Showing posts with label anak. Show all posts
Showing posts with label anak. Show all posts

Thursday, April 28, 2016

Saudara Sepersusuan dalam Islam

Pernah mendonorkan ASI atau menerima donor ASI?

Kalo pernah, kita WAJIB tahu siapa saja yang akan jadi mahram anak kita.

Mahram itu apa, sih? 

Mahram itu artinya orang-orang yang haram dinikahi. Bisa akibat hubungan darah, maupun hubungan sepersusuan. List lengkapnya ada di surat An-Nisa ayat 22-24. (Lebih lengkap soal mahram liat di sinisinisini. Ilmunya lebih banyak dari saya.)

Kebanyakan orang menyangka, mahram dari sepersusuan cuma dua: ibu susu dan saudara susu. Tapi, surprise, surprise. Ternyata gak hanya sesama bayi aja, lho, yang jadi mahram. Hubungan mahram berlanjut ke atas dan ke bawah. Dan ini konsekuensi yang besar. SANGAT besar. Orang-orang ini tidak boleh menikah selama-lamanya dengan anak yang menerima donor ASIP.  (Makanya ini self-note juga buat diri sendiri. Biar jangan asal donor. Atau terima donor ASIP. Harus ngerti hukum-hukumnya.)

Postingan ini terdiri dari dua bagian.

Bagian 1 ngebahas hubungan mahram yang timbul akibat sepersusuan.

Bagian 2 ngebahas syarat-syarat jadi anak sepersusuan.

Okeh, langsung aja ya.



*** 
BAGIAN 1
HUBUNGAN MAHRAM 
AKIBAT SEPERSUSUAN
***

Selain saudara sesusu dan ibu susu, orang-orang lain yang akan menjadi mahram dengan bayi yang menerima donor ASIP adalah:


1. Suami dari ibu susu.

Jadinya paman.



"Paman" atau ayah susu ini sebenarnya bisa disamakan dengan ayah kandung. Sebab, suami adalah "the owner of the milk".

Maksudnya, ASI sang ibu asalnya dari suaminya juga. Produksi ASI terjadi karena ibu mengandung dan melahirkan bayi. Semua gak akan terjadi kalo gak ada sperma yang membuahi sel telur ibu. Jadi, asal muasalnya tetap dihitung dari sang suami.

Ada hadits yang mengisahkan seorang bapak bernama Aflah. Aflah ini saudara (entah kakak atau adik dari) Abu Al-Qu'ais, suami dari ibu susu Aisyah RA. Dia dateng ke rumah Aisyah, tapi Aisyah gak ngizinin dia masuk. Aisyah juga make kerudung di depan Aflah. Aflah pun heran, ngapain gitu amat, sih? Kan saya om kamu. Kamu disusuin istri kakak saya, dan dengan susunya kakak (laki-laki) saya. Nabi pun mengiyakan kata-kata Aflah, dan menyuruh Aisyah untuk selalu buka pintu kalo Aflah dateng, dan gak perlu pake kerudung.

Narrated Aisha: Aflah asked the permission to visit me but I did not allow him. He said, "Do you veil yourself before me although I am your uncle?" `Aisha said, "How is that?" Aflah replied, "You were suckled by my brother's wife with my brother's milk." I asked Allah's Messenger (ﷺ) about it, and he said, "Aflah is right, so permit him to visit you."
Reference : Sahih al-Bukhari 2644

In-book reference : Book 52, Hadith 8

USC-MSA web (English) reference : Vol. 3, Book 48, Hadith 812

Narrated `Aisha: Aflah, the brother of Abu Al-Qu'ais, asked my permission to enter after the verses of Al-Hijab (veiling the ladies) was revealed, and I said, "By Allah, I will not admit him unless I take permission of Allah's Apostle for it was not the brother of Al-Qu'ais who had suckled me, but it was the wife of Al-Qu'ais, who had suckled me." Then Allah's Messenger (ﷺ) entered upon me, and I said, "O Allah's Messenger (ﷺ)! The man has not nursed me but his wife has nursed me." He said, "Admit him because he is your uncle (not from blood relation, but because you have been nursed by his wife), Taribat Yaminuki." `Urwa said, "Because of this reason, ' Aisha used to say: Foster suckling relations render all those things (marriages etc.) illegal which are illegal because of the corresponding blood relations." (See Hadith No. 36, Vol. 7)
Reference : Sahih al-Bukhari 6156

In-book reference : Book 78, Hadith 182

USC-MSA web (English) reference : Vol. 8, Book 73, Hadith 177


Kakak atau adiknya ayah susu aja bisa jadi paman beneran. Gimana ayah susunya himself, ya kan?!

Jadi, anak penerima donor ASIP itu bisa disamakan dengan anak kandung ayah susu dan ibu susunya.

Jeng-jeeeng. Gak nyangka, kan? Hehe..

Okeh. Hadits di atas sekaligus ngejelasin mahram kedua:



2. Saudara laki-laki dari suaminya ibu susu.

Jadinya paman juga.

Udah jelas ya dari hadits tadi. Bukan hanya ayah susu sendirian yang jadi mahram. Tapi juga kakak dan adiknya.

Surprise, ya. Sama. Saya juga baru tau, kok  :)



Paman-paman ini gak boleh dinikahi selamanya. Ever.

Kalo anak penerima donornya laki-laki, yang jadi mahram adalah saudara perempuan ayah susunya (tante). Ya pokoknya tinggal dibalik aja lah.

Eh, jangan bilang gak mungkin dulu. Umurnya kejauhan? Emang kamu pikir berapa beda umur H*** H***** sama istrinya? H*** 90, C****** H***** 29. Beda 61 tahun, okeh? Okeh? Good.

Daaan. Gak berhenti sampe sini.

Kalo ngacu bahwa hubungan mahram itu sama seperti hubungan darah, maka

Ayah-ibunya si ayah susu dan ibu susu, alias kakek-nenek susu, udah jadi mahram juga dan gak boleh dinikahi :)  Inget H*** H***** baik-baik. Ga ada yang gak mungkin  :)

Ali (bin Abi Talib) narrated that The Messenger of Allah said:“Indeed Allah has made unlawful through suckling whatever He made unlawful through lineage.
Grade : Sahih (Darussalam)

Reference : Jami` at-Tirmidhi 1146

In-book reference : Book 12, Hadith 1

English translation : Vol. 1, Book 7, Hadith 1146

Aishah narrated that the Messenger of Allah said:“Indeed Allah has made unlawful through suckling whatever He made unlawful through birth.
Grade : Sahih (Darussalam)

Reference : Jami` at-Tirmidhi 1147

In-book reference : Book 12, Hadith 2

English translation : Vol. 1, Book 7, Hadith 1147

Yahya related to me from Malik from Abdullah ibn Dinar from Sulayman ibn Yasar and from Urwa ibn az-Zubayr from A'isha umm al- muminin, that the Messenger of Allah, may Allah bless him and grant him peace, said, " What is haram by birth is haram by suckling."
Muwatta Malik » Book of Suckling

USC-MSA web (English) reference  : Book 30, Hadith 15

Arabic reference  : Book 30, Hadith 1290




Jadi, anak susu itu secara mahram udah 'jadi anak-nya' ibu dan ayah susunya. Makanya,

Anak susu hukum mahramnya sama dengan hukum mahram dia sendiri, ditambah mahram anak-anak kandung dari ibu dan ayah susunya.



Mahram anak susu 
mahram anak kandung dari ibu & ayah kandung
+
mahram anak kandung dari ibu & ayah susu.


Jadi dobel.

Tenang. Tenang dulu. Jangan panik  :D  Untuk jadi anak susu gak gampang. Ada syarat-syaratnya. Yaitu di bawah dua tahun dan menyusu minimal 5 kali sampai kenyang. Nanti akan kita jelasin rinci di Bagian 2. Kalo anak kamu/anak donor kamu nggak memenuhi satu aja dari syarat tersebut, ya nggak jadi. Nanti juga akan kita bahas pentingnya memahami mahram kita. Baca terus ya, sekarang kita lanjut dulu ke poin selanjutnya  :)



3. Anak dari saudara sepersusuan.

Jadinya keponakan.

Ini juga gak boleh dinikahi. Ever. Jangan bilang gak mungkin lagi, ya  xD





Pernah Nabi diminta menikahi seorang perempuan. Anaknya Hamzah. Tapi Nabi nolak. Soalnya, Nabi saudara sesusu sama Hamzah, dari ibu susu Thuwaiba. (Belom pernah denger Thuwaiba? Tenang, ada ceritanya di bagian akhir :D)

Banyak banget hadits-nya. Ini sedikit aja.

