Thursday, April 28, 2016

Saudara Sepersusuan dalam Islam

Pernah mendonorkan ASI atau menerima donor ASI?

Kalo pernah, kita WAJIB tahu siapa saja yang akan jadi mahram anak kita.

Mahram itu apa, sih? 

Mahram itu artinya orang-orang yang haram dinikahi. Bisa akibat hubungan darah, maupun hubungan sepersusuan. List lengkapnya ada di surat An-Nisa ayat 22-24. (Lebih lengkap soal mahram liat di sinisinisini. Ilmunya lebih banyak dari saya.)

Kebanyakan orang menyangka, mahram dari sepersusuan cuma dua: ibu susu dan saudara susu. Tapi, surprise, surprise. Ternyata gak hanya sesama bayi aja, lho, yang jadi mahram. Hubungan mahram berlanjut ke atas dan ke bawah. Dan ini konsekuensi yang besar. SANGAT besar. Orang-orang ini tidak boleh menikah selama-lamanya dengan anak yang menerima donor ASIP.  (Makanya ini self-note juga buat diri sendiri. Biar jangan asal donor. Atau terima donor ASIP.)

Postingan ini terdiri dari dua bagian.

Bagian 1 ngebahas hubungan mahram yang timbul akibat sepersusuan.

Bagian 2 ngebahas syarat-syarat jadi anak sepersusuan.

Okeh, langsung aja ya.



*** 
BAGIAN 1
HUBUNGAN MAHRAM 
AKIBAT SEPERSUSUAN
***

Selain saudara sesusu dan ibu susu, orang-orang lain yang akan menjadi mahram dengan bayi yang menerima donor ASIP adalah:


1. Suami dari ibu susu.

Jadinya paman.



"Paman" atau ayah susu ini sebenarnya bisa disamakan dengan ayah kandung. Sebab, suami adalah "the owner of the milk".

Maksudnya, ASI sang ibu asalnya dari suaminya juga. Produksi ASI terjadi karena ibu mengandung dan melahirkan bayi. Semua gak akan terjadi kalo gak ada sperma yang membuahi sel telur ibu. Jadi, asal muasalnya tetap dihitung dari sang suami.

Ada hadits yang mengisahkan seorang bapak bernama Aflah. Aflah ini saudara (entah kakak atau adik dari) Abu Al-Qu'ais, suami dari ibu susu Aisyah RA. Dia dateng ke rumah Aisyah, tapi Aisyah gak ngizinin dia masuk. Aisyah juga make kerudung di depan Aflah. Aflah pun heran, ngapain gitu amat, sih? Kan gue om lo. Lo disusuin istri kakak gue, dan dengan susunya kakak (laki-laki) gue. Nabi pun mengiyakan kata-kata Aflah, dan menyuruh Aisyah untuk selalu buka pintu kalo Aflah dateng, dan gak perlu pake kerudung.

Narrated Aisha: Aflah asked the permission to visit me but I did not allow him. He said, "Do you veil yourself before me although I am your uncle?" `Aisha said, "How is that?" Aflah replied, "You were suckled by my brother's wife with my brother's milk." I asked Allah's Messenger (ﷺ) about it, and he said, "Aflah is right, so permit him to visit you."
Reference : Sahih al-Bukhari 2644

In-book reference : Book 52, Hadith 8

USC-MSA web (English) reference : Vol. 3, Book 48, Hadith 812

Narrated `Aisha: Aflah, the brother of Abu Al-Qu'ais, asked my permission to enter after the verses of Al-Hijab (veiling the ladies) was revealed, and I said, "By Allah, I will not admit him unless I take permission of Allah's Apostle for it was not the brother of Al-Qu'ais who had suckled me, but it was the wife of Al-Qu'ais, who had suckled me." Then Allah's Messenger (ﷺ) entered upon me, and I said, "O Allah's Messenger (ﷺ)! The man has not nursed me but his wife has nursed me." He said, "Admit him because he is your uncle (not from blood relation, but because you have been nursed by his wife), Taribat Yaminuki." `Urwa said, "Because of this reason, ' Aisha used to say: Foster suckling relations render all those things (marriages etc.) illegal which are illegal because of the corresponding blood relations." (See Hadith No. 36, Vol. 7)
Reference : Sahih al-Bukhari 6156

In-book reference : Book 78, Hadith 182

USC-MSA web (English) reference : Vol. 8, Book 73, Hadith 177


Kakak atau adiknya ayah susu aja bisa jadi paman beneran. Gimana ayah susunya himself, ya kan?!

Jadi, anak penerima donor ASIP itu bisa disamakan dengan anak kandung ayah susu dan ibu susunya.

Jeng-jeeeng. Gak nyangka, kan? Hehe..

Okeh. Hadits di atas sekaligus ngejelasin mahram kedua:



2. Saudara laki-laki dari suaminya ibu susu.

Jadinya paman juga.

Udah jelas ya dari hadits tadi. Bukan hanya ayah susu sendirian yang jadi mahram. Tapi juga kakak dan adiknya.

Surprise, ya. Sama. Saya juga baru tau, kok  :)



Paman-paman ini gak boleh dinikahi selamanya. Ever.

Kalo anak penerima donornya laki-laki, yang jadi mahram adalah saudara perempuan ayah susunya (tante). Ya pokoknya tinggal dibalik aja lah.

Eh, jangan bilang gak mungkin dulu. Umurnya kejauhan? Emang kamu pikir berapa beda umur Hugh Hefner ama bininyeh? Hugh 90, Crystal Harris 29. Beda 61 tahun, okeh? Okeh? Good.

Daaan. Gak berhenti sampe sini.

Kalo ngacu bahwa hubungan mahram itu sama seperti hubungan darah, maka

Ayah-ibunya si ayah susu dan ibu susu, alias kakek-nenek susu, udah jadi mahram juga dan gak boleh dinikahi :)  Inget Hugh Hefner baik-baik. Ga ada yang gak mungkin  :)

Ali (bin Abi Talib) narrated that The Messenger of Allah said:“Indeed Allah has made unlawful through suckling whatever He made unlawful through lineage.
Grade : Sahih (Darussalam)

Reference : Jami` at-Tirmidhi 1146

In-book reference : Book 12, Hadith 1

English translation : Vol. 1, Book 7, Hadith 1146

Aishah narrated that the Messenger of Allah said:“Indeed Allah has made unlawful through suckling whatever He made unlawful through birth.
Grade : Sahih (Darussalam)

Reference : Jami` at-Tirmidhi 1147

In-book reference : Book 12, Hadith 2

English translation : Vol. 1, Book 7, Hadith 1147

Yahya related to me from Malik from Abdullah ibn Dinar from Sulayman ibn Yasar and from Urwa ibn az-Zubayr from A'isha umm al- muminin, that the Messenger of Allah, may Allah bless him and grant him peace, said, " What is haram by birth is haram by suckling."
Muwatta Malik » Book of Suckling

USC-MSA web (English) reference  : Book 30, Hadith 15

Arabic reference  : Book 30, Hadith 1290



3. Anak dari saudara sepersusuan.

Jadinya keponakan.

Ini juga gak boleh dinikahi. Ever. Jangan bilang gak mungkin lagi, ya  xD





Pernah Nabi diminta menikahi seorang perempuan. Anaknya Hamzah. Tapi Nabi nolak. Soalnya, Nabi saudara sesusu sama Hamzah, dari ibu susu Thuwaiba. (Belom pernah denger Thuwaiba? Tenang, ada ceritanya di bagian akhir :D)

Banyak banget hadits-nya. Ini sedikit aja.

