Wednesday, April 22, 2015

Melphalan Udah Gak Respons, Dikasih Opsi Ganti Velcade

Jumat kemarin Ibu kontrol rutin ke Dharmais.

Hasilnya kurang baik. Angka globulin tinggi, artinya sel-sel multiple myeloma tetap aktif. Padahal Ibu baru aja minum Melphalan.

Komponen darahnya juga udah lebih hancur daripada dulu. Semua angkanya turun. Hb, darah merah, darah putih, semuanya. Hb jadi cuma 9.2 padahal sebelumnya selalu di atas 10.

Respon tubuh Ibu terhadap Melphalan udah gak sebagus dulu lagi. Kami pun mulai cari opsi treatment lain.

Thalidomide dulu udah pernah dan gak cocok (jadi merah-merah di kulit).

dr. Nugroho lalu ngasih opsi pake Velcade. Dikasih via infus.


Cuma, Velcade ini mahal. Satu botol 3,5 ml bisa 11 juta rupiah (harga di MIMS.com). Trus harus ada partner-nya, soalnya yang dipake 1,5 botol. Sayang separuh botol lagi. Makanya mendingan berdua.

Dalam sebulan Velcade dipake 4 kali, jadi seminggu sekali. Dan kalo ditotal-total, sebulan bisa keluar 50 juta.

Barusan telfon BPJS Dharmais, dan mereka belum cover Velcade :(

In fact, BPJS belum meng-cover obat-obat lain untuk multiple myeloma selain Melphalan :(

Saya iri banget sama penyandang multiple myeloma di Amerika Serikat. Mereka bisa enak banget gonta-ganti coba-coba obat terbaru. Pomalyst, Kyprolis (apalagi Velcade, Revlimid, Thalidomide, itu sih mungkin bagi mereka udah basi ya) dan segala bentuk opsi seperti transplantasi sumsum. Bahkan sampe ikut clinical trial obat-obat yang lebih baru.

India bahkan lebih maju dari Indonesia. Di sana, Thalidomide udah jadi obat generik. Bisa dibeli di pasar. Cuma emang harganya masih mahal. Kisaran INR 750-915 (Rp154.000 sd Rp188.000) untuk 10 tablet @ 100 mg. Satu tabletnya 15-18 ribuan lah. Tapi mereka udah bisa bikin obat itu sendiri. Keren kan!

Tapi Velcade lebih mahal di sana (INR 60.630 atau sekitar Rp 12 juta). Di sini 'cuma' Rp10,350,000 (MIMS.com). Velcade emang belom ada generiknya sih.

Di Yayasan Kanker Indonesia juga gak ada Velcade. Kemarin saya telfon, dengan harapan bisa dapet lebih murah. Tapi mereka gak ada, dan nyaranin ke Dharmais.

Solusi sementara ini, kami sepakat memperpanjang hari Melphalan. Sebelumnya hanya diminum selama 5 hari. Sekarang selama 7 hari. Dosisnya tetap sehari 4 tablet, dua pagi dan dua malam.

Ngeliat hasil lab darah Ibu yang hancur semua, saya was-was sebenernya kalo harus memperpanjang Melphalan. Gimana recovery darahnya.

Tapi ya gimana lagi, dicoba aja dulu. Kami akan mempertahankan kekebalan tubuh Ibu dengan minum vitamin biar tetap kuat.

**Ibu saya memiliki multiple myeloma sejak tahun 2011, dan rutin kontrol di RS Kanker Dharmais, Jakarta Barat. Silakan klik menu "Multiple Myeloma" untuk melihat postingan terkait MM. Semoga kita bisa saling mengenal dan saling menguatkan :D

Friday, April 17, 2015

Hidup dengan Multiple Myeloma

Terinspirasi dari blog bapak ini, saya ingin berbagi pengalaman tentang multiple myeloma atau kanker plasma darah.

Ternyata belum banyak yang nge-share pengalaman multiple myeloma di Indonesia. Saya cuma nemu satu di blog tadi. Padahal, saya yakin gak cuma sendirian :)

Saya ingin berbagi cerita, semoga bisa menjangkau rekan dan keluarga sesama penyandang kanker plasma darah yang langka ini, dan sama-sama saling menguatkan :)

Multiple myeloma adalah kanker langka di mana sel-sel plasma darah berkembang terlalu banyak hingga mengganggu bagian tubuh lainnya, seperti tulang dan ginjal.

Tanda-tanda multiple myeloma adalah CRAB.

  • Calcium elevation (kalsium darah naik) jadi >11.5 mg/dL
  • Renal insufficiency (penurunan fungsi ginjal) dengan kreatinin >2 mg/dL
  • Anemia dengan hemoglobin <10 g/dL
  • Bone disease (sakit pada tulang) yang ditandai litik. Kalo dironsen, bentuknya titik-titik kecil. Tandanya di situ udah bolong. Selain litik, bisa juga osteopenia (berkurangnya kepadatan mineral tulang)

Yang punya multiple myeloma bukan saya, tetapi Ibu saya. Beliau telah 4 tahun hidup bersama multiple myeloma atau kanker plasma darah. Kini usianya 67 tahun.

Dokter pertama kali menemukan multiple myeloma di tubuh Ibu bulan Juni 2011. Waktu itu, Ibu mengeluh pinggang belakangnya sakit. Beliau kira keseleo saat turun dari angkot.

Makin lama pinggangnya makin sakit. Ibu gak bisa bergerak, dan gak bisa bangun dari tempat tidur. Setiap bergerak, Ibu kesakitan. Saya masih inget kakak dan kakak ipar laki-laki menggotong Ibu ke mobil untuk dibawa ke rumah sakit, dan meski mereka udah halus dan hati-hati banget, Ibu tetep nangis karena punggungnya sakiiit sekali.

Ngeliat itu rasanya mau ikutan nangis. Ibu keliatan lemah. Badannya kuruuus seperti tengkorak. 

Awalnya Ibu dirawat di sebuah RS di Jakarta Selatan. Meski di sana sempat ada pengalaman gak enak, kami bersyukur kankernya cepat ditemukan.

Di sana, Ibu melalui beragam tes, antara lain:
1.  Protein Bence Jones dalam urin
2.  Bone marrow puncture (BMP) untuk mengambil sampel sumsum tulang
3.  Elektroforesis protein

Semua tes menunjukkan Ibu positif multiple myeloma.

Kami sempat terpikir ke alternatif, tapi gak jadi. Pertama, gak ada jaminan berhasil. Kedua, takut gak cocok. Kasian Ibu nanti kalau kenapa-kenapa. Apalagi beliau sudah usia.

Akhirnya kami putuskan berobat di Dharmais, Jakarta Barat. Pertimbangannya, di sana pusat kanker nasional. Semua riset dan dokter spesialis kanker ngumpul di sana. Kalo ada update apa-apa di dunia per-kanker-an, mereka yang paling pertama tau. Dan banyak juga penyandang kanker lain yang sama-sama berobat, jadi ada temennya. Bisa saling support dan menguatkan.

Di Dharmais, Ibu berobat ke dr. Nugroho Prayogo, SpPD, KHOM. Beliau salah satu dari sekian banyak konsultan hematologi-onkologi medik yang mendalami kanker darah di Dharmais (hematologi=darah. onkologi=kanker).

Pas pertama kali konsul ke situ, saya konsul berdua sama kakak. Ibu belum saya bawa. Saya pingin pastiin dulu sebelum pindah, untuk dapet gambaran kondisi Ibu udah sampe mana menurut dokter Dharmais. Lalu gimana treatment plan-nya. Konsul perdana ini sekaligus buat 'nyobain' dokternya enak apa nggak buat konsultasi.

Di Dharmais, sama dr. Nugroho alhamdulillah kami cocok. Beliau komunikatif, dan gak segan-segan bagi ilmu. Beliau langsung nunjukin saya resource materials untuk dibaca-baca pake iPad-nya (waktu itu iPad masih jaman banget xD), dan kita diskusi soal treatment-treatment terkini untuk multiple myeloma. 

Beliau menyarankan saya buka-buka American Cancer Society di http://www.cancer.org/cancer/multiplemyeloma/ 

Di situ lengkap banget semuanya tentang multiple myeloma. Dari mulai tanda dan gejala, obat-obatnya, cara mengetahui udah stadium berapa, sampe riset terbaru apa aja. Semua info sangat terbuka untuk kita. Memang pake Bahasa Inggris, tapi gak sulit-sulit amat kok. Cukup mudah dimengerti. Artikelnya juga pendek-pendek jadi ringan dibaca.

Saya juga suka yang dari Mayo Clinic karena sangat mendasar, dan enak gampang dibaca juga. Liat di http://www.mayoclinic.org/diseases-conditions/multiple-myeloma/basics/definition/con-20026607

Yang paling ho-oh adalah dari National Comprehensive Cancer Network (NCCN) Guidelines for Patients in Multiple Myeloma Version 2015 yang bisa di-download gratis dari http://www.nccn.org/patients/guidelines/myeloma/index.html
(Buat aja akun di situ. Gratis, cuma sebutin email doang.)

Yang dari NCCN ini super lengkap dan enak banget. Udah dibikinin bentuk buku sama dia. Cuma, bahasa Inggrisnya emang lebih mikir sih daripada yang cancer.org dan Mayo Clinic.