Narrated Ibn `Abbas:The Prophet (ﷺ) said about Hamza's daughter, "I am not legally permitted to marry her, as foster relations are treated like blood relations (in marital affairs). She is the daughter of my foster brother."
Reference   : Sahih al-Bukhari 2645

In-book reference   : Book 52, Hadith 9 

USC-MSA web (English) reference   : Vol. 3, Book 48, Hadith 813

Narrated Um Habiba:I said, "O Allah's Messenger (ﷺ)! Do you like to have (my sister) the daughter of Abu Sufyan?" The Prophet (ﷺ) said, "What shall I do (with her)?" I said, "Marry her." He said, "Do you like that?" I said, "(Yes), for even now I am not your only wife, so I like that my sister should share you with me." He said, "She is not lawful for me (to marry)." I said, "We have heard that you want to marry." He said, "The daughter of Um Salama?" I said, "Yes." He said, "Even if she were not my stepdaughter, she should be unlawful for me to marry, for Thuwaiba suckled me and her father (Abu Salama). So you should neither present your daughters, nor your sisters, to me."
Reference   : Sahih al-Bukhari 5106

In-book reference   : Book 67, Hadith 44

USC-MSA web (English) reference   : Vol. 7, Book 62, Hadith 42

Umm Habiba, the daughter of Abu Sufyan, reported:The Messenger of Allah (ﷺ) came to me and I said to him: Have you any inclination towards my the daughter of Abu Sufyan? He (the Holy Prophet) said: Then what should I do? I said: Marry her. He said: Do you like that? I said: I am not the exclusive (wife) of yours; I, therefore, wish to join my sister in good. He, said: She is not lawful for me. I said: I have been informed that you have given the proposal of marriage to Durrah daughter of Abu Salama He raid: You mean the daughter of Umm Salama? I said: Yes. He said: Even if she had not been my step-daughter brought up under my guardianship, she would not have been lawful for me, for she is the daughter of my foster-brother (Hamza), for Thuwaiba had suckled me and her father. So do not give me the proposal of the marriage of your daughters and sisters.
Reference   : Sahih Muslim 1449 a

In-book reference   : Book 17, Hadith 19

USC-MSA web (English) reference   : Book 8, Hadith 3412

It was narrated from Ibn 'Abbas:that the Messenger of was offered the daughter of Hamzah bin 'AbdulMuttalib in marriage, and he said: “She is the daughter of my brother through breastfeeding, and breastfeeding makes unlawful (for marriage) the same things that blood ties make unlawful.”
Grade  : Sahih (Darussalam) 

Reference : Ibnu Majah

English reference   : Vol. 3, Book 9, Hadith 1938

Arabic reference   : Book 9, Hadith 2013



4. Anak yang disusui dua ibu berbeda, tapi satu suami.

Otomatis jadi saudara sepersusuan. Sama kayak saudara kandung.

Nyusuin anak orang lain pun juga sama. Semua jadi saudara susu.

Kenapa? Karena itu tadi. Sperma asal-nya sama. Suaminya kan sama.

Nih contoh hadits-nya.

Yahya related to me from Malik from Ibn Shihab from Amr ibn ash- Sharid that Abdullah ibn Abbas was asked whether, if a man had two wives, and one of them nursed a slave-boy, and the other had nursed a slave-girl, could the slave-boy marry the slave-girl. He said, "No. The husband is the same."
Reference : Muwatta Malik, Book of Suckling

USC-MSA web (English) reference  : Book 30, Hadith 5

Arabic reference  : Book 30, Hadith 1279


Amr bin Ash-Shariq narrated that Ibn Abbas was asked about the case in which a man had two slave girls, one of them suckled a girl and the other suckled a boy, is it lawful for the boy to marry the girl? She said:No, the semen is the same.
Grade : Da’if (Darussalam)

Reference : Jami` at-Tirmidhi 1149

In-book reference : Book 12, Hadith 4

English translation : Vol. 1, Book 7, Hadith 1149
Note:
Hadits yang kedua derajatnya dhaif (lemah), jadi gak bisa dijadikan sandaran. Buat pengetahuan aja ya.






Jadinya saudara semua.


Sekarang coba kita liat situasi kalo kamu menerima donor ASIP. Dari 6 ibu donor, misalnya.



Kalo anak kamu memenuhi syarat anak susu, berarti anak kamu punya banyak mahram.

Banyak banget.



Yes, anak kamu di tengah-tengah yang kecil warna kuning itu. Mahram anak kamu adalah:

  • saudara sesusu (anak dari ayah & ibu susu)
  • ayah susu dan ibu susu
  • kakak & adik dari ayah susu (paman dan bibi, atau om dan tante)
  • ayah & ibu dari ayah susu dan ibu susu (kakak-nenek susu)
  • anak dari saudara sesusu (keponakan)
  • semua mahram yang sama dengan anak kandung sang ibu susu dan suaminya


Tapi tenaaang. Ini HANYA terjadi jika bayi tersebut sudah menyusu lima kali sampai kenyang. Kalo belum lima kali sampai kenyang, ya sudah. Tenang saja. Berarti belum jadi anak susu. Umurnya juga mesti di bawah 2 tahun. Kalo sudah 2 tahun ya berarti bukan anak susu, seberapa kali pun dia menyusu sama kamu. 

Syarat anak susu ini dibahas lebih rinci lagi di bawah. Juga penjelasan bahwa non-mahram itu masih buanyaaak. Baca terus ya biar gak panik, hehe.

Nah, kalo kamu pernah atau berniat jadi donor ASIP, atau anak kamu pernah menerima donor ASIP, kamu WAJIB memasukkan hal ini dalam pertimbangan utama. Diingat-ingat ya. Kalo udah lebih dari lima kali sampe kenyang, dan usia bayi di bawah 2 tahun, berarti orang-orang yang terhubung ini udah jadi MAHRAM dan HARAM DINIKAHI.

Siapkan buku khusus dan catat dengan baik siapa saja bayi-bayi penerima donor ASIP kamu, atau ibu-ibu donor yang pernah memberikan ASIP kepada anak kamu.

Hubungi mereka satu per satu. Minta silsilah keluarga masing-masing dengan cara yang baik, akrab, dan kekeluargaan. Insyaallah mereka pun welcome, kok :) Jaga hubungan silaturahmi dan jelaskan pada anak bahwa mereka semua adalah mahram (saudara).

Kalo udah gak memungkinkan untuk melacak satu per satu, ya udah. Berdoa sama Allah biar diarahkan ke jodoh yang bukan mahram sepersusuan, dan tentunya yang baik dunia akhirat. Amin :)



TANYA:

Kalau saya punya anak perempuan (A), dan kemudian saya mendonorkan asi kepada seorang anak perempuan lainnya (B), secara otomatis A dan B akan menjadi saudara sepersusuan. Apabila B punya saudara kandung laki-laki (C), apakah anak saya (A) haram menikah dengan C?
Twindya Finvasiena


JAWAB:

Kayak gini enaknya bikin gambar lagi nih.

-  A anak pendonor. Dalam tubuh A ada ASI dari "Ayah A".

-  B anak "Ayah B". B penerima ASIP donor dari "Ibu A" (yg asal ASI-nya dari "Ayah A"). Berarti, ada essence "Ayah A" dalam tubuh B. Oleh sebab itu, A dan B jadi saudara sepersusuan.

-  C anak "Ayah B". C tidak menerima donor dari "Ibu A" (dan "Ayah A"). Jadi, tidak ada essence "Ayah A" dalam tubuh C. Maka, A dan C bukan saudara sepersusuan. Mereka boleh menikah.





Jadi, udah paham kan ya.

Anak dari ibu pendonor ASIP (A) tetap BUKAN MAHRAM dengan saudara kandung dari anak penerima ASIP yang jadi saudara susunya (C).

Tapi, saudara sesusu yang menerima ASIP (B) akan menjadi mahram dengan semua anak dari ayah susunya. Selain itu, B juga mahram dengan anak-anak dari semua anak ayah susunya. ayah susunya, saudara kandung ayah susunya, orangtua bapak susunya.

Ini enaknya digambarin gedenya lagi, nih.