Narrated Ibn `Abbas:The Prophet (ﷺ) said about Hamza's daughter, "I am not legally permitted to marry her, as foster relations are treated like blood relations (in marital affairs). She is the daughter of my foster brother."
Reference   : Sahih al-Bukhari 2645

In-book reference   : Book 52, Hadith 9 

USC-MSA web (English) reference   : Vol. 3, Book 48, Hadith 813

Narrated Um Habiba:I said, "O Allah's Messenger (ﷺ)! Do you like to have (my sister) the daughter of Abu Sufyan?" The Prophet (ﷺ) said, "What shall I do (with her)?" I said, "Marry her." He said, "Do you like that?" I said, "(Yes), for even now I am not your only wife, so I like that my sister should share you with me." He said, "She is not lawful for me (to marry)." I said, "We have heard that you want to marry." He said, "The daughter of Um Salama?" I said, "Yes." He said, "Even if she were not my stepdaughter, she should be unlawful for me to marry, for Thuwaiba suckled me and her father (Abu Salama). So you should neither present your daughters, nor your sisters, to me."
Reference   : Sahih al-Bukhari 5106

In-book reference   : Book 67, Hadith 44

USC-MSA web (English) reference   : Vol. 7, Book 62, Hadith 42

Umm Habiba, the daughter of Abu Sufyan, reported:The Messenger of Allah (ﷺ) came to me and I said to him: Have you any inclination towards my the daughter of Abu Sufyan? He (the Holy Prophet) said: Then what should I do? I said: Marry her. He said: Do you like that? I said: I am not the exclusive (wife) of yours; I, therefore, wish to join my sister in good. He, said: She is not lawful for me. I said: I have been informed that you have given the proposal of marriage to Durrah daughter of Abu Salama He raid: You mean the daughter of Umm Salama? I said: Yes. He said: Even if she had not been my step-daughter brought up under my guardianship, she would not have been lawful for me, for she is the daughter of my foster-brother (Hamza), for Thuwaiba had suckled me and her father. So do not give me the proposal of the marriage of your daughters and sisters.
Reference   : Sahih Muslim 1449 a

In-book reference   : Book 17, Hadith 19

USC-MSA web (English) reference   : Book 8, Hadith 3412

It was narrated from Ibn 'Abbas:that the Messenger of was offered the daughter of Hamzah bin 'AbdulMuttalib in marriage, and he said: “She is the daughter of my brother through breastfeeding, and breastfeeding makes unlawful (for marriage) the same things that blood ties make unlawful.”
Grade  : Sahih (Darussalam) 

Reference : Ibnu Majah

English reference   : Vol. 3, Book 9, Hadith 1938

Arabic reference   : Book 9, Hadith 2013





4. Anak yang disusui dua ibu berbeda, tapi satu suami.

Otomatis jadi saudara sepersusuan. Sama kayak saudara kandung.

Nyusuin anak orang lain pun juga sama. Semua jadi saudara susu.

Kenapa? Karena itu tadi. Sperma asal-nya sama. Suaminya kan sama.

Nih contoh hadits-nya.

Yahya related to me from Malik from Ibn Shihab from Amr ibn ash- Sharid that Abdullah ibn Abbas was asked whether, if a man had two wives, and one of them nursed a slave-boy, and the other had nursed a slave-girl, could the slave-boy marry the slave-girl. He said, "No. The husband is the same."
Reference : Muwatta Malik, Book of Suckling

USC-MSA web (English) reference  : Book 30, Hadith 5

Arabic reference  : Book 30, Hadith 1279


Amr bin Ash-Shariq narrated that Ibn Abbas was asked about the case in which a man had two slave girls, one of them suckled a girl and the other suckled a boy, is it lawful for the boy to marry the girl? She said:No, the semen is the same.
Grade : Da’if (Darussalam)

Reference : Jami` at-Tirmidhi 1149

In-book reference : Book 12, Hadith 4

English translation : Vol. 1, Book 7, Hadith 1149







Gila ya ini konsekuensi gede banget. Jadi saudara semua!!!


Sekarang coba kita liat situasi kalo kamu menerima donor ASIP. Dari 6 ibu donor, misalnya.


Nampak gak berbahaya, ya.

Tapi itu *baru nampaknya*.

Kenyataannya, anak kamu punya banyak mahram.

Banyak banget.



Yes, anak kamu di tengah-tengah yang kecil warna kuning itu. Mahram anak kamu adalah:

  • saudara sesusu (anak dari ayah & ibu susu)
  • ayah susu dan ibu susu
  • kakak & adik dari ayah susu (paman dan bibi, atau om dan tante)
  • ayah & ibu dari ayah susu dan ibu susu (kakak-nenek susu)
  • anak dari saudara sesusu (keponakan)

Dari masing-masing ibu.

Itung sendiri, deh, ya :)

Jadi, kalo kamu pernah atau berniat jadi donor ASIP, atau anak kamu pernah menerima donor ASIP, kamu WAJIB memasukkan hal ini dalam pertimbangan utama. Orang-orang yang terhubung ini udah jadi MAHRAM dan HARAM DINIKAHI.

Siapkan buku khusus dan catat dengan baik siapa saja bayi-bayi penerima donor ASIP kamu, atau ibu-ibu donor yang pernah memberikan ASIP kepada anak kamu.

Hubungi mereka satu per satu. Minta silsilah keluarga masing-masing dengan cara yang baik, akrab, dan kekeluargaan. Insyaallah mereka pun welcome, kok :) Jaga hubungan silaturahmi dan jelaskan pada anak bahwa mereka semua adalah mahram (saudara).

Kalo udah gak memungkinkan untuk melacak satu per satu, ya udah. Berdoa sama Allah biar diarahkan ke jodoh yang bukan mahram sepersusuan, dan tentunya yang baik dunia akhirat. Amin :)



TANYA:

Kalau saya punya anak perempuan (A), dan kemudian saya mendonorkan asi kepada seorang anak perempuan lainnya (B), secara otomatis A dan B akan menjadi saudara sepersusuan. Apabila B punya saudara kandung laki-laki (C), apakah anak saya (A) haram menikah dengan C?
Twindya Finvasiena


JAWAB:

Kayak gini enaknya bikin gambar lagi nih.

-  A anak pendonor. Dalam tubuh A ada ASI dari "Ayah A".

-  B anak "Ayah B". B penerima ASIP donor dari "Ibu A" (yg asal ASI-nya dari "Ayah A"). Berarti, ada essence "Ayah A" dalam tubuh B. Oleh sebab itu, A dan B jadi saudara sepersusuan.

-  C anak "Ayah B". C tidak menerima donor dari "Ibu A" (dan "Ayah A"). Jadi, tidak ada essence "Ayah A" dalam tubuh C. Maka, A dan C bukan saudara sepersusuan. Mereka boleh menikah.





Jadi, udah paham kan ya.

Anak dari ibu pendonor ASIP (A) tetap BUKAN MAHRAM dengan saudara kandung dari anak penerima ASIP yang jadi saudara susunya (C).

Tapi, saudara sesusu yang menerima ASIP (B) akan menjadi mahram dengan semua anak dari ayah susunya. Selain itu, B juga mahram dengan anak-anak dari semua anak ayah susunya. ayah susunya, saudara kandung ayah susunya, orangtua bapak susunya.

Ini enaknya digambarin gedenya lagi, nih.






