Wednesday, February 11, 2015

Asuransi Kesehatan "AXA Mandiri Kesehatan Prima"

Dear temen-temen,

Terima kasih banyak ya sudah berkunjung ke sini :)

Saya hanya ingin memberitahu, bahwa, setelah mempelajari, kini saya mantap untuk mengumumkan bahwa saya TIDAK mengambil asuransi apapun.

Alasan paling utama: saya BOSAN. Bosan bikin perbandingan hanya untuk menemukan bahwa akhirnya semua sama saja. Semua cuma permainan. Nanti saya jelasin di bawah. Ketebak banget lah pokoknya.

Tadinya saya bahkan udah buat 2 review lagi. Yang satu ngebandingin tipe asuransi yang semua dibayar sesuai tagihan, dan yang kedua untuk tipe santunan/non-kartu. Hampir-hampir saya post.

Alasan kedua, saya MALAS keluarin uang segitu banyak. Mahal. Not worthy.

Alasan ketiga: ASURANSI ITU HARAM.

Tadinya saya juga gak percaya. Masa sih niat baik untuk berjaga-jaga dibilang haram? Tapi akhirnya, setelah
- semua ulama meyakinkan saya bahwa asuransi memang haram
- ngeliat sendiri, dan
- alhamdulillah ngalamin sendiri rasanya dikasih proteksi dan berkah yang..... Beyond words... Tanpa asuransi apapun...

Saya semakin yakin dan mantap.

Ini ringkasan kenapa asuransi haram. Gak hanya ulama Indonesia aja, lho, yang ngomong. Ulama luar juga. Semua sepakat haram.

Asuransi mengandung unsur:

  1. Judi
  2. Gharar / gak jelas
  3. Riba 
  4. Zhalim
  5. Batil


JUDI

Asuransi memiliki risiko (1) pembayaran atas sesuatu yang belum terjadi, (2) rugi tanpa alasan, dan (3) meraup untung tanpa usaha.

Dalam masa pertanggungan, kita bisa sakit, bisa juga nggak. Ini kan spekulasi banget. Dan salah satu pihak pasti ada yang rugi. Persis judi beneran.

Kalo kita sehat, kita rugi. Udah bayar premi banyak. Ini namanya risiko rugi tanpa alasan. Sebaliknya, kalo kita sakit, kita meraup laba gak pake kerja. Perusahaan asuransi yang rugi. Gak ada yang adil dua-duanya.

Jika kita sakit, perusahaan asuransi terkena risiko pembayaran. Makanya mereka akan berusaha sekuat-kuatnya supaya pembayaran klaim sulit, atau dikurang-kurangi jumlahnya, dengan berbagai syarat dan ketentuan, ya kan?

Ini semua sifat-sifat judi. Dan judi itu haram.


GHARAR

Artinya gak jelas. Satu, dari sisi waktu. Kapan terjadinya? Dua, kejadian yang diklaimkan. Derajat sakit/celakanya yang kayak apa? Ringan, parah, atau meninggal? Tiga, klaim yang didapat. Ini juga bergantung dari poin dua, karena tergantung kejadian. Kalo parah, ya lebih banyak daripada yang ringan.

Ketidakjelasan klaim juga tercermin dari jumlah manfaat klaim yang didapat nasabah seringkali tak sesuai dengan yang dijanjikan.

Transaksi dalam Islam itu harus jelas dan transparan semua. Barangnya, jumlahnya, kualitasnya, lokasinya, cara pembayarannya, pihak-pihaknya, ketentuannya, SEMUA harus jelas. Ada satu aja yang gak jelas, gak boleh.

Transaksi gak jelas (gharar) itu haram.


RIBA

Ini yang paling berat dosanya.

Ada 2 jenis riba. Pertama, riba fadhl. Barang ditukar dengan barang yang sama, tapi jumlahnya lebih banyak. Dalam hal asuransi, "barang" yang ditukar ini adalah uang. Riba jenis ini adalah uang yang DITERIMA NASABAH jika klaim yang didapat lebih besar dari seluruh premi yang dibayar.

Misal sudah dua tahun ikut dan bayar premi 6 juta. Pas kecelakaan, total tagihan rumah sakit dibayarkan 10 juta. Nah yang 4 juta itu riba.

Singkatnya, nuker duit pake duit. Pembeli (nasabah) membeli dengan uang (berbentuk premi), untuk mendapatkan uang yang lebih besar (berupa pembayaran klaim dari perusahaan asuransi).

Riba kedua adalah riba nasi'ah. Sebenernya riba nasi'ah ini secara historis artinya pembebanan bunga karena si peminjam telat bayar. Ini yang jelas disebutkan dalam Quran. Jadi intinya karena ada penundaan pembayaran. Nah, sama kayak di asuransi. Nasabah dikasih uangnya nanti, kan, kalo udah kejadian. Bukan langsung saat bayar premi. Delay waktu ini yang membuatnya jadi riba nasi'ah.

Selain itu, premi-premi asuransi pasti akan diputar untuk mendapatkan bunga. Ini dobel riba nasi'ah-nya.

Sekedar info. Riba yang paling ringan aja dosanya sama kayak (maaf saya juga gak suka tapi saya harus tulis karena setara hukumnya).... Ah ga jadi saya tulis deh... Tonton aja nih video singkat 6 menit yang cakep banget bikinnya. Dari situ kita akan tau, bahwa riba saja sudah cukup jadi alasan kuat.

Riba gak cuma di Islam doang. Di agama Kristen banyak, bahkan Hindu dan Buddha pun ada.


ZHALIM DAN BATHIL

Zhalim artinya gak adil, sewenang-wenang, salah. Batil artinya salah. (Yang bisa bahasa Arab mohon koreksi.)

Nguras duit secara 'pintar'. Banyak banget cara supaya uang kita keluar. Dan saat klaim, nasabah tak pernah bisa membela dirinya.

Betapa banyak kasus, kita pasti udah sering denger. Proses klaim sulit. Pas bisa klaim, jumlahnya gak sesuai. Mau ambil 'tabungan' gak bisa. Pas bisa, banyak dipotong. Apa-apaan sih ini?

Unit link, selama 5 tahun sebagian besar premi yang kita bayar akan menguap untuk biaya akuisisi, administrasi, dan pengelolaan investasi. Kita gak boleh ambil (padahal katanya nabung). Mesti sampai tahun tertentu. Dan kalo sudah mencapai tahun itu mau diambil, nanti kena biaya lagi.

Konvensional: premi hangus.

Penguapan premi demi beragam biaya dan main hangus-hangusan itu cara yang batil, lho. Rugi di nasabah. Gak boleh ambil uang pihak lain. Yang bener, di Islam itu semua pihak harus setara. Untung dibagi hasil, rugi juga ditanggung bareng.

Premi gak hangus? Memang ada, tapi mahalnya naujubila. Nguras duit lagi dong.

