Monday, August 25, 2014

Kita Seharusnya Mampu Pergi Haji

Kebanyakan orang merasa belum mampu pergi haji karena merasa kebutuhannya masih banyak yang belum terpenuhi. Apalagi naik haji. Jadi, lebih baik uangnya dipakai untuk kebutuhan sehari-hari aja. 

Setidaknya, itu yang bisa saya simpulkan dari dua orang terdekat yang saya mintai pendapatnya. Saudara saya, misalnya. Masih pingin beli mobil. Terus temen saya, merasa uangnya lebih baik untuk bayar sekolah. Berarti, masalahnya ada di finansial.

Hmm, agak disayangkan sih. Soalnya gini. Kebutuhan itu akan tetap ada. Mau tahun depan, lima tahun, sepuluh, sampe lima belas tahun lagi, kebutuhan akan tetap ada. Justru, kebutuhan akan bertambah seiring tumbuhnya keluarga. Anak masuk sekolah, bayar uang muka jutaan. Abis itu beli buku dan seragam. Gak lama, adiknya masuk sekolah. Pengeluaran gede lagi. Tahun depannya kuliah. Tambah gede. Itu baru anak. Belom cicilan rumah. Trus nanti genteng bocor, tembok retak-retak: renovasi rumah. Tahun depan, anak tertua menikah. Abis itu adiknya. See? Gak abis-abis, kan?

Sekarang kenapa gak mikir gini: Kebutuhan akan terus bertambah setiap tahun. Kalo saya gak mulai mengalokasikan uang untuk pergi haji dari sekarang, lalu kapan lagi?

Kenapa sih, Wid, kamu maksa banget untuk pergi haji? Kebutuhan dan preferensi orang beda-beda, tau.

Iya, saya tau. Tapi pergi haji itu kan rukun Islam kelima. Wajib bagi yang mampu. WAJIB lho. 

Kan bagi yang mampu. Gue kayaknya belom mampu, deh.

Belom mampunya? Mampu kan artinya bisa, dan sanggup. Dari segala segi kayaknya kita-kita ini InsyaAlah bisa dan sanggup-sanggup aja deh.

1.      Mampu secara finansial
• Sanggup beli ponsel di atas harga sejuta
• Sanggup jalan-jalan, makan-makan, dan nonton
• Sanggup beli baju, celana, sepatu di atas Rp200.000,- per item
• Sanggup beli tiket event lari atau event konser
• Sanggup beli kredit games
Semuanya plus macem-macem dalam sebulan aja bisa lebih dari sejuta. Alokasiin dong. Dikiiit aja buat pergi haji. Kan sayang banget. Bank-bank itu pada baik-baik kok. Mereka mau nerima setoran haji yang cuma 100rb aja tiap bulan.

2.      Mampu secara fisik
Sekarang kita lagi ada di sekitar usia 20-30-an. Ini nih umur-umur keemasan kita. Fisik lagi bagus-bagusnya. Lagi kuat-kuatnya.

Sayang banget kan kalo harus nunggu tua? Nah makanya yuk rencanakan. Kalo kita tau kemampuan nabung minim, masa nabungnya dimulai lebih awal. Dan tau gak, nanti Allah akan mudahkan segalanya. Percaya deh.

Kedua, daftar antrian haji itu panjang banget. Gak cuma 3-5 tahun. Tahun 90an mungkin iya. Sekarang SEPULUH tahun bahkan ada yang LEBIH! Ini nih yang bikin kita mesti cepet-cepetan. Kita bakal jadi 10 tahun lebih tua dari mulai daftar sampe berangkat! Setau saya porsi haji Indonesia dibatasi cuma 200.000 orang per tahun. Kita akan keselak oleh jutaan orang lainnya dalam waktu singkat.
Nih angkanya:
  • Dalam satu bulan ada 40.000 orang Indonesia mendaftar haji.
  • Dalam 1 tahun, total 500.000 orang. (udah 2,5x lipat limit porsi haji tahunan Indonesia)
  • Yang udah daftar haji dari 2001-2013 mencapai 4.998.499 orang.
  • Yang masih nunggu antrian keberangkatan sebanyak 2,2 juta orang. Source

2.200.000 dibagi 200.000 = 11 tahun.

Gak percaya? Klik di sini untuk liat waiting list berangkat haji. DKI Jakarta udah sampe 2027. Luar biasa kan.

Nah makanya. Yang penting dalam per-haji-an itu adalah kita dapet nomor porsi dulu.

Nomor porsi adalah no urut antrian yang menentukan tahun berapa kamu pergi haji. (Yang 11 tahun kemudian itu.) Harganya Rp25juta ajah di tahun 2014. Jadi, kalo pingin daftar naik haji, ini tujuan kita yang pertama. Ngumpulin 25 juta rupiah. Makin cepet kamu ngumpulin, makin cepet kamu dapet porsi, makin cepet pula kamu berangkat.

Kedengerannya gede, ya, 25 juta. Gapapa. Makanya yuk direncanain dengan baik. Baca lebih lengkap di postingan selanjutnya ya :)

No comments:

Popular Posts