, pinjaman dicicil setahun tanpa bunga. Dalam setahun, semua harus lunas. (Berat, kan!) Kalau KTA, bisa diperpanjang masa cicilannya. Tapi, kena bunga 18-19% per tahun. Aka riba.

Mau dana talangan atau KTA, saya pikir sama aja sih. Soalnya gini. Pendaftaran haji di bank itu gratis. Kalo dana talangan harus bayar pendaftaran haji 5 juta, itu sama aja kayak bayar bunga pinjaman KTA. (Sayang, ya. Label ‘syariah’-nya jadi cuma kayak kosmetik untuk menyamarkan bunga pinjaman. Yang mana bunga pinjaman itu riba.)

3.  Belum jelas halal-haram-nya.
Kontroversi ini udah lama. Dari yang saya baca-baca, intinya, program ini menggabungkan antara pinjaman dengan jual-beli. Dalam Islam, ini nggak boleh. Kalo mau pinjaman, ya pinjaman aja. Jual-beli, ya jual beli aja. Jadi satu produk untuk satu tujuan. Sementara, program ini menggabungkan 2 tujuan itu. Pinjaman dana talangan itu sendiri, dan jual-beli jasa pengurusan administrasi pendaftaran haji. Karena digabung, makanya jadi nggak boleh. Kalau program ini murni pinjaman, atau murni jasa pendaftaran haji, baru boleh.

Kontroversi lain adalah apakah si peminjam dana tergolong mampu dan wajib haji, atau tidak. Berhutang kan artinya nggak punya uang. Nggak punya uang, berarti nggak wajib haji dong. (Which leads to another controversy --in my mind-- bahwa sebenarnya pasti mampu dan punya uang. Cuma nggak pernah dialokasikan aja.)

Oh ya, on a side note, dana talangan inilah yang bikin antrian haji Indonesia memanjang jadi lebih dari 11 tahun.


4.  Kalau di tengah jalan kita meninggal, kita ninggalin utang. Ngerepotin keluarga.

Udah itu aja.

Intinya, sih, saya penganut taat prinsip menabung. Yang kalo belom punya uang, ya ntar dulu aja. Dibanding harus lunasin 20 juta kepaksa sama bank (plus biaya-biaya lain), saya pilih nabung sendiri. Toh jangka waktunya sama. Selain itu, bagi saya berhasil menabung itu fulfilling banget. Bikin hati senang dan puas. Beda aja rasanya.

Tapi semua kembali ke kebutuhan dan pribadi masing-masing. Tiap orang beda-beda. Begitu pula pilihannya. Keuntungan pinjaman instan pastinya ada, yakni segi waktu. Well, you win some, you lose some.

Apapun itu, semoga kita selalu diberikan yang terbaik dari Allahswt. Aamiin! :)

Wednesday, August 27, 2014

Merencanakan Pergi Haji

Di postingan sebelumnya udah dibahas mengapa kita seharusnya mampu berhaji, dan mengapa lebih cepat lebih baik. Sekarang kita bahas cara merencanakan biayanya, yuk. Salah satunya dengan menabung.

Gambar dari sinisini.

Setoran awal BPIH (Biaya Penyelenggaraan Ibadah Haji) ditetapkan sebesar Rp25 juta. Inilah target awal yang harus kamu capai.

Misal mau daftar haji tahun depan (yang artinya kamu berangkat haji 12 tahun lagi. Nah itung deh umur kamu berapa sekarang. Makin muda makin baik.) Berarti 25 juta harus udah ngumpul dalam setahun. Sebulan kamu harus bisa nabung Rp2.083.334.

Kegedean? Berarti panjangin lagi masa nabungnya. Misalnya 2 tahun. Berarti sebulan kamu mesti nabung Rp1.061.667. Nih saya bikinin deh sampe 9 tahun.