Lalu klaim gak sesuai. Teman saya di Dharmais udah jadi nasabah asuransi kesehatan XYZ selama 10 tahun lebih. Suatu hari dia klaim manfaat penyakit kritis kanker sebanyak 20 juta per bulan, sesuai polis. Ternyata, yang dikasih cuma 10 juta. Ini cidera akad namanya. Khianat.

Asuransi mobil, selalu ada biaya pembuatan klaim 300.000. Kalo klaim 5 juta, kita jadi cuma dikasih 4,7 juta. Lagi-lagi gak sesuai.

Terlalu banyak syarat, formula perhitungan yang rumit/sulit dipahami/nyusahin, tidak tepat janji, dan lagi-lagi memaksa kita untuk keluar duit terus tanpa bisa menuntut keadilan.

Sekedar info, makan harta (uang) orang lain dengan cara yang batil (jelek, gak adil) udah diwanti-wanti di An-Nisaa ayat 29.

Intinya, masih banyak hukum-hukum Islam lainnya yang dilanggar oleh asuransi (dan produk-produk finansial lain). Tapi, itu pun rasanya sudah lebih dari cukup.



* * *


Dari pengalaman saya, asuransi, kredit, saham-saham di usaha gak jelas/gak syariah, semua membuat kita jadi teruuus menerus berkutat sama angka. Seolah-olah rejeki cuma duit doang.

Asuransi bikin kita lupa sama afterlife (kalo gak boleh saya bilang "akhirat" karena terlalu religius). Saking mikirin yang di dunia, jadi lupa ntar kalo meninggal, kita mau jawab apa di dalam kubur. Yang sekarang aja gak yakin. Apalagi kalo ditambah ambil asuransi dan hutang kredit yang tenornya bertahun-tahun.

Yang di otak kita jadi cuma duit terus. Pusing mikir asuransi, cicilan, duit kurang, hutang sini tambal sana. Gak kelar-kelar.

Keluar deh dari semua itu. Keluar secepat mungkin. Sistem-sistem ini membuat kita makin terlilit hutang dan riba. Hati dan hidup jadi gak tenang.

Solusinya? Nabung aja biasa. Alokasikan dana khusus untuk kesehatan. Atau nabung emas batangan. Perbanyak sedekah. Tahan keinginan (=sesuatu yang, kalo kamu nggak punya, NGGAK akan bikin kamu mati atau sakit secara fisik.)  

Asuransi boleh, tapi yang kayak gini, mirip dagang biasa aja.

Dan inget, kita punya Allah.

Allah jauh lebih berkuasa daripada perusahaan keuangan. Dan mahabenar janji-Nya.

Saya tau ini kedengeran basi. Well, silakan. Tapi kalo tertantang untuk lebih berani, ikutin dan buktiin. Silakan liat sendiri sistem siapa yang basi.

1. Stop yang haram

  • Tutup asuransi. Ganti sama sedekah dan yakin Allah sebaik-baik Penjaga dan Pelindung. Rugi besar? Gak apa-apa. Anggap aja bersihin dari dosa riba. Jangan diterusin preminya. Lagian kebutuhan masih banyak.
  • Lunasi hutang dan cicilan. Jangan percaya hutang produktif. Hutang itu konsekuensinya besar dunia-akhirat. Lunasin. Ambil lagi harga diri kamu sebagai manusia bebas. Baca iniini dan ini video singkat untuk solusinya.
  • Tutup reksadana dan saham non-syariah. 
  • Stop following LambTur dan sejenisnya. Ini serius. Kamu mau timbangan dosa kamu nambah di hari kiamat gara-gara orang-orang yang ga ada hubungannya sama kamu? Unfollow sekarang. Jangan mau makan bangkai

2. Perbanyak hal-hal baik

  • Azan langsung wudhu dan shalat. Langsung! Laki ke masjid. Jangan tunda. Kamu udah dipanggil ama Dzat yang megang nyawa kamu.
  • Perbanyak doa. Minta sama Yang Maha Mendengar dan Mengabulkan Doa.
  • Perbanyak sedekah. Di waktu lapang maupun sempit. Percayalah semua diganti berkali-kali lipat. Dan gak hanya dalam bentuk uang. Tapi jauh lebih besar daripada itu. Kesehatan, ketenangan hati, dikasih jodoh yang saling nyokong dalam iman, keluarga rukun dan tenteram, anak-anak nurut gampang diatur salih-salihah, ... Ingatlah bahwa banyak rizki yang tidak kita sadari. Tangan masih bisa ngetik di keyboard? Mata masih bisa melihat? Apakah itu bukan rejeki? Mau dikasih 1 miliar tapi jempol kamu dipotong dua-duanya? 
  • Berbaktilah yang sebaik-baiknya, sebagus-bagusnya pada kedua orangtua. Mereka pintu-pintu surga. Dan pintu rejeki kita. Siap secepatnya saat orang tua manggil nama kita. Layani layaknya abdi ngelayanin raja. Lower your wings of mercy unto them, lingkupilah orangtua dengan perlindungan dan kasih sayang sebagaimana induk burung melebarkan sayapnya untuk melindungi anak-anak mereka. Lembutkan ucapan. Sabar. Jangan malas. Percaya sama saya. Gak akan terasa nyesel sampe kita ngeliat mereka pake kain kafan. 
  • Silaturahmi. Siapa ingin rejeki diperluas, sambunglah tali silaturahmi, sering denger hadits itu, kan? Dan itu amat amat benar. Sering-sering ketemu orang-orang yang kita tau akan nunjukin kita ke jalan Allah. Yang baik-baik. Yang taat-taat. Tinggalin dulu temen yang hobi gosip dan boros di mall. Inget, kamu maunya dapet pahala dan rejeki. Bukan dosa.
  • Bersyukur. Nanti Allah akan cukupin. Yakin.


Satu lagi yang penting. Baca Quran, satu ayat aja sehari. Gak usah satu juz, tapi SATU AYAT aja. Target cukup segini aja. Mau jadi overachiever? Silakan banget! (Emang itu tujuannya, makanya target 1 ayat aja. Secara psikologis, melampaui target akan membuat kita makin bersemangat, kan!)

Baca hadits, satu aja sehari. Kita akan dapet ide-ide untuk menjadi muslim yang lebih baik. Ini salah satu app Android favorit saya.


* * *


Temen-temen, sebagai penutup, saya bukan orang suci. Saya masih banyak dosa. Dan juga masih belajar. Seringkali saya ngerasa malu sama Allah. Udah dikasih banyak banget, padahal masih gini-gini aja.

Semua saya tulis berdasarkan pengalaman. Bahwa janji Allah itu benar. Saya sayang sama temen-temen.

Sebagai sesama muslim, saya ingin temen-temen bisa merasakan dan mengalami sendiri indah dan nikmatnya berada dalam lindungan Allah. Pasti bisa.

Jangan takut. Yakin Allah sayang sama hamba-Nya yang nurut. Yakin bahwa ketenangan hati itu hanya bisa didapat dengan mengingat Allah.