Nah, kalo yang ini versi ringkasnya NCCN. Okeh nih yang ini. Bahasanya masih ringan dan mudah dipahami. Langsung ke http://emedicine.medscape.com/article/204369-overview  Kalo mau yang paling lengkap tapi ringan dan mudah dibaca ya emedicine ini.

Penting lho pengetahuan-pengetahuan ini bagi pasien dan keluarga. Biar bisa paham apa yang terjadi :) Ada juga informasi dan dukungan bagi keluarga yang merawat. Gimana biar gak stres, dan sebagainya. Itu akan nolong kita juga.

Saya pernah menerjemahkan beberapa booklet multiple myeloma itu ke Bahasa Indonesia untuk Ibu. Tahun 2011 sih, udah ketinggalan 4 tahun, pengobatan udah lebih maju banget. Kayaknya udah gak relevan. Mudah-mudahan saya punya energi untuk terjemahin yang baru-baru ya. Doakan! :D

Okeeh back to story.

Intinya, dr. Nugroho terbuka banget dan mau sharing soal ilmu. Setelah semua data lab lengkap, kami bahkan sama-sama ngitung Ibu udah stadium berapa. Baik dari system Durie-Salmon maupun International Staging System. 

NCCN Guidelines version 4.2015 for Multiple Myeloma
Hasilnya, alhamdulillah Ibu masih stage I. Ini pake yang ISS. Kalo pake Durie-Salmon agak lupa, kayaknya stage I tapi lewat-lewat dikit deh. Soalnya hasil lab kalsium dan protein Bence Jones di RS lama. Gak kesimpen. Nilai IgG dan IgA juga gak diperiksa di lab. 

Dr. Nugroho juga suka kasih saran untuk simpen record sendiri dan dibikin grafik. Mungkin beliau ngeliat saya rajin cari info dan rajin nyatet ya, hehe. (Yap. Harus. Saya harus punya catatan medis sendiri.)

Saya selalu nyatet hasil lab dan treatment untuk multiple myeloma Ibu. Termasuk kapan visit dokter dan treatment pendukung lainnya. Sederhana aja sih catetannya. Yang penting ada datanya. Buat kroscek juga sama catetan medis rumah sakit.

Bagi saya ini penting banget. Kita jadi bisa liat sendiri apa-apa aja yang udah dilakuin, kemo udah berapa kali dan sampe mana, dan gimana respons Ibu terhadap pengobatan.

Biasanya saya akan print blangko kosongannya dulu. Nanti saya simpen di folder khusus (untuk multiple myeloma Ibu) dan ditulis tangan. Abis itu baru diketik dan simpen di cloud. 

Pengen dibikin grafik sih tapi belom sempet-sempet hehe.

Bentuknya kayak gini. Sederhana aja sih 


Dicatet udah kemo keberapa, melphalan diminum tanggal berapa dan dosis mg/hari. Beta-2 mikroglobulin angkanya berapa. Begitu juga komponen darah dan lain-lain. 

Kalo mau download silakan langsung klik di sini.

~ UPDATE 23 JUNI 2015 ~
Saya bikin template grafik baru yang memudahkan monitoring kondisi MM. Bisa diliat trennya makin naik atau turun. Langsung liat dan download gratis di posting yang ini.

Datanya silakan sesuaikan sendiri ya. Sukur-sukur ada yang punya format lebih bagus, saya mauuu! :D

Okeeeh back to storyyy (dari tadi kemana-mana terus hihi)

Singkat kata, akhirnya kami sekeluarga sepakat pindah ke Dharmais. Agustus 2011, Ibu memulai dengan serangkaian tes:

1.  Imunofiksasi serum, untuk  menentukan jenis imunoglobulin (antibodi) M-protein yang gak normal. Ini khas banget multiple myeloma. Yang dicek adalah IgG, IgA, IgM, Kappa dan Lambda. Hasilnya, Ibu punya abnormalitas di IgA Kappa.


2.  Bone survey, untuk melihat sejauh mana kerusakan tulang yang disebabkan oleh multiple myeloma. Ini kayak foto ronsen aja sih.

Hasil kesan bone survey:
"Gambaran multiple myeloma pada cranial dan femur. Fraktur kompresi L1 dan L2 disertai listhesis L5-S1. Osteoporotik. Anjuran: MRI lumbosacral."

Ini bahasa orangnya kira-kira: "Ada multiple myeloma di kepala dan betis. Tulang di pinggang jadi pendek karena tertekan. Ada pergeseran di tulang pinggang bawah dan tulang ekor bagian atas. Ada pengeroposan."

3. Beta-2 mikroglobulin, ini jenis protein yang angkanya bakal naik kalo ada multiple myeloma. Tes ini bisa dipakai untuk memperkirakan gambaran ke depan (outlook/prognosis) dan juga mengawasi hasil treatment. 

Di Ibu angkanya 2626.0 dari normal 830-1150 ug/L. 

Tiga hasil tes ini makin menegakkan diagnosis ke-multiple-myeloma-an Ibu :D

Oh ya hasil Bone Marrow Puncture tadi belum ya. Padahal ini nih justru hasil lab kuncinya. Yang selalu dicari-cari sama petugas BPJS Dharmais ("Patologi anatomi-nya mana?") :D

Ini dia kesimpulannya:

"- Kelainan morfologi: Plasmosit bentuk abnormal (+)

- Morfologi eritrosit: Normositik monokrom, rouleaux (+)

- Kesimpulan:
Kepadatan sel Hiperseluler.
Aktivitas eritropoiesis tertekan.
Aktivitas granulopoiesis normal.
Aktivitas trombopoiesis tertekan. Ditemukan banyak sel plasma (21.0), bentuk abnormal (+).

- Kesan: Sesuai multiple myeloma

- Saran:
Protein elektroforesis
Imunofiksasi protein serum & urin
Free light chain assay"

Hmm. Sesuai multiple myeloma. Ibuku positif kanker :)  Gapapa, kami terima :)  Yang penting gimana ke depannya supaya kualitas hidup Ibu tetap baik, dan beliau merasa nyaman.

Setelah semua rangkaian tes dinilai cukup, Ibu memulai rangkaian kemoterapi.

Ibu diberi Melphalan dan Prednisone.

Awalnya Melphalan (Alkeran) diberikan 10mg sehari dalam 2x minum (total 5 tablet @ 2mg). Dua setengah tablet pagi, dua setengah lagi sore. Selama 5 hari.



Tapi, karena Ibu merasa sangat pusing dan sakit kepala, Ibu minta dosisnya dikurangi. Kebetulan beliau juga berbobot ringan (47kg) dan dosis Melphalan memang tertulis 150mcg/kg berat badan/hari di kertasnya, jadi sebenernya Ibu cuma butuh 7mg/hari. Dokter pun setuju dosisnya diturunin jadi total 8mg/hari, dua tablet pagi, dua tablet sore. 

Melphalan ini nih inti kemoterapinya Ibu. Obatnya keras banget. Bisa bikin kerusakan janin pada ibu hamil. Sampe sekarang saya masih bergidik kalo megang tabletnya. Huruf "A" di atas warna putihnya seolah memperingatkan "Bahaya". (Yes, saya penakut :p)



Kalo Prednisone diberikan 5 tablet x 3 kali sehari. Jadi total sehari 15 tablet. (Tenaaang, prednison ini tabletnya mini-mini unyu warna ijo stabilo. Gak nyeremin kok :D)

Progres treatment dimonitor dari level beta-2 mikroglobulin. Dan alhamdulillah angkanya makin turun. Dari 2626 di Agustus jadi 1237 di Desember. Bahkan sempet normal 1147 di November. Artinya, multiple myeloma-nya bisa dikendalikan.

Oh ya. Efek samping tiap kemoterapi pasti ada. Ibu alhamdulillah cuma penurunan hemoglobin, sel darah merah dan putih, hematokrit. Hb normal harusnya 12-14. Selama 5 bulan kemo, Ibu sempat turun 2 poin dari 12.2 jadi 10.5 di Desember. 

Dokter bilang hb 10 masih bagus, dan alhamdulillah lain-lain gak ada. Biasanya setelah 6 kali minum melphalan, Ibu akan 'libur' dan gak minum apa-apa sama sekali untuk mengembalikan sel-sel darahnya. 

Ibu sempat mencoba Thalidomide di tahun kedua. Belinya di RSCM. Tapi beliau gak cocok. Kulitnya jadi merah-merah. Sempet difoto sama dr. Nugroho, katanya lagi ada kajian di BPJS untuk masukin Velcade (obat multiple myeloma juga kayak Melphalan dan Thalidomide) supaya bisa ditanggung BPJS. Belum cek lagi udah masuk BPJS apa belom.

Selain kemo Melphalan, Ibu juga diberi Bonefos (Disodium clodronate) untuk 'mengisi' tulang-tulangnya yang digerogoti sel-sel multiple myeloma. Bonefos ini diberikan via infus, jadi harus rawat singkat (one-day care).
Awalnya Bonefos tiap bulan. Makin lama jadi dua bulan sekali saja.

Pernah juga coba Zometa (Zoledronic acid), tapi kata dr. Nugroho, risiko nekrosis rahang lebih tinggi. Nanti rahangnya jadi kaku-kaku, dan bisa copot-copot giginya. Jadi balik ke Bonefos lagi.

Sampai hari ini Ibu tetap menjalani regimen Melphalan dan Prednisone (plus Bonefos).