Intinya, sih, B (penerima donor ASIP) udah mahram sama anggota keluarga ayah susunya. Yang dimerah-merahin itu. Mereka ini adalah:
- semua anak dari ayah susunya
- anak dari semua anak ayah susunya (yang bayi2)
- saudara kandung ayah susunya
- bapak dari ayah susunya

Selain itu, semuanya boleh.

C dan D, kalau mau nikah sama A atau F, itu boleh. (Dengan catatan, C dan D tidak menerima ASIP dari Ibu A).

Jadi, gak usah takut donor-donor lagi, ya  :)

Digambar aja biar gampang pisah-pisahinnya.  :)



Eh tunggu. Masih ada pertanyaan lagi. Ini sekilas mirip banget sama yang tadi. Tapi hasilnya beda jauh.

TANYA:

Kalau saya punya anak laki-laki (A), dan kemudian saya mendonorkan asi kepada seorang anak laki-laki lainnya (B), secara otomatis A dan B akan menjadi saudara sepersusuan. Apabila anak saya (A) punya saudara kandung perempuan (C), apakah C haram menikah dengan B?
Anonymous


JAWAB:

Lagi-lagi, solusinya adalah PAKE GAMBAR.



Anak perempuan kamu (C) haram menikah dengan B. Sebab, B sudah jadi saudara susu bagi semua anak-anak kamu.

Tapiii, kalo misalnya nih. Misal. Si B punya saudara kandung yang TIDAK menerima ASIP dari kamu (D), dia boleh menikah dengan anak-anak kamu.



See, simpel kan sebenernya :D

Pokoknya, ingat: GAMBAR DULU :)

Oia. Kalo gambar ini agak 'beda' sama yang udah-udah, dimaapin aja yak. Saya lagi gak pegang laptop. Ini doodling dari hape, hihi.



Yay. Terima kasih udah baca Bagian 1. Lanjut yok.


!!! PENTING !!!

Tulisan ini tidak dimaksudkan untuk menghalangi donor ASIP. Banyak banget bayi-bayi yang butuh donor ASI, dan ASI sangat sangat penting untuk pertumbuhan bayi. 

Semangat tulisan ini adalah supaya kita memperhatikan benar-benar hubungan-hubungan mahram yang tercipta dari sepersusuan, serta silsilah keluarga kita dan keluarga penerima/pemberi donor ASIP.  Sebagaimana Nabi.

Jangan takut mendonorkan ASIP. Inget, Nabi aja punya DUA IBU SUSU. Dan anaknya Nabi DITITIPIN DI IBU SUSU. 






***
BAGIAN 2
SYARAT SAUDARA SEPERSUSUAN
***



SAUDARA SEPERSUSUAN ITU HANYA JIKA:

1. Bayi masih dalam masa menyusui (kurang dari 2 tahun).

Narrated Aisha:Once the Prophet (ﷺ) came to me while a man was in my house. He said, "O `Aisha! Who is this (man)?" I replied, "My foster brothers" He said, "O `Aisha! Be sure about your foster brothers, as fostership is only valid if it takes place in the suckling period (before two years of age).
Reference : Sahih al-Bukhari 2647

In-book reference  : Book 52, Hadith 11

Yahya related to me from Malik from Nafi that Abdullah ibn Umar said, "There is no kinship by suckling except for a person who is nursed when he is small. There is no kinship by suckling over the age of two years."
Reference: Muwatta Malik, Book of Suckling

USC-MSA web (English) reference  : Book 30, Hadith 6

Arabic reference  : Book 30, Hadith 1280

Umm Salamah narrated that The Messenger of Allah said:No prohibition results from suckling except for what penetrates the intestines while on the breast before weaning.”
Grade : Sahih (Darussalam)

Reference  : Jami` at-Tirmidhi 1152

In-book reference  : Book 12, Hadith 7

Jadi, kalo yang nyusu usianya lebih dari dua tahun, ya gak jadi saudara sepersusuan. 



2. ASI mengenyangkan bayi.


'A'isha (Allah be pleased with her) reported:Allah's Messenger (ﷺ) visited me when a man was sitting near me, and he seemed to disapprove of that. And I saw signs of anger on his face and I said: Messenger of Allah, he is my brother by forsterage, whereupon he said: Consider who your brothers are because of fosterage since fosterage is through hunger (i. e. in infancy).
Reference  : Sahih Muslim 1455 a

In-book reference  : Book 17, Hadith 39

USC-MSA web (English) reference  : Book 8, Hadith 3430

A’ishah said the Apostle of Allaah(ﷺ) visited her when a man was with her. The narrator Hafs said “this grieved him and he frowned”. The agreed version then goes, She said “He is my foster brother Apostle of Allaah(ﷺ)”. He said “Consider, who are you brethren, for fosterage is consequent on hunger.”
Grade : Sahih (Al-Albani)   

Reference : Sunan Abi Dawud 2058

In-book reference : Book 12, Hadith 13

English translation : Book 11, Hadith 2053

Umm Salamah narrated that The Messenger of Allah said:“No prohibition results from suckling except for what penetrates the intestines while on the breast before weaning.”
Grade : Sahih (Darussalam)

Reference : Jami` at-Tirmidhi 1152

In-book reference : Book 12, Hadith 7

English translation : Vol. 1, Book 7, Hadith 1152



Ciri-ciri bayi kenyang menyusu; para ibu biasanya udah hafal.
Di akhir waktu menyusui, Ibu bisa mengenali tanda-tanda bayi kenyang menyusu dan tak lagi merasa lapar, seperti:
  • Jemari bayi terbuka dan rileks
  • Badan bayi rileks dan santai
  • Mungkin ada cegukan, tapi bayi tenang dan rileks
  • Bayi tertidur
  • Mungkin ada gumoh (ASI keluar dari mulut)
  • Bayi nampak tenang dan damai


3.  Minimal 5 hisapan.

'A'isha (Allah be pleased with, her) reported that it had been revealed in the Holy Qur'an that ten clear sucklings make the marriage unlawful, then it was abrogated (and substituted) by five sucklings and Allah's Apostle (ﷺ) died and it was before that time (found) in the Holy Qur'an (and recited by the Muslims).
Reference  : Sahih Muslim 1452 a

In-book reference  : Book 17, Hadith 30

USC-MSA web (English) reference  : Book 8, Hadith 3421


'Amra reported that she heard 'A'isha (Allah he pleased with her) discussing fosterage which (makes marriage) unlawful; and she ('A'isha) said:There was revealed in the Holy Qur'an ten clear sucklings, and then five clear (sucklings).
Reference  : Sahih Muslim 1452 b

In-book reference  : Book 17, Hadith 31

USC-MSA web (English) reference  : Book 8, Hadith 3422



Kalo cuma sekali-dua hisapan gak jadi saudara. Banyak hadits yang mencatat ini.

