Wednesday, October 21, 2015

Kuliah Online Gratis edX "Take Your Medicine: How to be a Savvy Consumer"



Saya lagi semangat menantikan kuliah gratis "Take Your Medicine: How to be a Savvy Consumer" dari edX. Semacam Coursera gitu, kursus online gratis. Ada dosennya, ada mahasiswanya (kita), ada juga forum diskusi online dan bahkan material-materialnya :D  Ada app-nya juga untuk Android dan iPhone, jadi kita bisa akses bahan dan video dari situ.

Kuliah ini diselenggarakan oleh University of Texas at Austin. Mulainya tanggal 26 Oktober 2015. Bentar lagi, yaaay!

Kuliahnya singkat kok, cuma 4 minggu alias 4 kali pertemuan doang.

Di kuliah ini, kita akan jadi tau:

  • Kenapa harga obat mahal
  • Beda obat bermerk dan obat generik
  • Isu-isu seputar obat generik dan obat palsu
  • Peran FDA (Food and Drugs Association, atau BPOM-nya Amerika Serikat) dalam regulasi dan persetujuan obat
  • Cara berkomunikasi efektif dengan tenaga profesional layanan kesehatan (mis. dokter, suster, terapis, apoteker) dan bisa lebih paham kalo baca berita-berita tentang obat dan kesehatan secara umum
  • Peran personalised medicine dalam pengobatan di masa depan
  • Potensi dan dampak personalised medicine


Silabus-nya nih:

Minggu 1: Perkembangan Obat, Inovasi, dan Biaya
Gambaran menyeluruh ringkas tentang gimana obat dikembangkan, contoh-contoh inovasi medis, gimana harga obat bisa menekan biaya kesehatan, dan kisah-kisah pasien.

Minggu 2: Persetujuan Obat, Keamanan Obat, dan Biaya dan Produksi Obat
Membahas peran FDA (BPOM-nya Amerika Serikat) untuk melindungi konsumen, aspek-aspek keamanan obat, kenapa harga obat mahal banget, dan aspek produksi obat.

Minggu 3: Generik, Personalised Medicine, dan Obat Palsu
Gimana obat generik beda dari obat inovasi baru, potensi dan dampak personalised medicine dan bahaya pemalsuan obat di seluruh dunia.

Minggu 4 (habis): Field Trip ke Perusahaan Farmasi, Menjadi Konsumen yang Matang Informasi, dan Peran Riset di Universitas.
Ini kayaknya field trip-nya virtual aja ya hahahah :p
Di sesi akhir akan dibahas gimana para apoteker membantu kesehatan kita, kenapa ngikutin aturan minum akan memperbaiki kesehatan kita, gimana universitas memotori inovasi medis, dan cara ngomong ke penyedia layanan kesehatan kita (mis. RS, apotek, klinik)

Dosen-dosennya dari Drugs Dynamic Institute, bagian dari Fakultas Farmasi University of Texas at Austin.

Yak langsung aja klik DI SINI untuk ikut kelasnya. Sekali lagi, GRATIS. Lumayan buat iseng-iseng menambah cakrawala pengetahuan dan wawasan :p

Oia untuk catatan. Feeling saya sih kayaknyaaa (kayaknya doang) kuliah ini akan mendukung obat-obat inovatif (baca: yang mahal) dan 'merendahkan' generik, hehe. Abisan dese dari periset obat, sih :p Jadi kayak justifikasi kenapa harga obat mahal. Gapapa lah. Sekali-kali liat perspektif seberang kan bagus juga. <--- yeah, saya emang kaum-kaum generik yang cinta sama yang murahan :D

Wah, jadi inget utang posting ringkasan artikel jurnal ilmiah "The High Cost of Cancer Drugs and What We Can Do About It". Belom kesampean juga sampe sekarang. Doain yah ada rejeki waktu dan kesehatan (dan niat yang kokoh, jieilee) untuk ngeringkasin. Tapi kalo udah ga sabar, silakan monggo sok atuh gih dah sonoh yak silakan klik link tadi.