Beliau alhamdulillah kembali bisa melakukan aktivitas ringan seperti memasak, menyapu, dan berkebun. Tapi Ibu gak bisa lagi naik-naik tangga. Jalannya pun sudah pelan. Kalau duduk gak bisa di bawah. Harus di kursi yang agak tinggi, soalnya tulang punggungnya sakit.

Sekian salam pembukaan dari saya.

Rekan dan keluarga sesama multiple myeloma, silakan komentar di bawah biar kita saling kenal dan saling support ya :)

Gambar dari sini, sini, sini.


**Ibu saya memiliki multiple myeloma sejak tahun 2011, dan rutin kontrol di RS Kanker Dharmais, Jakarta Barat. Silakan klik menu "Multiple Myeloma" untuk melihat postingan terkait MM. Semoga kita bisa saling mengenal dan saling menguatkan :D

Gak Jadi Pindah dari Dharmais ke MRCCC

Hari Selasa kemarin saya akhirnya ngunjungin Siloam Semanggi MRCCC untuk survey BPJS.

Katanya, mereka terima pasien kanker BPJS.

Ternyata benar. Semuanya dicover gratis. Dari mulai dokter, lab, obat, kemo, semuanya gratis tis! Wow!

Rumah sakitnya juga baguuus banget. Modern dan kinclong bener. Lantainya, pintunya, kursi-mejanya, dan orang-orangnya. Dalemnya ada kedai kopi Starbucks dan toko buku impor Books & Beyond.

Praktik dokter spesialis hematologi ada di lantai sekian belas (maap lupa ahaha). Ternyata dokternya Ibu di Dharmais juga praktik di MRCCC. Namanya dr. Nugroho. Beliau konsulen hematogi-onkologi. Tapi, beliau gak masuk list dokter BPJS di MRCCC. 

Kalo mau pake BPJS, kami harus ke hematolog yang ada dalam list:
- dr. Toman Toruan (Senin & Kamis jam 19-20)
- dr. Andhika Rahman (Senin, Rabu, Jumat jam 17-19)

(Jadi, gak kayak di Dharmais, kalau di MRCCC dokter yang bisa terima BPJS hanya beberapa aja. Gak semuanya. Nah kita tanya dulu ke petugas BPJS MRCCC-nya.)

Saya juga survey ke apotik dan lab. Semua obat yang biasa diminum Ibu ada. Alkeran (melphalan) waktu itu tinggal sisa 14 butir, dan harus pesen dulu baru bisa dateng lagi. Kira-kira nunggunya tiga hari. Agak beda sih sama Dharmais yang selalu in-stock.

Bonefos ada, tapi mesti pake bukti bahwa kankernya udah metastasis (nyebar) ke tulang. Nah ini yg agak bikin mikir. Soalnya, alhamdulillah Ibu gak sampe metastasis gitu. Baru bikin bolong-bolong kecil aja. *Eh, apa bolong-bolong itu artinya UDAH metastasis ya? Ahaha! *tepok jidat xD *

Takutnya karena syaratnya kayak gitu, ntar diganti sama obat lain yang belum tentu Ibu cocok. Atau yang efek samping jangka panjangnya lebih banyak. (Sebelumnya Ibu pernah pake Zometa sebagai pengganti Bonefos, tapi dihentikan karena risiko kaku rahang lebih besar.)

Tapi, di atas semuanya, kalo jadi pindah ke MRCCC, kami akan sangat kehilangan hal-hal ini:

Ikatan kekerabatan antarpasien erat. Kami saling dukung. Kami saling tolong.

Tiap saya mengantri nomor BPJS, selalu saja ada orang yang memberi nomor antrian yang lebih kecil.

Contohnya hari ini. Mesin antrian rusak. Beberapa orang bergerombol di depan mesin yang tengah diperbaiki teknisi dan staf rumah sakit. Tiba-tiba, entah dari mana, seorang ibu menawarkan nomornya. Saya dikasih satu. Nenek di sebelah saya juga dikasih satu. Kami semua saling mengerti bahwa mengantri amat melelahkan.

Sesama pasien pun sering mengobrol, bahkan yang baru saja kenalan. Di antrian, di lab, di ruang tunggu dan ruang kemo, semua saling menceritakan kisah perjuangan masing-masing. Saling menguatkan.

Kebaikan dan kehangatan inilah yang akan kami rindukan kalau pindah dari Dharmais. Kecil, tapi sangat berarti.

Saya gak tau, tapi setelah melihat Siloam Semanggi yang sepi, ya memang ada bagusnya sih. Jadi antrinya gak lama. Tapi, saya merasa sendirian. Gak ada yang bisa diajak ngobrol. Berasa jadi orang termalang di dunia. 

(Oya itu juga salah satu alasan kenapa kami tetap di Dharmais. Jadi lebih bisa bersyukur. Banyaaak banget yang jauh lebih parah, lebih di bawah, lebih jauh rumahnya, lebih pagi antrinya, ah lebih semuanya deh. Jadi bisa bersyukur dan salut banget sama perjuangan rekan dan keluarga penyandang kanker lainnya *terharu*).

Masih banyak lagi yang akan kami rindukan kalo pindah. Orang-orang Dharmais, staf-stafnya, semuanya. Kayak Mas Dwi di apotik (orang-orang apotik kayaknya bakal masuk surga semua. Sabarnya luar biasa gak terbatas! Amin ya Allah!), Suster Yani-nya dr. Nugroho, mbak-mbak petugas BPJS (saling hafal muka tapi gak tau nama), Bapak doorman, ah banyak. Udah kayak keluarga. Bahkan dr. Nugroho! Kayaknya SEMUA orang yang kerja di sini bakal masuk surga deh. Amiiiiiiiiiiiiiinn!!!

So much human touch we will lose if we're not here anymore.

Esoknya saya tanya pendapat Ibu soal ini. Dari air muka beliau, kayaknya kami gak akan pindah. Dan benar. Ibu bilang, ia lebih nyaman di Dharmais. Selain alasan di atas, kebanyakan suster dan staf di sini berkerudung. Pasien-pasiennya juga. Ibu merasa lebih nyaman di tengah yang sama-sama kerudungan. Soalnya, saat kami saling menguatkan, kami bisa pake 'bahasa' yang sama.

Ini memang soal agama. Tapi bukan yang kayak gitu. Kami percaya di Siloam juga baik-baik semua. Tapi rasanya wajar kalo tiap orang punya preferensi. Ibarat milih baju aja. Ibu lebih suka toko A daripada toko B karena toko A banyak jual motif bunga-bunga. Jadi cocok. Itu aja sih.

Yang penting Ibu nyaman. Saya gak mau, hanya karena saya kepingin yang antrian sedikit, Ibu di sana jadi kepaksa dan gak nyaman. Kasian.

Dharmais juga ada kekurangannya sih. Yaitu jumlah kamar (dan dokter).

Saya belom tau ke depannya gimana kalo Ibu harus rawat inap. Apakah jadi pindah ke MRCCC atau tetap di sini. Soalnya saya pernah diceritain pemegang BPJS yang antri kamar sampe dua minggu belom dapet.

Ibu saya memiliki multiple myeloma (kanker plasma darah) yang cukup langka di Indonesia. Kami berobat di Dharmais sejak 2011.

Semoga Dharmais kamar dan dokternya makin banyak buat nampung pemegang BPJS. Amin.

*** UPDATE 10 SEPTEMBER 2015 ***
Baca juga:
Dirawat di MRCCC Siloam Semanggi
Review RS MRCCC Siloam Semanggi

Thursday, April 2, 2015

Belanja Obat Bulan Ini

Masih inget postingan kemaren tentang tips hemat biaya obat, kan?

Nah. Hari ini saya abis belanja obat di Pramuka, dan saya mau pamer :D

Tapi ini 'pamer' yang bertujuan baik, lho :D

Shopping list:
Clopidogrel - 1 box (30 tab)
Amlodipine 10 mg - 1 box (30 tab)
Micardis 80 mg - 1 box (30 tab)
Farsix 40 mg - 30 tab

Harga apotik biasa
CPG 75 Rp453.750,- Medicastore
Amlodipine 10 Rp51.000,- Apotik Modern
Micardis 80 mg Rp396.142,- Medicastore
Farsix 40 mg Rp108.900,- Medicastore
Total = Rp1.009.792,- (sejutaan)

Harga Pramuka:
Clopidogrel 75 mg Rp195.000,-
Amlodipine 10 mg Rp30.000,-
Micardis 80 mg Rp375.000,-
Furosemide 40 mg (generiknya Farsix) Rp7.500,-
Total = Rp607.500,- (enam ratus ribu)

Hemat sekitar Rp402.200,-

Alhamdulillah, hemat kan? :)

Inget: Beli generiknya dengan dosis sama :)

Pengalaman Kedua ke THT

Kali ini gue mau cerita sedih.

Semalem gue bawa Nafisa ke dokter THT.

Dia memang punya masalah di kuping. Kotorannya gak keluar, dan belakangan ini Nafisa suka bilang kuping kanannya sakit. Kalo pas lagi mandi, atau lagi jalan-jalan, Naf juga suka nyumbat kuping pake jarinya, trus dilepas lagi, trus disumbat lagi, kayak buat ngecek pendengaran.

Sebelumnya kita udah pernah ke THT, sekitar Agustus 2014. Waktu itu di RSPI sama dr. ES. Dokternya perempuan. Udah tua. Udah eyang-eyang.