Intinya, sih, B (penerima donor ASIP) udah mahram sama anggota keluarga ayah susunya. Yang dimerah-merahin itu. Mereka ini adalah:
- semua anak dari ayah susunya
- anak dari semua anak ayah susunya (yang bayi2)
- saudara kandung ayah susunya
- bapak dari ayah susunya

Selain itu, semuanya boleh.

C dan D, kalau mau nikah sama A atau F, itu boleh. (Dengan catatan, C dan D tidak menerima ASIP dari Ibu A).

Jadi, gak usah takut donor-donor lagi, ya  :)

Digambar aja biar gampang pisah-pisahinnya.  :)



Eh tunggu. Masih ada pertanyaan lagi. Ini sekilas mirip banget sama yang tadi. Tapi hasilnya beda jauh.

TANYA:

Kalau saya punya anak laki-laki (A), dan kemudian saya mendonorkan asi kepada seorang anak laki-laki lainnya (B), secara otomatis A dan B akan menjadi saudara sepersusuan. Apabila anak saya (A) punya saudara kandung perempuan (C), apakah C haram menikah dengan B?
Anonymous


JAWAB:

Lagi-lagi, solusinya adalah PAKE GAMBAR.



Anak perempuan kamu (C) haram menikah dengan B. Sebab, B sudah jadi saudara susu bagi semua anak-anak kamu.

Tapiii, kalo misalnya nih. Misal. Si B punya saudara kandung yang TIDAK menerima ASIP dari kamu (D), dia boleh menikah dengan anak-anak kamu.



See, simpel kan sebenernya :D

Pokoknya, ingat: GAMBAR DULU :)

Oia. Kalo gambar ini agak 'beda' sama yang udah-udah, dimaapin aja yak. Saya lagi gak pegang laptop. Ini doodling dari hape, hihi.



Yay. Terima kasih udah baca Bagian 1. Lanjut yok.


!!! PENTING !!!

Tulisan ini tidak dimaksudkan untuk menghalangi donor ASIP. Banyak banget bayi-bayi yang butuh donor ASI, dan ASI sangat sangat penting untuk pertumbuhan bayi. 

Semangat tulisan ini adalah supaya kita memperhatikan benar-benar hubungan-hubungan mahram yang tercipta dari sepersusuan, serta silsilah keluarga kita dan keluarga penerima/pemberi donor ASIP.  Sebagaimana Nabi.

Jangan takut mendonorkan ASIP. Inget, Nabi aja punya DUA IBU SUSU. Dan anaknya Nabi DITITIPIN DI IBU SUSU. 






***
BAGIAN 2
SYARAT SAUDARA SEPERSUSUAN
***



SAUDARA SEPERSUSUAN ITU HANYA JIKA:

1. Bayi masih dalam masa menyusui (kurang dari 2 tahun).

Narrated Aisha:Once the Prophet (ﷺ) came to me while a man was in my house. He said, "O `Aisha! Who is this (man)?" I replied, "My foster brothers" He said, "O `Aisha! Be sure about your foster brothers, as fostership is only valid if it takes place in the suckling period (before two years of age).
Reference : Sahih al-Bukhari 2647

In-book reference  : Book 52, Hadith 11

Yahya related to me from Malik from Nafi that Abdullah ibn Umar said, "There is no kinship by suckling except for a person who is nursed when he is small. There is no kinship by suckling over the age of two years."
Reference: Muwatta Malik, Book of Suckling

USC-MSA web (English) reference  : Book 30, Hadith 6

Arabic reference  : Book 30, Hadith 1280

Umm Salamah narrated that The Messenger of Allah said:No prohibition results from suckling except for what penetrates the intestines while on the breast before weaning.”
Grade : Sahih (Darussalam)

Reference  : Jami` at-Tirmidhi 1152

In-book reference  : Book 12, Hadith 7

Jadi, kalo yang nyusu usianya lebih dari dua tahun, ya gak jadi saudara sepersusuan. 



2. ASI mengenyangkan bayi.


'A'isha (Allah be pleased with her) reported:Allah's Messenger (ﷺ) visited me when a man was sitting near me, and he seemed to disapprove of that. And I saw signs of anger on his face and I said: Messenger of Allah, he is my brother by forsterage, whereupon he said: Consider who your brothers are because of fosterage since fosterage is through hunger (i. e. in infancy).
Reference  : Sahih Muslim 1455 a

In-book reference  : Book 17, Hadith 39

USC-MSA web (English) reference  : Book 8, Hadith 3430

A’ishah said the Apostle of Allaah(ﷺ) visited her when a man was with her. The narrator Hafs said “this grieved him and he frowned”. The agreed version then goes, She said “He is my foster brother Apostle of Allaah(ﷺ)”. He said “Consider, who are you brethren, for fosterage is consequent on hunger.”
Grade : Sahih (Al-Albani)   

Reference : Sunan Abi Dawud 2058

In-book reference : Book 12, Hadith 13

English translation : Book 11, Hadith 2053

Umm Salamah narrated that The Messenger of Allah said:“No prohibition results from suckling except for what penetrates the intestines while on the breast before weaning.”
Grade : Sahih (Darussalam)

Reference : Jami` at-Tirmidhi 1152

In-book reference : Book 12, Hadith 7

English translation : Vol. 1, Book 7, Hadith 1152



Ciri-ciri bayi kenyang menyusu; para ibu biasanya udah hafal.
Di akhir waktu menyusui, Ibu bisa mengenali tanda-tanda bayi kenyang menyusu dan tak lagi merasa lapar, seperti:
  • Jemari bayi terbuka dan rileks
  • Badan bayi rileks dan santai
  • Mungkin ada cegukan, tapi bayi tenang dan rileks
  • Bayi tertidur
  • Mungkin ada gumoh (ASI keluar dari mulut)
  • Bayi nampak tenang dan damai


3.  Minimal 5 hisapan.

'A'isha (Allah be pleased with, her) reported that it had been revealed in the Holy Qur'an that ten clear sucklings make the marriage unlawful, then it was abrogated (and substituted) by five sucklings and Allah's Apostle (ﷺ) died and it was before that time (found) in the Holy Qur'an (and recited by the Muslims).
Reference  : Sahih Muslim 1452 a

In-book reference  : Book 17, Hadith 30

USC-MSA web (English) reference  : Book 8, Hadith 3421


'Amra reported that she heard 'A'isha (Allah he pleased with her) discussing fosterage which (makes marriage) unlawful; and she ('A'isha) said:There was revealed in the Holy Qur'an ten clear sucklings, and then five clear (sucklings).
Reference  : Sahih Muslim 1452 b

In-book reference  : Book 17, Hadith 31

USC-MSA web (English) reference  : Book 8, Hadith 3422



Kalo cuma sekali-dua hisapan gak jadi saudara. Banyak hadits yang mencatat ini.

'A'isha (Allah be pleased with her), Suwaid and Zubair reported Allah's Apostle (ﷺ) as saying: One suckling or two do not make (marriage) unlawful.
Reference : Sahih Muslim 1450

In-book reference : Book 17, Hadith 23

USC-MSA web (English) reference : Book 8, Hadith 3414


Umm al-Fadl reported:A bedouin came to Allah's Apostle (ﷺ) when he was in my house and said: Allah's Apostle, I have had a wife and I married another besides her, and my first wife claimed that she had suckled once or twice my newly married wife, thereupon Allah's Apostle (ﷺ) said: One suckling or two do not make the (marriage) unlawful.
Reference : Sahih Muslim 1451 a

In-book reference : Book 17, Hadith 24

USC-MSA web (English) reference : Book 8, Hadith 3415


Umm Fadl (Allah be pleased with her) reported that a person from Banu 'Amir b. Sa'sa said:Allah's Apostle, does one suckling make the (marriage) unlawful? He said: No.
Reference  : Sahih Muslim 1451 b

In-book reference  : Book 17, Hadith 25

USC-MSA web (English) reference  : Book 8, Hadith 3416


Umm Fadl (Allah be pleased with her) reported that Allah's Apostle (ﷺ) said: Being suckled once or twice, or one suckling or two, do not make marriage unlawful.
Reference  : Sahih Muslim 1451 c

In-book reference  : Book 17, Hadith 26

USC-MSA web (English) reference  : Book 8, Hadith 3417



4. ASI sampai ke usus bayi.

Cara ngukurnya gimana? Ya kali deh mesti pake endoskopi perut -__-

Rasanya ini maksudnya sama dengan mengenyangkan, ya. Sampe ke perut, gitu.

