Showing posts with label unit link. Show all posts
Showing posts with label unit link. Show all posts

Sunday, October 11, 2015

Ini Alasan Asuransi Unit Link Laku Keras

Sekian lama saya bertanya-tanya, kenapa produk unit link laku banget di Indonesia. Hampir tiap orang, mulai dari temen, saudara, atau baru kenal, semua ambil unit link.

Hmm. Kayaknya emang pada gak tau ya kalo unit link itu justru mahal banget. Udah sering pula dibahas sama para financial planner. Tapi kok ya tetep aja banyak yang ngambil. Heran deh.

Sampai akhirnya, tau-tau kakak saya jadi agen asuransi X. Suatu hari, dia minta ketemu. Oke, tapi dari awal saya bilang saya gak akan ngambil asuransi apapun.

Okay. Akhirnya kami ketemuan. Kakak saya mulai menjelaskan produknya. Asuransi jiwa plus kesehatan dan investasi.

Kakak saya gak ngerti saham. Gak pernah beli saham, dan gak pernah juga beli reksadana. Prosesnya aja dia gak tau. Kok, tau-tau dia jualan asuransi plus saham?

Trus saya tanya, kenapa dia jual yang ini? Kenapa gak mulai dari asuransi tradisional murni tanpa investasi? (Yang jiwa sendiri, kesehatan juga sendiri.) Biar ngerti dasar-dasarnya.

Ya gue dikasihnya langsung yang ini, Dek.

Duerr! Saya langsung nyesek dengernya. Bukan kesel sama kakak, tapi kesel sama upline-nya. Dan perusahaannya.

Saat itu, mata saya langsung kebuka. Sekarang saya tau kenapa orang-orang pada ngambil unit link. Karena satu-satunya produk yang ditawarin ya cuma itu!!!

Oleh para managernya, para agen disuruh jual unit link. Mungkin biar langsung ngerasain komisinya. Biar langsung ngerasain enaknya dapet duit banyak.

Padahal agennya sama sekali gak ngerti apa-apa tentang asuransi. Apalagi saham dan reksadana.

Padahal produk asuransi itu buanyak banget macemnya. 

Selektivitas ini berdampak besar, lho. Karena yang dikasih tau ke agen cuma itu (unit link), mereka jadinya ya cuma tau yang itu. Konsumen pun jadinya ya cuma tau yang itu. Jadi, dua-duanya sama-sama (di-)buta(kan). Gak tau apa-apa di luar unit link.

"Produk asuransi yang bagus tuh ya yang ada semuanya. Jiwa ada, kesehatan ada, investasi juga ada."

Duh, sedih rasanya melihat pemahaman keliru ini telah menjadi sesuatu yang normal. Sayang, perusahaan asuransi justru sukses menuai profit dari situ. Mereka berjaya menimbun aset atas keberhasilan membangun pemahaman keliru ini :(

Saya menyesalkan kenapa ada selektivitas seperti ini. Dan juga, kenapa tidak ada pendidikan finansial yang baik bagi para agen.

Kenapa bisnis tidak dibangun atas dasar kepercayaan. I mean, bisnis kok membangun kesuksesan di atas ketidaktahuan (baca: kerugian) orang lain?

Yah, gak rugi juga, dong, Mbak Widya yang baik. Kan mereka dapet perlindungan jiwa dan kesehatan. Kalo masuk rumah sakit ada yang bayarin. Kalo meninggal bisa ninggalin warisan.

Iya bener. Tapi banyak produk lain yang harganya cuma 1/10-nya dengan manfaat yang sama, Bos! Bahkan lebih besar!

Produk unit link yang ditawarkan kakak saya sebulan 1,5 juta. Setahun 18 juta. Uang pertanggungan meninggal cuma 500 juta. Rawat inap dengan kamar 500 ribu dan lain-lain (pake limit-limit secimit). Investasi dengan estimasi gain 15% setahun (gak dijamin).

Kalo pake asuransi jiwa murni, dengan premi 1,4 juta setahun (Rp116 ribu sebulan) bisa dapet uang pertanggungan 1 milyar. SATU MILYAR. Dua kali lipetnya. Asuransi kesehatan murni yang 4 juta/tahun bisa dapet yang SEMUA tagihannya dicover, TANPA LIMIT apapun sama sekali. (Unit link masih dilimit-limit untuk dokter, obat, lab, dll. Ga ada yang sesuai tagihan.) Ditotal-total setahun cuma 5,4 juta. Dan benefitnya beda jauh banget!
*Asuransi jiwa berjangka 5-tahun S**life dan asuransi kesehatan AX* Man**** Kesehatan Prima

Tapi uangnya hilang, kan, Dek? 

Lah, emang di unit link gak ilang? Uang 1,5 juta per bulan itu kan dibagi porsinya: 1 juta buat asuransi, 500 ribu buat investasi. Yang sejuta itu ilang-ilang juga, kan? Sama aja setahun ilang 12 juta. Yang di-invest cuma 8 juta. Orang-orang pada percaya aja duitnya gak ilang. Ya nasabahnya, ya agennya.

Nih ya. Kalo gue punya 18 juta, ya mending gue ilang 5,4 juta trus sisa 12,6 juta gue beliin reksadana saham dan profit 20% dong. Daripada gue ilang 12 juta dan yang di-invest cuma 6 juta dengan profit 15%. Ya gak sih? Dapetnya banyakan mana, coba?