Waktu itu, karena Nafisa gak mau dibersihin, akhirnya cuma disenterin aja, trus dikasih obat tetes carbol glycerine 3 tetes tiap malem sebelum tidur, selama 3 hari.

Abis ditetesin, beberapa minggu kemudian keluar sih, tapi cuma sedikit. Dan masih banyak banget yang masih gede di dalem.

Ayahnya sih berani ngambilin, tapi gue gak berani. Pernah sih sekali gue ambil berapa hari lalu, trus Naf ngeluh sakit. Abis itu nyokap gue mulai 'rame'. Tau sendiri kalo nenek-nenek udah mulai rame soal cucunya. Makanya mending ke THT.

Kebetulan di THT Ciranjang ada dr. ES itu juga. Harapan gue, karena udah tua dan perempuan, bisa anggep kayak cucu sendiri, dong. Jadinya sayang. Tapi ternyata... :'(

Dari awal pergi emang kerasa gak bener banget.

Ayahnya gak setuju. Pingin kitanya dulu yang coba bersihin. Kita sempet adu argumen. Trus Nafisa muntah smpe dua kali. Pertama sebelum berangkat. Kedua di dalem taksi. Ribet banget. Sampe balik lagi ke rumah buat ganti baju.

Pas akhirnya udah di jalan, macetnya ampun-ampunan. Gara-gara flyover Tendean-Kuningan. Dari keluar Duren Tiga udah macet.

Trus tau-tau, Nafisa pingin pup! Waduh! Masjid udah kelewat. Akhirnya kita numpang toilet di gedung Blue Bird. Selama perjalanan ke sana, Naf bilang terus-terusan 'mau pup'. Tapi gue tenang-tenangin. Sesampainya di gedung Blue Bird, eeeh Naf gak jadi pup. Trus malah ngaca-ngaca, hahahaha. Anak cewek ya :D

Trus lanjut perjalanan. Macet banget. Dari rumah jam 4. Sampe THT Ciranjang jam 6 kurang. Jam setengah 7 kita masuk.

Pas masuk, dokternya negor sih, "Waah anak cantiik,"

Gue udah agak lega dokternya manis-manisin, soalnya Naf udah mulai gak mau-gak mau.

Trus Nafisa kan ngeliat botol alkohol di tembok yang biasa buat cuci tangan. Gue ajak lah Naf cuci tangan. Maksud gue kan pengen nenangin dulu, karena Naf udah bilang gak mau-gak mau. Eh, dokternya ngeliatin gue dengan pandangan, 'Ngapain sih ni ibu-ibu...'

Bete dong gue. Namanya bawa anak ya mesti ditenangin dulu dong anaknya. Kayak terkesan gak sabar gitu. Huh.

Abis Naf cuci tangan, dokternya langsung nyuruh duduk di kursi periksa.

Salahnya gue, gue LUPA BILANG MAU KONSUL DULU AJA. GAK USAH TINDAKAN kalo emang kotorannya bisa keluar sendiri.

Padahal dari rumah udah gue inget-inget untuk tunda tindakan sebisa mungkin kalo emang kotorannya bisa keluar sendiri dengan obat tetes. Tapi di sana gue tau-tau jadi lupa. Dan jadi nurut aja sama dokternya.

Gue duduk mangku Naf di bangku itu. Naf udah bilang gak mau.... Tapi.... Ah sedih deh :'(  Gue gak sanggup ngetik.... Pingin nangis...

Gue langsung diminta ngebekep tangan Naf.... (Ya Allah gue nyeseeel banget)

Susternya megangin kepala Naf. Dokternya langsung nyenter trus ngevakum kuping kiri Naf. Gue agak dikerasin sama susternya, "Ibu tahan kaki anaknya pake dengkul Ibu!"

Pas dipegangin, Naf nangis.... Dan gue juga pingin ikut nangis... Anak gue dibekep tangan kaki kepala udah kayak apaan.... Gue sedih banget....

Dan gue gak pernah sama sekali.... Gak pernah sekali pun.... Maksain Nafisa ngelakuin hal-hal yang dia gak mau.... Apalagi nahan fisiknya kayak gini... Ini pasti traumatik banget buat dia...  :'(

Akhirnya kotoran dikeluarin pake pinset. Lumayan sih, separuh kuku jari. Abis kuping kiri, kursi gue diputer biar gantian kuping kanan yang dibersihin.

Dokternya langsung ambil pinset lagi, trus kotorannya dikeluarin. Yang ini gedenya juga separuh kuku jari. Naf sempet nangis pas diambil kotorannya. Mungkin agak sakit, ya.

Prosesnya gak gitu lama, sih. Tapi, selama itu dokternya gak ngomong apaa kek gitu yang nenang-nenangin anak gue. Susternya juga. Bener-bener kayak, yang penting kerjaan gue cepet selesai. Semua mukanya pada gak child-friendly. Gue inget bahkan pas gue baru duduk dan Naf nangis, dokternya malah pasang tampang, 'Paling males deh kalo dapet anak kecil nangis. Mending cepet gue kelarin deh.'

Dan pas udah kelar, dokternya bilang dengan suara kenceng ke anak gue, "Udah dah dah dah dah, udah udah udah!"  Kayak marahin orang.

Abis itu pun dia diem aja, langsung balik ke kursinya, dan nulis-nulis. Gak berusaha hibur anak gue kek, gimana kek.

Gue coba tanya-tanya ke dia lagi tentang sumbatan di kuping ini. Jawabannya: "Harusnya sebelum kesini ditetesin obat dulu jadi saya gampang ngambilnya. Kan saya udah bilang gitu, kan?"  Lah kapan bilangnya? Lo pernah telfon gue? Ngeselin banget.

Udah gitu dia pake komentar, "Itu ingus-(anak)nya dilap dulu deh, nanti masuk ke mulut lagi!" dengan muka nyuruh. (!!)

.....

Bener-bener gak nyangka....

Gue ngerasa bersalaaah banget sama Naf. Salah banget dibawa ke dokter ini dan ke tempat ini.

Pas kita udah di luar ruang praktik, Nafisa masih nangis, sambil bilang, 'Saaakiit.. saaakiit...' bikin gue parno.

Dan dia jadi gak percaya sama gue. Gue gendong gak mau. Dia nahan. Gue ajak kemana gak mau. Ini gak mau, itu gak mau.

Dia udah gak percaya sama gue :'(

Itu sih konsekuensinya memang. Gue tau. Gue udah ngerasa. Karena dia merasa gue udah ngeboongin dia, dan maksa dia ngelakuin hal yang dia gak suka. Dan gue ikut berperan di situ. Gue ikut ngebekep dia.

I lost my daughter's trust  :'(

I'm no longer the one she feels she's the safest with.

Buat mereka yang bilang gue lebay, sini gue kasih tau.

Gue sangat menghargai Naf. Gue menghormati setiap keputusannya layaknya gue menghargai seorang dewasa.

Kalo gue pengen dia melakukan sesuatu, gue akan bikin dia melakukan itu dengan senang hati. Gue akan kasih pengertian dan mengajak sama-sama. Kita lakuin sama-sama. Tapi kalo dengan pengertian itu dia tetep gak mau, ya udah. Gue gak akan paksa. Apalagi kalo gak urgent. Kalo gak membahayakan jiwa, ya gue gak akan paksa. Gue gak akan bikin omongan atau perbuatan yang ngungkit-ungkit, ngujuk-ujuk, atau memaksa secara fisik supaya dia melakukan itu.

Dan gue bisa bilang cara ini berhasil.

Naf menghargai gue balik. Naf sangat nurut dan sangat percaya sama gue. Sangat percaya.

Dia ngerti bahwa gue selalu pengen kasih yang terbaik buat dia.

Tapi malem tadi..... Malem tadi gue berasa udah kehilangan itu :'''(

Gue sediiih banget...

Nafisa pun sedihnya lama.

Di klinik nangisnya lamaaa banget sampe 1 jam baru berhenti pas taksi dateng.

Di taksi dia diem aja. Mukanya nelongso. Kayak sedih gitu lah...

Dia kayak stres... kaget... ga nyangka dia dipaksa dan dibikin nangis... ga nyangka diginiin sama gue... ga nyangka gue bisa gituin dia...  :'(

Pas masih di klinik gue udah minta maaf sama Naf. Gue bilang, sambil nyusuin, 'Mamah minta maaf ya Naf, tadi tetap dibersihin kupingnya. Mamah pingin Nafisa sehat, gak sakit lagi.' Gue juga berusaha memahami rasa takutnya. Gue bilang, 'Mamah ngerti tadi Nafisa ngerasa takut dipegangin sama Mamah dan susternya, tapi itu maksudnya supaya Nafisa gak kena alatnya, karena berbahaya, bisa sakit.' (Naf mulai nangis pas gue ngomong gini.)

'Kalo Nafisa belom mau dibersihin kupingnya, lain kali kita gak usah ke dokter ya Naf. Kita bersihinnya pake tetes aja, biar kotorannya keluar sendiri.'  Alhamdulillah Nafisa mengiyakan solusi itu sambil mimik :'(

Alhamdulillah sih Nafisa keliatan mau ngerti... Dan udah mulai percaya sama gue lagi... Tapi tetep, di taksi dia terlihat sedih.