Cheeeeerss!!

Sunday, October 11, 2015

Ini Alasan Asuransi Unit Link Laku Keras

Sekian lama saya bertanya-tanya, kenapa produk unit link laku banget di Indonesia. Hampir tiap orang, mulai dari temen, saudara, atau baru kenal, semua ambil unit link.

Hmm. Kayaknya emang pada gak tau ya kalo unit link itu justru mahal banget. Udah sering pula dibahas sama para financial planner. Tapi kok ya tetep aja banyak yang ngambil. Heran deh.

Sampai akhirnya, tau-tau kakak saya jadi agen asuransi X. Suatu hari, dia minta ketemu. Oke, tapi dari awal saya bilang saya gak akan ngambil asuransi apapun.

Okay. Akhirnya kami ketemuan. Kakak saya mulai menjelaskan produknya. Asuransi jiwa plus kesehatan dan investasi.

Kakak saya gak ngerti saham. Gak pernah beli saham, dan gak pernah juga beli reksadana. Prosesnya aja dia gak tau. Kok, tau-tau dia jualan asuransi plus saham?

Trus saya tanya, kenapa dia jual yang ini? Kenapa gak mulai dari asuransi tradisional murni tanpa investasi? (Yang jiwa sendiri, kesehatan juga sendiri.) Biar ngerti dasar-dasarnya.

Ya gue dikasihnya langsung yang ini, Dek.

Duerr! Saya langsung nyesek dengernya. Bukan kesel sama kakak, tapi kesel sama upline-nya. Dan perusahaannya.

Saat itu, mata saya langsung kebuka. Sekarang saya tau kenapa orang-orang pada ngambil unit link. Karena satu-satunya produk yang ditawarin ya cuma itu!!!

Oleh para managernya, para agen disuruh jual unit link. Mungkin biar langsung ngerasain komisinya. Biar langsung ngerasain enaknya dapet duit banyak.

Padahal agennya sama sekali gak ngerti apa-apa tentang asuransi. Apalagi saham dan reksadana.

Padahal produk asuransi itu buanyak banget macemnya. 

Selektivitas ini berdampak besar, lho. Karena yang dikasih tau ke agen cuma itu (unit link), mereka jadinya ya cuma tau yang itu. Konsumen pun jadinya ya cuma tau yang itu. Jadi, dua-duanya sama-sama (di-)buta(kan). Gak tau apa-apa di luar unit link.

"Produk asuransi yang bagus tuh ya yang ada semuanya. Jiwa ada, kesehatan ada, investasi juga ada."

Duh, sedih rasanya melihat pemahaman keliru ini telah menjadi sesuatu yang normal. Sayang, perusahaan asuransi justru sukses menuai profit dari situ. Mereka berjaya menimbun aset atas keberhasilan membangun pemahaman keliru ini :(

Saya menyesalkan kenapa ada selektivitas seperti ini. Dan juga, kenapa tidak ada pendidikan finansial yang baik bagi para agen.

Kenapa bisnis tidak dibangun atas dasar kepercayaan. I mean, bisnis kok membangun kesuksesan di atas ketidaktahuan (baca: kerugian) orang lain?

Yah, gak rugi juga, dong, Mbak Widya yang baik. Kan mereka dapet perlindungan jiwa dan kesehatan. Kalo masuk rumah sakit ada yang bayarin. Kalo meninggal bisa ninggalin warisan.

Iya bener. Tapi banyak produk lain yang harganya cuma 1/10-nya dengan manfaat yang sama, Bos! Bahkan lebih besar!

Produk unit link yang ditawarkan kakak saya sebulan 1,5 juta. Setahun 18 juta. Uang pertanggungan meninggal cuma 500 juta. Rawat inap dengan kamar 500 ribu dan lain-lain (pake limit-limit secimit). Investasi dengan estimasi gain 15% setahun (gak dijamin).

