Thursday, September 11, 2014

6 Alasan Saya Tidak Ambil Asuransi Unit Link



Asuransi unit link udah sering banget dibahas di banyak tempat. Sempet jadi rame juga gara-gara para financial planner kondang pada ngebahas ini.

Buat yang belom tau, asuransi unit link adalah produk asuransi dengan investasi. Di asuransi jenis ini, sebagian premi kamu akan diinvestasikan oleh pihak asuransi ke dalam bentuk saham. Tujuannya, supaya bisa dapet keuntungan.

Dalam proposal ilustrasi, biasanya kamu akan diperlihatkan jumlah uang kamu yang berlipat ganda, sebagai hasil investasi ini. Namanya "Nilai Tunai". Inti pesannya adalah: "Uang kamu nggak hilang. Malahan bisa 'untung gede'. Soalnya sekalian investasi."

Well, saya cuma mau highlight:

1. Angka2 itu cuma perkiraan. Belum tentu hasilnya segitu.

2. Kamu gak pernah dikasih tau skema profit-sharingnya gimana. 50-50 atau 70-30 atau 95-5. Kamu cuma tau yang bagian kamu aja. Coba cocokin deh sama laporan bulanannya. Cek sama temen kamu yang sekarang ngambil UL. Bener gak angkanya segitu. Kebanyakan orang lupa dengan apa yang dijanjikan di proposal awal. Dan pas udah telanjur ngambil, mereka juga udah pasrah dapetnya berapa. Belum potong ini potong itu.

3. Kamu gak pernah tau risk-sharingnya gimana. Kalau investasi kamu merugi, gimana sebenernya pembagian kerugiannya. 50-50? 70-30? Atau 95-5? Kamu cuma tau yang bagian kamu aja.

4. Kamu gak punya kontrol terhadap investasi kamu. Ini nih yang menurut saya bikin sulit. Mau kamu ganti penempatan sahamnya gak bisa. Semua udah diatur sama manager di asuransinya. Mau kamu stop juga nggak bisa. Kenapa? Soalnya:

5. Nilai tunai ini sebenarnya untuk nutupin biaya administrasi di awal-awal, dan biaya premi kamu di dekade mendatang. Coba perhatiin deh. Unit link hanya mewajibkan kamu untuk bayar premi 10-15 tahun kan? Padahal proteksinya sampai 99 tahun. Liat baik-baik jumlah uang kamu di bawah 5 tahun. Abis itu 20 tahun mendatang. Liat ada bintang-bintang di situ? Itu artinya uang kamu nggak ada alias HABIS. Yes. Yang sebelum 5 tahun habis untuk biaya administrasi. Yang 20 tahun lagi habis untuk nutupin premi kamu (yang kamu bayarnya cuma 10 tahun doang itu).  Gak sebanding dengan yang udah kamu keluarkan kan?

6.  Biasanya juga, produk yang punya "Nilai Tunai" ini preminya muahal gak kira-kira. Bisa 3 kalinya yang standalone non-UL. Padahal benefitnya sama, atau malah lebih kecil. Satu, gak value for money. Dua, uangnya bisa kamu alokasiin buat yang lain. Liburan, misalnya. Atau kamu bisa ambil asuransi kesehatan plus asuransi jiwa sekeluarga. Beneran! Cari yang standalone non-UL. Bandingkan tabel ini dan tabel ini deh untuk liat seberapa mahalnya. Bandingkan benefitnya juga ya. Nanti baru nyadar deh.


Tanya: Ini seolah-olah produknya jelek banget ya. Trus buat apa dong diciptain ini produk?
Sebenernya ada, sih, kegunaan unit link. Antara lain untuk me-maintain kekayaan. Kekayaan siapa dan gimana caranya? Hmmm, saya pernah dibilangin sama temen saya yang financial planner, trus abis itu saya lupa! Mungkin kalo ada yang bisa ngingetin, silakan share ya :)

Apapun pilihan kamu, pastikan itu yang terbaik buat kamu :)

Foto: http://moneypro.in/unit.gif

4 comments:

Bibe said...

Hi mba' Widya. Sebelumnya salam kenal.
ya sekitar 1 tahun ini memang banyak banget financial planner yang ngebahas soal UL. Dan bener2 bikin saya galau krn sy ud terlanjur punya UL. Dulu th 2009 krn blm banyak yg bahas ini dan saya juga blm melek soal investasi. Trus pas kebeneran ada kesempatan untuk konsul sm finplanner secara gratis via email. Langsung deh saya konsul soal UL ini. Perlu ditutup atau ga? Menurut dia sih, klo saya punya asuransi lain yg sudah mengcover, tidak apa2 klo tutup UL. Tapi klo ga ada, mending jangan atau cari asuransi yg non-UL dan invest dlm bentuk lain. Nah, krn sy ud tercover sm asuransi dr kantor, jadi akhirnya sy tutup polis sy di UL. Uang yg di dapet memang ga sesuai tabel simulasi waktu dl sy diterangkan sih. Tapi, ya diikhlasin aja kali ya. Buat pembelajaran. Trus langsung di invest di tempat lain deh. :)

Widya said...

Hai Bibe, salam kenal juga.
Waah beruntung banget sempet bisa konsul ke FP. Jadi bisa dapet perspektif baru kan tentang ngelola keuangan sendiri. Mana-mana aja yang bisa direalokasi untuk yang lain. Betul, kalo udah tercover dengan baik dan cukup oleh asuransi kantor, mending tutup aja UL-nya. Budgetnya bisa kamu alihin di investasi atau kebutuhan lain. Thanks for visiting and sharing ya! :D

Evie Kurniawati said...

Hai mba widya, salam kenal yaa...
Thx informasinya mbs,membuat pencerahan kpd sy utk segera menutup 2 UL punya anak2 :D :D

Widya said...

Mbak Evie, hihi iya Mbak, sama-sama. :D

Popular Posts