Kehilangan kepercayaan dari anak gue, yang tadinya sangat amat percaya sama gue, itu rasanya periiih banget :'(

Pas di Brawijaya, gue tunjukin lampu-lampu tiang flyover yang ganti-ganti warna, dia cuma bilang, 'Iya, liat,' (Padahal biasanya dia yang laporan panjang duluan.) Trus baru deh pas udah sampe Kemang, ngeliat perosotan dan terowongan playground KFC, Nafisa mulai mau ngomong duluan. (Padahal biasanya ceriwiiis banget, hiks)  Abis itu gue ajak ngomong Spiderman yang di Plaza Kemang 88, dia udah lumayan keliatan seneng.

Pas udah agak lama mau ngobrol-ngobrol lagi, Nafisa ngomong, "Nafisa kupingnya abis diapain?"  Alhamdulillah, gue sih nangkepnya, dia udah gak apa-apa. Berarti dia udah bisa nerima dan mahamin kejadian THT tadi. Pertanyaan itu maksudnya adalah dia pingin kita nge-review lagi kejadian tadi. Kayak nyeritain ulang lah.

Dan pas kita sampe rumah, turun dari taksi, Nafisa semangat banget mau ceritain kejadian tadi ke Uti :')  Alhamdulillah, insyaAllah dia udah gak apa-apa.

Sampe rumah pun Naf udah ceria lagi. Apalagi pas ketemu ayahnya :')

Tapi, malemnya masih belom mau jauh-jauh dari gue. Gue bangun sedikit, Naf ikut bangun dan minta mimik lagi. Cuma sekali aja dia mau balik badan, itu juga pas udah mau-mau pagi.

Pagi ini sebenernya gue masih pingin di rumah, gak kerja. Masih pingin nguatin lagi kepercayaan Nafisa ke gue. Tapi gue harus beli obat buat bokap. Hari ini abis semua.

Gue udah kasih pengertian ke Naf, dan alhamdulillah dia ngerti, kok. Pagi ini pun Naf sarapan sama ayahnya. Alhamdulillah nafsu makannya udah naik lagi karena udah sembuh demam batpilnya.

InsyaAllah nanti sore pulang kerja bisa full sama Naf and regain her trust.

Pelajaran pentingnya adalah, laen kali:

  1. Jangan paksa anak!
  2. Selalu minta pendapat ke anak, dan hormatin pendapat itu!
  3. Kalo kepaksa harus ke dokter THT, cari yang khusus anak aja di RSIA. Kata temen gue, di sana banyak mainan untuk pengalih perhatian, ruangannya lebih menyenangkan, dan dokternya akan ngebaik-baikin anak lo. Sangat child-friendly lah.
  4. Pilih dokter muda. Kalo kepaksa cuma ada yang tua, jangan yang cewek. Gak sabaran dan judgmental banget sama ibu-ibu muda. (Dua kali ke dokter eyang-eyang cewek semuanya judgmental.)

Tuesday, March 31, 2015

Review Asuransi Kanker

Dear temen-temen,

Terima kasih banyak ya sudah berkunjung ke sini :)

Saya hanya ingin memberitahu, bahwa, setelah mempelajari, kini saya mantap untuk mengumumkan bahwa saya TIDAK mengambil asuransi apapun.

Alasan paling utama: saya BOSAN. Bosan bikin perbandingan hanya untuk menemukan bahwa akhirnya semua sama saja. Semua cuma permainan. Nanti saya jelasin di bawah. Ketebak banget lah pokoknya.

Tadinya saya bahkan udah buat 2 review lagi. Yang satu ngebandingin tipe asuransi yang semua dibayar sesuai tagihan, dan yang kedua untuk tipe santunan/non-kartu. Hampir-hampir saya post.

Alasan kedua, saya MALAS keluarin uang segitu banyak. Mahal. Not worthy.

Alasan ketiga: ASURANSI ITU HARAM.

Tadinya saya juga gak percaya. Masa sih niat baik untuk berjaga-jaga dibilang haram? Tapi akhirnya, setelah
- semua ulama meyakinkan saya bahwa asuransi memang haram
- ngeliat sendiri, dan
- alhamdulillah ngalamin sendiri rasanya dikasih proteksi dan berkah yang..... Beyond words... Tanpa asuransi apapun...

Saya semakin yakin dan mantap.

Ini ringkasan kenapa asuransi haram. Gak hanya ulama Indonesia aja, lho, yang ngomong. Ulama luar juga. Semua sepakat haram.

Asuransi mengandung unsur:

  1. Judi
  2. Gharar / gak jelas
  3. Riba 
  4. Zhalim
  5. Batil


JUDI

Asuransi memiliki risiko (1) pembayaran atas sesuatu yang belum terjadi, (2) rugi tanpa alasan, dan (3) meraup untung tanpa usaha.

Dalam masa pertanggungan, kita bisa sakit, bisa juga nggak. Ini kan spekulasi banget. Dan salah satu pihak pasti ada yang rugi. Persis judi beneran.

Kalo kita sehat, kita rugi. Udah bayar premi banyak. Ini namanya risiko rugi tanpa alasan. Sebaliknya, kalo kita sakit, kita meraup laba gak pake kerja. Perusahaan asuransi yang rugi. Gak ada yang adil dua-duanya.

Jika kita sakit, perusahaan asuransi terkena risiko pembayaran. Makanya mereka akan berusaha sekuat-kuatnya supaya pembayaran klaim sulit, atau dikurang-kurangi jumlahnya, dengan berbagai syarat dan ketentuan, ya kan?

Ini semua sifat-sifat judi. Dan judi itu haram.


GHARAR

Artinya gak jelas. Satu, dari sisi waktu. Kapan terjadinya? Dua, kejadian yang diklaimkan. Derajat sakit/celakanya yang kayak apa? Ringan, parah, atau meninggal? Tiga, klaim yang didapat. Ini juga bergantung dari poin dua, karena tergantung kejadian. Kalo parah, ya lebih banyak daripada yang ringan.

Ketidakjelasan klaim juga tercermin dari jumlah manfaat klaim yang didapat nasabah seringkali tak sesuai dengan yang dijanjikan.

Transaksi dalam Islam itu harus jelas dan transparan semua. Barangnya, jumlahnya, kualitasnya, lokasinya, cara pembayarannya, pihak-pihaknya, ketentuannya, SEMUA harus jelas. Ada satu aja yang gak jelas, gak boleh.

Transaksi gak jelas (gharar) itu haram.


RIBA

Ini yang paling berat dosanya.

Ada 2 jenis riba. Pertama, riba fadhl. Barang ditukar dengan barang yang sama, tapi jumlahnya lebih banyak. Dalam hal asuransi, "barang" yang ditukar ini adalah uang. Riba jenis ini adalah uang yang DITERIMA NASABAH jika klaim yang didapat lebih besar dari seluruh premi yang dibayar.

Misal sudah dua tahun ikut dan bayar premi 6 juta. Pas kecelakaan, total tagihan rumah sakit dibayarkan 10 juta. Nah yang 4 juta itu riba.

Singkatnya, nuker duit pake duit. Pembeli (nasabah) membeli dengan uang (berbentuk premi), untuk mendapatkan uang yang lebih besar (berupa pembayaran klaim dari perusahaan asuransi).

Riba kedua adalah riba nasi'ah. Sebenernya riba nasi'ah ini secara historis artinya pembebanan bunga karena si peminjam telat bayar. Ini yang jelas disebutkan dalam Quran. Jadi intinya karena ada penundaan pembayaran. Nah, sama kayak di asuransi. Nasabah dikasih uangnya nanti, kan, kalo udah kejadian. Bukan langsung saat bayar premi. Delay waktu ini yang membuatnya jadi riba nasi'ah.

Selain itu, premi-premi asuransi pasti akan diputar untuk mendapatkan bunga. Ini dobel riba nasi'ah-nya.

Sekedar info. Riba yang paling ringan aja dosanya sama kayak (maaf saya juga gak suka tapi saya harus tulis karena setara hukumnya).... Ah ga jadi saya tulis deh... Tonton aja nih video singkat 6 menit yang cakep banget bikinnya. Dari situ kita akan tau, bahwa riba saja sudah cukup jadi alasan kuat.

Riba gak cuma di Islam doang. Di agama Kristen banyak, bahkan Hindu dan Buddha pun ada.


ZHALIM DAN BATHIL

Zhalim artinya gak adil, sewenang-wenang, salah. Batil artinya salah. (Yang bisa bahasa Arab mohon koreksi.)

Nguras duit secara 'pintar'. Banyak banget cara supaya uang kita keluar. Dan saat klaim, nasabah tak pernah bisa membela dirinya.

Betapa banyak kasus, kita pasti udah sering denger. Proses klaim sulit. Pas bisa klaim, jumlahnya gak sesuai. Mau ambil 'tabungan' gak bisa. Pas bisa, banyak dipotong. Apa-apaan sih ini?

Unit link, selama 5 tahun sebagian besar premi yang kita bayar akan menguap untuk biaya akuisisi, administrasi, dan pengelolaan investasi. Kita gak boleh ambil (padahal katanya nabung). Mesti sampai tahun tertentu. Dan kalo sudah mencapai tahun itu mau diambil, nanti kena biaya lagi.

Konvensional: premi hangus.

Penguapan premi demi beragam biaya dan main hangus-hangusan itu cara yang batil, lho. Rugi di nasabah. Gak boleh ambil uang pihak lain. Yang bener, di Islam itu semua pihak harus setara. Untung dibagi hasil, rugi juga ditanggung bareng.

Premi gak hangus? Memang ada, tapi mahalnya naujubila. Nguras duit lagi dong.