Umm Salamah narrated that The Messenger of Allah said:“No prohibition results from suckling except for what penetrates the intestines while on the breast before weaning.”
Grade : Sahih (Darussalam)

Reference : Jami` at-Tirmidhi 1152

In-book reference : Book 12, Hadith 7

English translation : Vol. 1, Book 7, Hadith 1152



5. ASI adalah satu-satunya sumber makanan bagi si bayi.

Ini pun rasanya maksudnya sama dengan poin 1 tadi. Yaitu bayi yang belom disapih makan apa-apa, yang di bawah dua tahun.

Narrated `Aisha:that the Prophet (صلى الله عليه وسلم) entered upon her while a man was sitting with her. Signs of answer seemed to appear on his face as if he disliked that. She said, "Here is my (foster) brother." He said, "Be sure as to who is your foster brother, for foster suckling relationship is established only when milk is the only food of the child."
Reference : Sahih al-Bukhari 5102

In-book reference : Book 67, Hadith 40

USC-MSA web (English) reference : Vol. 7, Book 62, Hadith 39



6. ASI menumbuhkan rasa sayang dan menumbuhkan badan bayi (jadi tulang dan daging bayi).

Keliatan kalo bayi tumbuh besar karena ASI-nya. Yang ini sih susah standar pengukurannya, ya. InsyaAllah sih bayinya gede-gede aja, kok.

‘Abd Allaah bin Mas’ud said “Fosterage is not valid except by what strengthens love and grows flesh ” Abu Musa said “Do not ask us so long as this learned man is among us”
Grade : Sahih (Al-Albani)

Reference : Sunan Abi Dawud 2059

In-book reference : Book 12, Hadith 14

English translation : Book 11, Hadith 2054

The aforesaid tradition has also been narrated by Ibn Mas’ud through a different chain of narrators and to the same effect from the Prophet (صلى الله عليه وسلم). This version has the words anshaz al-‘azma meaning which nourishes bones and makes them sturdy and vigorous.
Grade : Da'if (Al-Albani)

Reference : Sunan Abi Dawud 2060

In-book reference : Book 12, Hadith 15

English translation : Book 11, Hadith 2055



Intinya yang saya tangkep, sih, kalo dari pengulangan dan penekanannya, yang jadi saudara sesusu itu adalah bayi yang disusui/minum ASIP berusia di bawah dua tahun, minimal lima kali, dan ASI-nya mengenyangkan.


Prinsipnya: "2-5-KENYANG"




Sementara itu, yang NGGAK bikin jadi saudara:

Ya simpel aja. Yaitu yang gak memenuhi dua kriteria di atas.

Misal, bayi yang disusui umurnya lebih dari 2 tahun.

Atau, cuma sekali-dua hisapan aja. Gak sampe kenyang. Itu juga gak jadi saudara.

Misal bayi usia 6 bulan. Nerima donor ASI dari Ibu A. Tapi gak sampe lima kali kenyang nyusunya. Ya nggak jadi anak susu. 

Contoh lain. Anak kamu udah nyusu beeerkali-kali sama Ibu A, tapi usianya lebih dari 2 tahun. Ya nggak jadi anak susu juga. Wong udah gede, kok, hehe.

Jadi, takeaway message-nya adalah: tenang aja, ya  :D  Gak usah takut mendonorkan ASI. Karena, kalo ada satu aja syarat yang gak terpenuhi, ya nggak jadi saudara susu. Tiga itu harus ada.  :)  

Jika kamu pendonor dan gak mau nambah anak susu, salah satu solusi yang bisa saya pikirkan adalah batasi maksimal 5 botol saja untuk tiap bayi penerima, kalo mau jaga-jaga. Ini pikiran sederhana saya saja, ya. Bukan fatwa. Wallahu a'lam. Tapi kalo kamu mau menjadikannya anak susu kamu, ya nggak apa-apa. Jodoh masih banyak insyaAllah  :D  Kuncinya, ketahui siapa mahram kita. (Nanti dibahas di bawah.)

Bagi yang mau semua hadits pencarian saya, silakan donlot dan baca-baca di link di bawah ini. Gratis. Gak bayar. Gak pake copyright. Silakan pake sesuka-sukanya. Mau diapain juga boleh. Terbitin buku pake bahan itu juga silakan.

(Meskipun ini malu juga sih. Cuma project seneng-seneng doang. Gak ada se-apanya lah dibanding para asatidz dan masyaikh yang udah expert. Malu banget sebenernya  xD  Gapapa lah, anggap aja belajar ya. Postingan ini dibikin waktu dulu belum belajar ilmu hadits sama sekali, cuma bekal search di sunnah.com aja. Itu kayak Google-nya hadits gitu lah. Doakan semoga bisa belajar ilmu hadits beneran dari kitab aslinya ya, biar nambah ilmu saya yang masih nol ini :)  )




Oya, disclaimer dikit. Saya bukan ahli agama. Simply saya cuma search hadits berdasarkan keyword menyusui. Hasilnya ditaruh di sini, supaya bisa sama-sama tau.

Daripada ngira-ngira sendiri. Daripada bikin teori sendiri. Daripada gak terjawab. Kalo ada yang gak jelas, kenapa gak di-trace aja hadis-hadis terkait topik itu. Eh ternyata ada :D Untung Nabi detil banget ya sampe permasalahan itu dibahas juga :)

Muslim, Tirmizi dan Malik bahkan punya satu chapter sendiri yang khusus membahas ASI dan menyusui. Muslim di Bab 17, Tirmizi di Bab 12, dan Malik di Bab 30. Kalo Bukhari biasanya digabung sama bab Pernikahan di Bab 67, atau Saksi-Saksi di Bab 52.

Saya gak bicara sanad, matan, tashih, tashrif, sama sekali nggak. Saya gak ahli di bidang itu. Saya nol. Makanya pencarian dibatasi di kitab yang udah jelas, dan kalopun gak sahih, lemah, atau apa, pasti ditulis sama mereka.

Jadi, sekali lagi, simply saya cuma cari, dan paparkan.

Sumbernya adalah Bukhari, Muslim, Malik, Nasa'i, Abu Dawud, Tirmizi, Ibnu Majah, dan Muwatta Malik. Semua dari sunnah.com

Keyword yang saya gunakan adalah "breastfeed", "breastfeeding", "breastfed", "breastmilk", "milk", "nursing", "nurses", "suckle", "suckling", dan "foster".

Gapapa ya pake bahasa Inggris. maklum saya ga bisa Arab :)  Semoga intinya tetap sama  :) 

Yang punya Bapak, Om, Kakak, Guru, siapa pun yang lebih ngerti ilmu hadits, please please pleeease banget minta tolong review dan koreksi kalo ada yang salah.

Berhubung saya juga masih belajar alias nol, saya nerima banget kalo ada yang mau sharing ilmu yg lebih luas tentang ini. Semangat nih soal per-ASI-an :D


* * *


Siapa Mahram Kita?

Nah ini yang penting. Kuncinya di sini.

Silakan liat gambar berikut untuk menentukan mahram kita. Klik untuk perbesar.

Bagi kita sendiri penting. Bagi anak susu juga penting, sebab mahramnya DITAMBAH dengan mahram anak kandung ibu-ayah susunya.

Jika anak kamu pernah menyusu pada orang lain
  • saat usianya kurang dari 2 tahun 
  • hingga 5 kali kenyang menyusu
berarti sudah jadi anak susu mereka. Mahramnya ditambah dengan mahram anak kandung dari ibu dan ayah susunya.

Mahram tak boleh dinikahi. Non-mahram boleh dinikahi.

Cousin = sepupu.
Nephew/niece = keponakan.
Jangan kebalik ya.






Oke. Udah? Pop quiz time!

Apakah anak kamu boleh menikah dengan anaknya kakak/adik kita (=sepupunya)?
YES. Boleh. Surpriiiiiise! Hahaha.. Kaget kaaan  xD

Apakah kita juga boleh menikah dengan sepupu?
Ya bolelaaa hahaha.... Hayo yang perempuan pake kerudung yaaa kalo sepupu dateng :D

You know, Nabi dulu pernah melamar Ummu Hani (saudara perempuan Ali bin Abi Thalib (adik apa kakaknya deh), sepupunya sendiri). Tapi gak jadi karena Ummu Hani udah dijanjikan untuk keluarga lain.