Kalo pake asuransi jiwa murni, dengan premi 1,4 juta setahun (Rp116 ribu sebulan) bisa dapet uang pertanggungan 1 milyar. SATU MILYAR. Dua kali lipetnya. Asuransi kesehatan murni yang 4 juta/tahun bisa dapet yang SEMUA tagihannya dicover, TANPA LIMIT apapun sama sekali. (Unit link masih dilimit-limit untuk dokter, obat, lab, dll. Ga ada yang sesuai tagihan.) Ditotal-total setahun cuma 5,4 juta. Dan benefitnya beda jauh banget!
*Asuransi jiwa berjangka 5-tahun S**life dan asuransi kesehatan AX* Man**** Kesehatan Prima

Tapi uangnya hilang, kan, Dek? 

Lah, emang di unit link gak ilang? Uang 1,5 juta per bulan itu kan dibagi porsinya: 1 juta buat asuransi, 500 ribu buat investasi. Yang sejuta itu ilang-ilang juga, kan? Sama aja setahun ilang 12 juta. Yang di-invest cuma 8 juta. Orang-orang pada percaya aja duitnya gak ilang. Ya nasabahnya, ya agennya.

Nih ya. Kalo gue punya 18 juta, ya mending gue ilang 5,4 juta trus sisa 12,6 juta gue beliin reksadana saham dan profit 20% dong. Daripada gue ilang 12 juta dan yang di-invest cuma 6 juta dengan profit 15%. Ya gak sih? Dapetnya banyakan mana, coba?

Memang menyadarkan orang tentang hal ini agak sulit. Pertama selektivitas tadi. Itu aja udah besar banget dampaknya. Bikin buta semua orang.

Kedua, kebanyakan orang beli produk karena ditawarin. Bukan nyari karena butuh. Ini salah satu kelemahan yang umum sih emang. Bukan cuma di Indonesia aja. (Salah satu survey di Inggris bilang kalo nyari-nyari asuransi itu bahkan lebih bikin stres daripada ke dokter gigi, hahahah.)

Kalo beli karena butuh, lebih besar kemungkinan si konsumen akan nyari-nyari dan survei dulu. Banding-bandingin dulu. Abis itu baru mutusin beli. At least ada prosesnya lah.

Kalo beli karena gak nyari? Yaa... kadang ada yang beli padahal nggak butuh, ada yang beli karena gak enakan, atau karena gak tau ada produk lain yang lebih murah.

Semuanya terjadi di unit link. Tapi yang bikin paling miris ya selektivitas-berujung-kebutaan itu tadi. Gak tau ada produk lain. Ya konsumennya, ya agennya.


Nimbun aset perusahaan ya silakan. Tapi mbok ya jangan di atas ketidaktahuan orang lain.

Saya berdoa semoga perusahaan asuransi bisa mendidik para agen dan nasabahnya dengan lebih baik. Amin.

Wednesday, October 7, 2015

Selamat Jalan Om-nya Mbak Aulia

Dapet kabar pagi ini kalo Om-nya Mbak Aulia Pratiwi, sesama MMers, telah meninggal dunia.

Almarhum Om-nya Mbak Aulia terdiagnosis MM sebulan lalu, setelah sebelumnya mengeluh sakit pinggang. Sempat dirawat di RS Ramsay Jatinegara, lalu pindah ke RS PGI Cikini.

Ternyata almarhum Om juga ada gagal ginjal dan harus cuci darah.

Perkembangan terakhir sebelum meninggal, Om mengalami sepsis akibat infeksi bakteri Staphylococcus Aureus.

Semoga almarhum diampuni dosanya, dimaafkan kesalahannya, diluaskan tempat kembalinya, dimasukkan ke dalam surga-Nya, diberi ganti yang lebih baik dari yang almarhum miliki di dunia.

Semoga keluarga diberikan kesabaran dan keikhlasan, serta teladan yang baik sepeninggal almarhum.

He fought his battle greatly.

Doa kami selalu untuk almarhum dan keluarga besar.

Aamiin ya rabbal 'alamiin.


Saturday, October 3, 2015

Cuci Darah Gratis bagi BPJS

Hai!