Biarlah postingan asuransi ini tetap terpampang di sini. Supaya yang baca tau bahwa sistem kayak gini udah saya tinggalkan. Dan bahwa hitungan Allah JAUH LEBIH PASTI KEBENARANNYA dan JAUH LEBIH BERLIMPAH.

Terima kasih, temen-temen. Saya selalu mendoakan kebaikan di dunia dan di akhirat untuk temen-temen semua yang udah baca. Aamiin.

Doakan juga ya supaya timbangan dosa saya karena pernah menulis review asuransi ini dihapuskan oleh Allah Ghafururrahiim. Statistiknya sudah hampir 17.000, ditambah postingan lain 21.000. Sungguh angka yang... :'(  Saya gak sanggup mempertanggungjawabkan dosa 38.000 orang di hari kiamat :'(

Rabbanaa zhalamnaa anfusanaa wa-illam taghfir lanaa watarhamnaa lanakuunanna min alkhaasiriin.

Terima kasih banyak, ya, temen-temen. Saya sedih sekali. Abis ini saya mau shalat dulu biar ilangan dikit :'(

Wassalamu'alaykum warahmatullahi wabarakatuhu.

Jakarta, 2 April 2017




== UPDATE TAMBAHAN ==



SEPOTONG FAKTA

Beberapa hari lalu saya membaca artikel ulama luar tentang asuransi dalam islam. Tak sengaja saya melihat tulisan di kolom komentar: "Insurance is part of the Dajjal system and is a way to make money on people's fears." Ini mengejutkan banget. Kenapa saya gak pernah kepikiran?

Teman yang pernah ikut seminar Pak TD*, motivator marketing nasional, memberitahu saya bahwa beliau pun mengajarkan, motivator pembeli yang paling efektif adalah rasa takut. Saya jadi ingat. Tahun 2008 saya pernah meriset secara lokal tentang rasa takut ini. Istilahnya fear appeal. Hasilnya, rasa takut merupakan faktor penentu utama sikap (dan tindakan) kita terhadap sesuatu. Konsisten dengan riset-riset sebelumnya.

Dan teori fear appeal terus terbukti sampai saat ini. Artikel ilmiah "Appealing to Fear: A Meta-Analysis of Fear Appeal Effectiveness and Theories" bulan Oktober 2015 di kolom berita American Psychological Association (APA) menunjukkan, hingga kini rasa takut tetap efektif.



"Making money on people's fear" membuat saya penasaran mencari daftar perusahaan asuransi terkaya di dunia. Ini hasilnya dari Wikipedia (dari Forbes Global 2000).



Berkshire Hathaway 210.8 miliar dolar AS. Ada yang tau itu berapa rupiah?


Rp2.808.699.200.000.000, atau DUA RIBU DELAPAN RATUS DELAPAN TRILIUN enam ratus sembilan puluh sembilan miliar dua ratus juta rupiah. Berkshire Hathaway bermarkas di Amerika Serikat. Konglomerasi ini juga selalu ada dalam daftar 10 perusahaan terbesar asuransi di sana.

Berikutnya, AXA 147.5 miliar dolar AS. Mau dihitung rupiahnya?


Rp1,964,995,000,000,000, atau SERIBU SEMBILAN RATUS ENAM PULUH EMPAT TRILIUN sembilan ratus sembilan puluh lima miliar rupiah.

Mungkin ada yang tau APBN kita berapa?



Bahkan pendapatan negara kita aja kalah :')

Keliatan kan, siapa yang untung. Jelas bukan kita para nasabah lah ya :')  Duit kita segini-gini aja kok :')

Mau liat yang di Indonesia? Silakan baca publikasi dari KPMG Indonesia berikut.


Analisisnya gak main-main. Yang nulis orang pinter semua. Klik DI SINI untuk download dan liat sendiri angka-angkanya.

Belum tau KPMG? Itu salah satu dari the Big Four auditor terbesar di dunia, selain Deloitte, EY, dan PwC.

Baiklah, sudah cukup tentang making money on people's fear.

Tinggal kita renungkan lebih dalam. Saya berdoa semoga Allah senantiasa ngebimbing kita semua ke jalan-Nya. Aamiin.











=========================================================
POSTINGAN LAMA MULAI DI BAWAH INI.
INI SISTEM YANG SUDAH SAYA TINGGALKAN.
==========================================================




Atas request Mas Fab yang pingin tau berapa premi AXA MKP, di bawah ini info lengkapnya :D

Di dalemnya ada:
  • daftar premi dan opsi pembayaran
  • prosedur klaim (3 cara: emergency, pre-authorised, dan reimburse)
  • dokumen klaim
  • timeline untuk penyakit pre-existing
  • fungsi kartu peserta di dalam dan luar negeri



Silakan klik di gambarnya kalo mau liat-liat atau download file lengkapnya.

Brosur Mandiri Kesehatan Prima bisa di-download di sini.

Bocoran dari mbak-mbak AXA Mandiri:
Bakal ada Mandiri Kesehatan baru yang kayak gini, tapi untuk family. Ini baru mau launching. Yay! let's hope it's good :D

Wednesday, February 4, 2015

Yay! Me Goes Syar'i

Setelah sekian lama pengen, akhirnya sekarang kesampean juga pake jilbab syar’i panjang-panjang begini :D

Tadinya sempet ragu, khawatir, dikarenakan hal-hal teknis dan remeh-temeh. Tapi menurut gue itu penting!

Anehnya, ini rasanya bener-bener mirip sama kekhawatiran gue 10 tahun lalu pas ragu-ragu mau pake jilbab atau nggak. Persis banget :)

Okay. Here goes daftar ketakutan gue:

MAU PAKE HIJAB SYAR’I TAPI…

1. Gue ngejar-ngejar metromini sama kopaja. 

Gue pengen cantik, tapi belom sebanyak duit kayak Inneke Koesherawati atau Lyra Virna yang kemana-mana naik mobil pribadi disupirin. Naek mobil cakep, turun juga masih cakep. Gue naek metromini sama kopaja. Pas naek cakep, pas turun langsung jadi jelek. Percuma kalo pake baju cakep-cakep! Ntar juga jelek lagi. Apalagi panjang-panjang gini. Ntar di jalan keburu keringetan. Ngejar-ngejar sambil lari pula. Apa kabar pake rok panjang? Belom kalo mau naik bus, masuknya tinggi banget dan harus angkat rok. Betis kemana-mana. Sampe di dalem, rok bakal kotor kena lantainya. Ujung rok nglewer-nglewer di bawah pas duduk. Mesti digimanain??

Kayak gini kayaknya susah kalo ngebis.