Apakah suami/istri dari kakak kamu itu = mahram kamu juga?
NO. Bukan. Kalian boleh menikah, lho. Meski agak aneh sih rasanya. Tapi secara hukum Islam boleh, dengan syarat kakak kamu sudah bukan suami/istrinya lagi. Sebab, tidak boleh menyatukan dua perempuan yang bersaudara. Larangan ini di An-Nisaa ayat 23. Ayo dibuka lagi Quran-nyaaa :D

Kamu perempuan. Apakah kamu mahram dengan suaminya tante kamu?
NO. Bukan. Sama kayak ipar. Makanya sepupu juga bukan mahram.

Kamu laki-laki. Apakah kamu mahram dengan istrinya tante kamu?
NO. Bukan. Sama kayak tadi.


Jadi tenang aja ya. Non-mahram masih banyak kok. Ga usah panik  :)

Contoh lagi.

Nabi menikahkan anaknya dengan sepupunya. Fatimah menikah dengan Ali, kan.

Nabi juga menikahkan anaknya dengan sahabatnya sendiri. Ruqayyah dan Ummu Kaltsum menikah dengan Utsman bin Affan. Makanya Utsman mendapat gelar Dzun Nur'ain, yang artinya pemilik dua cahaya.

Nabi juga menikahi anak sahabatnya, yaitu Hafshah binti Umar bin Khattab.

FYI, sahabat di jaman Nabi beda jauh ya definisinya sama sahabat jaman sekarang. Yang bisa diikrarkan hanya dengan sebatas duduk sambil ngopi doang  :)   Sahabat jaman Nabi itu.... Ah... silakan baca sendiri ya tentang Sirah Nabawiyah dan kisah-kisah sahabat.... Gak sanggup tulis di sini... Yang ada sesenggukan  :')

Oke, itu yang masih deket-deket ya. Yang jauh-jauh juga buanyaaak. Bumi Allah itu luaaas. Negara di dunia ada 195. Dan gak mungkin penduduknya cuma 1 orang 1 kan? Negara gak cuma Indonesia doang, kan?  :D

Jadiii tenang ya ibu-ibu hehe... InsyaAllah masih banyak kok. Kuncinya memahami mahram. Dan jodoh diliat dari agamanya. Bukan siapa- , berapa- atau apa- nya  :)   Percayalah, laki-laki yang baik agamanya akan menghormati dan menyayangi istrinya, juga kedua orang tuanya. Perempuan yang baik agamanya pun akan menghormati dan menyayangi suaminya, serta kedua orangtuanya. Sebab keduanya tau, itu semua kunci-kunci surga  :)

Semoga kita dan anak-anak kita diberi Allah swt pasangan hidup yang salih/ah dan membawa kebaikan dalam hal agama, dunia dan akhirat aamiin.


*

*

*

*** 

BONUS CERITA 

***

Saudara sepersusuan udah ada sejak jaman dahulu. Kalo gak salah, jaman Nabi Musa pun udah ada.

Inget kan kisah Nabi Musa? Pas bayi, Nabi Musa disediakan beberapa ibu susu oleh istri Firaun. Tapi Nabi Musa baby gak mau. Akhirnya, saat Miriam, aka kakak Nabi Musa sendiri, menawarkan jasa ibunya (yang berarti ya ibu kandung Nabi Musa sendiri) untuk jadi ibu susu, baru deh Nabi Musa baby mau menyusu :D

Aaah saya selalu nangis kejer kalo baca kisah ini  :')  Emang jadi Nabi ujiannya gak maen-maen.... Ga cuma kerja dan nembus kemacetan Jakarta doang....

Jaman bini-bini kite muda dulu juga udah ada ye. /
Iyeh. /
Deuh, bapak-bapak arisan, ribut aja deh di kuil. Ibadah yang khusyu' dong woi.

Nabi Muhammad sendiri, sesuai kebiasaan bangsa Arab, sejak bayi dititipkan ke ibu susu. Pasti udah pada tau dong Halimah Sa'diyah. Beliau Ibu susunya Nabi.

Selain Halimah, ada juga Thuwaiba. Thuwaiba ini abdinya Abu Lahab yang udah dimerdekakan, saking senengnya Abu Lahab pas Thuwaiba bawa kabar kalo ponakannya (Nabi Muhammad) udah lahir. (Yes, Abu Lahab yang ada suratnya di Al Quran itu. Pamannya Nabi himself.)

Bahkan, anaknya Nabi sendiri (Ibrahim) juga dititipin ke ibu susu, lho :D  Liat hadits 123.  FYI Ibrahim ini meninggal waktu bayi.

Dikisahkan, kalo ayah-ibu susu dan saudara-saudara susu yang dateng ke rumah Nabi, Nabi menyambut dengan sangaaaat hangat. Nabi bentangin bajunya lebar-lebar, dan memuliakaaan banget. Nabi gelarin alas untuk ayah dan ibu susunya.... Nabi.... Aah, terharu deh :')  Ya secara Nabi yatim piatu dari kecil dan gak punya kakak-adik kandung  :')

FYI, bajunya Nabi nggak selemari kayak kita ya. Paling cuma berapa lembar. Mungkin 5 juga gak ada. Jadi, kalo bajunya udah digelar di lantai, buat alasin lantainya yang tanah pasir, itu artinya....

Hiks.. haru bayanginnya :')

Coba aja baca-baca hadis INI dan INI kalo pengen tau gambarannya :D  Terharu yak.. Nabi emang adab dan akhlaknya cakep banget :')

Jadi kangen, deh, sama Nabi :')

Bi... Nanti di akhirat insyaAllah boleh ketemu, ya... :')









Friday, August 21, 2015

Bonefos Agustus 2015 dan Daycare Dharmais

Hari ini Ibu infus Bonefos.

Dr. Nugroho bilang, infus Bonefos boleh 2-3 bulan sekali. Soalnya alhamdulillah kondisi tulang Ibu baik.

Saya minta tolong temen kantor (Indra) untuk ambil antrian BPJS jam 5 pagi. Indra ini andalan saya. Tanpanya, saya bukan apa-apa.

Kami dapat no AF 19. Info dari satpam, loket buka jam 7.30. Saya memutuskan berangkat dari rumah jam 7.30 saja, sebab biasanya rawat singkat prosesnya lama, satu orang sekitar 5-8 menitan. Kalo no 19 ya berarti 1,5 jam kemudian lah.

Jam 7.30 saya berangkat pakai GO-JEK. Mampir ke kantor dulu untuk ambil laptop. Lagi banyaaak banget kerjaan. Minggu depan insyaallah ada konferensi di luar kota, jadi harus siapin banyak bahan.

Sampai kantor jam 8. Dapet lembar antrian dari Indra, lalu ambil laptop dan segera meluncur lagi ke Dharmais.

Sampai Dharmais jam 8.30 dan ternyata sudah no AF 38! :o Terlambat sekali! Untung masih bisa! Dan ternyata pelayanannya cepat sekali! Cuma 1,5 menit! Nggak lagi 8 menit kayak dulu. Wow! Ini kemajuan bagus :D

Habis terima SEP, saya lanjut tebus Bonefos dan peralatannya ke apotik. Nah di sini yang agak lama. Apotik orangnya sedikit, sih. Untungnya, saya sudah acc obat beberapa hari sebelumnya. Jadi bisa langsung ke mas-mas yang input di tengah-tengah Namanya Mas Dwi. Mas ini baiiik banget. Semoga barokah selalu ya Mas :)

Sambil nunggu dipanggil, saya nyoba ngerjain kerjaan di bangku tunggu. Tapi yah, namanya juga nyoba. Kadang berhasil, kadang nggak :))))

Dua puluh menit kemudian, paket Bonefos siap. Alhamdulillah masih pagi banget, jam 9.30. (Kami biasa baru selesai tebus obat habis makan siang karena baru ambil antrian BPJS jam 9-an.) Alhamdulillah Indra bantuannya terasa banget.

Sayangnya, Ibu baru sampai Dharmais jam 11 siang. Saya udah keburu dijudesin dan diusir suster rawat singkat Anyelir II karena kelamaan nunggu di meja bulat di ruang kemo.

Mbak kerudung pink, kalo mau nunggu di luar. Itu meja buat nulis. Bukan ruang tunggu.

Mweeeh. Yah salah saya juga sih. Pake buka laptop segala. Kan jadi mencolok. Ya gimana, namanya juga kerja.... :'(

Ini SEP saya taruh sini ya. Kalo ilang saya gak tanggung jawab.