Saya mau share dua klinik cuci darah gratis bagi pemegang BPJS.

1. Yayasan Ginjal Diatrans


Jl Raya Jatiwaringin Bl H/3
Jati Waringin, Pondok Gede, Bekasi 17411
(Samping Kimia Farma Jatiwaringin)
Telp 021 8614030

Peta klik https://goo.gl/maps/3VVThUEk8c92 (Apotek Kimia Farma Jatiwaringin)



2. Klinik Hemodialisa Pandaoni

Klik untuk perbesar.

Jl. Cipinang Baru Utara No.9, Pulo Gadung, Jakarta Timur 13240
Telp 021 4754404
Email klinikpandaoni@gmail.com

Buka : Senin sd Sabtu, jam 07.00-19.00
Minggu dan hari besar tutup kecuali perjanjian dan pasien lama.

Peta klik  http://bit.ly/1Vu2XIj


Kalau ada yang mau nambahin, silakan banget nanti saya add di bodi postingannya :)



** UPDATE 11 OKTOBER 2015 **

Baru aja dapet daftar klinik-klinik HD berikut yang melayani pemegang BPJS di Jakarta dan Jawa (Sumber: Dialysiscare.co.id untuk Jakarta dan Jawa)

JABODETABEK

Klinik HD Muslimat NU Cipta Husada 1
Jl. Hang Tuah I No.12, Kebayoran Baru
Jakarta Selatan
Telp.: 021- 7243 220 atau 0878 8487 7502

Klinik HD Muslimat NU Cipta Husada 2
Jl. Langit-langit No. 12, Kampung Ambon
Jakarta Timur
Telp: 021 - 4896807 atau 021 - 83684659

Unit HD RS Royal Taruma
Jl. Daan Mogot No 34
Jakarta Barat 11470
Telp: 021 - 5695 8338 ext 3160 atau 0819 08969809

Unit HD RS Puri Indah
Jl. Puri Indah Raya Blok S-2, Kembangan
Jakarta Barat

Klinik HD Yayasan Lions Indonesia
Pusat Pelayanan Masyarakat Lions Indonesia
Jl. Raya Pluit Timur Kav B-2 Lt 3
Jakarta Utara
Telp: 021 – 9371 4304

Klinik HD Tidore Lestari
Graha Tidore, Jl. Tidore No. 7, Roxy
Jakarta Pusat
Telp: 021 – 9829 2730 atau 021 - 6386 1672

Klinik HD Sahabat Keluarga
Jl. Pangkalan Jati I No. 75, Cinere
Depok
Telp: 021 – 7097 6276

Unit HD RS Ciputra
Jl. Citra Raya Boulevard blok V.00 /08, Sektor 3.4, Cikupa
Tangerang 15710, Banten
Telp: 021 - 5940 4671

Klinik HD Penta
Jl. Marsekal Surya Dharma No. 68, Neglasari
Tangerang
Telp: 021 – 5591 2695

JAWA

Unit HD RS Palang Biru Gombong
Jl. Kartini No. 37, Gombong
Kutoarjo, Jawa Tengah
Telp: 0287 - 471290

Unit HD RS Condong Catur
Jl. Manggis No 6, Gempol, Condong Catur
Sleman, Jogjakarta, 55283
Telepon: 0811 2572 547

Unit HD RS Pelita Anugerah
Jl. Bandungrejo KM 11.5
Semarang, Jawa Tengah
Telp: 024 - 6725 555

Klinik HD Bethany Care*
Jl. Nginden Intan Timur I No 29
Surabaya, Jawa Timur
Telp -

Monday, September 28, 2015

Cancer Caddy

Dari thread "Dealing with caregiver's frustration" di smartpatients.com

Thursday, September 10, 2015

Review RS MRCCC Siloam Semanggi

Okaay, setelah pertama kali merasakan dirawat di MRCCC, mari kita langsung review.

Rumah sakitnya enak dan nyaman banget!! Jaaauh lebih cakep daripada RS Pondok Indah.