2. Jalanan Jakarta jahanam banget. Apalagi trotoarnya.

Kesenjangan jarak antara konblok satu dengan yang lain di permukaan trotoar Jakarta terlalu besar. Bahkan gak terukur pake koefisien Gini. Buanyak banget tanah-tanah nongol di trotoar karena konblok-konblok pada kosong, diambilin entah oleh siapa. Got-got gede menganga di sepanjang jalan. Gue bisa aja kepeleset dan kejeblos di situ, dan ujung rok gue yang cantik bakalan item coklat-coklat. Belom kalo ada tukang jualan kaki lima. Tambah sempit. Pergerakan kalo pake rok panjang itu terbatas, tauk! You are expected to walk gracefully like a princess! Mana bisa di trotoar kaya gituuu X-(

Ya gini lah trotoar kita sehari-hari.

3. Apalagi kalo hujan.

Ah elah ribet deh. Rok panjang aja udah ribet. Yah kita semua tau lah ribetnya kalo ujan. Bawa payung, plastik, sendal jepit, celana kotor, macem-macem.

Byur! Byur! Byuurr!

Ckckck. Syaitonirojim emang ya. Adaaa aja alesannya.


TAPI TERNYATA, PAS DIJALANIN…

Everything was eeeasy breezy!


1.   Metromini dan kopaja ternyata gak seserem itu :D Truth is, there is nothing wrong with getting around with them pake baju syari. Naik, ya naik. Turun, ya turun. Takut betis keliatan? Pake celana aladin, dong. Yang ujung mata kakinya agak gembung dikit (bukan celana aladin yang tipe gembungnya gede banget sepanjang kaki kayak balon ya). Jadi betis lo gak akan ngebentuk. Kalo pake legging masih terlalu ketat. Bentuk betis lo bakal masih keliatan. Tapi kalo pake celana aladin aman. Rok lo juga bentuknya gak keganggu kok. Tetap cakep. Cuma 30 ribu aja. Gue beli sampe selusin. Sayangnya gak diskon. Gue belinya satu-satu sih T_T (Maap kak duitnya baru ada segitu jadinya nyicil belinya.)

Lho. Kok ni orang makenya buat celana luaran?? Apa gue yang salah make, ya?!!
Terus masalah rok. Gue inget pernah ngomong ke temen, dia bilang iket ujungnya pake karet gelang tukang sayur biar gak ribet. Tapi, menurut gue, kalo dibuka ntar lipetan-lipetannya jadi ngebekas. Dan bakalan jelek banget. Dia bilang, sengaja emang. Biar bodoh. Ffft. (Note: Ini nih emang pembicaraan gak penting yang looping endlessly tipikal gue dan temen-temen gue.)

Tapi akhirnya, pas naik gue juga bodo amat. So what kalo ujung rok gue kotor dikit. Yang penting (insyaAllah) bukan kena *sori* tokai. Cuman pasir-pasir dan tanah-tanah doang. Heck, Nabi aja shalat jidatnya kena lumpur, kok pas masjidnya belom jadi. Lagian, kotornya pun ternyata gak kotor-kotor banget. Bahkan nyaris gak ada :D Yaaay! This problem solved! Sayang gak ada yang motoin gue pas lagi ngebis.

We're friends now. As we've always been :')
Tunggu. Trus masalah naik cakep turun jadi jelek gimana?
Tenaang. Kan ada inovasi terobosan bernama “Bedak” dan “Lipstik”. Atau “Lipgloss”. Cukup kok.

Keringetan kan tapi?
Gak sampe kuyup ini. Bawa ganti aja selembar kalo takut bau.

Lari-lari ngejar bus? Kan pake rok!
Aaah gak masalah tuh alhamdulillah :D Gue tetap bisa lari, dan abangnya juga pada baik-baik kok. Kamu pasti ditungguin. (Mostly karena mereka butuh setoran juga sih :p)

You know what, satu hal yang masih gue suka lakuin tiap hari sejak pake dress-dress, rok dan kerudung panjang gini adalah: LARI MENAIKI JEMBATAN PENYEBERANGAN. Gue lari. Beneran. Sepanjang jalan setapak yang nanjak itu gue bener-bener lari. Cepet lagi. (Jadi ceritanya, dari dulu gue kalo naik jembatan penyeberangan emang selalu lari. Soalnya kalo jalan biasa jadi tambah lama, dan tambah capek. Itu kan tangga-tangga kecil gitu. Nguras tenaga. Lari lebih enak. Lebih cepet kelar urusan gue sama si penyeberangan itu.)

THIS, ladies and gentlemen, is my running track.
Apa? Dinilai gak pantes? Mau ngelarang gue lari? Heh. Aisyah aja LOMBA LARI sama Nabi. Gak cuma sekali pula. Trus kenapa gue gak boleh?

2.   Trotoar Jakarta. Okay. Ini emang udah di luar kekuasaan kita. Jadi yah, jalannya di aspal aja. Hahaha! dipasrahin aja. Jalan aja di aspal. Ikhlasin aja. Mau diapain lagi. Jalannya di aspal aja. Akhirnya kadang gue jalan di aspal. Just like everybody else. Dan ternyata, SURPRIIISE! Meski diwarnai kesenjangan konblok dan got-got yang menganga, jalan di trotoar ternyata gak bikin rok jadi kotor! Bahkan hampir-hampir gak ada! Wiiii!

3.   Pas ujan? Angkat dikit aja roknya. Udah pake celana aladin ini. Aman. Gak perlu khawatir lagi. Dan lagi-lagi, ternyata gak ribet sama sekali tuh. Itu semua cuma kekhawatiran yang alhamdulillah terbukti gak kejadian. Gue pake sepatu apapun pas ujan, rok gue tetep aman tanpa kecipratan :D

Now I see that there’s nothing to be afraid of :D

Dan oh ya. Entah apa, tapi sejak gue pake kerudung panjang-panjang ini, gue jadi gak khawatiran lagi. Gue kayak, ok guys let’s do it! (ngomong sama kerudung dan rok panjang)

Kalo pun ntar rok gue kotor, ya bukan salah gue ini. Bukan salah siapa-siapa juga. Emang gak ada yang salah juga kok. Sejak kapan baju kotor dibilang salah? Kalo pun kotor, bisa digosok pake air, trus dibekep tisu biar cepet kering. Macem-macem lah caranya. You’ll find a way :)

Kesimpulannya:
  1. Akan selalu ada yang bisikin kita untuk gak jadi melakukan hal-hal baik. Adaaa aja. Nah. Kalahin tuh. Inget lagunya Bimbo. “Berbuat baik janganlah ditunda-tunda…”  Itu lagu paling bener sedunia wal akhirat. Kalo ditunda, yang ada gak bakal kesampean. Sampe lamaaa banget. 
  2. Deal with your fear. Face it.

Satu lagi. Motto "Kalo gak sekarang, kapan lagi?” seharusnya dipake untuk hal-hal baik yang nambah pahala. Siapa tau besok lo isdet. Who knows?