Lalu klaim gak sesuai. Teman saya di Dharmais udah jadi nasabah asuransi kesehatan XYZ selama 10 tahun lebih. Suatu hari dia klaim manfaat penyakit kritis kanker sebanyak 20 juta per bulan, sesuai polis. Ternyata, yang dikasih cuma 10 juta. Ini cidera akad namanya. Khianat.

Asuransi mobil, selalu ada biaya pembuatan klaim 300.000. Kalo klaim 5 juta, kita jadi cuma dikasih 4,7 juta. Lagi-lagi gak sesuai.

Terlalu banyak syarat, formula perhitungan yang rumit/sulit dipahami/nyusahin, tidak tepat janji, dan lagi-lagi memaksa kita untuk keluar duit terus tanpa bisa menuntut keadilan.

Sekedar info, makan harta (uang) orang lain dengan cara yang batil (jelek, gak adil) udah diwanti-wanti di An-Nisaa ayat 29.

Intinya, masih banyak hukum-hukum Islam lainnya yang dilanggar oleh asuransi (dan produk-produk finansial lain). Tapi, itu pun rasanya sudah lebih dari cukup.


* * *


Dari pengalaman saya, asuransi, kredit, saham-saham di usaha gak jelas/gak syariah, semua membuat kita jadi teruuus menerus berkutat sama angka. Seolah-olah rejeki cuma duit doang.

Asuransi bikin kita lupa sama afterlife (kalo gak boleh saya bilang "akhirat" karena terlalu religius). Saking mikirin yang di dunia, jadi lupa ntar kalo meninggal, kita mau jawab apa di dalam kubur. Yang sekarang aja gak yakin. Apalagi kalo ditambah ambil asuransi dan hutang kredit yang tenornya bertahun-tahun.

Yang di otak kita jadi cuma duit terus. Pusing mikir asuransi, cicilan, duit kurang, hutang sini tambal sana. Gak kelar-kelar.

Keluar deh dari semua itu. Keluar secepat mungkin. Sistem-sistem ini membuat kita makin terlilit hutang dan riba. Hati dan hidup jadi gak tenang.

Solusinya? Nabung aja biasa. Alokasikan dana khusus untuk kesehatan. Atau nabung emas batangan. Perbanyak sedekah. Tahan keinginan (=sesuatu yang, kalo kamu nggak punya, NGGAK akan bikin kamu mati atau sakit secara fisik.)  

Asuransi boleh, tapi yang kayak gini, mirip dagang biasa aja.

Dan inget, kita punya Allah.

Allah jauh lebih berkuasa daripada perusahaan keuangan. Dan mahabenar janji-Nya.

Saya tau ini kedengeran basi. Well, silakan. Tapi kalo tertantang untuk lebih berani, ikutin dan buktiin. Silakan liat sendiri sistem siapa yang basi.

1. Stop yang haram

  • Tutup asuransi. Ganti sama sedekah dan yakin Allah sebaik-baik Penjaga dan Pelindung. Rugi besar? Gak apa-apa. Anggap aja bersihin dari dosa riba. Jangan diterusin preminya. Lagian kebutuhan masih banyak.
  • Lunasi hutang dan cicilan. Jangan percaya hutang produktif. Hutang itu konsekuensinya besar dunia-akhirat. Lunasin. Ambil lagi harga diri kamu sebagai manusia bebas. Baca iniini dan ini video singkat untuk solusinya.
  • Tutup reksadana dan saham non-syariah. 
  • Stop following LambTur dan sejenisnya. Ini serius. Kamu mau timbangan dosa kamu nambah di hari kiamat gara-gara orang-orang yang ga ada hubungannya sama kamu? Unfollow sekarang. Jangan mau makan bangkai

2. Perbanyak hal-hal baik

  • Azan langsung wudhu dan shalat. Langsung! Laki ke masjid. Jangan tunda. Kamu udah dipanggil ama Dzat yang megang nyawa kamu.
  • Perbanyak doa. Minta sama Yang Maha Mendengar dan Mengabulkan Doa.
  • Perbanyak sedekah. Di waktu lapang maupun sempit. Percayalah semua diganti berkali-kali lipat. Dan gak hanya dalam bentuk uang. Tapi jauh lebih besar daripada itu. Kesehatan, ketenangan hati, dikasih jodoh yang saling nyokong dalam iman, keluarga rukun dan tenteram, anak-anak nurut gampang diatur salih-salihah, ... Ingatlah bahwa banyak rizki yang tidak kita sadari. Tangan masih bisa ngetik di keyboard? Mata masih bisa melihat? Apakah itu bukan rejeki? Mau dikasih 1 miliar tapi jempol kamu dipotong dua-duanya? 
  • Berbaktilah yang sebaik-baiknya, sebagus-bagusnya pada kedua orangtua. Mereka pintu-pintu surga. Dan pintu rejeki kita. Siap secepatnya saat orang tua manggil nama kita. Layani layaknya abdi ngelayanin raja. Lower your wings of mercy unto them, lingkupilah orangtua dengan perlindungan dan kasih sayang sebagaimana induk burung melebarkan sayapnya untuk melindungi anak-anak mereka. Lembutkan ucapan. Sabar. Jangan malas. Percaya sama saya. Gak akan terasa nyesel sampe kita ngeliat mereka pake kain kafan. 
  • Silaturahmi. Siapa ingin rejeki diperluas, sambunglah tali silaturahmi, sering denger hadits itu, kan? Dan itu amat amat benar. Sering-sering ketemu orang-orang yang kita tau akan nunjukin kita ke jalan Allah. Yang baik-baik. Yang taat-taat. Tinggalin dulu temen yang hobi gosip dan boros di mall. Inget, kamu maunya dapet pahala dan rejeki. Bukan dosa.
  • Bersyukur. Nanti Allah akan cukupin. Yakin.


Satu lagi yang penting. Baca Quran, satu ayat aja sehari. Gak usah satu juz, tapi SATU AYAT aja. Target cukup segini aja. Mau jadi overachiever? Silakan banget! (Emang itu tujuannya, makanya target 1 ayat aja. Secara psikologis, melampaui target akan membuat kita makin bersemangat, kan!)

Baca hadits, satu aja sehari. Kita akan dapet ide-ide untuk menjadi muslim yang lebih baik. Ini salah satu app Android favorit saya.


* * *


Temen-temen, sebagai penutup, saya bukan orang suci. Saya masih banyak dosa. Dan juga masih belajar. Seringkali saya ngerasa malu sama Allah. Udah dikasih banyak banget, padahal masih gini-gini aja.

Semua saya tulis berdasarkan pengalaman. Bahwa janji Allah itu benar. Saya sayang sama temen-temen.

Sebagai sesama muslim, saya ingin temen-temen bisa merasakan dan mengalami sendiri indah dan nikmatnya berada dalam lindungan Allah. Pasti bisa.

Jangan takut. Yakin Allah sayang sama hamba-Nya yang nurut. Yakin bahwa ketenangan hati itu hanya bisa didapat dengan mengingat Allah.

Biarlah postingan asuransi ini tetap terpampang di sini. Supaya yang baca tau bahwa sistem kayak gini udah saya tinggalkan. Dan bahwa hitungan Allah JAUH LEBIH PASTI KEBENARANNYA dan JAUH LEBIH BERLIMPAH.

Terima kasih, temen-temen. Saya selalu mendoakan kebaikan di dunia dan di akhirat untuk temen-temen semua yang udah baca. Aamiin.

Doakan juga ya supaya timbangan dosa saya karena pernah menulis review asuransi ini dihapuskan oleh Allah Ghafururrahiim. Statistiknya sudah hampir 17.000, ditambah postingan lain 21.000. Sungguh angka yang... :'(  Saya gak sanggup mempertanggungjawabkan dosa 38.000 orang di hari kiamat :'(

Rabbanaa zhalamnaa anfusanaa wa-illam taghfir lanaa watarhamnaa lanakuunanna min alkhaasiriin.

Terima kasih banyak, ya, temen-temen. Saya sedih sekali. Abis ini saya mau shalat dulu biar ilangan dikit :'(

Wassalamu'alaykum warahmatullahi wabarakatuhu.

Jakarta, 2 April 2017




== UPDATE TAMBAHAN ==



SEPOTONG FAKTA

Beberapa hari lalu saya membaca artikel ulama luar tentang asuransi dalam islam. Tak sengaja saya melihat tulisan di kolom komentar: "Insurance is part of the Dajjal system and is a way to make money on people's fears." Ini mengejutkan banget. Kenapa saya gak pernah kepikiran?

Teman yang pernah ikut seminar Pak TD*, motivator marketing nasional, memberitahu saya bahwa beliau pun mengajarkan, motivator pembeli yang paling efektif adalah rasa takut. Saya jadi ingat. Tahun 2008 saya pernah meriset secara lokal tentang rasa takut ini. Istilahnya fear appeal. Hasilnya, rasa takut merupakan faktor penentu utama sikap (dan tindakan) kita terhadap sesuatu. Konsisten dengan riset-riset sebelumnya.

Dan teori fear appeal terus terbukti sampai saat ini. Artikel ilmiah "Appealing to Fear: A Meta-Analysis of Fear Appeal Effectiveness and Theories" bulan Oktober 2015 di kolom berita American Psychological Association (APA) menunjukkan, hingga kini rasa takut tetap efektif.