Lobi 

Setdah cakep banget. Kayak mall. Ada Starbucks, toko buku Books & Beyond, minimarket Boston. Tengah-tengahnya ada piano yang autoplay. Kadang ada yang mainin juga sih sama live singing. Persis mall, kan :D

Lift ada 6. Karena gedung MRCCC ada 36 lantai, masing-masing lift punya destinasi lantai yang berbeda. Dua lift di sebelah kanan berhenti di tiap lantai. Tiga lainnya hanya berhenti di lantai 25 sd 36. (Yang ini naiknya cepet banget.) Satu lagi lift khusus pasien.

Lobi ini di lantai 4. Di atasnya di lantai 5 ada ATM Center, counter BNI 46, dan restoran Peach Garden. Sepi restonya. Mungkin karena mahal ya hehehe. Dan ini restonya keren banget. Bener-bener kayak resto mahal di mall.

Tenang. Buat yang model kayak saya, ada kantin-slash-warteg di depan RS. Tinggal nyeberang, agak kanan dikit ada Kopkar Sampoerna Strategic Square.








Ibu nunggu boarding SQ :p

Kamar

Plus:
- Nyaman dan luas.
- Murah. Kelas 3 cuma Rp175.000,-/hari.
- Legaaa banget. Padahal sekamar 8 orang. Ini karena desain kamarnya seperti huruf U.
- Ada 2 toilet dan 1 ruang mandi (shower room) yang super nyaman.
- Kamar sangat bersih, lapang, dan bener-bener nyaman.
- Desain dashboard (yang di atas kepala pasien) fungsional, simpel, dan cakep

Minus:
- Penunggu pasien gak boleh bawa tikar, bantal, dan atribut nginep lainnya
- Cuma ada bangku satu, itu juga gak enak kalo buat duduk lama. Keras dan kokoh soalnya.

Tips:
- Bawa sajadah atau karpet kecil kayak selimut. Buat duduk di bawah. Jangan lupa lipat lagi kalo udah selesai. Jangan bertebaran.


Ini foto-foto kamarnya





Dashboard panel pasien. Asik colokannya banyak :D





Lemari pasien. Bagus bahannya. Pegangannya juga enak. Pintu paling bawah pake magnet, dan pas nutup muluuus banget. Ga ada suara samsek :D



Hand disinfectant ini ada di tiap tempat tidur.



Meja tinggi untuk dokter, suster, dan keluarga berdiskusi dan nulis-nulis. Tingginya pas. Enak buat ngobrol atau nulis. Biasanya makanan juga taruh di sini. Baru dipindah ke tray yang di lemari.




Ruangan kamar (satu sisi aja. Sisi sebelah sama persis.)

Penataan bed pasien kayak huruf U. Jadinya luas. Space yang di tengah untuk 2 toilet dan 1 shower room.




Toilet ada dua. Di ujung kanan-kiri. Yang tengah shower room.







Shower room. Buat mandi. Ada air panas.




Enak ya :D  Nyaman banget deh pokoknya. Wangi lagi :)

Next.


Suster

Plus:
- Baik-baik, ramah, sangat membantu.
- Enaaak banget layanannya :)
- Suaranya enak, senyumnya enak, wajahnya ramah, pokoknya top lah. Oke banget.

Minus:
- Kadang suka lama  :(
- Nurse station suka sepi gak ada orang.


Bill

Nah ini yang penting.

Surprisingly, kalo ditotal-total, MRCCC sama aja JMC. Malah lebih murah :D

Obat:
- Obat Levofloxacin Rp110.000 di MRCCC. Kalo di JMC Rp113.000.
- Infus NaCL 100ml Rp10.600 di MRCCC. Di JMC ga pake NaCL, tapi pake Asering 500ml Rp22.300 di JMC. Ini bukan perbandingan yang imbang sih emang. Soalnya beda barang, beda size juga.

Suntikan
- 3ml: Rp5.775 di MRCCC versus Rp9.900 di JMC
- 5ml: Rp7.095 v Rp14.300
- 10ml: Rp9.240 v Rp ga tau berapa. Ini gak kita pake di JMC.