Ngumpulin 25 juta
Biar berangkatnya
Sebulan nabungnya
1 tahun
12 thn lagi
2.083.334
2 tahun
13 thn lagi
1.061.667
3 tahun
14 thn lagi
694.445
4 tahun
15 thn lagi
520.834
5 tahun
16 thn lagi
416.667
6 tahun
17 thn lagi
347.223
7 tahun
18 thn lagi
297.619
8 tahun
19 thn lagi
260.417
9 tahun
20 thn lagi
231.481


Buseehh, ini beneran nunggunya sampe 11 tahun?
Beneran. Bahkan bisa lebih. Saat ini aja DKI Jakarta antriannya sampai 2027.

Okee balik ke itung-itungan tabel.

Kayaknyaaa yang masih masuk di budget itu yang 7 sampe 9 tahun ya? Ahahahah. Gapapa. Itu cuma angka kasar. Pada kenyataannya nanti, pas kamu udah mulai nabung, kamu akan terkaget-kaget sendiri, betapa lancarnya rejeki yang dikasih ke kamu untuk menuhin target itu :D Sumpah! (Eh salah, gak boleh sumpah. Maksudnya, InsyaAllah!!) Dan betapa kreatifnya kamu untuk mencapai target. Nanti akan banyak keajaiban-keajaiban yang bikin rejeki kamu tiba-tiba jadi banyak :D

Enak kan kalo udah ditulis gini. Jadi bisa kebayang dan masih bisa dihitung realisasi kapan berangkatnya. 

Yang umur 30-an, mending cepetan buka tabungan haji. Buruan. Bank tutup jam setengah tiga. Cepet kejar dulu deh target 25 juta buat setoran awal. Inget, yang penting dapet nomor porsi dulu. Transfer separuh kekayaan kamu ke situ. Tiap ada duit, tabungin. Ada duit, tabungin. Tahan dulu deh keinginan untuk seneng-seneng. Toh sebentar doang. Abis itu masih ada 11 tahun lagi untuk seneng-seneng sambil ngelunasin sisa biaya hajinya. 

Bagi yang sekarang udah ada 25 jutanya, langsung daftarin deh. Yang penting dapet porsi dulu. (11 tahun gilaa!) Dan pengalaman saya, walau cuma beda sehari daftar porsi, itu mungkin banget bikin keberangkatan kamu tertunda setahun lebih lama. (Misal kamu udah punya 25jt hari ini, tapi kamu memutuskan daftar ke Kemenag besok aja, bisa jadi kamu baru akan berangkat tahun 3033.)

Yang penting kemauan, dan disiplin pengeluaran. Tegas mutusin mana kebutuhan, mana kemauan. Barang yang kalo gak dibeli gak bikin kita sakit secara fisik, atau gak bikin kita mati, itu namanya kemauan. Skip dulu deh untuk sementara.

Oh ya. Apakah di antara adik-adik ini ada yang umurnya masih 20-an? Good. Start earlier than us.


Ribet banget mesti nabung segala. Kan sekarang ada dana talangan haji. Lebih cepet, dan bisa langsung dapet nomor porsi.

Saya sih gak prefer ambil dana talangan. Selengkapnya baca di sini, deh. Lagian sama aja, kok. Sama-sama nunggu 11 tahun :D


Sebelas tahun nunggu itu lama banget, ya. Trus saya ngapain, dong?

Ya nikmatin hidup aja. Makan, nonton, business as usual. Terkagum-kagum ngeliatin nomor porsi haji juga silakan :D  Itu salah satu milestone achievement kok :D Sukur-sukur bisa nambah kegiatan ibadah. Shalat sunah, banyak dzikir dan sedekah, yang kecil-kecil dulu aja. A journey of a thousand miles begins with one small stepSukur-sukur yang masih jomblo bisa ketemu sama jodohnya. Biar barengan pergi haji dan barengan dunia-akhirat. Aamiin!

Sambil juga nabung lagi :) Biaya haji 2014 sebesar Rp33.799.500. Bulatkan aja jadi 40 juta. Pertama, buat jaga-jaga kalo biayanya naik pas kita berangkat. Kedua, buat dana persiapan berangkat.