'A'isha (Allah be pleased with her), Suwaid and Zubair reported Allah's Apostle (ﷺ) as saying: One suckling or two do not make (marriage) unlawful.
Reference : Sahih Muslim 1450

In-book reference : Book 17, Hadith 23

USC-MSA web (English) reference : Book 8, Hadith 3414


Umm al-Fadl reported:A bedouin came to Allah's Apostle (ﷺ) when he was in my house and said: Allah's Apostle, I have had a wife and I married another besides her, and my first wife claimed that she had suckled once or twice my newly married wife, thereupon Allah's Apostle (ﷺ) said: One suckling or two do not make the (marriage) unlawful.
Reference : Sahih Muslim 1451 a

In-book reference : Book 17, Hadith 24

USC-MSA web (English) reference : Book 8, Hadith 3415


Umm Fadl (Allah be pleased with her) reported that a person from Banu 'Amir b. Sa'sa said:Allah's Apostle, does one suckling make the (marriage) unlawful? He said: No.
Reference  : Sahih Muslim 1451 b

In-book reference  : Book 17, Hadith 25

USC-MSA web (English) reference  : Book 8, Hadith 3416


Umm Fadl (Allah be pleased with her) reported that Allah's Apostle (ﷺ) said: Being suckled once or twice, or one suckling or two, do not make marriage unlawful.
Reference  : Sahih Muslim 1451 c

In-book reference  : Book 17, Hadith 26

USC-MSA web (English) reference  : Book 8, Hadith 3417



4. ASI sampai ke usus bayi.

Cara ngukurnya gimana? Ya kali deh mesti pake endoskopi perut -__-

Rasanya ini maksudnya sama dengan mengenyangkan, ya. Sampe ke perut, gitu.

Umm Salamah narrated that The Messenger of Allah said:“No prohibition results from suckling except for what penetrates the intestines while on the breast before weaning.”
Grade : Sahih (Darussalam)

Reference : Jami` at-Tirmidhi 1152

In-book reference : Book 12, Hadith 7

English translation : Vol. 1, Book 7, Hadith 1152



5. ASI adalah satu-satunya sumber makanan bagi si bayi.

Ini pun rasanya maksudnya sama dengan poin 1 tadi. Yaitu bayi yang belom disapih makan apa-apa, yang di bawah dua tahun.

Narrated `Aisha:that the Prophet (صلى الله عليه وسلم) entered upon her while a man was sitting with her. Signs of answer seemed to appear on his face as if he disliked that. She said, "Here is my (foster) brother." He said, "Be sure as to who is your foster brother, for foster suckling relationship is established only when milk is the only food of the child."
Reference : Sahih al-Bukhari 5102

In-book reference : Book 67, Hadith 40

USC-MSA web (English) reference : Vol. 7, Book 62, Hadith 39



6. ASI menumbuhkan rasa sayang dan menumbuhkan badan bayi (jadi tulang dan daging bayi).

Keliatan kalo bayi tumbuh besar karena ASI-nya. Yang ini sih susah standar pengukurannya, ya. InsyaAllah sih bayinya gede-gede aja, kok.

‘Abd Allaah bin Mas’ud said “Fosterage is not valid except by what strengthens love and grows flesh ” Abu Musa said “Do not ask us so long as this learned man is among us”
Grade : Sahih (Al-Albani)

Reference : Sunan Abi Dawud 2059

In-book reference : Book 12, Hadith 14

English translation : Book 11, Hadith 2054

The aforesaid tradition has also been narrated by Ibn Mas’ud through a different chain of narrators and to the same effect from the Prophet (صلى الله عليه وسلم). This version has the words anshaz al-‘azma meaning which nourishes bones and makes them sturdy and vigorous.
Grade : Da'if (Al-Albani)

Reference : Sunan Abi Dawud 2060

In-book reference : Book 12, Hadith 15

English translation : Book 11, Hadith 2055



Intinya yang saya tangkep, sih, kalo dari pengulangan dan penekanannya, yang jadi saudara sesusu itu adalah bayi yang disusui/minum ASIP berusia di bawah dua tahun, minimal lima kali nyot-nyot glek-glek, dan ASI-nya mengenyangkan.


Prinsipnya: "2-5-KENYANG"




Sementara itu, yang NGGAK bikin jadi saudara:

Ya simpel aja. Yaitu yang gak memenuhi kriteria di atas.

Misal, bayi yang disusui umurnya lebih dari 2 tahun.

Atau, cuma sekali-dua hisapan aja. Gak sampe kenyang. Itu juga gak jadi saudara.

Untuk lebih jelasnya, silakan donlot dan baca-baca kumpulan hadits yang saya bikin di bawah ini. Gratis. Gak bayar. Gak pake copyright. Silakan pake sesuka-sukanya. Mau diapain juga boleh. Terbitin buku pake bahan itu juga silakan.




Oya, disclaimer dikit. Saya bukan ahli agama. Simply saya cuma search hadits berdasarkan keyword menyusui. Hasilnya ditaruh di sini, supaya bisa sama-sama tau.

Daripada ngira-ngira sendiri. Daripada bikin teori sendiri. Daripada gak terjawab. Kalo ada yang gak jelas, kenapa gak di-trace aja hadis-hadis terkait topik itu. Eh ternyata ada :D Untung Nabi detil banget ya sampe permasalahan itu dibahas juga :)

Muslim, Tirmizi dan Malik bahkan punya satu chapter sendiri yang khusus membahas ASI dan menyusui. Muslim di Bab 17, Tirmizi di Bab 12, dan Malik di Bab 30. Kalo Bukhari biasanya digabung sama bab Pernikahan di Bab 67, atau Saksi-Saksi di Bab 52.

Saya gak bicara sanad, matan, tashih, tashrif, sama sekali nggak. Saya gak ahli di bidang itu. Makanya pencarian dibatasi di kitab yang udah jelas, dan kalopun gak sahih, lemah, atau apa, pasti ditulis sama mereka.

Jadi, sekali lagi, simply saya cuma cari, dan paparkan.

Sumbernya adalah Bukhari, Muslim, Malik, Nasa'i, Abu Dawud, Tirmizi, Ibnu Majah, dan Muwatta Malik. Semua dari sunnah.com

Keyword yang saya gunakan adalah "breastfeed", "breastfeeding", "breastfed", "breastmilk", "milk", "nursing", "nurses", "suckle", "suckling", dan "foster".

Gapapa ya pake bahasa Inggris. maklum saya ga bisa Arab :)  Semoga intinya tetap sama  :)

Yang punya Bapak, Om, Kakak, Guru, siapa pun yang lebih ngerti ilmu hadits, please please pleeease banget minta tolong review dan koreksi kalo ada yang salah.

Berhubung saya juga masih belajar, saya nerima banget kalo ada yang mau sharing ilmu yg lebih luas tentang ini. Semangat nih soal per-ASI-an :D

Makasih ya udah baca sampe akhir. Semoga bermanfaat :)



*

*



*** 

BONUS CERITA 

***

Saudara sepersusuan udah ada sejak jaman dahulu. Kalo gak salah, jaman Nabi Musa pun udah ada.

Inget kan kisah Nabi Musa? Pas bayi, Nabi Musa disediakan beberapa ibu susu oleh istri Firaun. Tapi Nabi Musa baby gak mau. Akhirnya, saat Miriam, aka kakak Nabi Musa sendiri, menawarkan jasa ibunya (yang berarti ya ibu kandung Nabi Musa sendiri) untuk jadi ibu susu, baru deh Nabi Musa baby mau menyusu :D

Aaah saya selalu nangis kejer kalo baca kisah ini  :')  Emang jadi Nabi ujiannya gak maen-maen.... Ga cuma kerja dan nembus kemacetan Jakarta doang....

Jaman bini-bini kite muda dulu juga udah ada ye. /
Iyeh. /
Deuh, bapak-bapak arisan, ribut aja deh di kuil. Ibadah yang khusyu' dong woi.

Nabi Muhammad sendiri, sesuai kebiasaan bangsa Arab, sejak bayi dititipkan ke ibu susu. Pasti udah pada tau dong Halimah Sa'diyah. Beliau Ibu susunya Nabi.