Yang gak kira-kira itu
- Pampers Rp24.750 (MRCCC) vs Rp6.500 (JMC) padahal sama persiiiiss! Ckckck bisa sampe 4x lipatnya gitu.
- Glove tissue DO Care 4's buat lap badan Rp34.650. Ini sih sebenernya bisa pake washlap biasa aja -__-




Satu lagi yang bikin mahal adalah IGD. Mahal karena harus lab macem-macem, jadi kayak medical check up kecil gitu lah. Itu yang bikin mahal.

Cek lab emang prosedur standar semua IGD sih, untuk mastiin kondisi pasien gimana. Tapi biaya lab di MRCCC emang lebih mahal sih.

Kalo emang mau dirawat, mending ke dokter dulu baru minta surat pengantar rawat inap. Gak usah via IGD.

Overall rawat inap 3 hari abis 3 jutaan. Sehari sejuta lah. Sama sih ya kurang lebihnya sama JMC.

Tips:
- Bawa pampers sendiri. Kalo gak ada, beli di Boston di lobi. Rp57.000/pak isi 10 pc.
- Bawa washlap (woslap) sendiri buat mandi pagi. Jangan lupa wadah kecil buat air dan sabun.
- Kalo mau dirawat, ke dokter dulu utk minta pengantar rawat inap. Jangan via IGD.


:::::::::


Baiklaaah demikian review RS MRCCC Siloam Semanggi.

Overall kami sangat amat puas.

Sangat amat puas.

Five stars :)  ★★★★★

==================

UPDATE 6 JULI 2020
PROSEDUR BPJS RS MRCCC SILOAM SEMANGGI 
Dari Mbak Windy

kirim WA ke nomor 081511500181 untuk tanya prosedur daftar janji temu dengan dokter dan sudah dijawab sbb :

Membuat reservasi, reschedule dan menanyakan info lebih lanjut harus datang langsung ke bagian BPJS jam operasional Senin-Jumat jam 07.00-15.00 di Lobby (LB) dengan membawa persyaratan berupa:
-Fotocopy KTP
-Fotocopy Kartu BPJS
-Fotocopy KK
-Fotocopy surat rujukan online dari Faskes 1 -> RS tipe B/C -> MRCCC Siloam Hospitals Semanggi.
-Fotocopy hasil Patologi Anatomi atau hasil Biopsi

================


**Ibu saya memiliki multiple myeloma sejak tahun 2011, dan rutin kontrol di RS Kanker Dharmais, Jakarta Barat. Silakan klik menu "Multiple Myeloma" untuk melihat postingan terkait MM. Semoga kita bisa saling mengenal dan saling menguatkan :D

Baca juga: 
Horee! RS MRCCC Siloam Semanggi Terima Pasien Kanker BPJS! :D

Wednesday, September 9, 2015

Dirawat di MRCCC Siloam Semanggi


Coba tebak kita abis dari mana.

MRCCC Siloam Hospital, hyahahaha.

Akhirnya dirawat juga di situ xD

I know, I know. Di postingan dulu-dulu saya dan Ibu sempet bilang gak mau berobat ke sana. Saya gak mau terlalu mewah, dan Ibu juga pengennya di Dharmais aja yang udah biasa ke sana. Ehhh, ternyata akhirnya butuh juga. Alhamdulillah Ibu pun nyaman di MRCCC :)

Jadi awalnya itu adalah, Ibu batuk pilek. Lama-lama kok gak baik-baik. Malah makin parah. Batuknya makin berat, badan Ibu panas, napasnya senep dan gak bisa tidur. Gak bisa makan pula karena gak napsu. Tiap saat dia mengerang kayak kesakitan.

Akhirnya Ibu kami bawa ke RS JMC. (Padahal kemarin abis kontrol ke dr. Nugroho.) Di JMC, Ibu masuk via IGD. Dokter jaganya namanya dr. Junan, dan kebetulan dokter jaga di Dharmais juga. Pas kami bilang pasien dr. Nugroho, dr. Junan tanya-tanya.