40 jt – 25 jt yang udah didaftarin = 15 juta.
Ini jumlah yang mesti kita capai dalam 11 tahun.

Lebih ringan, kan. Setahun cuma sejutaan.

Oh ya. Satu lagi yang harus diinget. Sebelas tahun masa tunggu ini cuma perkiraan. Jangan jadi males, justru malah harus makin semangat daftar hajinya. Segala hal bisa terjadi, termasuk penambahan kuota.  Siapa tau tahun depan ada penambahan kuota 300% dan keberangkatan kita dipercepat. Jadi 3 tahun, misalnya. Siapa tau, kan?

Jangan lupa cek website haji atau telfon-telfon kantor Depag tempat kamu daftar setiap tahun. Kalo jadi dimajuin berangkatnya, jumlah tabungannya nanti ditambahin ya :)

Dengan perencanaan keuangan yang baik, tujuan-tujuan hidup kita bisa lebih mudah diatur, dan dicapai. Termasuk impian pergi haji. Eh, salah. Ke-WAJIB-an pergi haji :)

Good luck :) 
--

TIPS
  1. Buat rekening gaji kamu men-transfer otomatis ke tabungan haji tiap bulan. Set tanggalnya tepat sehari setelah gajian, biar tuh uang gak kemana-mana. Kamu juga terhindar dari denda kalo ternyata saldonya gak cukup. Transfer mingguan atau 3-hari-an juga oke.
  2. Top-up tabungan haji kamu tiap abis terima uang. Uang apapun. Dan berapapun. Dengan begini, target 25 juta akan lebih cepat tercapai.
  3. Pake internet banking. Kamu bisa cek saldo kapan aja dan angka-angka itu akan bikin kamu termotivasi untuk mencapai target.

Monday, August 25, 2014

Kita Seharusnya Mampu Pergi Haji

Kebanyakan orang merasa belum mampu pergi haji karena merasa kebutuhannya masih banyak yang belum terpenuhi. Apalagi naik haji. Jadi, lebih baik uangnya dipakai untuk kebutuhan sehari-hari aja. 

Setidaknya, itu yang bisa saya simpulkan dari dua orang terdekat yang saya mintai pendapatnya. Saudara saya, misalnya. Masih pingin beli mobil. Terus temen saya, merasa uangnya lebih baik untuk bayar sekolah. Berarti, masalahnya ada di finansial.

Hmm, agak disayangkan sih. Soalnya gini. Kebutuhan itu akan tetap ada. Mau tahun depan, lima tahun, sepuluh, sampe lima belas tahun lagi, kebutuhan akan tetap ada. Justru, kebutuhan akan bertambah seiring tumbuhnya keluarga. Anak masuk sekolah, bayar uang muka jutaan. Abis itu beli buku dan seragam. Gak lama, adiknya masuk sekolah. Pengeluaran gede lagi. Tahun depannya kuliah. Tambah gede. Itu baru anak. Belom cicilan rumah. Trus nanti genteng bocor, tembok retak-retak: renovasi rumah. Tahun depan, anak tertua menikah. Abis itu adiknya. See? Gak abis-abis, kan?

Sekarang kenapa gak mikir gini: Kebutuhan akan terus bertambah setiap tahun. Kalo saya gak mulai mengalokasikan uang untuk pergi haji dari sekarang, lalu kapan lagi?

Kenapa sih, Wid, kamu maksa banget untuk pergi haji? Kebutuhan dan preferensi orang beda-beda, tau.

Iya, saya tau. Tapi pergi haji itu kan rukun Islam kelima. Wajib bagi yang mampu. WAJIB lho. 

Kan bagi yang mampu. Gue kayaknya belom mampu, deh.

Belom mampunya? Mampu kan artinya bisa, dan sanggup. Dari segala segi kayaknya kita-kita ini InsyaAlah bisa dan sanggup-sanggup aja deh.