Selain Halimah, ada juga Thuwaiba. Thuwaiba ini abdinya Abu Lahab yang udah dimerdekakan, saking senengnya Abu Lahab pas Thuwaiba bawa kabar kalo ponakannya (Nabi Muhammad) udah lahir. (Yes, Abu Lahab yang ada suratnya di Al Quran itu. Pamannya Nabi himself.)

Bahkan, anaknya Nabi sendiri (Ibrahim) juga dititipin ke ibu susu, lho :D  Liat hadits 123.  FYI Ibrahim ini meninggal waktu bayi.

Dikisahkan, kalo saudara-saudara susu (anak kandung Ibu Halimah Sa'diyah) dateng ke rumah Nabi, Nabi menyambut dengan sangaaaat hangat. Nabi bentangin tangannya lebar-lebar, dan memuliakaaan banget. Nabi gelarin alas, Nabi tanyain gimana kabar Ibu susunya (Halimah) dan minta maaf belum sempet main ke sana, Nabi.... Aah, terharu deh :')  Ya secara Nabi yatim piatu dari kecil dan gak punya kakak-adik kandung  :')

Hiks.. haru bayanginnya :'D

Coba aja baca-baca hadis INI dan INI kalo pengen tau gambarannya :D  Terharu yak.. Nabi emang adab dan akhlaknya cakep banget :')

Jadi kangen, deh, sama Nabi :')

Bi... Nanti di akhirat insyaAllah boleh ketemu, ya... :')









50 comments:

yudhi puspa tia said...

subhanallah.. keren banget penjelasannya mbak widya, dan mencerahkan :)

makasih banyak udah nulis tentang ini

Unknown said...
This comment has been removed by the author.
Shanti S. Prawitasari said...

Artikel yg cukup membuka pikiran n well written.

Cuma mungkin kesimpulannya ada yg kurang, kl mengutip dr no. 5 bagian yg ke2:

"5. ASI adalah satu-satunya sumber makanan bagi si bayi.

Ini pun rasanya maksudnya sama dengan poin 1 tadi. Yaitu bayi yang belom disapih makan apa-apa"

dan di bagian akhir kutipan hadist-nya:
"... He said, "Be sure as to who is your foster brother, for foster suckling relationship is established only when milk is the only food of the child."

Mengingat bayi sekarang di Indonesia pada umumnya direkomendasi untuk minum full ASI hanya sampai usia 6 bulan (di negara lain bahkan ada yg usia 4 bln sudah bisa dikasih puree buah), jadi kalau dibilang di artikel di point 5 tersebut kalau bayi yg full ASI sampai 2 tahun berarti salah dan perlu dikoreksi.

Kalau melihat dr hadistnya, berarti kl bayi tersebut masih usia 4 bln dan sudah makan puree buah dan minum ASI donor, berarti jadi ga Mahram..

Shanti S. Prawitasari said...

dan menarik pula penggunaan kata "suckle" yg digunakan dalam terjemahan hadist tersebut.

Kalau menurut definisi resminya "suckle" itu memberi susu kepada bayi dari payudara.

Simple Definition of suckle
: to give (a baby or young animal) milk from a breast or from an udder
(http://www.merriam-webster.com/dictionary/suckle)

Jadi kalau seorang bayi meminum donor ASI dalam bentuk botol, apakah masih termasuk dlm definisi yang dimahramkan dalam hadist tersebut?

Adhe Prasasti said...

Waahh makasih tulisannya mba.. Kebetulan saya pernah mendonorkan asi sama anak sepupu.. Tapi tidak langsung dari payudara tapi dari stock asi yg saya punya..apa hukumnya sama ..

Adhe Prasasti said...

Waahh makasih tulisannya mba.. Kebetulan saya pernah mendonorkan asi sama anak sepupu.. Tapi tidak langsung dari payudara tapi dari stock asi yg saya punya..apa hukumnya sama ..

Mahadewi Sugiastuti Shaleh said...

Thanks ilmunya, sangat bermanfaat untuk saya yang sedang mengandung ini. Barakallah

E. Novia said...

Tfs, Mbak.

Saya Waktu anak kedua sempet mau donor ASI tapi ada beberapa temen yg saranin Utk ga donor.
Karena ragu, Jadina batal donor. Kalau sekarang mah sudah mantap ga donor, khawatir ga Bisa runut silsilah keluarga. ;)

nanik said...

Donor ASI memang diutamakan utk yg benar2 membutuhkan ya, misal si ibu sudah meninggal atau si ibu dlm keadaan sakit parah shg tdk bisa memberikan ASI utk bayinya. Dan sebagaimana aturan hukum sepersusuan yg saya pahami sama seperti yg ditulis mbak widyawuri di atas sebaiknya tdk menimbulkan ketakutan utk mendonorkan ASI kita utk menolong orang lain. Lihat dari sudut pandang lain. Menolong bayi2 malang tsb dan menambah tali silaturahim.

maysara zatunnur said...

Sama saja,karena yg ASIP juga asalnya dari asi yang diperah dari payudara ibu,titik beratnya itu pada ASI dan sumbernya,bukan bagaimana cara memberikan pada bayi,zaman dahulu belum ada susu ibu perah,bayi menyusu berarti ya pada umumnya menyusu seperti apa,tidak menggunakan dot,sendok atau gelas. ✌

Twindya Finvasiena said...

TFS mba, artikelnya bermanfaat sekali. Kalau dari penjelasan mbak di atas, yang jadi mahram berlanjut ke atas dan ke bawah insyaAllah saya pahami. Namun ada yang saya masih kurang jelas dan ingin saya tanyakan, Mbak.

Kalau saya punya anak perempuan (A), dan kemudian saya mendonorkan asi kepada seorang anak perempuan lainnya (B), secara otomatis A dan B akan menjadi saudara sepersusuan. Apabila B punya saudara kandung laki-laki (C), apakah anak saya (A) haram menikah dengan C? Mohon pencerahannya, Mbak. Terima kasih sebelumnya :)

Widya said...

Mbak Yudhi Puspa Tia
Alhamdulillah semoga bermanfaat ya Mbak :)

Mbak Shanti S. Prawitasari
iya Mbak, ini juga yang muncul di pikiran saya. Cuman gini. Mengambil kesimpulan, apalagi hukum, gak bisa cuma ngeliat satu hadits doang. (1) Mesti diliat hadits-hadits atau ayat Quran lain yang terkait isu tsb. (2) Diliat diliat sanad (chain of narrators)-nya. Bisa dipercaya gak orang-orangnya. (3) Liat konteks gimana mereka hidup di saat itu. (4) Liat bahasa aslinya (Arab).