Memang menyadarkan orang tentang hal ini agak sulit. Pertama selektivitas tadi. Itu aja udah besar banget dampaknya. Bikin buta semua orang.

Kedua, kebanyakan orang beli produk karena ditawarin. Bukan nyari karena butuh. Ini salah satu kelemahan yang umum sih emang. Bukan cuma di Indonesia aja. (Salah satu survey di Inggris bilang kalo nyari-nyari asuransi itu bahkan lebih bikin stres daripada ke dokter gigi, hahahah.)

Kalo beli karena butuh, lebih besar kemungkinan si konsumen akan nyari-nyari dan survei dulu. Banding-bandingin dulu. Abis itu baru mutusin beli. At least ada prosesnya lah.

Kalo beli karena gak nyari? Yaa... kadang ada yang beli padahal nggak butuh, ada yang beli karena gak enakan, atau karena gak tau ada produk lain yang lebih murah.

Semuanya terjadi di unit link. Tapi yang bikin paling miris ya selektivitas-berujung-kebutaan itu tadi. Gak tau ada produk lain. Ya konsumennya, ya agennya.


Nimbun aset perusahaan ya silakan. Tapi mbok ya jangan di atas ketidaktahuan orang lain.

Saya berdoa semoga perusahaan asuransi bisa mendidik para agen dan nasabahnya dengan lebih baik. Amin.

Thursday, September 11, 2014

6 Alasan Saya Tidak Ambil Asuransi Unit Link



Asuransi unit link udah sering banget dibahas di banyak tempat. Sempet jadi rame juga gara-gara para financial planner kondang pada ngebahas ini.

Buat yang belom tau, asuransi unit link adalah produk asuransi dengan investasi. Di asuransi jenis ini, sebagian premi kamu akan diinvestasikan oleh pihak asuransi ke dalam bentuk saham. Tujuannya, supaya bisa dapet keuntungan.

Dalam proposal ilustrasi, biasanya kamu akan diperlihatkan jumlah uang kamu yang berlipat ganda, sebagai hasil investasi ini. Namanya "Nilai Tunai". Inti pesannya adalah: "Uang kamu nggak hilang. Malahan bisa 'untung gede'. Soalnya sekalian investasi."

Well, saya cuma mau highlight:

1. Angka2 itu cuma perkiraan. Belum tentu hasilnya segitu.

2. Kamu gak pernah dikasih tau skema profit-sharingnya gimana. 50-50 atau 70-30 atau 95-5. Kamu cuma tau yang bagian kamu aja. Coba cocokin deh sama laporan bulanannya. Cek sama temen kamu yang sekarang ngambil UL. Bener gak angkanya segitu. Kebanyakan orang lupa dengan apa yang dijanjikan di proposal awal. Dan pas udah telanjur ngambil, mereka juga udah pasrah dapetnya berapa. Belum potong ini potong itu.

3. Kamu gak pernah tau risk-sharingnya gimana. Kalau investasi kamu merugi, gimana sebenernya pembagian kerugiannya. 50-50? 70-30? Atau 95-5? Kamu cuma tau yang bagian kamu aja.

4. Kamu gak punya kontrol terhadap investasi kamu. Ini nih yang menurut saya bikin sulit. Mau kamu ganti penempatan sahamnya gak bisa. Semua udah diatur sama manager di asuransinya. Mau kamu stop juga nggak bisa. Kenapa? Soalnya:

5. Nilai tunai ini sebenarnya untuk nutupin biaya administrasi di awal-awal, dan biaya premi kamu di dekade mendatang. Coba perhatiin deh. Unit link hanya mewajibkan kamu untuk bayar premi 10-15 tahun kan? Padahal proteksinya sampai 99 tahun. Liat baik-baik jumlah uang kamu di bawah 5 tahun. Abis itu 20 tahun mendatang. Liat ada bintang-bintang di situ? Itu artinya uang kamu nggak ada alias HABIS. Yes. Yang sebelum 5 tahun habis untuk biaya administrasi. Yang 20 tahun lagi habis untuk nutupin premi kamu (yang kamu bayarnya cuma 10 tahun doang itu).  Gak sebanding dengan yang udah kamu keluarkan kan?

6.  Biasanya juga, produk yang punya "Nilai Tunai" ini preminya muahal gak kira-kira. Bisa 3 kalinya yang standalone non-UL. Padahal benefitnya sama, atau malah lebih kecil. Satu, gak value for money. Dua, uangnya bisa kamu alokasiin buat yang lain. Liburan, misalnya. Atau kamu bisa ambil asuransi kesehatan plus asuransi jiwa sekeluarga. Beneran! Cari yang standalone non-UL. Bandingkan tabel ini dan tabel ini deh untuk liat seberapa mahalnya. Bandingkan benefitnya juga ya. Nanti baru nyadar deh.


Tanya: Ini seolah-olah produknya jelek banget ya. Trus buat apa dong diciptain ini produk?
Sebenernya ada, sih, kegunaan unit link. Antara lain untuk me-maintain kekayaan. Kekayaan siapa dan gimana caranya? Hmmm, saya pernah dibilangin sama temen saya yang financial planner, trus abis itu saya lupa! Mungkin kalo ada yang bisa ngingetin, silakan share ya :)

Apapun pilihan kamu, pastikan itu yang terbaik buat kamu :)

Foto: http://moneypro.in/unit.gif

Popular Posts