-_________-

Yahelah, Suster. Udah di ruangan cakep, baru, luas-adem-bersih, pasien dikit, kok ya masih judes. Gimana kalo jadi suster poli onkologi?

Saya ngomong dalem hati aja, sih. Ga berani ngomong beneran. Ntar Ibu gak diproses, lagi. <-- Nah gak boleh nih. Ini namanya buruk sangka. Dosa.

Jam 11 Ibu datang bersama anak saya dan mbaknya. Saya jemput mereka di lobby (dan kolam ikan), lalu ke loket BPJS untuk pasang gelang pasien Ibu. Habis itu ke ruang kemo Anyelir II lantai 7.

Selesai tanda tangan persetujuan tindakan medis, saya mengajak anak saya ke poli anak. Di situ ada playground dan berbagai mainan. Kemarin waktu mengantar Ibu kontrol, anak saya main di situ juga.

Playground sepi. Pas masuk, susternya melarang anak saya main di situ karena takut tertular penyakit. Ternyata di situ khusus anak sakit. Yang sehat gak boleh. (Ya iyalah namanya juga POLI ANAK!!)

Aaaak! Padahal kemarin boleh koook D':

Playground itu enak. Bagus. Mainannya banyak. Kemarin anak saya asik mainan building blocks, sapi-sapian yang bisa diduduki trus lompat-lompat, naik tangga ke 'ruangan' kecil, banyak deh.

Ini nih playground-nya.

Hiks. Sayang udah ga boleh main di situ lagi. Diusir (lagi) , deh. Akhirnya kami pindah ke daycare samping kantin karyawan di dekat rumah duka. Di sini gak ada mainan. Dan semuanya serba sederhana.

Tapi enak enak aja kok :D Ada kasur-kasur kecil untuk tidur. Areanya luas, soalnya satu rumah guede sendiri. Ada wastafel, dapur, kulkas, bahkan kamar tidur ada empat. Ruang tengah luas dan semuanya adem. Yang saya suka, kamar mandinya luas dan sangat bersih. Ruang mandi dan ruang closet dipisah. (Closetnya pun mini, khusus anak kecil hihi)

Bagus sih nggak. Beda jauh lah sama daycare beneran. Tapi lumayan, yang penting bisa titip anak dengan aman dan tenang selama berobat. Para karyawan Dharmais juga pada nitip di daycare itu. Sehari murah saja. Cukup Rp30.000,-.

Murah, kan. Makanya harap diinget, ini jauh ya standarnya dari daycare beneran. Ini sederhana ala-ala rumahan. Tak ada mainan sama sekali. Kalo mau mainan, bawa aja sendiri. Dan gak ada program-program bermain/belajar. Cuma titip tok.

Sisi positifnya, ternyata tanpa mainan ada asiknya juga. Anak jadi bergaul dan bergerak aktif dengan teman-temannya. Kalo lagi nggak tidur, kegiatan anak-anak mostly ya ini :) Ada sekitar 6 anak usia 4-5 tahun dan 5 bayi saat kami kesitu. Ramai sekali. Semua pada lompat-lompatan dan lari-larian :)))

Biaya Rp30.000,-/hari tanpa makan siang. Disarankan bawa sendiri. Di sebelah ada kantin (ada soto betawi, ayam goreng, rames, dll. Makanan dewasa sih.)

Daycare buka sampai jam 4. Ada dua suster muda dan dua ibu paruh baya yang mengurus anak-anak. Termasuk menyuapi/memberi ASIP/sufor, membersihkan pipis/pup, dan memandikan. Boleh bawa mbak sendiri. Ibunya juga welcome-welcome aja kalo mau di situ sampe sore. Free of charge.

Eh, ini kan tadinya mau cerita Bonefos Ibu. Kenapa jadi review daycare gini :))) Yah sabar-sabarin aja yaa, namanya juga emak-emak :)))

Oia. Daycare ini khusus anak sehat. Yang sakit gak boleh masuk. (Naaah ke playground poli anak aja, hehehe.)

Foto-foto lengkap langsung klik foto di bawah ini. (Nge-link ke Picasa Web Album. Gapapa, enteng kok.)

Daycare RS Dharmais


Anak udah oke di daycare. Saya balik lagi deh ke ruang kemo.

Ruangan Anyelir II lantai 7 ini enak banget. Baru, luas, bersih, adem. Semua tempat tidurnya baru. Enak deh. Colokan listrik juga banyak :p Suasana di situ tenaaang sekali. Enak buat kontemplasi dan introspeksi diri sambil menitikkan air mata.

Anyelir II lantai 7
Saat saya datang, Ibu ditemani dua ibu-ibu yang membantu beliau menelepon ke HP saya. Ibu gak ngerti HP. Alhamdulillah selalu ada yang bantu.

Ternyata Ibu udah sangat kelaperan. Sampe keringat dingin. Saya datang bawa ayam bakar cabe ijo. Tanpa sendok, tanpa cuci tangan, langsung dilahap. *Tinggal leeep!!* (Ibu tuh kayaknya hypoglikemia. Kalo telat makan gemeteran parah. Dan nurun deh ke saya.)

Abis makan, Ibu masih laper. Aku pun nyari makanan lagi. Lumayan nemu Tim-Tam sama roti sobek kombinasi coklat-keju-srikaya.

Saya dan Ibu makan santai sambil baca koran. Sesekali saya menelepon si mbak untuk ngecek anak di daycare. Sekitar jam 3, para perawat meminta para penunggu pasien keluar ruangan, sebab dokter mau visit. Setelah 20 menit, kami boleh masuk kembali.

Dokternya cuma lewat sambil dadah-dadah doang, kata Ibu.

:)))

Ya udah mungkin dia ada pasien lain yang lebih gawat. Alhamdulillah kita di sini sehat-sehat aja.

Abis itu udah deh. Kita turun, kasih billing ke Tata Rekening di deket lobby, jemput anak di daycare, trus pulang. Yaaay selesai untuk hari ini.

Alhamdulillah :)

**Ibu saya memiliki multiple myeloma sejak tahun 2011, dan rutin kontrol di RS Kanker Dharmais, Jakarta Barat. Silakan klik menu "Multiple Myeloma" untuk melihat postingan terkait MM. Semoga kita bisa saling mengenal dan saling menguatkan :D

Thursday, April 2, 2015

Pengalaman Kedua ke THT

Kali ini gue mau cerita sedih.

Semalem gue bawa Nafisa ke dokter THT.

Dia memang punya masalah di kuping. Kotorannya gak keluar, dan belakangan ini Nafisa suka bilang kuping kanannya sakit. Kalo pas lagi mandi, atau lagi jalan-jalan, Naf juga suka nyumbat kuping pake jarinya, trus dilepas lagi, trus disumbat lagi, kayak buat ngecek pendengaran.

Sebelumnya kita udah pernah ke THT, sekitar Agustus 2014. Waktu itu di RSPI sama dr. ES. Dokternya perempuan. Udah tua. Udah eyang-eyang.

Waktu itu, karena Nafisa gak mau dibersihin, akhirnya cuma disenterin aja, trus dikasih obat tetes carbol glycerine 3 tetes tiap malem sebelum tidur, selama 3 hari.

Abis ditetesin, beberapa minggu kemudian keluar sih, tapi cuma sedikit. Dan masih banyak banget yang masih gede di dalem.

Ayahnya sih berani ngambilin, tapi gue gak berani. Pernah sih sekali gue ambil berapa hari lalu, trus Naf ngeluh sakit. Abis itu nyokap gue mulai 'rame'. Tau sendiri kalo nenek-nenek udah mulai rame soal cucunya. Makanya mending ke THT.

Kebetulan di THT Ciranjang ada dr. ES itu juga. Harapan gue, karena udah tua dan perempuan, bisa anggep kayak cucu sendiri, dong. Jadinya sayang. Tapi ternyata... :'(

Dari awal pergi emang kerasa gak bener banget.

Ayahnya gak setuju. Pingin kitanya dulu yang coba bersihin. Kita sempet adu argumen. Trus Nafisa muntah smpe dua kali. Pertama sebelum berangkat. Kedua di dalem taksi. Ribet banget. Sampe balik lagi ke rumah buat ganti baju.

Pas akhirnya udah di jalan, macetnya ampun-ampunan. Gara-gara flyover Tendean-Kuningan. Dari keluar Duren Tiga udah macet.