- Ada resep gak dari dr. Nugroho?
- Ada. Antibiotik Cefadroxil dan OBH.
- Harusnya itu diminum aja. Soalnya Ibu kemungkinan besar ada infeksi di paru. Opa itu dokter yang paling gak pernah kasih antibiotik kalo gak perlu banget.

Glek. Nyesel banget. Kemarin Ibu minta minum antibiotiknya tapi gak saya kasih. Karena saya yakiiin banget Ibu cuma batuk pilek biasa. Gak butuh antibiotik. Pas kontrol kemarin dr. Nugroho juga gak meriksa apa-apa sama sekali, cuma ngeliat dari jauh aja, trus langsung ngeresepin. Berarti sebenernya gak apa-apa, kan? Gitu pikiran saya.

Ternyata... Emang beda ya pengalaman dokter puluhan tahun di Dharmais sama cuma bekal baca-baca di internet doang  :'(

Makanya jangan sok tau  :'(  Nyesel banget... Nyesel gak nebus obat... Nyesel gak percayain dr. Nugroho dan udah jadi sok pinter  :'(

Ya udah, abis itu kami minta rawat inap karena Ibu lemah dan nahan sakit terus. At least untuk perbaikan kondisi umum dulu aja.

Hasil ronsen menunjukkan positif pneumonia interstitialis. Ibu sempet diberi inhalasi dan dikasih dua antibiotik: Ceftriaxone dan Levofloxacin via infus.

Sebenernya JMC itu bagus. Bapak yang hipertensi, detak jantung tak teratur, post-stroke dan ginjalnya menurun pun dirawat dengan baik oleh tim dr. Maruhun Bonar di sana. Cuma, karena Ibu kasusnya spesial MM, kami sekeluarga jadi deg-degan tiap kali mau diberi obat. Ini boleh gak ya? Itu boleh gak ya? Jadi khawatir terus. Jangan-jangan gak boleh.

Kami udah bilang sih kalo Ibu ada MM. Cuma, kami ngerasa lebih baik jaga-jaga aja deh. Udah gitu, nanti hematolognya baru lagi. Dokternya jadi dua deh. Wah. Lumayan juga kalo bayar sendiri. Ibu pun udah minta pindah ke Dharmais. Maunya sama dr. Nugroho. Yawis artinya kami sepakat untuk pindah.

Saya minta kakak jelasin ke Ibu kalo Dharmais antriannya paaanjang banget. Kalo mau cepet, mendingan ke MRCCC. Di sana sama dr. Nugroho juga. Ibu tadinya tetap mau Dharmais, tapi akhirnya mau juga ke MRCCC.

Kami hanya semalam di JMC, besok siangnya langsung pindah ke MRCCC. Dokter JMC juga langsung mengizinkan.

Di MRCCC, Ibu masuk via IGD. Ibu dicek semua mulai dari darah lengkap, SGOT SGPT glukosa dll. Mirip medical check up mini lah. Habis itu pindah ke kamar.

Sebelum Ibu datang, saya dan suami udah duluan ke MRCCC. Kami konfirmasi ke suster IGD kalo Ibu pasien dr. Nugroho, dan mau pindah ke sini dari RS lain. Penjelasan susternya oke banget. Lengkap, jelas, ramah, dan sangat membantu. Menyenangkan banget. Namanya Suster Tantria. (Rambutnya keren lagi. Bob superpendek tapi poninya panjang. Asik deh.)  Kami juga ngecek ketersediaan kamar di bagian admission rawat inap. Alhamdulillah kelas 3 masih ada. Ini yang paling murah. Per hari Rp175.000,-.  Setelah semua sudah oke, baru Ibu kami bawa ke MRCCC.

Kami pakai pembayaran pribadi. Bukan BPJS.