Smile! :D  Oh ya, gue yang ijo.
Have a nice day, people.
--

Baca juga: Why I Went Syar'i

Tuesday, February 3, 2015

Why I Went Syar'i

Banyak orang gak percaya gue mutusin pake kerudung syari dan dress-dress panjang. Sama kayak dulu orang pada gak percaya gue mutusin pake kerudung. (Tauk. Heran deh. Pada kenapa sih orang-orang?)

Gue mulai pake syari-syari gini sejak tiga bulan lalu. November 2014 tepatnya. Ini murni keinginan gue sendiri, kok.

Untuk menjawab rasa penasaran semua orang, baiklah gue kasih tau sebab musababnya.

1.   Gue benci peniti. Gue benci jarum. Waktu awal-awal gue pake kerudung tahun 2006, gue GAK BISA pake kerudung segitiga. Gue gak bisa pake peniti. Gue pengen nangis tiap kali pake kerudung segitiga. Gue mengidap perfeksionisme di mana penitinya gak boleh keliatan. Jadi gue harus penitiin itu dari dalem. Tapi itu susah banget dan akhirnya gue frustrasi dan nyerah. Gue gak mau pake gitu-gituan lagi. Mana rasanya sakit di bawah dagu.

Kerudung pertama gue bukan kerudung segitiga, tapi pashmina yang gue lilit tanpa peniti atau jarum sama sekali. (Jaman orang belom pada pashmina-an, gue udah pake! <-- bentuk kesombongan. Ckckck.) Abis itu, gue pake bergo. Apapun yang penting tanpa kedua benda itu.

Sekarang, 9 tahun kemudian, gue udah lihai sih pake peniti dan jarum, alhamdulillah. Tapi tetep, kalo bisa, gue milih untuk gak pake. Lama dan ribet! Mending gue nyiapin baju dan makanan anak gue buat ditaruh dalem tas (yang mana itu bisa setengah jam sendiri hahahah).

2.   Gue pengen praktis. Yang tinggal slip-on dan gue bisa langsung lari. Gue pengen tinggal tarik dari gantungan, dan tinggal slep. Selesai.

Err, itu sozis. So nice. Or whatever it is :p
3.   Tapi harus tetep cantik. Seneng sih gue styling-styling pashmina panjang dari tutorial youtube. Tapi, pas sekarang udah punya anak, kayaknya itu makan waktu ya. Lagi-lagi, mendingan gue nyiapin baju dan makanan anak gue.

4. Mau balik pake bergo lagi? Hmm, kayaknya nggak. Mereka agak kurang bagus sih.

5. I don’t want any of these:
  • Kerudung pendek yang tau-tau leher lo bisa keliatan
  • Dada ngebentuk
  • Pinggang dan pinggul ngebentuk
  • Khawatir perut/punggung keliatan karena baju kependekan dan tau-tau ngangkat
  • Betis dan paha ngebentuk karena cuman pake legging untuk luaran
6. Gue pengen dapetin itu semua dengan instan. Gak pake kerja.

Dan hijab syar’i panjang adalah jawaban itu semua :D

Mereka itu:

1.  Praktis
2.  Cepet makenya. Gue tinggal tarik dari gantungan, langsung pake. Slep! Selesai! Bener-bener hemat waktu.

Sorry, but could you just... Yes. Thank you.
3.  Gak pake peniti atau jarum.
4.  Gak khawatir lagi ada bagian atau lekuk tubuh yang keliatan,
5.  Dan yang gak kalah penting: cantik-cantik! Buanyak banget model kerudung syari dengan beragam warna dan motif.

Oh ya. Berhubung kerudung syari ini gak bagus dipadanin sama celana panjang (celana apapun sih), jadi lah gue beradaptasi dengan gamis atau rok panjang.

Mungkin kedengerannya agak 'gerah' dan ribet ya. Padahal nggak kok.

Kalo pake gamis, gue pake kaos GT Man pas badan biar nyerep keringet. Semacam anti basket dan baspung gitu lah. (GT Man murah cuman 35 ribu. Awet lagi.) Sama pake celana aladin pas badan berbahan lemes. Semua gue pilih yang tanpa kancing. Jadi udah bener-bener tinggal slap-slep doang and...

...
...

...

Aaand I’m ready to go :)

Kalo lagi gak pake gamis, gue pake rok panjang yang pinggang karet tanpa kancing. Atasannya tinggal pake manset. (Jangan lupa pake celana aladin.) Lagi-lagi, tinggal slep! Kelaaar.

DEDDY MIZWAR PLEASE. JUST. PLEASE. THANK YOU.

Naah. Udah deh. Intinya ini semua karena kemalasan gue pake peniti, jarum, baju berkancing, dll.

Males kerja lah pokoknya. Pengen hasil instan. Hahaha! Pemalas ya? Biar! Yang penting cantik!

Dadaah! :D

I love this girl.

Sunday, January 11, 2015

Horee! RS MRCCC Siloam Semanggi Terima Pasien Kanker BPJS! :D


*** UPDATE 6 JULI 2020 ***
PROSEDUR BPJS RS MRCCC SILOAM SEMANGGI 
Dari Mbak Windy

kirim WA ke nomor 081511500181 untuk tanya prosedur daftar janji temu dengan dokter dan sudah dijawab sbb :


Membuat reservasi, reschedule dan menanyakan info lebih lanjut harus datang langsung ke bagian BPJS jam operasional Senin-Jumat jam 07.00-15.00 di Lobby (LB) dengan membawa persyaratan berupa:
-Fotocopy KTP
-Fotocopy Kartu BPJS
-Fotocopy KK
-Fotocopy surat rujukan online dari Faskes 1 -> RS tipe B/C -> MRCCC Siloam Hospitals Semanggi.
-Fotocopy hasil Patologi Anatomi atau hasil Biopsi

*** end of update 6 Juli 2020 ***


Kabar bagus nih buat para rekan kanker pemegang kartu BPJS.

Sekarang RS MRCCC Siloam menerima pasien kanker BPJS.

Jadi ada alternatif rumah sakit untuk berobat selain RSCM dan Dharmais.

Saya lihat iklan ini di halaman 1 harian KOMPAS, Sabtu, 10 Januari 2015. Di pojok kiri bawah. Rasanya seneng banget!

Memang sudah lama saya menanti kabar bergabungnya MRCCC dengan BPJS. Soalnya, rumah sakit ini--menurut saya--rumah sakit yang baik. Dari dulu Siloam memang sudah menerima pasien Askes (sebelum namanya berubah jadi BPJS). Tinggal tunggu waktu aja untuk terima BPJS semenjak diluncurkan awal 2014 lalu. Akhirnya udah resmi deh sekarang :D

Kalo diliat dari website dan berita-berita yang ada, sih, rumah sakit ini peralatannya lengkap banget ya. Silakan browsing sendiri, canggih-canggih bener deh.  Berikut saya kutip dari laman resminya:

MRCCC’s technology is the most advanced and first-of-its-kind equipment in Indonesia, such as Phillips PET/CT, SPECT/CT, 3 Tesla MRI, 256 Multi-Slice CT Scan and Cath Lab, IBA Cyclotron and the Varian Linear Accelerator (LINAC) IX Rapid Arc supported with CT Simulator. This makes MRCCC the only one-stop comprehensive cancer centre in Indonesia MRCCC is among the first in Indonesia to run an integrated computerized and digital information system linking imaging, laboratory, pharmacy and hospital IT services.