1.      Mampu secara finansial
• Sanggup beli ponsel di atas harga sejuta
• Sanggup jalan-jalan, makan-makan, dan nonton
• Sanggup beli baju, celana, sepatu di atas Rp200.000,- per item
• Sanggup beli tiket event lari atau event konser
• Sanggup beli kredit games
Semuanya plus macem-macem dalam sebulan aja bisa lebih dari sejuta. Alokasiin dong. Dikiiit aja buat pergi haji. Kan sayang banget. Bank-bank itu pada baik-baik kok. Mereka mau nerima setoran haji yang cuma 100rb aja tiap bulan.

2.      Mampu secara fisik
Sekarang kita lagi ada di sekitar usia 20-30-an. Ini nih umur-umur keemasan kita. Emang di umur berapa lagi kita bisa lebih kuat lari bolak-balik muterin bukit di tengah gurun? (Running 10 menit di Jakarta aja udah jalan kaki lagi kan? Ngaku deh :p) Atau muterin Kabah 7x di tengah-tengah orang-orang Afrika dan Middle East yang posturnya segede-gede alaihim? Pas umur 70? Come on, people. Learn from experience. Millions of Indonesians went on hajj pilgrimage when they're already 70. (When most probably you’re just gonna need another person to push your wheelchair dan di sana sakit-sakitan.)

Sayang banget kan kalo harus nunggu tua? Itu bisa terjadi kalo gak nabung di awal-awal. Ini berhubungan erat sama no 1 tadi. Kalo kita tau kemampuan nabung minim, masa nabungnya harusnya dimulai lebih awal dong. Jangan nunggu sampe umur 40-50 baru nabung.

Kedua, daftar antrian haji itu panjang aujubile. Gak cuma 3-5 tahun. Tahun 90an mungkin iya. Sekarang SEPULUH tahun bahkan ada yang LEBIH! Ini nih yang bikin kita mesti cepet-cepetan. Kita bakal jadi 10 tahun lebih tua dari mulai daftar sampe berangkat! Setau saya porsi haji Indonesia dibatasi cuma 200.000 orang per tahun. Kita akan keselak oleh jutaan orang lainnya dalam waktu singkat. Jauh lebih kejam dari antrian zakat!!! Dan kalo kamu baru daftar pas umur 50, probabilitas kamu masih hidup juga bakal makin kecil seiring nunggu diberangkatin 1 dekade lagi.

Nih angkanya:
  • Dalam satu bulan ada 40.000 orang Indonesia mendaftar haji.
  • Dalam 1 tahun, total 500.000 orang. (udah 2,5x lipat limit porsi haji tahunan Indonesia)
  • Yang udah daftar haji dari 2001-2013 mencapai 4.998.499 orang.
  • Yang masih nunggu antrian keberangkatan sebanyak 2,2 juta orang. Source

2.200.000 dibagi 200.000 = 11 tahun. Faaawkkk!! Bener kan!! Iya kalo masih idup. Kalo ternyata gue udah sama Paul Walker di surga gemanah??? (Eh, emang Paul Walker pasti masuk surga?)

Gak percaya? Klik di sini untuk liat waiting list berangkat haji. DKI Jakarta udah sampe 2027. Gila, kan.

Nah makanya. Yang penting dalam per-haji-an itu adalah kita dapet nomor porsi dulu.

Nomor porsi adalah no urut antrian yang menentukan tahun berapa kamu pergi haji. (Yang 11 tahun kemudian itu.) Harganya Rp25juta ajah di tahun 2014. Jadi, kalo pingin daftar naik haji, ini tujuan kita yang pertama. Ngumpulin 25 juta rupiah. Makin cepet kamu ngumpulin, makin cepet kamu dapet porsi, makin cepet pula kamu berangkat.

Kedengerannya gede, ya, 25 juta. Gapapa. Makanya yuk direncanain dengan baik. Baca lebih lengkap di postingan selanjutnya ya :)

Popular Posts