"Making money on people's fear" membuat saya penasaran mencari daftar perusahaan asuransi terkaya di dunia. Ini hasilnya dari Wikipedia (dari Forbes Global 2000).



Berkshire Hathaway 210.8 miliar dolar AS. Ada yang tau itu berapa rupiah?


Rp2.808.699.200.000.000, atau DUA RIBU DELAPAN RATUS DELAPAN TRILIUN enam ratus sembilan puluh sembilan miliar dua ratus juta rupiah. Berkshire Hathaway bermarkas di Amerika Serikat. Konglomerasi ini juga selalu ada dalam daftar 10 perusahaan terbesar asuransi di sana.

Berikutnya, AXA 147.5 miliar dolar AS. Mau dihitung rupiahnya?


Rp1,964,995,000,000,000, atau SERIBU SEMBILAN RATUS ENAM PULUH EMPAT TRILIUN sembilan ratus sembilan puluh lima miliar rupiah.

Mungkin ada yang tau APBN kita berapa?



Bahkan pendapatan negara kita aja kalah :')

Keliatan kan, siapa yang untung. Jelas bukan kita para nasabah lah ya :')  Duit kita segini-gini aja kok :')

Mau liat yang di Indonesia? Silakan baca publikasi dari KPMG Indonesia berikut.


Analisisnya gak main-main. Yang nulis orang pinter semua. Klik DI SINI untuk download dan liat sendiri angka-angkanya.

Belum tau KPMG? Itu salah satu dari the Big Four auditor terbesar di dunia, selain Deloitte, EY, dan PwC.

Baiklah, sudah cukup tentang making money on people's fear.

Tinggal kita renungkan lebih dalam. Saya berdoa semoga Allah senantiasa ngebimbing kita semua ke jalan-Nya. Aamiin.











=========================================================
POSTINGAN LAMA MULAI DI BAWAH INI.
INI SISTEM YANG SUDAH SAYA TINGGALKAN.
==========================================================




Ada di antara kamu yang punya riwayat kanker?
Berhubung saya punya riwayat kanker di keluarga, saya penasaran nyari asuransi yang khusus kanker.
Jenis asuransi seperti ini memberi manfaat santunan jika kita terdiagnosis positif kanker. 
Pinginnya sih nyari asuransi kanker yang berdiri sendiri (standalone). Gak digabung sama asuransi lain (jiwa, kesehatan, kecelakaan, dll). Kalo yang digabung-gabung itu biasanya berupa rider (tambahan) untuk critical illness, dan mahal, karena manfaatnya lebih sedikit. 
Sejauh pencarian saya, ada 2 tipe asuransi kanker yang standalone.
Ada yang memberi manfaat untuk semua jenis kanker, misalnya:
1.  Cigna Complete Cancer Protection
2.  Simas Cancer
Ada pula yang khusus perempuan, dan hanya meng-cover kanker payudara dan kanker rahim. (Hanya 2 jenis kanker ini saja yang dicover. Kanker lainnya tidak.) Contohnya:
1.  ACA Wellwoman
2.  SMiLe Ladies MSIG
Seperti biasa, ini review di atas kertas ya. Jadi hanya dari besaran premi vs manfaat. Kalo soal layanan belom bisa. Soalnya, saya mesti kena kanker dulu dong :) Justru saya berharap ada yang berbaik hati nge-share pengalamannya di sini :D
Okay berikut sekilas masing-masing produknya yah.
1.  Cigna Complete Cancer Protection
Asuransi ini meng-cover SEMUA jenis kanker.
Laman resminya di sini.
Ada 3 jenis plan, langsung liat yang tertinggi aja yah. Soalnya kecil-kecil semua nilainya. 
Plan III
- Santunan diagnosis kanker stadium awal - Rp30.000.000
- Santunan diagnosis kanker stadium lanjut - Rp20.000.000
- Santunan perawatan rumah sakit karena kanker (selama 300 hari) - Rp200.000
- Santunan penyembuhan jika terdiagnosis kanker stadium lanjut (selama 12 bln) - Rp2.000.000
- Santunan meninggal dunia karena penyakit dan/atau kecelakaan - Rp50.000.000
- Layanan konsultasi opini media kedua - Tersedia
Premi tahunannya Rp1.115.064.
Kalo mau bulanan, preminya Rp103.255 (total setahun Rp1.239.060. Beda Rp124ribu).
Kesan saya: Mahal amat. Benefitnya juga sedikit. Tiga puluh juta mah sehari juga bisa abis. 
2.  Simas Cancer
Asuransi ini menjanjikan santunan hingga satu miliar rupiah begitu pemegang polis terdiagnosis kanker. 
Laman resminya di sini.
Okay, menarik juga nih 1M.
Ada juga santunan meninggal dunia karena kecelakaan sebesar Rp25.000.000, dan No Claim Bonus hingga 50% dari Total Premi yang dibayar jika tidak ada klaim selama 5 tahun berturut-turut.
Tapi, pas baca review ini kok jadi males ya.
Pengecualiannya banyak banget. Antara lain yang TIDAK dicover:
- Kanker payudara bila tak menembus membran di bawahnya
- Kanker rahim hingga grade V
- Kanker kulit hingga level 3
- Kanker prostat bila masih T1a atau T1b
- Kanker tiroid bila masih T1N0M0 atau diameter kurang dari 1 cm
- Kanker kandung kemih jenis Papillary Micro Carcinoma
- Leukemia non Lymphocytic Chronic di bawah level 3
- Kanker karena AIDS
Padahal itu kanker yang umum banget di Indonesia. Kalo dikecualikan, ngapain juga. Agak aneh sih.
Lagian, kalo baru bisa diambil pas stadiumnya udah lanjut, itu mah keburu duit si penderita udah abis deh.  -__-
Okeh, dua itu tadi asuransi yang mengcover semua jenis kanker.
Sekarang giliran asuransi kanker khusus perempuan.
1.  ACA Wellwoman
Jika kamu berusia 18-40 tahun, kamu hanya perlu bayar Rp513.600 setahun untuk bisa menerima manfaat Rp100.000.000,- (seratus juta rupiah) jika terdiagnosis kanker pada:
- Satu atau kedua payudara
- Satu atau kedua saluran tuba falopi
- Satu atau kedua ovarium
- Leher rahim (Serviks)
- Uterus
- Vagina
- Vulva
Jika kamu berusia 41-55 premi tahunannya sebesar Rp1.944.000,- dan jika berusia 56-64 premi tahunannya Rp2.347.500,- untuk mendapat manfaat yang sama.
Laman resminya di sini.
Saya belom liat isi polis dan pengecualiannya sih. Kalo gak ada pengecualian atau batasan stadium kanker kayak Simas, oke juga nih. Bisa dijadiin pilihan. Premi murah, tapi manfaat gede. Apalagi kalo kamu ada riwayat keluarga yang kena kanker payudara atau kanker rahim. 
Kalo di brosurnya sih pengecualiannya tampak wajar-aja. Gak ada tanda-tanda pengecualian bagi kanker stadium awal kayak di Simas Cancer. Artinya kanker payudara dan kanker rahim di stadium apapun bisa dicover.
Pengecualian cuma untuk:
- pra-sel kanker atau tumor yang belum terdiagnosis kanker, tetapi bisa berkembang menjadi kanker (misal trombocythaemia atau polycythaemia rubra vera) atau carcinoma in situ di daerah mana pun selain payudara;
- sudah pernah terdiagnosis kanker payudara atau rahim sebelumnya (pre-existing).
2.  SMiLe Ladies MSIG
Ada 3 plan: Ruby, Silver, dan Diamond, dengan pertanggungan hingga umur 80 tahun.
Laman resminya di sini.
Pas buka websitenya, keterangannya abstrak banget. Terlalu general, jadi kurang jelas membedakan plan satu dengan yang lain. 
Tadinya pingin telfon marketingnya untuk tanya-tanya lebih lanjut. Tapi, begitu liat tulisan "top-up", "investasi", saya gak jadi nanya jadi deh.
Soalnya, itu artinya asuransi ini jenisnya unit link, yang dijadiin satu sama investasi.
Hmm. Thanks, but no thanks :)  Kayaknya udah pasti mahal dan benefitnya sedikit :)
UPDATE : Saya baru nemu nih spek lengkap premi dan manfaat masing-masing plan di sini.
Dan bener aja. Mahal banget.
Misal saya ambil plan Diamond. Saya akan dapet SmileLink, SmileLadiesInsurance, dan SmileMedical.
SmileLink berupa santunan saat terdiagnosis kanker payudara dan kanker rahim. Jumlahnya sebesar Rp100.000.000.
SmileLadiesInsurance berupa santunan meninggal dunia akibat kanker. Jumlahnya sebesar Rp100.000.000.
SmileMedical mengcover perawatan di rumah sakit jika terkena kedua kanker tersebut. Jika saya ambil Paket C dengan harga kamar Rp600.000, saya akan dapat:
- Kamar 600rb/hari selama 360 hari
- ICU 1jt/hari maks 60 hari
- Biaya aneka perawatan (lab dll), bedah, dokter, dokter spesialis semua sesuai tagihan. Okay good.
Eh... Tapiii masa yaaa
- Maksimal klaim per kejadian cuma Rp150jt, dan
- Maksimal klaim per tahun cuma Rp300jt
Sama aja cuma boleh 2x klaim dong setahun.
Emangnya biaya perawatan kanker payudara dan kanker rahim cukup kalo cuma Rp150jt? Kalo Rp300jt mungkin bisa. Itu juga cuma untuk sekali rangkaian ya.
Preminya, seperti bisa ditebak, mahal banget akibat embel-embel investasi. Untuk plan ini, saya harus bayar Rp600.000 per bulan. Alias Rp7.200.000 setahun.
Kalo saya harus bayar 10 tahun itu juga udah mendekati nilai manfaatnya, kan? Ngapain?
Hadeeehh. Gak ah.
KEPUTUSANNYA :
ACA Wellwoman
Premi aujubile mure dengan manfaat yang jauuuh ngelebihin pesaingnya yang lain. Cuma 500an ribu setahun, tapi santunan 100 juta.
Pengecualian juga wajar. Cukup fair lah.
Yaaak jadi itulah kesimpulannya ya untuk asuransi kanker-kankeran khusus perempuan :D
Sekali lagi, ini baru perbandingan premi dan manfaat di atas kertas. Belum dari sisi layanan ya.
Semoga membantu :D

Friday, March 27, 2015

Kualitas Gizi Ibu dan Anak di Indonesia

Bangsa apa yang tubuhnya paling tinggi?