Trus tau-tau, Nafisa pingin pup! Waduh! Masjid udah kelewat. Akhirnya kita numpang toilet di gedung Blue Bird. Selama perjalanan ke sana, Naf bilang terus-terusan 'mau pup'. Tapi gue tenang-tenangin. Sesampainya di gedung Blue Bird, eeeh Naf gak jadi pup. Trus malah ngaca-ngaca, hahahaha. Anak cewek ya :D

Trus lanjut perjalanan. Macet banget. Dari rumah jam 4. Sampe THT Ciranjang jam 6 kurang. Jam setengah 7 kita masuk.

Pas masuk, dokternya negor sih, "Waah anak cantiik,"

Gue udah agak lega dokternya manis-manisin, soalnya Naf udah mulai gak mau-gak mau.

Trus Nafisa kan ngeliat botol alkohol di tembok yang biasa buat cuci tangan. Gue ajak lah Naf cuci tangan. Maksud gue kan pengen nenangin dulu, karena Naf udah bilang gak mau-gak mau. Eh, dokternya ngeliatin gue dengan pandangan, 'Ngapain sih ni ibu-ibu...'

Bete dong gue. Namanya bawa anak ya mesti ditenangin dulu dong anaknya. Kayak terkesan gak sabar gitu. Huh.

Abis Naf cuci tangan, dokternya langsung nyuruh duduk di kursi periksa.

Salahnya gue, gue LUPA BILANG MAU KONSUL DULU AJA. GAK USAH TINDAKAN kalo emang kotorannya bisa keluar sendiri.

Padahal dari rumah udah gue inget-inget untuk tunda tindakan sebisa mungkin kalo emang kotorannya bisa keluar sendiri dengan obat tetes. Tapi di sana gue tau-tau jadi lupa. Dan jadi nurut aja sama dokternya.

Gue duduk mangku Naf di bangku itu. Naf udah bilang gak mau.... Tapi.... Ah sedih deh :'(  Gue gak sanggup ngetik.... Pingin nangis...

Gue langsung diminta ngebekep tangan Naf.... (Ya Allah gue nyeseeel banget)

Susternya megangin kepala Naf. Dokternya langsung nyenter trus ngevakum kuping kiri Naf. Gue agak dikerasin sama susternya, "Ibu tahan kaki anaknya pake dengkul Ibu!"

Pas dipegangin, Naf nangis.... Dan gue juga pingin ikut nangis... Anak gue dibekep tangan kaki kepala udah kayak apaan.... Gue sedih banget....

Dan gue gak pernah sama sekali.... Gak pernah sekali pun.... Maksain Nafisa ngelakuin hal-hal yang dia gak mau.... Apalagi nahan fisiknya kayak gini... Ini pasti traumatik banget buat dia...  :'(

Akhirnya kotoran dikeluarin pake pinset. Lumayan sih, separuh kuku jari. Abis kuping kiri, kursi gue diputer biar gantian kuping kanan yang dibersihin.

Dokternya langsung ambil pinset lagi, trus kotorannya dikeluarin. Yang ini gedenya juga separuh kuku jari. Naf sempet nangis pas diambil kotorannya. Mungkin agak sakit, ya.

Prosesnya gak gitu lama, sih. Tapi, selama itu dokternya gak ngomong apaa kek gitu yang nenang-nenangin anak gue. Susternya juga. Bener-bener kayak, yang penting kerjaan gue cepet selesai. Semua mukanya pada gak child-friendly. Gue inget bahkan pas gue baru duduk dan Naf nangis, dokternya malah pasang tampang, 'Paling males deh kalo dapet anak kecil nangis. Mending cepet gue kelarin deh.'

Dan pas udah kelar, dokternya bilang dengan suara kenceng ke anak gue, "Udah dah dah dah dah, udah udah udah!"  Kayak marahin orang.

Abis itu pun dia diem aja, langsung balik ke kursinya, dan nulis-nulis. Gak berusaha hibur anak gue kek, gimana kek.

Gue coba tanya-tanya ke dia lagi tentang sumbatan di kuping ini. Jawabannya: "Harusnya sebelum kesini ditetesin obat dulu jadi saya gampang ngambilnya. Kan saya udah bilang gitu, kan?"  Lah kapan bilangnya? Lo pernah telfon gue? Ngeselin banget.

Udah gitu dia pake komentar, "Itu ingus-(anak)nya dilap dulu deh, nanti masuk ke mulut lagi!" dengan muka nyuruh. (!!)

.....

Bener-bener gak nyangka....

Gue ngerasa bersalaaah banget sama Naf. Salah banget dibawa ke dokter ini dan ke tempat ini.

Pas kita udah di luar ruang praktik, Nafisa masih nangis, sambil bilang, 'Saaakiit.. saaakiit...' bikin gue parno.

Dan dia jadi gak percaya sama gue. Gue gendong gak mau. Dia nahan. Gue ajak kemana gak mau. Ini gak mau, itu gak mau.

Dia udah gak percaya sama gue :'(

Itu sih konsekuensinya memang. Gue tau. Gue udah ngerasa. Karena dia merasa gue udah ngeboongin dia, dan maksa dia ngelakuin hal yang dia gak suka. Dan gue ikut berperan di situ. Gue ikut ngebekep dia.

I lost my daughter's trust  :'(

I'm no longer the one she feels she's the safest with.

Buat mereka yang bilang gue lebay, sini gue kasih tau.

Gue sangat menghargai Naf. Gue menghormati setiap keputusannya layaknya gue menghargai seorang dewasa.

Kalo gue pengen dia melakukan sesuatu, gue akan bikin dia melakukan itu dengan senang hati. Gue akan kasih pengertian dan mengajak sama-sama. Kita lakuin sama-sama. Tapi kalo dengan pengertian itu dia tetep gak mau, ya udah. Gue gak akan paksa. Apalagi kalo gak urgent. Kalo gak membahayakan jiwa, ya gue gak akan paksa. Gue gak akan bikin omongan atau perbuatan yang ngungkit-ungkit, ngujuk-ujuk, atau memaksa secara fisik supaya dia melakukan itu.

Dan gue bisa bilang cara ini berhasil.

Naf menghargai gue balik. Naf sangat nurut dan sangat percaya sama gue. Sangat percaya.

Dia ngerti bahwa gue selalu pengen kasih yang terbaik buat dia.

Tapi malem tadi..... Malem tadi gue berasa udah kehilangan itu :'''(

Gue sediiih banget...

Nafisa pun sedihnya lama.

Di klinik nangisnya lamaaa banget sampe 1 jam baru berhenti pas taksi dateng.

Di taksi dia diem aja. Mukanya nelongso. Kayak sedih gitu lah...

Dia kayak stres... kaget... ga nyangka dia dipaksa dan dibikin nangis... ga nyangka diginiin sama gue... ga nyangka gue bisa gituin dia...  :'(

Pas masih di klinik gue udah minta maaf sama Naf. Gue bilang, sambil nyusuin, 'Mamah minta maaf ya Naf, tadi tetap dibersihin kupingnya. Mamah pingin Nafisa sehat, gak sakit lagi.' Gue juga berusaha memahami rasa takutnya. Gue bilang, 'Mamah ngerti tadi Nafisa ngerasa takut dipegangin sama Mamah dan susternya, tapi itu maksudnya supaya Nafisa gak kena alatnya, karena berbahaya, bisa sakit.' (Naf mulai nangis pas gue ngomong gini.)

'Kalo Nafisa belom mau dibersihin kupingnya, lain kali kita gak usah ke dokter ya Naf. Kita bersihinnya pake tetes aja, biar kotorannya keluar sendiri.'  Alhamdulillah Nafisa mengiyakan solusi itu sambil mimik :'(

Alhamdulillah sih Nafisa keliatan mau ngerti... Dan udah mulai percaya sama gue lagi... Tapi tetep, di taksi dia terlihat sedih.

Kehilangan kepercayaan dari anak gue, yang tadinya sangat amat percaya sama gue, itu rasanya periiih banget :'(

Pas di Brawijaya, gue tunjukin lampu-lampu tiang flyover yang ganti-ganti warna, dia cuma bilang, 'Iya, liat,' (Padahal biasanya dia yang laporan panjang duluan.) Trus baru deh pas udah sampe Kemang, ngeliat perosotan dan terowongan playground KFC, Nafisa mulai mau ngomong duluan. (Padahal biasanya ceriwiiis banget, hiks)  Abis itu gue ajak ngomong Spiderman yang di Plaza Kemang 88, dia udah lumayan keliatan seneng.