Kalau BPJS, masuknya harus dari poli BPJS. Baru nanti dikasih pengantar rawat inap. Dokternya juga tertentu saja. Karena Dr. Nugroho gak termasuk yang dicover BPJS, kami lewat jalur pribadi dulu.

Ibu dirawat di kamar 3006 di lantai 30. Sekamar ada 4 orang, tapi kemarin Ibu cuma berdua sama sebelahnya. Dr. Nugroho udah dihubungi oleh petugas IGD dan beliau udah oke mau rawat inap.

Ini pertama kalinya kami berobat di luar Dharmais, tapi alhamdulillah dr. Nugroho inget sama Ibu. Pasien MM Dharmais yang pake Askes. Yang pensiunan Depdagri. Yang anaknya suka bolos kerja nganterin Ibu ke Dharmais.

Ruangan dan fasilitasnya enaaak banget  :)  Nanti silakan liat review-nya di postingan abis ini ya.

Pas keesokan pagi saya datang, saya ngeliat dr. Nugroho di lobi. Rupanya beliau juga baru sampai.

Saya melambaikan tangan. Dr. Nugroho langsung nyamperin.

- Kenapa Ibu?
- Batuk-pilek gak baik-baik. Trus anget. Napasnya juga senep. Kayaknya juga nahan sakit.
- Iya itu kelamaan batuknya jadi masuk ke paru-paru. Kok gak di Dharmais? Lama ya antrinya?
- Iya. Makanya ke sini dulu. Yang penting sama dr. Nugroho Ibu maunya.
- Ya udah nanti saya ke sana. Saya mau ke (poli) bawah dulu.

Fyuh, alhamdulillah dr. Nugroho baiiik banget  :')  Alhamdulillah udah ketemu juga. Berarti saya gak ketinggalan visit pagi.

Setibanya di atas, Ibu habis sibin (bahasa jawa, artinya mandi pake lap badan). Dua jam kemudian, sekitar jam 9-an, dr. Nugroho visit. Saya nyeritain riwayat treatment sebelumnya di JMC, dikasih Ceftriaxone dan Levofloxacin. Kata dr. Nug, Levofloxacin lanjut aja, tapi Ceftriaxone diganti sama Cefotaxime. OBH tetap diminum 4 kali sehari. Soalnya batuknya banyak banget dahaknya.




Pas ngeliat hasil ronsen, dr. Nug bilang ada infeksi di paru-paru, tapi sedikit. Gak apa-apa.

Dr. Nugroho juga ngasih tau kalo BPJS harus dari awal. Tapi beliau bilang, paling dirawat 3 hari aja. Treatment hanya dua antibiotik tadi aja. Sama OBH.

Hari pertama dirawat berjalan biasa aja, alhamdulillah. Saya pulang sore untuk gantian jaga sama asisten. Besok paginya pas saya datang agak siang, ternyata.... IBU UDAH BOLEH PULANG!!  :)))

Saya ketinggalan visit dokter, tapi intinya gitu. Ibu udah boleh pulang. Bahkan lebih cepet dari perkiraan dokter yang 3 hari.

Di rumah nanti minum antibiotik Cefadroxil 500 mg, sehari 3x, sebanyak 20 butir sampe abis gak boleh putus. Sama OBH juga lanjut. Sama persis kayak resep pas kontrol di Dharmais kemaren :))  Makanya jangan sok tau ya Mbak Widya...

Kami langsung mengurus semuanya dan pulang sore itu juga. Alhamdulillah.

Oh ya, untuk review MRCCC Siloam Semanggi silakan liat postingan ini ya.

Makasih yah buat semua yang udah doain Ibu :')

**Ibu saya memiliki multiple myeloma sejak tahun 2011, dan rutin kontrol di RS Kanker Dharmais, Jakarta Barat. Silakan klik menu "Multiple Myeloma" untuk melihat postingan terkait MM. Semoga kita bisa saling mengenal dan saling menguatkan :D

Baca Juga:
Horee! RS MRCCC Siloam Semanggi Terima Pasien Kanker BPJS! :D
Review RS MRCCC Siloam Semanggi

Popular Posts