Apa? Jerapah? Haha, nice try. Tapi maksud saya adalah "orang". Manusia  :D

Jawabannya adalaaah... Bangsa Belanda.

Yap. Orang-orang Belanda memang punya tinggi badan lebih di antara bangsa-bangsa lain di dunia. Rata-rata tinggi mereka sekitar 184 cm.

Tapi, tahukah kamu bahwa dulu mereka tingginya juga sama kayak kita-kita pribumi ini? Sekitar 163-an! Standar banget, kan?

Trus, kenapa mereka sekarang jadi tinggi-tinggi gitu? Well, tidak lain tidak bukan, karena kualitas makanan dan gizi yang meningkat.

Begitu kata Dr. Martine Alles, Direktur Developmental Physiology and Nutrition dari Danone Nutricia Early Life Nutrition yang juga berasal dari Belanda.

Fakta menarik ini diungkap beliau pada bincang-bincang gizi Nutritalk bertema "Sinergi Pengetahuan Lokal dan Keahlian Global bagi Perbaikan Gizi Anak Bangsa" bersama Nutrisi Untuk Bangsa di Jakarta, Jumat, 20 Maret 2015.

Selain Dr. Alles, talkshow ini juga mengundang Prof. Dr. Ir. Hardinsyah, Guru Besar Tetap Ilmu Gizi Fakultas Ekologi Manusia Institut Pertanian Bogor sebagai narasumber utamanya.

Acara ini kayak ngegabungin ahli gizi Belanda sama ahli gizi Indonesia untuk sharing pengalaman di negara masing-masing. Dari situ, kita bisa ambil hal positif yang bisa diterapkan untuk gizi dan kesehatan anak di Indonesia.

Dua-duanya pinter-pinter banget! Buanyak banget ilmu yang saya dapet dari talkshow ini.

Oke, satu-satu ya saya ceritain :D

Lanjutin yang dari Dr. Alles dulu ya tentang Belanda-Belanda-an.

Selain kualitas gizi yang baik, tinggi badan anak-anak di Belanda naik karena tingkat kebersihan (higienitas) yang membaik dan makin kecilnya keluarga.

Belanda juga mencatat peningkatan berat badan pada bayi-bayi baru lahir sebanyak 300 gram. Buat bayi, ini berarti banget, lho. Ini bisa sepersepuluh berat badan mereka. (Ibaratnya 5 kg buat kamu yang beratnya 50 kg. Gede, kan? Kamu bisa naek jadi 55 kg.) Kenaikan ini berpengaruh besar pada perkembangannya nanti saat remaja dan dewasa.

Gak cuma tinggi badan, masalah gizi juga merembet ke hal-hal serem lain. Eropa dan Amerika Serikat pernah dilanda riketsia di tahun 1800-an. Ini adalah kelainan berupa pelunakan dan pelemahan tulang pada anak. Penyebabnya: jam kerja yang panjang dan polusi udara yang membuat mereka kekurangan sinar matahari.

Makanya dulu mereka dikasih minyak hati ikan kod (kayak Sc*tt's emulsion) dan disuruh masuk kamp liburan biar pada kejemur sinar matahari. Mentega juga difortifikasi (ditambahin) zat vitamin D.

Yang serem, saat ini riketsia lagi nanjak lagi di Eropa, sebab anak-anak cenderung di dalam rumah terus. Jarang main keluar, jadinya jarang kena sinar matahari.

Bagaimana dengan Indonesia?

Sedih.

Kalo di Belanda orang pada tinggi-tinggi, Prof. Hardin mengatakan bahwa jumlah balita stunting (gagal tumbuh alias kuntet) akibat kekurangan gizi di Indonesia mencapai 37,2% atau 8,8 juta anak.

Sebanyak 42,8% anak-anak di desa dan 34,9% anak-anak di perkotaan yang berumur 2 sd 4 tahun juga mengalami kekurangan vitamin D.

Dan sayangnya, pertumbuhan ekonomi tak berjalan seiring dengan peningkatan kualitas gizi.

Untuk itu, Prof. Hardin menyarankan ibu yang tengah hamil, menyusui, maupun calon ibu hamil untuk memenuhi keseimbangan gizi demi bayi yang dilahirkan kelak. Begitu juga para ibu yang memiliki balita.

Pemenuhan gizi harus fokus pada zat gizi yang masih defisiensi, seperti protein, asam lemak esensial, zat besi, kalsium, yodium, zink, vitamin A, vitamin D, dan asam folat.


Takeaway Messages

Prof. Hardin:

1.  Kita harus memutus lingkaran setan kekurangan gizi.

- Bayi kurang gizi lahir dari ibu-ibu kurang gizi.
- Bayi-bayi ini lahir dengan berat badan rendah, yang mempengaruhi perkembangan mentalnya.
- Mereka tumbuh menjadi remaja yang terbelakang mental, dan ketika dewasa menjadi orangtua terbelakang yang sulit memperhatikan gizi anak-anaknya.
- Mereka pun, akhirnya, melahirkan bayi-bayi yang kurang gizi.

2.  Upaya perbaikan gizi bisa dilakukan melalui (1) perbaikan konsumsi pangan hewani dan buah-buahan; (2) suplemen gizi; (3) penanganan gizi buruk; (4) pendidikan gizi keluarga terutama ibu dan anak; serta (5) pemberdayaan ekonomi, keluarga, dan perempuan.

3.  Untuk mengatasi kekurangan vitamin D dan menghindari riketsia, Prof. Hardin menyarankan anak-anak 'dijemur' selama 20 menit antara jam 9 pagi hingga jam 1 siang. Selain itu, anak harus didorong untuk bergerak aktif di luar ruang. Jangan cuma diem di rumah aja. Aktif!

Dr. Alles:

3.  Periode 1.000 hari pertama kehidupan amat penting bagi pertumbuhan anak. Pada masa inilah semuanya berkembang pesat. Fisik, massa otak, kemampuan kognitif (berpikir), tulang, imunitas (kekebalan), sistem pencernaan, dan organ-organ metabolisme semua tumbuh dengan cepat.

Pada masa ini, bayi akan mencapai:

  • 2x tinggi badannya
  • 5x berat badannya, dan
  • 1 kg massa otaknya

Makanya, kualitas pertumbuhan di periode ini punya pengaruh besar pada kualitas kesehatannya di masa depan.

4.  Peningkatan gizi di Indonesia harus disesuaikan dengan pola makan, preferensi pangan, dan ketersediaan pangan lokal. 

* * *

Talkshow hari ini bener-bener nyadarin lagi bahwa banyak banget anak-anak Indonesia yang mengalami malnutrisi. Sepulang dari acara, saya terinspirasi untuk browsing-browsing tentang isu-isu gizi di Indonesia. Dan benar kata Prof. Hardin. Miris banget.

Dari Global Nutrition Report 2014, Indonesia merupakan satu dari 17 negara di dunia yang masih punya isu stunting (gagal tumbuh alias kuntet), wasting (kurus), dan overweight (kelebihan berat badan) pada balita.

Cuma 17 negara yang punya 3 masalah itu. Rekan senasib kita adalah Albania, Azerbaijan, Benin, Bhutan, Botswana, Komoro, Djibouti, Mesir, Iraq, Libya, Mozambik, Papua Nugini, Sao Tome & Principe, Sierra Leone, Republik Arab Syria, dan Zambia. Padahal, ekonomi kita gak separah mereka, kan? Yah, tapi begini lah kenyataannya :'(

Dari total balita di Indonesia, stunting mencapai 37% (8,9 juta anak). Wasting mencapai 14% (3,3 jt), dan overweight 12% (2,8 jt). Khusus stunting, ternyata angkanya semakin naik. Sedih banget.

Kalo Belanda butuh hampir 200 tahun untuk mencapai pertumbuhan tinggi badan 20 cm, dan Eropa dan Amerika pernah kena riketsia, semoga kita di Indonesia bisa belajar dari pengalaman mereka dan memanfaatkan sumber-sumber kekayaan gizi pangan lokal. Biar gak sampe selama itu prosesnya.

Demi peningkatan gizi dan kualitas generasi bangsa. Secepatnya :)

TipCoba search hashtag #Nutritalk di twitter untuk info-info menarik lainnya di talkshow ini :D

Popular Posts