Lengkap banget, ya! Sistem informasinya juga udah terintegrasi, jadi semuanya lebih cepat dan efisien.

Cara berobatnya gimana?

Well, jujur saya sendiri juga belom tau. Selama ini saya nganter ibu selalu ke Dharmais. Belum pernah ke MRCCC.

Yang pasti, kalau suatu RS swasta terima BPJS, kemungkinan besar gak akan digratisin penuh seperti di RS pemerintah. Artinya, kita masih harus bayar selisihnya.


*** UPDATE 10 SEPTEMBER 2015 ***

Baru aja dapet brosur Alur Pelayanan Kesehatan Peserta BPJS di MRCC Siloam Hospital Semanggi.



Untuk alur silakan liat gambar ya.

Ini saya tulisin lagi biar gampang liatnya.

Kartu yang diterima:

- BPJS dan e-ID BPJS
- Kartu Indonesia Sehat
- Kartu Jakarta Sehat
- Jamkesmas
- Askes
- Kartu Tanda Anggota Kepolisian RI
- Kartu Tanda Prajurit TNI


Persyaratan berobat peserta BPJS di RS MRCCC Siloam Semanggi (RS Khusus Kanker Tipe A):
  1. SEP (Surat Eligibilitas Peserta). Ini nanti dapet dari counter BPJS MRCCC tiap mau berobat.
  2. KTP
  3. KK
  4. Kartu BPJS (atau sesuai list kartu yang diterma di atas)
  5. Rujukan dari RS Tipe B atau Tipe C kepada MRCCC.
  6. Hasil diagnosa kanker (biasanya hasil lab Patologi Anatomi (PA)) yang diverifikasi Petugas BPJS, lengkap dengan cap dan tanda tangan petugas BPJS
  7. Surat Rujukan Luar Provinsi dari BPJS daerah asal, bagi pasien dari luar DKI Jakarta.
*** end of update 10 September 2015 ***



+++ UPDATE 10 SEPTEMBER 2015 +++

Akhirnya tanggal 6-8 September 2015 kemarin Ibu dirawat di MRCCC  :)

Silakan dibaca-baca di Dirawat di MRCCC Siloam Semanggi

Ada review juga di Review RS MRCCC Siloam Semanggi

+++ end of update 10 September 2015 +++



***UPDATE 14 APRIL 2015***

Tadi pagi saya mengunjungi counter BPJS di RS Siloam MRCCC. Ternyata benar bahwa mereka menerima pasien BPJS penyandang kanker.

GRATIS semuanya dicover. Semuanya. Dokter, lab, obat, rawat inap, kemo, seeemuanya :')

Yang penting bawa dokumen BPJS lengkap sebagaimana di rumah sakit yang sekarang. Harus ada rujukan ke Siloam MRCCC, patologi anatomi (PA) positif kanker, dan kalo bisa bawa resume medis, jadi dokter di Siloam bisa tau dan lanjutin treatment-nya.

Tadi saya juga sempet ngunjungin apotik dan lab, untuk pastiin ketersediaan obat yang biasa dipakai oleh Ibu, yaitu Alkeran (melphalan) dan Bonefos IV. Yang Bonefos ada, tapi Alkeran tinggal 14 tablet. Kalau mau harus order, tiga hari kemudian baru tersedia.

Dokternya juga terbatas. Hanya yang masuk di list BPJS. 

Di Dharmais, dokternya Ibu adalah dr. Nugroho. Beliau praktik juga di Siloam MRCCC, tapi tidak termasuk di list dokter BPJS. Konsultan Hematologi-Onkologi Medik yang termasuk adalah dr. Toman L. Toruan dan dr. Andhika Rahman. Jadi, kami hanya bisa memilih 2 itu. (Semuanya sore-sore beneeer baru mulai jam 5 huhu)  Tapi, kata rumah sakit, kami tetap bisa konsultasi ke dr. Nugroho tanpa memakai BPJS (artinya bayar sendiri). Rate-nya antara 250 sd 500 ribu-an.

Rumah sakitnya enaaak banget. Bersih, modern, dan cakep. Lebih cakep dan nyaman dari RSPI. Ada Starbucks (saya gak ngopi sih, paling makan di warteg depan haha!) dan Books & Beyond di lobi utama. 

Di counter BPJS, antriannya juga dikit. Bahkan nyaris gak ada. Paling banyak cuma 10 orang lah. Bayangin kalo di Dharmais. Dapet nomor 200-an aja udah alhamdulillah :p

Kemungkinan besar kami akan pindah ke Siloam MRCCC. Pertimbangan utama adalah lokasi dekat dan antrian sedikit, jadi lebih efisien waktu dan energi. Terutama untuk Ibu.

Minggu ini Ibu akan lab dan konsul rutin di Dharmais. Kami akan minta pendapat dr. Nugroho dulu. Semoga lancar :)

Karena BPJS sudah meng-cover 100%, tadi saya gak tanya-tanya lagi soal asuransi swasta lainnya. 

Good luck rekan penyandang kanker lain :)

***End of update 14 April 2015***



^^^ UPDATE 17 APRIL 2015: 

Saya dan Ibu sudah diskusi tentang rencana pindah dari Dharmais ke MRCCC, dan keputusannya adalaaah... kami GAK JADI PINDAH KE MRCCC  :) 

Kalo mau tau ceritanya, silakan klik link tadi ya :)  ^^^

^^^ end of update 17 April 2015 


Kalau kamu juga punya asuransi kesehatan lain selain BPJS, bisa pake sistem koordinasi manfaat (coordination of benefit, atau CoB). Nanti kekurangan yang gak dicover BPJS dibayar oleh asuransi yang satunya. Jadi biaya bisa ditekan serendah mungkin, bahkan bisa gratis.

Udah banyak asuransi swasta yang bekerja sama dengan BPJS, antara lain:
  1. Arthagraha General Insurance
  2. Astra Buana
  3. Avrist Assurance
  4. AXA Financial Indonesia.
  5. AXA Mandiri Financial Service
  6. Bina Dana Arta
  7. Generali Imdonesia
  8. Inhealth Indonesia
  9. Jiwa Central Asia Raya
  10. Jiwasraya (Persero)
  11. Lippo Insurance
  12. Mega
  13. Mitra Maparya
  14. Multi Artha Guna.
  15. Sinar Mas
  16. Sinarmas MSIG
  17. Takaful Keluarga
  18. Tugu Mandiri
  19. Tugu Pratama Indonesia
Itu info resmi dari thread kaskusnya BPJS per Juni 2014. Kalo mau lebih lengkap, silakan tanya ke asuransi masing-masing, dan ke MRCCC juga.