Saya emang nemu 3 hadits lain yang jelas menyebutkan angkanya, yaitu dua tahun. Liat di file listing hadits yg saya bikin deh. Kelemahan saya memang bukan ahli hadits dan gak ngerti Arab, dan belom tau juga kalo mau akses buku-buku itu di mana (selain di pesantren). Jadi, mending berjaga-jaga aja. Kalo udah dibilang 2 tahun, ya udah nurut aja. Quran kan juga udah bilang kalo persusuan yang sempurna itu hingga 2 tahun. Saya sih nangkepnya, kalo Quran udah bilang gitu, ya berarti Allah tau kalo sampe 2 tahun ASI masih berperan dlm pembentukan badan manusia. Berarti masih bisa jadi darah daging, dong. Ya udah kita nurut aja. Ambil yang maksimal aja buat jaga-jaga. Daripada bikin teori sendiri. Ga beraniii… takut salah >.<

Tentang kata “suckle”, nah ini emang perlu kita liat lagi dari bahasa aslinya. Lagi-lagi, saya gak ahli dalam hal itu. Yang saya tau, bahasa Arab sangat-sangat detil baik dari intensitas rasa, ketelitian, kepemilikan, dll. Memang ada yg berpendapat itu harus menyusu langsung. Tapi saya sependapat dgn Mbak Maysara Zatunnur yg komen di bawah, bahwa esensinya adalah si bayi meminum ASI, yang merupakan makanannya dan bisa membuatnya tumbuh besar (sbgmn ada di hadits lainnya), yang sumber asal-muasalnya dari suami si ibu susu. Jaman dulu kan gak ada breastpump. Ga ada kulkas. Ga ada botol ASIP :p Mungkin kalo jaman dulu udah ada, Nabi bakal bilang sama :D *mungkiiiin*

Lagian menyusu langsung, bisa aja bayinya cuman mentil doang (=ngedot puting padahal ASI juga udah gak keluar) :D


Mbak E. Novia
Makasih Mbak. Donor gpp, Mbak. Praktik ibu susu dilakukan juga sama Nabi, kok. Bahkan Nabi punya dua ibu susu. Anak Nabi yg namanya Ibrahim pun punya ibu susu. Yang penting silsilah keluarganya harus tau, Mbak :D

Mbak Nanik
Iya Mbak, wah iya jadi berpotensi menimbulkan ketakutan utk mendonor ya. Ya deh nanti coba saya update ya isi postingannya. Saya pun 100% dukung ASI. Gak mau menghalang2i donor ASI. Kan praktik ibu susu dilakukan juga sama Nabi, kok. Nabi aja nitipin anaknya (Ibrahim) di ibu susu. Yang penting, silsilah keluarga-nya aja yang harus tau dan dijaga :) Makasih ya Mbak.

Mbak Maysara Zatunnur,
Sepakat Mbak :)

Widya said...

Mbak Twindya Finvasiena,

A boleh menikah dengan C :)

Aku coba jelasin ya.

- A anak pendonor. Dalam tubuh A ada ASI dari "Ayah A".
- B anak "Ayah B". B penerima ASIP donor dari "Ibu A" (yg asal ASI-nya dari "Ayah A"). Berarti, ada essence "Ayah A" dalam tubuh B. Oleh sebab itu, A dan B jadi saudara sepersusuan.
- C anak "Ayah B". C tidak menerima donor dari "Ibu A" (dan "Ayah A"). Jadi, tidak ada essence "Ayah A" dalam tubuh C. Maka, A dan C bukan saudara sepersusuan.

Kayak gini enak pake gambar, Mbak.

Bentar yah :)

Widya said...

Mbak Twindya
Pertanyaan Mbak udah aku tambahin gambar. Silakan liat di bodi postingan, ya Mbak. Di akhir Bagian 1 :D

Titiw said...

Subhanallah. Mencerahkan sekali mbak widya. Saya jadi yakin untuk punya anak 1 lagi cewek. Doakan ya mbak. *digampar widy*

Widya said...

Mbak Titiw

Alhamdulillah, semoga bermanfaat Mbak Tiw dan Mas Raseham. Ini doanya kalo nanti kesundulan... eh... maksudnya punya anak lagi.

Etapi sekarang juga boleh ding.

"Ya Tuhanku, berilah aku dari sisi Engkau seorang anak yang baik. Sesungguhnya Engkau Maha Pendengar doa".
-- Ali Imran ayat 38

"Ya Tuhan kami, jadikanlah kami berdua orang yang tunduk patuh kepada Engkau dan (jadikanlah) diantara anak cucu kami umat yang tunduk patuh kepada Engkau dan tunjukkanlah kepada kami cara-cara dan tempat-tempat ibadat haji kami, dan terimalah taubat kami. Sesungguhnya Engkaulah Yang Maha Penerima taubat lagi Maha Penyayang."
-- Al Baqarah ayat 128

"Ya Tuhanku, jadikanlah aku dan anak cucuku orang-orang yang tetap mendirikan shalat, ya Tuhan kami, perkenankanlah doaku."
-- Ibrahim ayat 40

Aamiiin.

Arlen Yontadara said...

waaa artikel yg bermanfaat...
ada satu pertanyaan yg ngeganjel nih (biar pham bner). misal, Ibu A mendonorkan asinya ke 2 atau lebih bayi. misal ke bayi B, C, D. apakah BCD beserta keluarganya saling menjadi mahram?

Arlen Yontadara said...

waaa artikel yg bermanfaat...
ada satu pertanyaan yg ngeganjel nih (biar pham bner). misal, Ibu A mendonorkan asinya ke 2 atau lebih bayi. misal ke bayi B, C, D. apakah BCD beserta keluarganya saling menjadi mahram?

Mita Andriani said...

Ada endingnya juga yang masih termasuk bukan mahram
Tapi nanti kalau anak besar trus lupa n gatau anak itu besar dari hasil ASIP kita gimana ?

Anonymous said...

Kalo dari tulisan di atas yg sy tangkap sih antara BCD akan menjadi mahram tetapi utk keluarganya tdk. Tetapi BCD akan menjadi mahram keluarga A yg mendonorkan asinya (anak2 dr ibu A/ank2 yg se ayah dgn saudara sepersusuan, saudara dr ayah sepersusuan, org tua dr ayah sepersusuan, cucu dr ayah sepersusuan)

Mita Wulandari said...

Kl saudara2 (kakak dan adik) dan anak2 (keponakan) dari ibu susu itu mahram juga kan mba?
Soalnya td diatas saya baca yg disebutin saudara2 ayah susunya aja

Widya said...

Betul! Makasih udah bantu jawab ya! :D

Widya said...

Makanya mending kita preventif dari awal Mbak :) Nabi tuh tegas banget soal ini. Pasangan yg udah nikah, kalo ternyata saudara susu, harus bercerai :'( Banyak hadits ttg ini. Jadi kayak incest mungkin ya. Jadi yang bisa kita lakukan ya preventif dgn cermat. Dan berdoa.
Ps. Hadits ntar nyusul ya. Ini dari hp.

Laila Arifiyani said...

Alhamdulillah, terima kasih ya bunda pencerahannya. Saya termasuk ibu yg diberikan ASI berlimpah oleh Allah. Dan termasuk pendonor ASI, ke beberapa sepupu anak saya yg alhamdulillah semuanya lelaki.
Semoga Allah memberikan kebaikan untuk bunda atas informasi yang diberikan. Aamiin.

Laila Arifiyani said...

Alhamdulillah, terima kasih ya bunda pencerahannya. Saya termasuk ibu yg diberikan ASI berlimpah oleh Allah. Dan termasuk pendonor ASI, ke beberapa sepupu anak saya yg alhamdulillah semuanya lelaki.
Semoga Allah memberikan kebaikan untuk bunda atas informasi yang diberikan. Aamiin.

Widya said...