Pas udah agak lama mau ngobrol-ngobrol lagi, Nafisa ngomong, "Nafisa kupingnya abis diapain?"  Alhamdulillah, gue sih nangkepnya, dia udah gak apa-apa. Berarti dia udah bisa nerima dan mahamin kejadian THT tadi. Pertanyaan itu maksudnya adalah dia pingin kita nge-review lagi kejadian tadi. Kayak nyeritain ulang lah.

Dan pas kita sampe rumah, turun dari taksi, Nafisa semangat banget mau ceritain kejadian tadi ke Uti :')  Alhamdulillah, insyaAllah dia udah gak apa-apa.

Sampe rumah pun Naf udah ceria lagi. Apalagi pas ketemu ayahnya :')

Tapi, malemnya masih belom mau jauh-jauh dari gue. Gue bangun sedikit, Naf ikut bangun dan minta mimik lagi. Cuma sekali aja dia mau balik badan, itu juga pas udah mau-mau pagi.

Pagi ini sebenernya gue masih pingin di rumah, gak kerja. Masih pingin nguatin lagi kepercayaan Nafisa ke gue. Tapi gue harus beli obat buat bokap. Hari ini abis semua.

Gue udah kasih pengertian ke Naf, dan alhamdulillah dia ngerti, kok. Pagi ini pun Naf sarapan sama ayahnya. Alhamdulillah nafsu makannya udah naik lagi karena udah sembuh demam batpilnya.

InsyaAllah nanti sore pulang kerja bisa full sama Naf and regain her trust.

Pelajaran pentingnya adalah, laen kali:

  1. Jangan paksa anak!
  2. Selalu minta pendapat ke anak, dan hormatin pendapat itu!
  3. Kalo kepaksa harus ke dokter THT, cari yang khusus anak aja di RSIA. Kata temen gue, di sana banyak mainan untuk pengalih perhatian, ruangannya lebih menyenangkan, dan dokternya akan ngebaik-baikin anak lo. Sangat child-friendly lah.
  4. Pilih dokter muda. Kalo kepaksa cuma ada yang tua, jangan yang cewek. Gak sabaran dan judgmental banget sama ibu-ibu muda. (Dua kali ke dokter eyang-eyang cewek semuanya judgmental.)

Friday, March 7, 2008

Gandhi is So Digging Teresa

Siapa idola kamu?

Di Sabtu siang yang membosankan, dosen tau2 nanyain pertanyaan itu. Mati gue. Mana pernah gue mikirin idola!

Punya idola itu ada baiknya. Akan ada inspirasi yang bisa dibangkitkan dari orang itu, lanjut si dosen.

Katanya, dulu orang2 seangkatannya pasti ngidolain Gandhi. Wuih… klasik bener. Gandhi yang kepalanya botak, berkacamata, dan sedang tersenyum. Tangannya tertangkup di depan dadanya yang terbalut pakaian (mirip) ihram. Ahimsa, swadesi, dan (satu lagi apa gue lupa.)

Ngomong-ngomong Gandhi, gue jadi kepikiran Bunda Teresa. Entah kenapa dua orang itu selalu gandengan aja gitu dalem otak gue.

Mungkin seharusnya mereka kawin aja.

Terus mereka punya anak buanyak, dan semuanya punya LSM masing-masing. Ada yang khusus buat orang miskin, ada yang buat yatim piatu, orang cacat… Ada yang buat membiayai kredit untuk negara2 miskin yang kelaparan, atau kredit rumah buat yang ngga punya rumah kayak model2nya si Yusuf-Yusuf yang menang Nobel Prize itu. (Yusuf-Yusuf aja, emang lo pikir tetangga lo…)

Berikut percakapan khayalan gue antara Mother Teresa (MT) dengan Gandhi (G) :

Mother Teresa : Ndhi, abis bantu2in orang, kita ngapain lagi?
Gandhi : Mmm…belum ada rencana sih.
Mother Teresa : Oh gitu... Mmmm… Oh ya, by the way, menurut kamu, kita bisa tukeran baju ngga?
Gandhi : Emang kenapa?
Mother Teresa : Mmm…abis lama2 aku bosen juga, stok bajuku cuman ini-ini aja. Putih garis pinggir biru. Kamu juga sekali2 perlu ganti gaya lho!
Gandhi : (memandangi bajunya sambil tersenyum) Ah, tapi ini seksi, lagi. Lebih user friendly! Akses mudah, sekali buka langsung jadi. (Kedip)
Mother Teresa : [sempet mikir sekilas: Dasar pervert! Is he flirting on me?!! Tapi ia segera mengalihkan pembicaraan.] Mending kita jalan-jalan sambil lihat-lihat baju, yuk! Kali2 aja ada yang cocok.

Dan pergilah mereka bersama ke Tanah Abang, dengan saling bergandeng tangan. Sesampainya di sana, mereka memasuki tiap kios dan mencoba-cobakan bahan pakaian ke tubuh mereka. Mereka nampak sangat bahagia.

MT : Aku suka yang bunga-bunga merah muda ini, Ndhi! (memeluk bahan itu ke pipi sambil tersenyum)
G : Kamu cantik pakai itu (tersenyum tulus)
MT : Kalo yang oranye ini?
G : Itu juga bagus (tersenyum)
MT : Aku beli dua, Mbak. (katanya kepada si penjual)
G : Eh, eh, nggak, nggak! Udah, biar aku yang bayar.
MT : Eeehh..ngga usah Ndhi, aku bisa bayar sendiriii..
G : Udah, udah, anggep aja ini hadiah dari aku.
MT : Bener, nih?
G : Iya aku serius.
MT : Makasih lho. [menerima baju dari kasir dengan tersipu-sipu]
G : Nanti malam kamu ke mana?
MT : Mmm… yah seperti biasa, aku di rumahku ngurus anak-anak.
G : [membawakan belanjaan] Kamu selalu punya waktu untuk orang lain. Terkadang kamu juga perlu waktu untuk diri kamu sendiri, lho.
MT : [tersenyum] Nggak papa. Aku senang kalo bisa bikin orang lain senang. [pause] Kamu tahu lilin?
G : Iya, tahu.
MT : Lilin itu menerangi sekelilingnya, meskipun ia tahu: saat waktunya tiba nanti, sumbunya akan habis, dan ia akan mati.
G : [mikir dalem hati] Wow! This girl is deep!
MT : Aku ingin jadi seperti lilin itu. Aku ingin menerangi sekelilingku sebelum sumbuku habis, Ndhi.
G : Kamu sudah melakukannya, sayang. [tersenyum]
MT : [balas tersenyum] Makasih, Ndhi.

Saat itu menjadi momen yang paling indah bagi Gandhi & Teresa. Untuk pertama kalinya, mereka membeli bahan baju beraneka warna. Ini pengalaman yang baru bagi keduanya. Mereka sangaaaaat bahagia.

Malamnya, Gandhi mengajak Teresa makan malam. Berdua, mereka duduk di tepi pantai, di meja yang diterangi dua buah lilin. Gandhi mengatakan, lilin-lilin itu menyimbolkan kebaikan hati Teresa. Walau hanya ada satu Teresa, tapi cahaya yang dipancarkannya ada dua kali lipat. Teresa amat bahagia.

Dua minggu kemudian, Gandhi & Teresa menikah. Mereka mempunyai puluhan anak-anak kembar, yang ketika dewasa, semuanya menyayangi orang tak mampu dan orang cacat. Gabungan prinsip kasih sayang Teresa dan prinsip kemandirian Gandhi telah menjadikan anak-anak itu tumbuh menjadi anak yang berkepedulian sosial sempurna.

Sepuluh anak kembar pertama memiliki rumah yang besar, yang akhirnya menjadi rumah kasih sayang dan pembangunan keterampilan untuk orang-orang berkebutuhan khusus.

Dua belas anak kembar kedua mengabdikan diri dan rumah mereka untuk membesarkan anak-anak tak berorangtua.

Sedang delapan anak kembar yang terakhir memberikan kredit rumah mungil, khusus untuk para pengemis yang tak punya rumah.

Gandhi, Teresa dan dua puluh anak kembarnya pun hidup bahagia selama-lamanya.



Tamat.

- -
02 Mei 2007, 13:10:01

Popular Posts