Tanyain:
  • Prosedur admission (masuk rumah sakit untuk rawat jalan/inap).
  • Mekanisme bayar dokter, obat, lab, dll. (Kemungkinan besar CoB akan pake metode reimburse, bukan kartu. Syaratnya apa aja.)
  • Limitnya berapa per perawatan. Dan per tahun, kalau ada.
  • Mana yang dicover BPJS, mana yang dicover asuransi swasta. Berapa.
  • Mana yang gak dicover alias harus bayar sendiri.
  • Dll.

Oh ya, buat info aja, nih. Selain 19 asuransi tadi, Siloam juga punya asuransi sendiri. Namanya Mediplus.

Asuransi Mediplus ini bikin penasaran banget. Soalnya, rawat inap dan rawat jalan seluruhnya ditanggung sesuai tagihan, tanpa limit tahunan (baca: gratis! semua-muanya!) Asalkan di jaringan RS Siloam. Preminya pun tergolong murah. Satu orang dewasa 3,78 juta/tahun. Pasangan suami-istri 5,98. Satu anak 6,98, dua anak 7,98. 

Gak ribet, gak perlu medical check up. Langsung disetujui dan semua penyakit pre-existing dicover, kecuali 4:
  1. Kanker/keganasan
  2. Ginjal kronis
  3. Bedah jantung
  4. Bedah syaraf dan otak
Itu pun cuma sembilan bulan pertama doang. Gak pake setahun.

Lho. Tapi kok kankernya justru gak dicover?

Dari yang saya baca, di 9 bulan pertama memang gak akan dicover. Karena itu termasuk pengecualian. Nanti, setelah lewat 9 bulan akan dicover, tapi gak semuanya. Maksimum 60% dari total tagihan per perawatan. Ada limit tahunannya juga, yaitu maksimum Rp 30 juta.
  • Gimana mekanismenya kalo kita pake BPJS + Mediplus?
  • Apa aja yang dicover? (Kamar, dokter, obat, lab)
  • Jika per perawatan kanker habis Rp 50 juta, berapa yang akan dicover Mediplus?
  • Apakah perawatan selanjutnya akan dicover lagi setelah itu?
  • Bisa gak kalo cuma untuk lab doang, atau konsultasi dokter doang, tanpa terus-menerus berobat di situ? (Jadi kalo mau kemo/operasi pindah ke RSCM/Dharmais, soalnya di MRCCC takut mahal.)
Ini yang mau saya tanyain ke MRCCC besok pagi InsyaAllah. Kebetulan Ibu ada jadwal lab, kalo bisa di situ, ya gak usah antri lama di Dharmais :)

Stay tuned ya! InsyaAllah saya update :)

Ini brosur Mediplus (di-klik aja)







**Ibu saya memiliki multiple myeloma sejak tahun 2011, dan rutin kontrol di RS Kanker Dharmais, Jakarta Barat. Silakan klik menu "Multiple Myeloma" untuk melihat postingan terkait MM. Semoga kita bisa saling mengenal dan saling menguatkan :D

Baca Juga:
Review RS MRCCC Siloam Semanggi
Dirawat di MRCCC Siloam Semanggi

Tuesday, December 23, 2014

Contoh Pertanyaan untuk Konsultasi Dokter



Sebelum ke dokter, ada baiknya mengambil pulpen dan kertas, dan siapkan pertanyaan sejak dari rumah.

Menyiapkan pertanyaan banyak gunanya.

  1. Kamu bisa lebih memaksimalkan waktu konsultasi.
  2. Lebih banyak info yang bisa kamu dapet.
  3. Kamu merasa lebih 'setara' dengan dokter sebab kamu udah punya pengetahuan tentang penyakit kamu.
  4. Kamu merasa lebih punya kontrol terhadap tubuh kamu dan apa yang akan kamu lakukan untuk menyehatkannya kembali.

Di posting kemarin udah dibahas tips mempersiapkan konsultasi ke dokter.

Nah. Berikut contoh pertanyaan untuk kamu tanyain.

Ada dua penyakit yang dicontohin di sini, yaitu diabetes tipe 2 dan sobek sendi lutut. Langsung aja ya dalam bentuk ceklist.


1.  DIABETES TIPE 2

Cek gula darah
- Seberapa sering harus cek gula darah?
- Berapa angka normal yang harus dicapai?

Perubahan gaya hidup
- Perlu ubah pola makan/jenis makanan? Jadi kayak gimana?
- Gimana cara menghitung karbohidrat makanan?
- Perlu ke ahli gizi gak untuk meal planning?
- Olahraga? Yang boleh apa? Berapa kali seminggu, berapa lama seharinya.

Obat
- Obatnya: apa, berapa jenis, untuk apa, dan ada generiknya gak.
- Kapan harus dikonsumsi.
- Perlu suntik insulin gak.
- Kalo ada masalah (jantung, darah tinggi, dll dll sebutin kondisi tubuh kamu). Gimana cara me-manage-nya secara bersamaan? Obatnya ada yang konflik gak.

Komplikasi
- Komplikasinya bisa apa aja?
- Apa tanda dan gejala gula darah rendah/tinggi? Treatment-nya?
- Perlu cek keton gak?
- Seberapa sering harus monitoring komplikasi? Harus ketemu dokter spesialis apa?
- Dicover asuransi/BPJS gak?

Dari dokter, kamu bisa antisipasi pertanyaan berikut:
1. Kamu udah paham treatment plan kamu dan yakin bisa jalanin?
2. Gimana cara kamu nge-handle diabetes kamu selama ini?
3. Kamu pernah ngalamin gula darah rendah?
4. Pola makan sehari-hari dan jenis makanan biasanya gimana?
5. Olahraga gak? Apa, dan seberapa sering?
6. Yang kamu rasa paling sulit dari pengobatan diabetes kamu apa?


2.  SOBEK SENDI LUTUT

Ini kejadian sama temen saya Titi Akmar karena cedera olahraga pas dia lagi basket. Ini contoh daftar pertanyaannya:

Seberapa parah. 
- Sobek sebagian apa seluruhnya. 
- Kalo ada stage-nya, ini stage/grade berapa. Artinya apa. Ke depannya gimana. 
- Sering terjadi gak sih?
- Bengkak (edema) karena apa.
- Kalo diliat dari hasil MRI, ada kombinasi/kemungkinan injury2 lain gak sih di lutut.