Anak-anak dari ibu susu iya dong jadi mahram. Eh tapi kok dalam kurung keponakan ya? Kalo anak2 ibu susu kan levelnya sama, jadi saudara kandung. Apa maksudnya anak dari anak-anaknya ibu susu? Lha iya itu jadi mahram juga dong. Kan itu anak2nya saudara susunya :D
Kalo saudara2 (kakak dan adik) dari ibu susu, hmm belom tau mbak. Di hadits baru nemu contoh yg dari jalur ayah susu aja. Yg dari jalur ibu susu belom nemu.. Dan belum ada juga kayaknya...
...
Di saat2 kayak gini saya sedih Ali Mustafa Yaqub udah gak ada :'( yg udah Master Jurusan Tafsir dan Hadits Univ King Saud :'( smg Allah kasih kita pengganti yg lebih baik. Smg alm diampuni dosanya, dimaafkan kesalahannya, diluaskan dan dimuliakan tempat kembalinya, dan diberi nikmat surga sm Allah swt amiiiin :') maaf jd kemana2 ya mbak hiks soalnya saya ga bisa jawab dan langsung inget alm :')

Twindya Finvasiena said...

Wah, jawaban dari pertanyaan saya sampai dibuatkan bagan dengan jelas. Terima kasih banyak yah Mbak, atas penjelasannya. :)

blognya nuriaa said...

Makasih loh mba widya buat sharingnya, ini berguna banget. Jdi yg aku mau tnya, sepupu anak saya yg dari pihak suami yg merupakan mahram (dilarang menikah), tidak boleh menikah juga sama anak sepersusuan saya? Bagaimana kalo sepupu dri pihak ibu apa tdk boleh nikah jg sm sepersusuan?
Minta tolong di jelaskan beserta hadistnya. Terima kasih

Widya said...

Mbak Nuria,

Sepupu itu bukan mahram. Jadi boleh-boleh saja menikah :)

Ttg mahram di surat An-Nisa ayat 22-24.

Berhubung ayatnya panjang, nih saya list satu-satu.

1. Ibu
2. Anak perempuan
3. Saudara perempuan (kakak, adik)
4. Saudara bapakmu yang perempuan (tante)
5. Saudara ibumu yang perempuan (tante)
6. Anak perempuan dari saudara laki-laki (keponakan)
7. Anak perempuan dari saudara laki-laki (keponakan)
8. Ibu yang menyusui kamu (ibu susu)
9. Saudara perempuan sepersusuan
10. Ibu-ibu isterimu (mertua)
11. Anak-anak isterimu yang dalam pemeliharaanmu dari isteri yang telah kamu campuri
12. Isteri-isteri anak kandung (menantu)

Sepupu gak ada :D

Anak mbak boleh-boleh aja nikah sama sepupunya. Apalagi saudara susunya :)

Widya said...

Hihi ya Mbak sama2 saya juga jadi belajar juga :D thanks

Widya said...

Alhamdulillah mbak bisa donor.. Amin makasih ya mbak.. :D

Anonymous said...

Bantu saya min, Kalau saya punya anak lakilaki(A), dan kemudian saya mendonorkan asi kepada seorang anak lakilaki lainnya (B), secara otomatis A dan B akan menjadi saudara sepersusuan. Apabila anak saya (A) punya saudara kandun perempuan (C), apakah anak saya (C) haram menikah dengan B?

Widya said...
This comment has been removed by the author.
Widya said...

Ini pasti maksudnya minta gambarin juga ya :))) yawis nanti siangan ya insyaallah.
Sekalian mau memanggil para app developer untuk bikin aplikasi Saudara Sepersusuan :)))

Widya said...

Tadi ada komen tapi kehapus. Ini saya copas lagi.

"Sekarang kan banyak ibu yg mengadopsi anak dan ternyata bisa menyusui anak adopsinya tanpa hamil dan melahirkan.. Apa si bapak adopsi masih dikategorikan "the owner of the milk" dan muhrim dengan anak adopsinya?"

Yg dimaksud "menyusui tanpa hamil dan melahirkan" itu yg kayak gimana ya? Yang pake susu donor dan menyusuinya pake alat bantu (supplemental breastfeeding system) yg dikalungkan di leher? Kalo bener yg itu, menurut saya bayi yg disusui jelas menjadi anak susu dari ibu donor yg memberikan ASIP. Kalo dengan ibu yang 'melakukan tindakan menyusui dgn supplemental breastfeeding system' tapi bukan pendonor ASIP yg diminum si bayi, nah itu saya gak yakin deh. Yang mengenyangkan dan menumbuhbesarkan bayi kan ASIP-nya. Cairan yg diminum. Bukan nenen-nya. Jadi, menurut saya sih ibu adopsi ya tetap jadi ibu adopsi. Gak jadi ibu susu. Jadi tetap bukan mahram. Ibu susunya ya yg mendonorkan ASIP. Itu mahramnya.

Anonymous said...

Aduh saya ga tau apa itu istilahnya. Jadi ceritanya ada pasangan yg mengadopsi anak laki2 dan si ibu pengen muhrim sama anak adopsi itu dan akhirnya dengan bantuan konselor laktasi si ibu bisa mengeluarkan asi dari payudaranya sendiri dan dikonsumsi anak adopsinya tanpa hamil dan melahirkan, nah pertanyaannya kalo anak adopsinya perempuan dan disusuin ibu adopsinya dari payudara ibu itu sendiri, apa bisa di bapak adopsi jadi "the owner of the milk" dan muhrim bagi anak adopsi perempuannya?

Widya said...

Jujur saya gak tau mbak gimana hukumnya. Soalnya, kalo dibaca2, produksi ASI-nya pun juga bukan dari cara yg alami (=hamil dan melahirkan, yang jelas dari sperma suami).

Kalo dibrowsing2, ini namanya "induced lactation". Seorang perempuan, bahkan yg belum pernah hamil dan melahirkan, dibuat supaya bisa memproduksi ASI dengan terapi hormon (estrogen dan progesterone, yang bertujuan meniru apa yg terjadi saat kehamilan, dilanjutkan dgn hormon prolactin utk bisa memproduksi ASI). Terapi hormon ini dikombinasi dengan pemompaan ASI atau marmet, yg bertujuan meningkatkan jumlah produksi ASI menjelang kedatangan si bayi.

Pertanyaan mbak keren banget sih sebenernya. Kontemporer banget dan emang yaaa inilah yg terjadi saat ini. *makasih ya mbak, saya jg jadi tambah ilmu nih :D

Anyway, jadi gak ada sperma sama sekali yg berperan dalam membuat perempuan itu 'hamil, melahirkan, dan bisa memproduksi ASI'.

Maafkan saya gak tau jawabannya, Mbak. Saya gak tau apakah bayi itu jadi mahram atau nggak dgn suami ibu susunya. Karena sang suami gak berperan apa2 juga di situ. Saya gak tau ni bayi bapak susunya siapa. Apakah tetap suaminya si ibu susu, atau bukan, dan dia jadi anak yatim susu. Ah, sungguh bingung, Mbak. Ilmu saya belum sampe. Tapi saya yakin ada penjelasan ttg ini. Bentar saya browsing lagi ya mbak. Kayaknya ulama western deh. Bentar yah.

Oia pemirsa yg penasaran, Google aja "breastfeeding without pregnancy" atau langsung aja "induced lactation". Yang mayo clinic enak banget jelasinnya :)

Anonymous said...

Oo.. Induced lactation ya istilahnya, baru tau juga, hehe..

Karena kegalauan udara panas diluar, ketika masuk rumah buka jilbab, cess galau hilang, jd suka mikir2, kalo anak adopsi, kasian juga ya setelah baligh ya dia bukan muhrim sama orgtua asuhnya, meskipun dalam hati masing2 nganggep itu anak saya, itu orangtua saya, meski ga muhrim masa iya nikah, tapi ya kalo anaknya perempuan ya harus menutup aurat kalo ada bapak asuhnya, kalo anaknya laki2, berarti ibu asuhnya harus menutup aurat ya pas masak, ya pas nyuci misal. Saya kok mikirnya ribet ya sepertinya..