Pilihan treatment non-operasi apa aja
- Obat  antibiotik kalo ada infeksi.
- Suntik untuk kurangin radang.
- Fisioterapi. (biasanya ada beberapa jenis dalam 1 rangkaian yg biasanya 1-2 mingguan. Minta kasih tau itu apa aja, kayak gimana & fungsinya utk apa).
- Knee brace
- Kemungkinan sembuh tanpa operasi. Bisa gak kembali ke kondisi semula. Apakah kalo gak operasi ada kemungkinan bakal ngalamin sakit2 lainnya di area itu & jadi tambah parah.
- Jenis treatment yg bisa sendiri di rumah & obat2nya. (kompres, penghilang rasa sakit, gerakan ringan, dll)

Kalo operasi:
- Kenapa perlu.
- Apa nama operasinya, dan prosedurnya gimana (ini penting kalo mau pake asuransi.)
- Tujuan operasi (perbaikan minor, apa rekonstruksi)
- Success rate. Ada kemungkinan kambuh lagi gak.
- Efek gak enak pascaoperasi (sakit, kaku, jalan gak stabil)
- Waktu pemulihan berapa lama sampe bisa aktivitas normal/olahraga lagi.

Gerakan tubuh
- Perlu ubah tipe olahraga gak. Yang boleh apa aja.
- Latihan olahraga/stretching yg bisa bantu.
- Gerakan yg gak boleh dilakuin.

Lain-lain
- Perlu ganti sepatu/footwear2 lainnya gak. Yg direkomendasiin yg kayak gimana.
- Ada efek ke tulang punggung gak. (Kalo mau sekalian aja bawa hasil lab punggung lo kalo ada)


Nah gitu kira-kira contoh pertanyaannya.

Intinya, tanyain inti masalah dan solusinya apa aja.

Jangan lupa browsing situs-situs kesehatan tentang penyakit kamu. Dari situ kamu bisa dapet item pertanyaan yang lebih kaya, soalnya kamu bisa bandingin macem-macem opsi yang ada. :)

Tips Mempersiapkan Kunjungan ke Dokter

Karena pertemuan dengan dokter biasanya berlangsung singkat, ada baiknya kamu mempersiapkan hal-hal yang ingin kamu konsultasikan supaya pertemuannya berjalan maksimal.

Berikut beberapa hal yang bisa kamu lakukan untuk mempersiapkan sesi konsultasi ke dokter.

1. Tulis semua gejala yang kamu rasakan. Termasuk kapan mulainya dan kapan jadi makin parah/jadi mendingan.

2. Tulis semua nama obat yang kamu konsumsi. Termasuk vitamin dan suplemen.

3. Tulis penyakit atau kondisi medis lain yang kamu miliki. Kalo kamu ada anemia, hipertensi, alergi, atau larangan mengkonsumsi suatu obat, ini bisa kamu infoin ke dokternya.

4. Bawa hasil-hasil lab sebelumnya. Ini penting supaya dokter bisa tau kondisi badan kamu dan progres penyakit kamu udah sampe mana. Kamu juga bisa tanyain kalo ada yang gak ngerti. Kamu bisa bawa hasil cek darah, USG, CT Scan, MRI, dan lain-lain yang berhubungan dengan penyakit yang dikonsultasikan.

5. Bawa keluarga atau teman. Mereka bisa bantu kamu pas nanya-nanya dan gali info lebih dalem ke dokternya. Atau saat harus ngambil keputusan.

6. Tulis daftar pertanyaan yang mau kamu ajuin. Ini penting biar gak ada yang ketinggalan, dan gak ada penyesalan saat sampai di rumah.


Tips memperkaya daftar pertanyaan:

  1. Rajin-rajin cari info tentang penyakit kamu. 
  2. Googling juga arti hasil lab kamu. 
  3. Tanyakan kemungkinan-kemungkinan yang akan bisa terjadi ke depannya. 
  4. Tanya juga apa dampaknya jika kamu melakukan/tidak melakukan/menggunakan/tidak menggunakan/mengkonsumsi/tidak mengkonsumsi XYZ (yang berhubungan sama penyakit kamu). 
  5. Kalo belom tau sakit apa, coba baca posting ini buat ngecek kemungkinan penyakit kamu. Atau posting ini untuk inspirasi pertanyaan.

Monday, December 22, 2014

7 Situs Web Terbaik untuk Cek Penyakit


Ngerasa gak enak badan tapi gak tau sakit apa?

Sekarang kamu bisa investigasi diri sendiri dulu sebelum memutuskan pergi ke dokter.

Catat gejala yang dirasakan dan cari tahu di situs-situs berikut ini.

1. AAFP
Ini adalah situs milik American Academy of Family Physician. Sebelum ke dokter, coba aja main-main ke sini. Ada flowchart yang bisa kamu ikutin. Dimulai dari gejala yang kamu yang kamu rasain, diagnosa penyakit, dan apa yang perlu dilakukan. Informatif, enak diliat, dan sangat amat mudah.



2. Baby Center
Yang punya bayi, batita, atau balita, cek gejala-gejalanya di sini. Pertama, pilih umur anak. Lalu pilih gejalanya. Banyak foto-foto dan rekaman suara yang membantu mencocokkan gejala dan penampakan penyakit.



Nah, kalo udah tau (kira-kira) nama sakitnya apa, cari info lebih lengkap di :

  1. Mayo Clinic Ini yang paling enak dibaca. Bahasanya mudah. Isinya? Padet ilmu! Suka ada gambar-gambarnya juga.
  2. NHS Ini juga lengkap. Dari Layanan Kesehatan Nasional Inggris.
  3. CDC Ini situs resmi Pusat Pencegahan dan Pengendalian Penyakit Pemerintah Amerika Serikat. Lengkap banget semua info di sini.
  4. Web MD Enak. Lengkap. Dibagi-bagi per section kayak Mayo Clinic.
  5. Untuk bayi, balita, batita, langsung ke Milis Sehat. Enaknya, ini langsung dalam bahasa kita :)

Ayo semangat cari info penyakit yang kamu rasakan.

Manfaatnya:

  1. Lebih tahu kondisi kamu yang sebenarnya.
  2. Lebih punya kepastian. Kamu tahu apa yang sedang dan akan terjadi.
  3. Punya kontrol lebih. Kamu tahu apa yang harus dan akan dilakukan. Tahu akan dikasih obat apa dan untuk apa. Tahu akan dilakukan tes lab apa dan untuk apa. Dan kamu bisa putuskan apakah akan lakukan atau tidak, dan kapan waktunya.
  4. Kamu bisa kroscek kalau dokter kamu masih on track apa nggak.
  5. Buat panduan second opinion di dokter lain.

Males karena pake bahasa inggris? Hmm. Harus diakui, situs berbahasa Indonesia yang lengkap mengulas info-info penyakit dengan tampilan menarik memang gak ada. Tapi gapapa. Jangan sampe ini menghalangi kamu untuk cari info kesehatan yang berkualitas. Coba pake google translate :)

Penting: Situs-situs tadi bukan berarti bisa menggantikan dokter profesional, ya. Itu untuk panduan umum aja. Untuk kepastian diagnosis dan pengobatan, kamu tetap perlu ke dokter. (Kecuali milis sehat, lebih terpercaya daripada dokter spesialis anak kebanyakan, hehe :D )

Sehat-sehat yaaa!

Gambar dari sini

Popular Posts