Pas baca baca postingan dokter laktasi, amazed sendiri pas tau ibu yg tidak hamil dan melahirkan bisa keluar asi, dan ibu2 yg seangkatan ibu saya juga membenarkan "lha emang bisa, dari dulu juga ada kok yg gitu".. Lha saya ketinggalan jaman baru tau, hehe

Maha Pengasih Gusti Allah, yg ditakdirkan tidak punya anak dari rahimnya bisa merasakan serunya menyusui dan punya anak walau bukan kandung tapi muhrim..

Eh tapi apakabar ya kalo anaknya perempuan, kan bapak asuhnya ga nyusuin, bingung kembali.. Hehe..

Saya suka artikel mba, jadi penyemangat saya dan ibu2 lainnya biar semangat nyusuin anak sendiri, jadi ga galau sama silsilah sepersuauan, dan anak kita jangkauan mencari jodohnya tidak menyempit :D
Kalo kata konselor laktasi: ibu yg ga hamil dan melahirkan aja bisa menyusui, berarti kita ya pasti bisa nyusuin anak kandung sendiri..;)

Anonymous said...

Jadi gimana nih min? Bantuin saya, bingungin nih, please

Widya said...

Halo kak, maaf ya lama banget. Bu min lagi fokes di yang laen kemaren-kemarenan. Udah saya gambarin yah!! Di bagian tanya-jawab. Makasih ya pertanyaannya bagus dan nambah ilmu saya juga!!

Widya said...
This comment has been removed by the author.
Widya said...

Mbaaaak maaf lama balesnya. Aku udah nyari2 ulama luar.. Dapet dari Yasser Birjas.. Aku sering denger sih namanya.. Tapi lupa dari US apa UK... katanya hukumnya sama kok mbak utk induced lactation. Coba ke

www.muslimness.com/2010/01/webinar-summary-fiqh-of-pregnancy-with.html?m=1

Ada juga di

https://islamqa.info/en/173123

Intinya hukumnya induced lactation sama dengan menyusui langsung yang alami.

Makasih ya mbak udah sharing ttg ini. Aku juga amazed. Dan terpacu banget. Terutama kalimat "yang gak hamil dan gak melahirkan aja bisa menyusui, apalagi kita yang mengandung dan melahirkan"

Bikin aku semangat nyusuin juga!

Bener emang, ilmu tuh kalo dibagi2 gak bakal abis. Justru malah nambah. Seneng deh mbak. Makasih ya!!

Oia ttg anak angkat.. Hmm ya sih memang di Islam tetap bukan mahram. Tapi setau aku sih boleh aja kalo ibu angkat lepas kerudung di depan anak angkatnya. Anak angkat juga kayaknya boleh aja. Apalagi kalo udah diasuh dari kecil ya.

Asal tetap yang sopan lah. Usahain tetep pake celana panjang. Sukur bajunya juga panjang. Kalo pun ga bisa, ya pake lah yang ga ngebentuk badan alias longgar. Gerah dan jelek sih emang bayanginnya, tapi lama-lama biasa kok.

Aku dulu juga ngalamin masa2 adaptasi ke baju rumah panjang2. Gerah banget emang awalnya. Tapi dengan kesungguhan doa hahaha (alias dimarahin sih) akhirnya bisa juga tuh :p

Sekarang malah jadi risi sendiri kalo pake pendek2 di rumah, takut tau2 yg nganter air galon dateng hihi xD

Anonymous said...

Mb, mau tanya juga. Kalo anak dari sodara sepersusuan kan ga boleh nikah. Nah Kalo cucu dari sodara sepersusuan, jadi sodara juga ga? Makasih sebelumnya :)

Mita Ika Pratiwi said...

Anak saya pernah dikasih ASI sama sepupu suami saya waktu usia 2 bulanan, nggak ijin dulu sama saya, hanya karena katanya rewel pas diajak adik suami main ke rumahnya, sediiiihhhh banget sampai sekarang, padahal ASI saya banyak... Lebih parahnya lagi, sepupu suami saya itu bukan anak kandung, jadi sebenarnya kan bukan saudara sedarah kan... Saya juga nggak tau nenennya itu banyak nggak, soalnya nggak ada yang cerita, dan saya pun terlanjur marah sampai malas mau tanya2,ssampai sekarang masih marah rasanya kalau ingat kejadian itu

Anonymous said...

Mba,saya jg pnya problem nih.brdsarkan crta dri ibu saya yg saat itu mlhrkan adik prmpuan drs.23th yg lalu,tryta saat drs,slh stu prwatny yg entah ketidaktahuan ttg agama atau sebab lain yg mnrt kami prwtny yg sgt ceroboh dan gegabah,dia mmbrikan asip yg shrsny dmnum adik saya tryta dbrikn ke bayi pria milik orng lain yg kmgkn bbrpa kali dmnumkn.dan saat itu prwt trsbt tdk mmbritahu dg jelas itu bayi siapa,anakny siapa,almtny dmna.hanya mmbru thu jenis klmin bayi yg dberi asip adl pria.smpai skrg kmi bgng hrs bgmna yg kmi bsa hny mngikhlskan n brdoa smga tdk mnkah dg sdra sprssuan trsbt.

seravina said...

assalamualaikum mba, thanks for sharing ya.. saya punya anak kandung A, lalu saya mendonorkan asi utk 2bayi. bayi B dan bayi C, pertanyaan saya apakah bayi b dan bayi c ini jadi mahrom?

Widya said...

وعليكم السلام ورحمة الله وبركاته
Iya Mbak Seravina, jadi mahram, Mbak.

Widya said...

Waaah... Pelik juga ya Mbak. Kalo mau dicari, bisa sih, tapi butuh usaha besar. Gpp Mbak kita doa, kalo memang sudah di luar kekuatan kita, biar kekuatan Allah yg nolongin :) Bisa diketemuin, atau ya dijauhkan dan digantikan dgn yg lebih baik dunia akhirat aamiin yra.

Widya said...

Sabar ya Mbak... Istighfar... Yg sudah terjadi tak bisa kembali. Ikhlaskan. Jodoh masih banyak insyaallah. Berasa dilangkahi? Maafkan. Sembuhin hati kita sendiri. Jangan mau sakit terus. Rugi. Alihkan pikiran dgn fokus dan bersyukur anak Mbak tumbuh sehat krn minum ASI yg alhamdulillah melimpah dr Mbak, kuat sistem imunnya, pintar, salih, bersyukur atas kesehatan dan kelengkapan perkembangan fisik dan mental yg udah Allah kasih ke anak Mbak. Inget banyak bayi2 yg terlahir kurang sempurna. Liatin wajah2 mereka Mbak. Sekarang liat anak Mbak. Alhamdulillah anak Mbak sehat, kan? :) Ikhlas, maafkan, dan bersyukur :) Aku doain semoga Allah ngasih semua yg Mbak perlu utk bisa mencapai 3 hal tadi. Aamiin yra.

Widya said...

Duuuh ini nih yg perlu ulama ahli hadits dan fiqh... Ilmu saya belum sampai ke sana Mbak, belum bisa kasih pendapat... 🙏 Coba nanti saya cari2 ya... Mbak juga bantu cari ya... Kita sama-sama... Ntar tulis di sini ya Mbak hasilnya... Saya juga mau belajar... Makasih Mbak 🙏

Popular Posts